Aku, Glacial, Doktrin Pecinta Alam dan Kenangan Masa Lalu

Aku sudah lama sekali tidak berkomunikasi dengan teman-teman seperjuanganku ketika kami dulu pernah membangun sebuah idealisme cinta alam. Baru beberapa minggu kemarin aku mengikuti perkembangan milis kita. Glacial alias Gladiool Pecinta Alam (Organisasi Resmi Pecinta Alam SMU 1 Magelang) memang pernah menjadi pergulatan dan arena pematanganku sebagai seorang manusia. Disitu pula aku memperoleh indoktrinasi mengenai alam. Aku baru menyadari bahwa selama ini aku tidak menyadari bahwa mencintai alam merupakan sebuah doktrin juga yang tak pernah aku pertanyakan.

Masih teringat dengan jelas dahulu bagaimana kita, seorang calon anggota Glacial melakoni Pendidikan dan Pelatihan Dasar di Gunung Andong selama lebih dari tiga hari. Bagaimana senior kita dengan bentakan dan makian mendoktrin kita. Bagaimana kita disuruh meminum dan memakan makanan yang sudah diinjak-injak dan diludahi serta dicampur segala macam benda dan cairan yang disebut oleh GL 075/IV/97/ACSB di milis tersebut sebagai “Air Mata Kencing Dewa”. Bagaimana sebuah drama dipentaskan sehingga membuat kita menangis tersedu-sedu (seseorang membentur-benturkan kepala dengan sebongkah batu). Bagaimana selama dua hari penuh kita harus mencari makan sendiri di alam sembari setiap saat diberi materi yang menguras energi dan pikiran, secara fisik dan mental, yang kata senior sebagai pemelajaran bertahan hidup atau survival sedangkan dengan mata telanjang kita melihat para senior bersuka cita dengan limpahan makanan yang tersedia. Dan ternyata aku baru mengetahui, setelah hampir satu dekade Glacial berdiri dan telah mencapai angkatan ke XI, “tradisi” tersebut masih dilestarikan. Aku mengetahui tradisi tersebut masih dilestarikan setelah membaca sebuah milis yang menggugat persoalan itu.

Ketika aku menjadi senior dan mengadakan Diklatsar bagi calon anggota dulu, aku juga masih ingat bagaimana secara diam-diam para calon anggota tersebut menyebutku sebagai The Angel (Saya mengetahui setelah sekian lama melalui sebuah percakapan tak disengaja sewaktu naik gunung Merbabu) karena hanya saya satu-satunya (mungkin) yang tidak pernah memarahi dan memaki para yunior dan bersikap sebaliknya dengan para teman seangkatan saya yang begitu menikmati proses doktrinasi tersebut sewaktu diklatsar tersebut. Mungkin narcis kelihatannya tapi memang begitulah yang terjadi. Aku tidak tahu penyebabnya. Mungkin karena aku ditugaskan sebagai pembimbing mereka waktu itu, atau juga karena aku tidak tega melihat mereka diperlakukan seperti tersebut. Tapi merupakan fakta juga jika hampir semua organisasi di SMA melakukan proses indoktrinasi dengan makian dan bentakan. Dan yang paling parah menurut yang aku cermati terjadi di tubuh Pramuka. Sayangnya aku sadar juga kalau aku juga pernah berbuat demikian satu kali waktu.

Ingin sekali rasanya aku mengomentari dan menanggapi setiap email yang ada di milis Pecinta Alam kita. Tetapi aku sadar dan merasa bahwa aku tidak layak dan berhak berbicara dikarenakan sudah begitu lama tidak melibatkan diri dalam kancah perjuangan Glacial itu sendiri. Tidak pernah juga aku menyumbangkan sesuatu yang berarti bagi mereka. Mungkin sedikit perenungan tentang doktrin mencintai alam bisa mengobati kesalahanku dulu.

Konsep mencintai alam yang selama ini aku anut sebagai sebuah kebenaran, ternyata setelah aku cermati dan pikirkan melahirkan kontradiksi-kontradiksi logis. Katakanlah alam dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang berada di semesta baik itu bumi, air, hewan, tumbuhan dan bahkan manusia itu sendiri. Semua yang ada disekelilingku adalah alam itu sendiri baik sesuatu itu bernyawa atau tidak. Dengan demikian konsep mencintai alam berarti mencintai segalanya. Mencintai alam berarti mencintai kucing sembari kita juga mencitai tikus. Mencintai alam berarti mencintai gunung sembari mencintai letusannya. Mencintai alam berarti mencintai laut sembari mencintai gelombang besarnya. Mencintai alam berarti mencintai api sembari mencintai kobarannya. Mencintai alam berarti mencintai angin sembari mencintai topan dan tornadonya. Mencintai alam berarti mencintai rerumputan liar dan pepohonan yang tumbuh. Mencintai alam berarti mencintai lumut yang tumbuh di batu, di lantai, di tembok, di atap rumah. Mencintai alam berarti mencintai ular, kodok, serangga, coro, nyamuk, lalat, tokek, lipan, kaki seribu, kunang-kunang, laba-laba yang ada disekitar kita. Semua yang ada di alam harus dipelihara dan dilestarikan.

Jangan memelihari kucing atau anjing jika kita membunuh kecoak atau tikus. Jangan melestarikan macan atau harimau jika kita membunuhi kuda, kerbau liar, sapi dan mangsanya yang lain. Sikap hidup kita seharusnya dicukupkan dengan memakan dan meminum yang tidak berlebihan dan tidak mengganggu ekosistem keseimbangan alam itu sendiri. Saya anggap kita seperti harimau atau ular yang menangkap mangsa untuk dimakan secukupnya. Jangan membunuh kecoak atau bakteri serta yang membuat takut dan jijik kita. Biarkanlah virus HIV atau flu burung berkembang dan berbiak merajalela. Biarkanlah AIDS menyebar kemana-mana. Biarkanlah polio dan malaria menjangkiti makhluk hidup. Karena virus dan bakteri juga bagian dari alam yang kita cintai itu sendiri. Cara kita hidup harus bergantung pada ketahanan tubuh kita sendiri tanpa harus merekayasa dengan sesuatu yang kita peroleh dari teknologi dan pengetahuan yang ada. Tidak perlu diciptakan vaksin dan pencegahan pemberantasan nyamuk segala. Biarkanlah kita bertahan dengan tubuh kita sendiri. Siapa yang kuat bertahan akan survive. Survival of the fittest secara alamiah.

Jika kita melihat dan mengikuti serta melakoni penjelasan diatas, betapa akan sangat kontroversial andaikan kita melestarikan virus AIDS atau flu burung. Biarkanlah tsunami menerjang dan membunuhi makhluk yang ada baik itu hewan, tumbuhan dan manusia karena itulah kerja alam. Jangan menyalurkan bantuan apalagi obat-obatan kepada korban air pasang tsunami. Biarlah mereka bertahan dengan segala keterbatasan mereka. Betapa kita akan dihujat dan dicerca. Tapi jika kita mau mengakui hanya dengan sikap tersebutlah kita akan konsisten dengan doktrin mencintai alam. Sesungguhnya betapa banyak sikap kita yang tidak konsisten dikarenakan kurangnya pemikiran dan penalaran yang baik. Mungkin kita hanya mencari pembenaran saja dari kecenderungan karakter diri dan organisasi kita. Semoga kita bisa berubah dan tidak lagi fanatik terhadap suatu doktrin. Hilangkanlah sikap doktrinasi yang membungkam nalar dan pikiran kita.

Dengan konsep mencintai alam yang lain, kita bisa pula menjaga dan memelihara tubuh kita sebagai unsur alam dari sesuatu yang membahayakan kita. Kita menjaga hutan agar tidak gundul supaya tidak terjadi banjir. Kita mengendalikan polusi air dan udara. Kita melestarikan hewan yang terancam punah. Mungkin ini yang disukai oleh para pecinta alam dan dijadikan sebagai doktrin. Tapi kita juga seharusnya tidak merokok demi menjaga alam tubuh kita. Kita tidak boleh minum-minuman keras berlebihan serta menkonsumsi narkoba karena itu akan merusak alam tubuh kita. Sayangnya pecinta alam sering tidak konsisten dengan sikapnya. Semua ini jika kita konsisten bahwa mencintai alam berarti menjaga dan memelihara alam.

Kepada teman-temanku seperjuangan aku hanya bisa berharap agar mereka mau mengakui bahwa perjuangan sebuah ide dan pemikiran haruslah didahului dengan pemikiran dan pemahaman yang baik dan hindarilah sebisa mungkin cara-cara indoktrinasi dengan kekerasan dan bentakan serta makian. Kepada temanku yang sedang gelisah dengan perubahan kota Magelang yang semakin panas dan sumpek katanya, bersabarlah dan lakukan sebisamu dengan dirimu sendiri sebagai awal perubahanmu.

Mengenai bukit tidar yang tidak lagi kita bisa jejaki dan daki aku sangat prihatin dengan hal tersebut. Mungkin inilah campur tangan dari sistem pemerintahan yang menitik beratkan pada orientasi bisnis. Sungguh amat disayangkan jika bukit seindah tidar tidak bisa dinikmati oleh orang-orang tidar itu sendiri. Saya tidak bisa melakukan apa-apa. Sekedar keluh kesah dan rasa duka cita yang bisa kuberikan. Bahkan hanya melalui coretan harian ini yang tak sanggup aku kirimkan di milis kita karena perasaan tak berhargaku dihadapan kalian semua yang masih penuh vitalitas menjaga ideologi dan doktrin kalian. Salam lestari di bumi teman-temanku.

Dari Catatan Lampauku
Tertanggal 23 Desember 2005

Salam Lestari di Bumi

Haqiqie Suluh

About these ads

12 Responses to “Aku, Glacial, Doktrin Pecinta Alam dan Kenangan Masa Lalu”


  1. 1 Usamah Selasa, 28 Agustus 2007 pukul 7:53 am

    Hai kawan, aku belum mendapatkan kesimpulan tentang bagaimana kita mencintai alam. Aku bukan seorang pecinta alam, karena gak pernah ikut pramuka atau ikut kelompok pecinta alam d kmps :)

    Btw, doktrin pecinta alam dengan ajaran Tuhan(Agama) tidak bisa di samakan satu topik bahwa kedua itu merupakan ‘doktrin’, setidaknya menurut anak muda ini.

    Selamat Belajar.

    Salam Hangat,
    Usamah

  2. 2 Penny Minggu, 2 September 2007 pukul 10:09 am

    Terharu banget membaca dan menghayati cerita anda…hiks..hiks…. T_T
    Saya juga seneng banget kegiatan tentang alam, tapi tanpa disadari juga oleh saya terkadang nggak bisa merawat alam kita dengan baik. dan saya nggak pernah terlintas pemikiran seperti anda tentang konsep mencintai alam.
    Btw mas “angel” emang bener-bener sang penyelamat adik senior euy… atau apa emang gak bisa marah ya? hehehe

  3. 3 Ngangsu Kawruh Minggu, 9 September 2007 pukul 5:00 pm

    “Aku bukan seorang pecinta alam, karena gak pernah ikut pramuka atau ikut kelompok pecinta alam d kmps :)”
    ……….Dengan demikian konsep mencintai alam berarti mencintai segalanya……… Berarti seorang pecinta alam tidaklah harus ikut Pramuka, pendaki gunung dan semua organisasi kealaman yang ada.

  4. 4 ExtremeEmpire Kamis, 14 Februari 2008 pukul 9:27 pm

    Pecinta alam adalah seseorang yang mennyadari dan mengetahui bahwa alam beserta isinya ada lah ciptaan tuhan, dengan mengetahui alam itu ciptaan tuhan maka dia merasa terpanggil untuk menjaga dan melestarikan alam beserta isinya. tapi ada juga orang yang berpendapat lain….! PECINTA ALAM Diartikan sebagai orag yang suka naik gunung, bawa keril besar-besar, dan dandan semaunya, ITU SALAH BESAR BOS….! hal yang saya sebutkan diatas adalah life styl nya bukan hatinya….! salam pecinta alam kalo ada kesalahan pliz kasih tahu saya yah

  5. 5 April Kamis, 19 Juni 2008 pukul 12:40 pm

    Mas, aku GL 188. aku baca semua mengenai doktrin dan aku juga mengalaminya, tapi saat ini kita yang masih peduli pada Glacial sedang mencari jalan keluar dari permasalahan ini. Aku cinta Glacial walau belum bisa melakukan yang terbaik. Masalah doktrin ini sudah tidak ada lagi saat ini menurut saya, karena aku datang waktu diklat angkatan 13. Sekarang yang harus kita selamatkan bukan cuma alam tapi Glacial yang kita cintai. aku seneng ada orang yang mau menulis seperti mas karena kita jadi bertambah sudut pandangnya mengenai hal2 yang kurang kita sadari dalam hidup kita sebagai manusia. Aku ga pernah buka milis dan tidak tertarik membukanya karena alasan tertentu yang tidak mungkin aku sebutkan. Mengenai kota kita tercinta, aku juga berusaha melakukan apa yang aku bisa dan aku harap mas juga bisa berbuat sesuatu karena mungkin mas juga harus membuktikan untuk bisa mengajak orang agar peduli.

  6. 6 azir Rabu, 27 Agustus 2008 pukul 3:09 pm

    klo semua yang ada di artikel ini bener aku sih sangat prihatin mas kok kayak ya gax ada upaya gitu untuk memperbaiki semuanya emangnya tak ada solusi yang tepat ya untuk menghadapi era globalisasi aku tukut geh tapi kayak nya aku makin semangat!!!!!

  7. 7 Nur'aini Kamis, 25 Juni 2009 pukul 8:56 am

    mmmmm….assalamu’alaikum, salam dr GL 208 yang mungkin sudah lama tidak berkecimpung lagi ngurusin glacial, paling kemarin sempet berkunjung ke bace camp yang sepi, kosong, ga di gembok dan “masih seperti dulu” jadi kangen dengn riuh ruahnya suasana dulu kalau lagi ngumpul…tapi walaupun begitu insya Alloh masih berusaha memegang teguh dan memperjuangkan idealisme walau masih berkutat pada diri sendiri…not trying to change the world but just contribute to make the world a better place to live…

  8. 8 uki 'cacing' Minggu, 24 Januari 2010 pukul 6:53 am

    suluh…….piye kabare?..kangen aku heheheheh…
    seumur-umur aku cuma sekali jalan2 di gn sumbing sama mas suluh ini hehehehehe..itu pun pertama kalinya aku naik gunung :)

    tak sumbangke puisi, bukan bikinanku sih cuma menurutku bagus isinya…

    aku dan gunung2 itu
    20 02 2008

    Gunung gunung itu masih gagah berdiri,
    tanpa pernah kutaklukkan.
    Aku hanya berjalan di tanahnya,
    menyusuri hutannya,
    menembus kabutnya.

    Gunung gunung itu masih tinggi menjulang,
    tanpa pernah kutaklukkan.
    Aku hanya menapaki puncaknya,
    bangga sesaat.
    Aku harus turun lagi,
    bertempur lagi dengan hari hari yang biasa.

    Perjalanan perjalanan itu selalu memukauku.
    Setiap gunung memiliki misteri masing masing.
    Setiap gunung mempunyai ajaran sendiri.
    Banyak nilai yang bisa digali,
    dan aku menikmatinya.

    Aku tak pernah tahu, mengapa harus mendaki.
    Aku tak pernah bisa menjawab, saat orang bertanya,
    “Apa sih enaknya naek gunung ?”

    yang aku tahu,
    gunung gunung itu selalu memberikan damai,
    Keheningan yang memabukkan.
    Memaksaku untuk datang lagi, dan lagi.
    Memaksaku untuk berjalan lagi, dan lagi.
    Entah sampai kapan.

    Aku tak pernah bisa menjawab,
    ketika banyak orang bertanya,
    “kenapa harus capek – capek naek gunung, kalo akhirnya harus turun lagi?”

    Yang aku tahu,
    Gunung gunung itu memberikan hari hari yang berbeda,
    memberikan hari hari yang tidak biasa.
    Mengajariku untuk terus berjalan ke arah tujuan.
    Mengajariku untuk terus berjuang meraih tujuan.
    Mengajariku tentang kesabaran,
    menunjukkan padaku tentang semangat yang tak boleh padam.
    Memberiku kesempatan untuk dekat dengan Langit.

    Aku tidak pernah tahu jawabnya,
    saat orang bertanya,
    “kenapa si, banyak orang yang suka naek gunung ?”

    Yang aku tahu,
    gunung gunung itu memberiku teman teman baru,
    menunjukkan kepadaku tentang manusia-manusia sejati
    dengan daya juang yang luar biasa.
    Memperlihatkan kepadaku tentang persahabatan alami,
    persahabatan yang jujur.
    Menunjukkan kepadaku wajah-wajah polos diri,
    wajah-wajah yang terbuka, tanpa topeng.

    di tempat dingin itu, aku menemukan diriku,
    menemukan lemahku,
    menemukan rendahku,
    menemukan jahatku,
    menemukan curangku,
    menemukan topengku.

    dan aku pun mencibir sombongku,
    memaki kerakusanku,
    mencemooh kepalsuanku.

    diantara basah itu,
    aku sadar,
    aku adalah kecil.
    aku adalah kecil.

    Gunung gunung itu masih disitu.
    Tanpa pernah kutaklukkan.

  9. 9 Suluh Senin, 25 Januari 2010 pukul 10:08 am

    weh aku sak iki blas ratahu munggah meneh ki, terakhir ki slamet kuwi tahun 2001an ketokke. nek kowe malah wis melalang buana.

  10. 10 Dinda Sabtu, 23 Oktober 2010 pukul 2:51 pm

    Halo mas suluh,(blum pnah ktmu kyaknya)

    q dinda,angktn 14
    ikutan diklat angkatan 16,di gunung andong kumpul di smansa tgl 6 nov 2010,jm 1.30pm..
    Dtg ya,slm lestari!!

  11. 12 Alex Selasa, 9 Oktober 2012 pukul 5:32 pm

    Halo mas suluh. salam lestari..
    Aku alex angkatan 17, GL 352..

    wah mantab mas tulisannya. Jadi ingat bagaimana dulu diklat harus bersusah payah demi jadi anggota Glacial. Berpeluh demi mendapat slayer biru dengan lambang Glacial.
    O iya mas, silahkan kunjungi beskem kita..


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 290 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: