Seorang temanku bertanya padaku,”Kenapa mencari dan mencari sih.. aku jadi bingung”. Sebelumnya dalam beberapa kesempatanku melakukan korespondensi dengan teman-teman kuliahku, aku juga menghadapi pertanyaan yang sama. Waktu itu, aku menjawab dengan mengirimkan satu penggalan isi dari novelnya Jostein Gaarder, Dunia Sophie, yang telah aku edit agar sesuai dengan konteks permasalahan kepada teman-temanku tersebut.
Nah dalam kesempatan ini, aku ingin menjelaskan lebih lanjut kenapa dalam beberapa kesempatan atau bahkan dalam banyak kesempatan yang ada dalam tulisan-tulisanku aku cenderung memiliki sesuatu kehendak untuk “mencari dan mencari”.
Setiap orang mempunyai karakter tertentu yang dimilikinya, entah sejak lahir atau melalui suatu proses pembiasaan. Atau bisa aku katakan juga, setiap orang mempunyai sejenis hobi tertentu yang menggairahkan dirinya ketika ia melakukan hobi tersebut. Atau bisa juga aku sampaikan dalam bentuk kata yang negatif dan ekstrim, setiap orang memiliki sejenis kecanduan tertentu dalam dirinya yang membuat ia sulit untuk lepas dari candu tersebut. Nah, tentunya setiap kebiasaan, karakter, atau candu yang melekat dalam diri seseorang dengan seseorang yang lain sering kali tidak sama. Aku menyukai tontonan sepakbola, dan kamu tidak suka, dan lebih suka tontonan bola basket. Aku suka pergi ke gunung, dan kamu tidak suka ke gunung tapi suka ke laut. Tidak ada suatu aturan atau hukum yang mengharuskan setiap kebiasaan dari masing-masing orang untuk sama. Dan tidak ada yang bisa memaksakan kebiasaan ini. Nah dalam kasus seperti inilah konsep “mencari dan mencari” yang aku miliki. “Mencari dan mencari” yang merupakan salah satu jenis hobiku atau karakterku, bahkan mungkin juga canduku.
Ada banyak hal yang masih menjadi misteri dan pertanyaan dalam benakku yang sampai saat ini tidak tertangani dengan baik? Entah ini dikarenakan kebodohan otakku atau karena hal lain, aku tidak bisa memastikannya. Bukanlah hal yang menarik apabila dalam menyikapi persoalan ini kita membenturkan kepala di tembok ketidaktahuan. Demikian pula, menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam pencarian tak berujung juga merupakan sesuatu yang tidak menarik. Akan tetapi aku merasa bahwa ada kehendak yang kuat dalam diriku, atau mungkin juga sejenis temperamenku yang tidak puas hanya dengan membenturkan kepalaku ke tembok ketidaktahuan. Semenjak kecil temperamen dalam diriku yang demikian terus bergeliat dan membesar semakin besar. Namun, aku juga sadar bahwa tidak semua orang bekelakuan atau memiliki karakter atau temperamen sepertiku. Dan aku tidak merasakan ini merupakan persoalanku atau menggangguku.
Jadi… yang suka silahkan ikut… yang tidak silahkan jadi penonton… yang tersinggung aku minta maaf… yang tersungging kuucapkan terima kasih…
duh kebanyakan memomu seh, jd aq bingung mbacanya.mau baca yang mana?woi………….tu yang pake baju hitem km ya?????
katanya gk da vtomu????
duh salut deh ma kata2mu,kok bisa seh kamu coret-coret kaya gitu.bahasamu formal bgt.aq gak bisa komen nih.oya,salam ya buat dedekmu.salut……..,salut……..,saluuuuuuuuttttt…….
salamnya udah aku sampaikan. aku sadar kok kalau isinya memang agak "membingungkan" bagi orang2 yang gak terbiasa. yup aku pake baju hitam. salam kenal yaa.. walaupun kita sampai saat ini belum pernah bertatap muka tapi aku nyaman dan senang berkenalan dengan mu. keep in touch. ok
aku memutuskan ikut.
tapi dengan cara berjalan kita masing2, kekekekekeke!
monggo…
ikut, maksudnya ngasih komenkan?