Hukum Kekekalan Energi: Yang Kekal dan Yang Abadi

Siapapun yang berkecimpung dalam belantara fisika ataupun kimia, haruslah menunduki suatu hukum yang merupakan poros dari suatu sifat perubahan. Hukum itu adalah Hukum Kekekalan Energi. Hukum yang menyatakan bahwa Energi itu tetap dan tidak mungkin diciptakan atau dimusnahkan. Energi di alam itu tidak mungkin bertambah atau berkurang. Jumlah keseluruhan Energi di alam (energi pikiran manusia, energi nuklir, energi matahari, energi tumbuhan, energi otot, kalor, energi gerak, energi potensial, energi listrik, energi elektromagnetik, foton, dan sebagainya), dari dahulu sampai sekarang dan yang akan datang adalah tetap dan tak berubah jumlahnya. Energi bisa saja berubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain namun ia tidak bisa dimusnahkan atau diciptakan yang berarti tidak bisa berkurang atau bertambah jumlahnya.

Pernahkah anda mempelajari implikasi atau konsekuensi dari Hukum Fisika atau bahkan Hukum dunia ini pada kepercayaan disekeliling anda? Jika belum, mari kita bersama-sama mempelajarinya.

Kekekalan itu berarti Tanpa Penciptaan

Sudah jelas bahwa kekal itu berarti abadi. Kekal itu tak memiliki penciptaan. Kekal itu tidak akan musnah. Yang Kekal, Yang Abadi, Yang Tak Punya Pencipta, Yang Tak Mungkin Musnah, Tak Berawal dan Tak Berakhir: dialah ENERGI. Wah kalau begitu Tuhan punya saingan dong? Bukankah Tuhan itu juga Kekal, Abadi, dan Tak punya Awal dan Akhir? Wah, mungkin juga Tuhan itu sama dengan Energi.

—Huss, jangan ngawur kamu! Entar rumah dan tubuhmu bisa rusak dangsak dan kamu bisa jadi korban kriminalitas ego keagamaan mereka! Hati hati ya kalau bicara! Bicaramu atau Tulisanmu bisa jadi Neraka Hidupmu, Tahu kagak!?! Indonesia bukan tempat yang nyaman untuk umbar cocot dan bacotan konyolmu! Ingat itu! Apalagi kamu bukan blogger Anonim! Untung aja kamu koar koar hanya di dunia maya, kalau di alun-alun kota kamu bisa mampusss!! Puss!! Puss!! Meoongggg. Lho, kamu kucing ya? Baru tahu aku. Ha ha ha ha —

Karena Energi itu sendiri merupakan entitas Alam itu sendiri maka, Alam itu sendiri dengan sendirinya akan mengikuti sifat-sifat dari Energi (Ini dalam pemahaman Hukum Fisika Kekekalan Energi). Dengan demikian Alam itu sendiri Kekal, Abadi, Tak Berpencipta, Tak mungkin musnah, Tak berawal dan Tak berakhir.

Penyusun-penyusun dari energi itu sendiri merupakan suatu entitas yang membuat alam itu bekerja: Waktu, Jarak, Massa. Ingat rumus energi kinetik yang bernilai setengah kali massa kali kuadrat kecepatan? Yang ingin saya beritahukan disini adalah waktu itu sendiri sebagai suatu bagian dari dogma kausalitas merupakan bagian dari Energi. Jarak itu sendiri yang membentuk ruang atau volume itu juga merupakan bagian dari Energi. Entitas yang memiliki massa atau bahkan tidak bermassa seperti foton itu yang menghuni ruang dan waktu juga merupakan bagian dari Energi. Energi adalah waktu, jarak, dan massa. Energi adalah segala sesuatu yang ada di alam. Energi adalah alam itu sendiri.

Lalu konsekuensi dengan Kepercayaan kita apa? Silahkan tanya pada diri anda sendiri.

Kita muncul ke dunia dan memiliki kesadaran serta pengalaman adalah suatu bentuk dari manifestasi energi. Kita adalah energi. Pikiran kita adalah bentuk energi, gerakan kita adalah energi, jantung kita adalah energi. Seluruh jiwa dan raga kita adalah manifestasi bentuk dari energi. Kematian kita juga akan kembali menjadi bentuk energi yang lain.
Siapapun itu yang bernama Adam dan Hawa mereka juga merupakan manifestasi Energi. Apapun itu yang dinamakan black hole, matahari, surga, neraka, kesemuanya itu merupakan energi. Energi adalah Yang Ada (yang ada disini dimaksudkan sebagai entitas yang tidak mempunyai kutub negatif atau mempunyai lawan seperti yang tak ada, Satu yang tak memiliki entitas banyak)

Seluruh argumen diatas bermula dan berpijak pada dogma fisika yang dinamakan: Hukum Kekekalan Energi. Jika anda tidak mempercayai atau mungkin meragukan Hukum Kekekalan Energi yang diajukan para ilmuan melalui induksi ilmiah ini (sering disebut metode Ilmiah), maka seluruh argumen saya diatas mungkin jadi tidak berarti. Mohon maaf jika demikian. Saya hanya ingin memahami.

Bagaimana Pandangan Saya Sendiri mengenai Kekekalan Energi?

Dalam pandangan saya sendiri, Hukum Kekekalan Energi dan segala sesuatu konsep atau hukum dan sejenisnya yang bermunculan dari kebudayaan manusia, termasuk pemikiran agama dan tentunya pemikiran saya sendiri, secara mendasar khas filsafat, mengandung sifat “kebisajadian”. Artinya ia bisa jadi benar tetapi bukan merupakan sesuatu yang betul-betul benar. Bekerjanya sebuah hukum atau teori bukan berarti teori itu betul-betul benar, tetapi teori itu pada saat itu memang “terbukti” bekerja secara empiris pada sesuatu hal. Saya masih lebih suka mengikuti pemikirannya Popper mengenai hukum-hukum atau teori-teori fisika atau lebih umum sains dengan metode falsifikasinya.

Cukup sampai disini dulu. Semoga anda yang memiliki kepercayaan tertentu tidak terguncang karena tulisan dari seorang yang bodoh dan asal ngomong ini.

Salam Penuh Energi

Haqiqie Suluh

About these ads

89 Responses to “Hukum Kekekalan Energi: Yang Kekal dan Yang Abadi”


  1. 1 mybenjeng Senin, 31 Desember 2007 pukul 9:35 am

    baca tulisan ini butuh energi penuh…
    salam penuh energi… :)

  2. 2 agusdd Rabu, 9 Januari 2008 pukul 3:16 am

    keren, abis… dari energi, oleh energi dan untuk energi hee… yuk diskusi visit about energi

  3. 3 ken wong ateleng Rabu, 9 Januari 2008 pukul 3:55 pm

    jika energi itu kekal??????
    di mana dan kemana nantinya energi yang saat ini ada, ketika dia melesat dari badan kita?????

  4. 4 Suluh Kamis, 10 Januari 2008 pukul 8:25 am

    @ken wong:

    namanya kekal ya gak kemana-mana… karena alam waktu, ruang, dsb, itu juga bagian dari energi… Energi adalah Yang Ada.. demikian menurut doktrin kekekalan energi.

  5. 5 agusdd Kamis, 10 Januari 2008 pukul 12:21 pm

    tapi aku tetap g percaya, katanya kan berubah menjadi bentuk lain.

    logikanya gini deh. badan kita dipecah2, jadi kecil2 pasti ujung2nya sel kanyang menyusun tubuh. dari sel ini kalo dipecah2 jadinya adalah senyawa.

    senyawa tersusun oleh unsur, unsur ini tersusun oleh atom dan pertikel maha tidak tahu. pokoknya ada inti disana sama elektron. konon kalo inti ini di perbesar sebesar matahari misalnya, maka elektron ini ibaratnya dalah planet-planet yang mengelilinginya. jadi ada alam semesta lain di dalam alam semesta yang kita huni.

    saking kecilnya, masih ada teori string segala.
    ceritanya dalah membahas bahwa di alam semesta atom ini masih ada partikel yang bsia dilepaskan, yakni ketika elektron tidak stabil atau ditabrak oleh elektron lain, maka akan terlempar energi yang disebut cahaya itu tadi. biasanya muncul dan dikenal sinar x, alfa atau beta. mereka punya rentangan panjang gelombang, yang berbeda-2

    nah ngomong2 kalo sudah di cahaya, level sinar ini, pertikelnya tersimpan menjadi apa? lha wong udah paling kecil. hmmmm….

    kira2 kalo dibagi2 lagi jadi apa ya.. pasti mengarah pada satu buah partikel lagi tuh, ada yang tau…

  6. 6 Suluh Jumat, 11 Januari 2008 pukul 8:09 am

    @atasku: entah itu menjadi apa saya juga gak ngerti… biar ilmuan yang membuktikan… yang pasti ia akan menjadi bentuk energi yang lain… energi itu kekal… hawking juga sudah memperbaharui teorinya tentang black hole, katanya ada energi yang dilepaskan kembali ke alam tapi belum tahu bentuknya seperti apa…

  7. 7 raihanaazzahra Jumat, 11 Januari 2008 pukul 11:08 am

    apa bermula dari apa…………Jadi bingung??????

  8. 8 joyo Sabtu, 12 Januari 2008 pukul 9:20 am

    hohoho, khas suluh
    *ikut saja*

    @agusdd
    setau saya tidak ada partikel, materi tidak tersusun atas partikel tapi pola hubungan energi, silahken dibaca lagi teori kuantumnya :D
    salam

  9. 9 joyo Senin, 14 Januari 2008 pukul 4:44 pm

    qie ym mu sing aktip ki opo to?
    trs no hp mu sing aktip ki yo piro?
    sorry takone neng blog, lha aku ra ngerti meneh carane ngehubungi sampeyan sing efektip :D

  10. 10 Suluh Selasa, 15 Januari 2008 pukul 8:30 am

    @joyo ora tahu yman sak iki… kontact me lewat email wae lah gilll

  11. 11 gusti ayu wulansari Rabu, 16 Januari 2008 pukul 2:21 pm

    menurut saya semua yang ada di dunia ini penciptanya allah.misalnya,partike,gas,ataupun atom sampai ke hal yang paling terkecil.bukan berarti tidak ada penciptanya, hanya saja manusia tidak dapat menciptakannya.buktinya jin atau iblis,dan malaikat kita tidak tau dia tersusun atas apa, jadi bukan berarti yang kecil tidak ada penciptanya.ok…………………………….

  12. 12 gusti ayu wulansari Rabu, 16 Januari 2008 pukul 2:26 pm

    maaf tadi maksud saya partikel. tolong di u8bah bisa nggak ya?????????????????? itu aja makasih telah di muat…………………

  13. 13 Suluh Kamis, 17 Januari 2008 pukul 8:30 am

    @gusti ayu:

    silahkan anda dengan dogma agama anda, saya tidak akan mengomentari… iblis jin malaikat juga dogma agama kan? bukan dogma ilmiah atau fisika? so no comment buat anda… :lol:

  14. 14 SIGIT pamungkas(sastra fisika UNY) Selasa, 29 Januari 2008 pukul 6:47 am

    menurutku fisika adalah ilmu yang hanya sebatas imagi yang memiliki banyak penafsiran. sebagai contoh kalo kta berbincang soal energi. misal, enerki kinetik dengan rumus E=1/2 mv^2. jika sebuah benda bermassa 10 kg bergerak dengan kecepatan 2 m/s maka benda tersebut dikatakan memeliki energi 20 joule. tapi saat kita bandingkan dengan misal kita membawa buku bermassa 10 kg dan berjalan sejauh 10 m dengan kecepatan 2 m/s, kita katakan energi kita nol karena terpasung pada pers W=F S Cos@.
    selama saya mengenal fisika, banyak kejanggalan yang seharusnya bisa dipikirkan. entah mungkin saya yang bego tidak bisa menemukan jawabannya atau gimana,tapi menurutku fisika adalah kumpulan angka dan huruf yang dituangkan dalam bentuk rumus yang penuh dengan penafsiran.

  15. 15 Suluh Selasa, 29 Januari 2008 pukul 9:13 am

    @atasku: persepsi anda yang keliru… orang berjalan tuh tidak tepat kalau diberikan sebagai suatu energi kinetik… karena setiap kali dia berjalan dia juga terkena perlambatan, kemudian cepat kembali, dan seterusnya… karena orang berjalan bukan ibarat gerak beraturan kayak gerak benda langit dan sebagainya… lebih lengkapnya saya terangkan suatu saat… pemahaman fisika tuh bukan rumus rumus, atau angka angka tapi konsep konsep alam (waktu, ruang, gerak dsb). angka tuh cuma permudahan aja mas… itu sejauh pengetahuan saya..

    • 16 curius Rabu, 29 Mei 2013 pukul 9:42 am

      anda juga kurang cermat, coba anda amati lagi kalimat si sigitan, manusia dlm kasus itu dianggap sebagai benda yng memiliki perlambatan dan percepatan seperti yang anda tulis perlu anda ingat benda yang dmksud sigit bukan benda langit, sehingga benda yang anda katakan mengalami gerak beraturan juga menglami perlambatan beraturan dan percepatan beraturan, perlambatan yg saya maksud adalah gaya gesek trhadap permukaan karena gravitasi, percepatan yang saya maksud adalah dorongan awal atau pemberian energi kinetik kpd bnda tersebut sehingga benda tersebut memiliki gaya gerak beraturan,nah dari sini dpt dipahami kejanggalan yg dirasakan oleh sigit, sekian dulu dari saya

  16. 17 reezkasphere Rabu, 9 April 2008 pukul 12:34 am

    Mengenai energi ya.. hihi..

    Energi bisa musnah ngga ya? hmm..
    mulai dari rumus einstein: E = MC^2; energi = massa x kuadrat kecepatan cahaya.

    Interpretasi rumus diatas. sebuah massa yg bergerak dengan kuadrat kecepatan cahaya akan memiliki energi sebesar e = mc^2.

    Tapi kalo dipahami begini gimana, hubungan diatas menyatakan bahwa energi dapat tercipta dari massa dan sebaliknya massa dapat tercipta dari energi. lho jadi energi ngga kekal duonk???

    Pernah dengar partikel yang namanya anti materi (anti matter). Partikel ini tercipta dalam lab – lab cyclotron berkecepatan sangat tinggi. Seperti namanya “anti materi” ketika partikel ini mengenai suatu materi, akan terjadi reaksi yang menghasilkan energi dengan tingkat efisiensi 100%. Ketika anti materi bertemu dengan materi keduanya akan menghilang dan menghasilkan energi tanpa zat residu. Garis bawahi kata “menghasilkan energi”.

    fiuhh.. sound like science fiction eh..,
    tapi emang bener kok. ga percaya? coba ke google lalu ketik “anti matter”. sila baca artikel di wiki mengenai itu, aku sendiri udah puyeng bacanya..

    Jadi energi bisa jadi massa dan sebaliknya massa juga bisa jadi energi. Hukum kekekalan energi dan hukum kekekalan massa tidak bisa berdiri sendiri ketika dibawa ke ranah fisika partikel. Mungkin harusnya jadi “hukum keseimbangan energi dan massa” kali yee.. ^_^;

    Tenang aja mas haqiqi tuhanmu itu tetep ngga ada yang nyaingin kok. :D

    **
    Btw pernah baca mengenai dualisme gelombang partikelnya de Broglie? coba deh utak atik momentumnya, dan menuliskan rumus itu lagi dalam bentuk energi kinetik. Pernyataan terakhir ini murni pemikiranku yg sok teu, bisa salah.. koreksi ya kalo salah ^_^;

    • 18 duduh Senin, 21 Januari 2013 pukul 6:15 pm

      saya sepaham tentang energi bisa jadi massa dan sebaliknya massa juga bisa jadi energi.
      berdasarkan ilmu pengetahuan, sains yang saya ketahui ternyata benda dan energi itu satu.
      Energi dapat diubah menjadi benda.
      Dan benda yang dimusnahkan akan berubah menjdai energi kembali.
      Benda Energi
      Perubahan massa benda menjadi energi dirumuskan oleh Albert Einstein (1879-1955) yaitu E = mc^2
      banyaknya energi yang dihasilkan oleh suatu benda sama dengan massa benda itu dikalikan kecepatan cahaya yang dikuadratkan.
      Banyaknya massa dan energi di alam raya itu konstan.
      Kalau suatu saat banyak yang menjadi materi, ya energinya yang berkurang, tapi tetap dalam keseimbangan.
      Jika tak seimbang akan terjadi kehancuran.

  17. 19 Suluh Rabu, 9 April 2008 pukul 12:49 am

    @reezkasphere: menghasilkan tidak berarti menciptakan lho mas. Coba masnya baca lagi apa itu anti-materi dalam pengertian fisika. Dia berada atau di”ciptakan” juga sebagai konsekuensti dari Kekekalan Energi lho. Anti materi bukan berati “tanpa entitas atau nir sesuatu” dia tetaplah wujud dari energi. Sejauh pengetahuan saya Kekekalan Energi belum tergoyahkan. Energi juga bisa berubah jadi massa (hanya perubahan bentuk energi lho karena massa itu juga energi) lho demikian juga sebaliknya. silahkan baca komentar saya mengenai hal ini di

    Mengenai Kekekalan Energi: Sebuah Komentar

    e=mc^2? lho massa itu energi mas… gerak itu energi mas… ruang waktu itu energi mas… kayaknya definis energi musti mas pahami lebih baik deh… energi itu bisa dikatakan “yang ada”… bisa dipahami? coba baca lagi artikel saya diatas…

    debroglie? kayaknya gak ada yang bertentangan deh dengan Kekekalan Energi.

  18. 20 mentari Selasa, 22 April 2008 pukul 8:00 pm

    energi sama dengan Tuhan???
    yap, energi adalah salah satu sifat Tuhan, yang tiada dicipta dan musnah serta kekal. jadi energi adalah salah satu sifat Tuhan yang sepertinya tidak mengerti apa-apa akan manusia dan makhluk hidup.
    tetpi untunglah energi itu hnya sebatas salah satu sifat dariNya. masih banyak sifat-sifatNya yang lain, yaitu Maha Pengasih maha penyayang, Maha pemberi, Maha Kuasa, Maha Pemberi, Maha Rahmat, Sumber segala sesuatu termasuk energi.
    bila energi itu adalah Tuhan itu sendiri, wah kacau, Tuhan bisa dipakai sesuka hati oleh manusia, menjadi panas, listrik, magnetik, dsb.
    tetapi energi bukanlah Tuhan, melainkan salah satu sifat dari Tuhan. lihat sajalah alam ini siang dan malan silih berganti dengan teratur, dan semua sudah berjalan sesuai kodratNya, itu menandakan Tuhan memiliki Sifat-sifat Pengatur seisi alam, bukan hanaya sebatas energi yang bisa dipakai ssuka hati oleh manusia.

  19. 22 indri Selasa, 29 April 2008 pukul 10:03 pm

    uhuhu…asik bener sih baca ini..filsafat bangettsss (hehe..kaya iklan operator seluler hehehe).
    Kl semua-mua nya ini adalah energi, berarti perasaan jg energi? sakit hati, jatuh cinta, dendam, nyawa, jiwa, minder, pinter….adalah energi?

  20. 23 Suluh Rabu, 30 April 2008 pukul 10:12 am

    @mentari: energi menjadi sama dengan Tuhan tuh dengan catatan bahwa postulat atau proposisi “Energi itu adalah Yang Ada” merupakan keyakinan dan kepercayaan yang final, dengan demikian segalanya adalah Energi, termasuk Tuhan…

    @indri: masih sama dengan jwaban dari mas mentari: betul kalau anda mengikuti dan mendogmai secara mutlak sebagai “kebenaran tak terbantahkan” proposisi yang menyatakan bahwa “Energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan” serta “Segalanya adalah Energi”, “Energi adalah Yang Ada”..

  21. 24 indri Rabu, 30 April 2008 pukul 9:43 pm

    …emm, bentuknya nyawa seperti apa mas? kalo bentuknya perasaan sedih? bentuknya gembira? bentuknya jiwa?…kan energi bisanya hanya berubah bentuk…? *bingung mode-on*

  22. 25 Suluh Kamis, 1 Mei 2008 pukul 8:28 am

    @indri: saya tidak tahu mbak indri: apapun itu bentuknya nyawa sedih jiwa, kalau anda percaya dengan sepenuhnya bagai sebuah kebenaran tak terbantahkan berarti apapun itu sedih, jiwa, nyawa semaunya adalah bentuk dari Energi. Sedang saya posisi saya sendiri menyikapi kekekalan energi ini sudah saya sampaikan diparagraf terakhir…

    Dalam pandangan saya sendiri, Hukum Kekekalan Energi dan segala sesuatu konsep atau hukum dan sejenisnya yang bermunculan dari kebudayaan manusia, termasuk pemikiran agama dan tentunya pemikiran saya sendiri, secara mendasar khas filsafat, mengandung sifat “kebisajadian”. Artinya ia bisa jadi benar tetapi bukan merupakan sesuatu yang betul-betul benar. Bekerjanya sebuah hukum atau teori bukan berarti teori itu betul-betul benar, tetapi teori itu pada saat itu memang “terbukti” bekerja secara empiris pada sesuatu hal. Saya masih lebih suka mengikuti pemikirannya Popper mengenai hukum-hukum atau teori-teori fisika atau lebih umum sains dengan metode falsifikasinya.

  23. 26 benny Rabu, 28 Mei 2008 pukul 2:16 pm

    Selamat pagi teman2,
    > Saya ingin memberikan sedikit pemahaman saya mengenai energi berdasarkan apa yg ada di keyakinan saya. keseluruhan alam semesta adalah tunggal, kumpulan energi dinamis yang dapat terwujud dalam 3 bentuk. 3 bentuk energi yang ada di alam semesta ini juga ada dalam tubuh manusia yaitu energi bebas (free energy), gaya (forces) dan materi (matter).
    > 1. energi bebas bersifat murni dan tidak dapat dibeda-bedakan serta tdk dpt diamati secara langsung maupun tdk langsung. energi ini ada dlm tubuh manusia sebagai kesadaran (consciousness)
    > 2. gaya merupakan energi yg dihasilkan oleh unsur yg bergerak yg mana dgn adanya gaya ini jg membuat benda bergerak. energi ini tdk ada dlm bentuk materi tp keberadaannya bisa dideteksi dalam bentuk medan energi seperti gaya grafitasi, listrik, magnet dll.dgn energi ini semua pergerakan unsur di alam semesta saling berhubungan.energi ini dlm tubuh manusia disebut bawah sadar (subconscious)yg bisa berupa kekuatan pikiran. energi inilah yg menghubungkan manusia dgn alam semesta, manusia dgn makhluk yg lain.
    > 3. materi atau unsur merupakan manifestasi dr bermacam-macam energi dan ia dapat diamati secara langsung.materi yg ada di alam semesta dan manusia terdiri dari 4 unsur : padat, cair, gerak, panas.
    > padat : tanah, batu, jantung, hati, tulang
    > cair : air, ludah, keringat
    > gerak : angin, sirkulasi darah
    > panas : api, suhu
    > materi jg mengubungkan manusia dengan alam semesta melalui 6 landasan indera.
    > ketika terjadi kontak antara objek yg ada di alam semesta dgn landasan indera, maka saat itu muncullah kesadaran yg berasal energi bebas.ketika objek tersebut telah kita serap dan kejadian disimpan dalam memori maka kesadaran akan meninggalkan tubuh berubah menjadi energi bawah sadar seseorang.manusia hanyalah proses kesadaran yg berlangsung terus menerus tanpa henti timbul berlangsung lenyap timbul berlangsung lenyap dst..oleh karena itu jgnlah mementingkan ego, karena DIRI yg kekal itu sebenarnya tidak ada.
    > “ada sesuatu yg tdk dilahirkan, yg tdk menjelma,yg tdk tercipta,yg mutlak”
    > Mungkin ini sedikit pemahaman saya yg tdk begitu berarti semoga bisa menambah wawasan kita semua.
    > semoga semua makhluk hidup berbahagia
    > terima kasih

  24. 27 Suluh Rabu, 28 Mei 2008 pukul 3:50 pm

    @benny: saya sama sekali gak ngerti lho maksud masnya… tahu kekekalan energi dalam ilmu sains kan mas? fisika kimia khususnya? biar gak salah tangkap…

  25. 28 benny Rabu, 28 Mei 2008 pukul 5:52 pm

    emang mas suluh ga nangkap yg mana??
    saya tahu hukum kekekalan energi : bahwa energi tdk dpt diciptakan dan dimusnahkan serta energi dpt berubah bentuk.
    contoh energi listrik jd energi cahaya, energi listrik jd panas. trus bingung dimana??
    Mas bilang bahwa alam semesta = energi, yg saya tulis jg sama bedanya bahwa energi yg ada di alam semesta ini terbagi dalam 3 bentuk. dan energi ini tdk hanya ada di alam tapi jg di tubuh manusia.
    energi muncul dari massa yg bergerak begitu jg massa jg bisa dihasilkan dari energi

  26. 29 Suluh Rabu, 28 Mei 2008 pukul 6:06 pm

    betul kalau menilik kekekalan energi tubuh kita juga energi.. btw gk perlu kok di pisah jadi 3 bentuk… terlalu menyederhanakan kalau kupikir…

  27. 30 benny Kamis, 29 Mei 2008 pukul 9:45 am

    justru aku berpikir, bagaimana kita manusia dengan tubuh materi ini bisa kembali menjadi energi yang murni dan menyatu dengan alam semesta.

  28. 31 Wahyu Jatmiko H Sabtu, 5 Juli 2008 pukul 5:44 pm

    Memang benar adanya Hukum Kekekalan Energi itu, dan memang benar energi itu nggak bisa musnah, yang terjadi hanya berubah bentuk.
    Nah berubah bentuk menjadi apa ? .. inilah Tugas Manusia sebagai Khalifah di Bumi yang diberikan oleh Allah SWT … agar menjaga keseimbangan Alam atau Keseimbangan Energi.
    Semua yang kita lihat & nikmati sekarang hanyalah merupakan Perubahan Energi, misalnya .. Tanah jadi Besi trus Jadi Mobil .. dsb. Itu semua khan cuma perubahan Energi.
    Jadi berhati-hatilah Manusia kalau salah dalam mengubah Energi sehingga menimbulkan Ketidak Seimbangan Alam/Bumi .. akan bisa berakibat Bencana Alam .. dsb.
    Semoga para Pemimpin bisa bijaksana dalam mengubah energi Alam ini sehingga tetap seimbang … kalau nggak .. itu artinya “Kiamat Sudah Dekat” …. Salam Sukses Selalu.

    • 32 curius Rabu, 29 Mei 2013 pukul 10:00 am

      anda perlu ingat yang kekal hanya allah seluruh alam ini fana seluruh alam berarti termasuk energi, anda mengerti arti fana, artinya bisa musnah mas

  29. 33 gatot Kamis, 31 Juli 2008 pukul 2:25 pm

    maz….tuliz lagi yang banyak dan detail soal kekekalan energi yah….bisa jadi ide kar ya tulisku nih…….ok!ntar saya bakal sering kunjungin blognya ente deh!thx berat!

  30. 34 Rahmat Selasa, 16 September 2008 pukul 12:00 pm

    Tulisan mas Suluh sama sekali tidak mengguncangkan kepercayaan saya. Malah bertambah kuat. Aku percaya energi itu tidak akan musnah alias kekal. Hanya media penyimpan energi itulah yang bisa hancur, termasuk bumi dan alam semesta ini. Bila semuanya telah hancur, maka energi akan menyatu kembali dengan asal energi itu, yaitu Allah swt.

  31. 36 Perbedaan itu indah Kamis, 30 Oktober 2008 pukul 10:28 am

    Akhir-akhir ini ada percobaan yang dirancang oleh persatuan ilmuwan Eropa tentang pencarian partikel HIggs (juga sering disebut partikel TUhan). Percobaan dilakukan di bawah tanah sepanjang kurang lebih 28km dengan menumbukkan partikel elementer dengan kecepatan tinggi. diharapkan akan muncul partikel dengan masa besar (mungkin menyalahi hukum kekekalan energi) dalam umur yang sangat pendek.
    Wew… jangan-jangan hukum kekekalan energi terbantahkan???

  32. 37 Suluh Kamis, 30 Oktober 2008 pukul 12:45 pm

    @atasku: lho apanya yang terbantahkan kekekalannya?

  33. 38 dany Selasa, 11 November 2008 pukul 11:52 pm

    alam dan semua yang ada terkecuali tuhan,atau bahkan mungkin tuhanlah semua yang ada itu,juga merupakan emergi.g ngaruh ada atau tidaknya dia, diciptakan atau ada dengan srndiringa qtpun ya terserah,yang pasti ada yang mengendalikan secara keseluruhan tentang segala sesuatu yang ada termasuk juga energi.

  34. 39 abdul Selasa, 31 Maret 2009 pukul 12:47 am

    Tul Mas Suluh,.. saya setuju dengan teori anda. Hukum Kekekalan energi itu sebenarnya sudah ada dalam alqur’an. E=MC^2 itu sama dengan artinya ” La Haula Wala Quwata illa billahil Aliyyul Azim”. Tiada Daya dan kekuatan (energi)kecuali Allah yang maha besar. Kalau teori (secara fisika) ini sudah ada sejak dulu mungkin Al Hallaj dulu tidak akan dipenggal, demikian juga para ulama yang menganut paham wahdatul wujud tidak akan di cap sesat. Demikian juga di surat Annur (saya lupa ayat keberapa) yang artinya “Allah Cahaya Langit dan Bumi…” mempunyai makna yang hampir sama.

    Juga Teori Relativitas Enstein membuktikan bahwa bagi Allah masa dulu, masa sekarang dan masa yang akan datang itu sudah terjadi. karena dengan maha kekuatan dan kecepatan Allah membuat waktu seperti berhenti atau tidak ada.

    • 40 prayogo Kamis, 3 November 2011 pukul 12:30 pm

      Sdr Haqiqie S dalam memaparkan Hukum Kekekalan Energi sesungguhnya tidak bermaksud menentang agama apapun, beliau di arena ini hanya ingin memaparkan tentang Hukum Kekekalan Energi dari sudut ilmu Pengetahuan. Jadi, sama halnya jika kita memaparkan tentang hukum Boyle- Gay Lusac- Avogadro dst. maka yang kita kaji semata dari sudut ilmu pengetahuan.

      Memang yang dipaparkannya kebetulan adalah bidang yang rawan diserang jika apa yang dipaparkan tersebut kemudian dibahas / dipandang dari sudut Ilmu Agama. Yang penting dan kita sepakati bersama bahwa Allah sendiri sebenarnya ingin kita semua menggali rahasia alam semesta ini semampu dan sebebas kita dengan memberdayakan akal pikiran yang kita miliki agar peradapan kita menjadi semakin maju. Dan sebenarnya, akal pikiran yang kita miliki dan kita eksploitasi ini kan anugerahNYA juga, maka semakin luas dan dalam kita gali ilmu alam semesta ini, berarti semakin kita telah memanfaatkan anugerah akal pikiran yang diberikan Allah kepada kita dengan seoptimal mungkin dan justru hal inilah yang sebenarnya membuat kita menjadi mahluk yang semakin menundukkan kepala dihadapanNYA serta semakin bersyukur dan bertakwa kepadaNYA. Amin

  35. 41 antarblog Minggu, 19 April 2009 pukul 1:15 am

    fffuuffhh….
    seru buangeettt…. tetep menyimak aja…

  36. 42 Kadar Alam Sabtu, 9 Mei 2009 pukul 3:08 am

    Anda jangan mengkultuskan hukum kekekalan energi karena hukum alam itu bukan hanya kekekalan enerji.. hukum itu lahir setelah big bang . jadi big bang dan baru kekekalan enerji. Dari sudut ini hukum kekekalan enerji bukan tidak berawal, tetapi ia berawal dari big bang. Sebelum big bang, yang ada adalah yang berkuasa menciptakan big bang itu. Jadi kalau ada tuhan , maka tuhan itu bukan enerji, tetapi yang menciptakan big bang. Sesuai dengan teori big bang dan juga string teori, maka sesudah sempurna berkembang, alam dengan enerjinya akan menyusut kembali dan suatu saat akan menjadi kecil kembali sebagaimana asalnya dan mungkin itulah kiamat itu . Jadi enerji itu kekal dalam level tertentu , tetapi dalam seluruh kejadian alam ia tidak kekal dan akan punah.

  37. 43 Suluh Sabtu, 9 Mei 2009 pukul 6:12 am

    @kadar alam: taukah anda teori big bang itu lahir salah satunya (dari berbagai faktor) berdasarkan pada hukum kekekalan energi?

    dan saya sama sekali tidak mengkultuskan hukum kekekalan energi. Coba baca pendapat saya dibagian akhir artikel.

  38. 44 Kapindro Sabtu, 16 Mei 2009 pukul 8:23 pm

    Energi memang kekal, tidak dapat di buat dan tidak memiliki akhir. Tidak memiliki asal usul karena waktu baru ada setelah energi, maka hukum sebab-akibat tidak berlaku untuk menciptakan energi karena hukum sebab-akibat memerlukan waktu. Tapi, itu tidak absolut.
    Perlu dipahami lagi bahwa kekekalan absolut adalah keabadian, tanpa awal dan akhir, dan tidak terikat oleh waktu. Sedangkan energi disebut kekal karena kuantitasnya tetap selama waktu itu ada, namun waktu itu sendiri tidak kekal. Waktu mulai timbul saat ledakan Big Bang dimana energi jagat raya mulai bekerja. Alam semesta berawal dari ketiadaan, tanpa dimensi ruang, waktu, dan energi.
    APA dan BAGAIMANAKAH energi itu dan KENAPA energi itu ada pada ketidadaan. harus ada yang meRENCANAkan dan merancang eksistensinya dari ketiadaan belaka. Tidak mungkin alam yang tidak berpikiran merencanakan energi itu yg merupakan unsur terpenting alam semesta itu. Energi pasti direncanakan dan dirancang oleh kekuasaan yang tidak terikat oleh hukum waktu dan hukum alam lainnya. Yaitu Sang Pencipta, yang tidak dapat dinalar karena tidak terikat oleh ketetapan alam apapun dan Dia menciptakan ketetapan alam itu sendiri dan segala yg bisa dinalar. Berfikirlah lebih dalam!

    • 45 Suluh Sabtu, 16 Mei 2009 pukul 10:29 pm

      asumsi anda 1 alias kepercayaan anda:

      Alam semesta berawal dari ketiadaan, tanpa dimensi ruang, waktu, dan energi.

      cat: sains tak pernah berasumsi seperti ini.
      asumsi anda 2 alias kepercayaan anda:

      waktu itu sendiri tidak kekal.

      cat: sains tak pernah berasumsi eperti ini.

      so, that’s absolutely your choice.

  39. 46 joyo Minggu, 17 Mei 2009 pukul 1:06 pm

    @Kapindro

    Energi memang kekal, tidak dapat di buat dan tidak memiliki akhir.

    Benarkah energi kekal, tidaj dapat dibuat dan tidak mememiliki akhir? Kok tau?
    Setau saya itu hanya asumsi sains.

  40. 47 mohammed tristan muharra/lie tsien khow Sabtu, 30 Mei 2009 pukul 1:28 pm

    Kemampuan manusia untuk berfikir, mencipta, mengetahui ada batasnya. Dalam sebuah ayat ” Mereka (manusia) menganggap telah mengetahui segalanya, padahal ilmu mereka sangat kecil disisi Allah”.

    Udah dikasih tahu kok ngeyel. Tapi mungkin karena keterbatasan mas ini, cara berfikir hanya berpatok pada pendapat ilmuwan fisika tok. Coba sekali-kali bersihkan fikiran dan jiwa, lalu anda pelajari tentang Tauhid, kalau jiwa anda bersih, niat anda hanya karena Allah, anda akan menemukan jawabannya dalam hati anda. Tidak ada yang tidak mungkin, sebatas penalaran manusia, sebatas alam dan isinya. Anda boleh saja menciptakan teori atau alat yang sangat super, tapi apa yang anda pikirkan, anda buat dan yang akan terjadi, semua sudah tercatat pada Lauh Mahfudz.

    Jauh sebelum pesawat ada, para walli dan yang dikehendaki oleh Allah, tidak perlu berangkat secara fisik menunaikan ibadah haji, tapi dia sudah ada di Mekkah.

    Semakin merasa jumawa dan menafikan Sang Khaliq, semakin dangkal dan kerdil pula ilmu anda. Sudah sama-sama diketahui, semakin dalam ilmu yang dikali, makin sedikit rasanya dibanding Ilmu Allah.

    Ini bukan mengaitkan fisika dari dogma agama, tapi fisika itu adalah sebagian kecil dari apa yang telah difirmankanNya.

    Anda tentu tahu sejarah, dari mana ilmu matematika, kimia, kedokteran, filsafat, fisika berasal? Cari tahu anak muda! Ikroq, Ikroq. Bacalah, cagalah anak muda, jangan hanya yang tersurat, tapi juga yang tersirat, bukan hanya fisika, masih banyak ilmu lain yang bisa menjelaskan kebuntuan anda berpendapat.

    Semakin anda bersikeras, semakin terlihat kekerdilan anda dimata orang. Berpendapat sah-sah saja, tapi jangan sampai menafikan SAng Pencipta. Anda tidak bisa berpikir kalau tidak diciptakan dari ketiadaan tadi.

    Seharusnya Anda malu, coba cari ayat ini tentang penciptaan manusia ” Maka Kutiupkan sebagian rohku (kepada janin) manusia”.

    itulah energi dariNya, sebuah kehidupan baru tercipta. Manakala roh tadi ditafsirkan atau difungsikan sbg energi murni manusia, mungkin sebagian kebingungan anda bisa terjawab dengan ilmu fisika aliran manapun.

    Ilmuwan barat itu bukan penemu sejati teori tersebut, mereka hanya menafsirkan dan mengungkapkan dari yang pernah ada. Tidak hanya yang tersurat, juga dari yang tersirat.

    Jangan picik anak muda. Coba paradigma anda dibalik, cari jawabannya dengan mendekatkan diri kepadaNya.

    Belum lagi kalau anda masuk ke metafisika, apalagi kebingungan dan kebuntuan anda nantinya?


  1. 1 Semesta yang Tak Terbatas, Absolut dan Abadi « joyokusumo Lacak balik pada Minggu, 13 Januari 2008 pukul 9:30 am
  2. 2 [TUGAS] Fisika - Bab 4.a ” Energi Dalam Fisika” « Maiko Chan’s World . . Lacak balik pada Sabtu, 27 September 2008 pukul 3:37 am

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 290 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: