Sebelum membaca tulisan ini, saya harap anda tidak dalam keadaan emosional negatif seperti marah marah atau sejenis terutama kalau anda keemosional atau emosi negatif anda itu muncul karena alasan keagamaan dan sejenisnya. Saya disini hanya ingin mengemukakan sesuatu yang saya anggap atau mungkin banyak orang menganggap sebagai sebuah joke atau guyonan atau kekonyolan seorang yang gila atau tidak waras atau lagi mabuk.
Keimanan dalam arti tertentu merupakan sesuatu yang tidak bisa dibuktikan atau dicarikan alasan yang benar benar tak tergoyahkan. Keimanan itu masalah hati. Dalam budaya plural yang menjujung hak asasi dan pendapat setiap orang, menghargai kepercayaan orang lain merupakan sesuatu tuntutan moral sosial yang berlaku dimasyarakat atau kebudayaan itu. Nah yang menjadi permasalahan adalah ketika keimanan terhadap sesuatu hal itu merupakan sesuatu yang menggelikan atau konyol atau benar benar gak masuk akal dimata yang lainnya.
Inspirasi contoh dari tulisan ini berangkat dari beberapa kejadian atau bacaan atau bahkan status yahoo messenger seseorang yang sering membuat saya tersenyum simpul dan tertawa terbahak bahak dalam hati.
Iman tidak butuh pembuktian dari orang lain. Iman tidak butuh dibuktikan. Iman tidak butuh direkayasa. Iman itu satu. Iman itu tetap dan tak berubah. Mungkin demikian beberapa orang menyikapi Keimanananya. Nah, ketika saya mengatakan dengan Keimanan saya bahwa Buah pisang itu bentuknya Kubus, maka itu adalah hak saya. Anda tidak berhak mengganggu gugat. Anda berhak menghormati kepercayaan saya itu.
I believe banana is a cube. You must respect me! Its Clear enough for me that Banana is a cube. Do you understand? Please Respect my belief!
Dalam hati saya kemungkinan besar saya akan menertawakan kepercayaan seseorang itu dengan sepenuh tawa. Saya pun karena tuntutan moral sosial mau tidak mau harus menghormati kepercayaan orang tersebut, walaupun saya menganggap orang tersebut gila atau tak waras atau benar benar menggelikan. Pertanyaan sensitif selanjutnya adalah apabila hal itu dikaitkan dengan Kepercayaan Keagamaan atau Keimanan.
I believe my Diary Book is a holy book. You must respect me!
I believe my Father is my God. You must respect me!
I believe Muhammad is my prophet. You must respect me!
I believe Jesus is my God. You must respect me!
dan lain sebagainnya.
Sekarang sudah dapat apa yang saya maksud? Tapi jangan buru buru mengambil kesimpulan.
Ada beberapa perbedaan nyata antara I belive banana is a cube dengan I believe my Diary book is a holy book dan juga dengan I believe Muhammad is my prophet maupun Jesus is my God. Perbedaan nyata dari ketiga bentuk itu ada dalam masalah pembuktian inderawi dan masalah kala atau waktu. Baik kita ulas satu persatu.
Dalam kepercayaan pada pisang atau banana, pembuktian dapat dilakukan secara langsung dan saat itu juga dengan mata kita, seperti mengambil pisang dari pasar dan menghadapkan dihadapan kita apakah pisang itu berbentuk kubus benar atau tidak. Rasa geli atau tawa kita pada kepercayaan seseorang tersebut lebih dikarenakan kita bisa membuktikan secara serta merta dengan indera kita bahwa kepercayaan seseorang itu tidak benar alias benar benar konyol.
Pembuktian kedua atas my Diary atau My Father agak sulit karena kita tidak bisa membuktikan secara inderawi bahwa ayahnya itu bukan Tuhan maupun Diarynya itu bukan Buku Suci karena keyakinan Tuhan maupun kitab suci berbeda beda pada masih masing orang. Dogma inderawi kurang mampu membuktikan hal ini ( saya bilang kurang karena mungkin anda akan bilang bisa dengan menguji langsung buku maupun ayahnya, tetapi ini saya yakin anda akan menguji dengan standar kepercayaan anda dalam hati, bukan dari dogma indera). Kita mungkin tertawa atau mengganggap konyol orang dengan kepercayaan tersebut, tetapi kita tidak akan tertawa terbahak bahak atau sampai sama dengan tertawanya pada kepercayaan pada pisang itu kubus.
Untuk bagian ketiga yang Muhammad is my prophet dan Jesus is my God akan lebih sulit lagi membuktikkannya lagi karena orangnya sudah tidak ada dan banyak sekali orang yang mempercayainya. Kita hanya bisa tersenyum dalam hati kalau kita tidak menyetujui kepercayaan seperti ini.
Sekian dulu
Haqiqie Suluh
Dilema toleransi beragama; di satu sisi semua orang memiliki hak untuk mempercayai apa yang ia percayai, di sisi lain tidak semua klaim ‘iman’ itu sahih dan sesuai dengan realita.
Yang menarik adalah, apabila ada seratus juta orang yang mempercayai hal-hal konyol, seperti misalnya kepercayaan bahwa pohon kelapa adalah dewa, maka kepercayaan in akan menjadi agama.
“I don’t see what future the world has as long as people think like that… To think that there’s something good about “faith”… Believing because you’ve been told to believe, rather than because you looked at the evidence.”
Professor Dawkins
mengapa ada banyak agama di dunia ini ataupun ada juga yang memilih untuk tidak mempunyai agama?? itu karena mereka mempercayai dan mempunyai suatu sudut pandang yang sama terhadap apa yang mereka percayai sebagai agama mereka, setiap kelompok agama percaya bahwa agama mereka adalah yang paling baik dan mungkin yang paling benar.
begitu juga dengan bila kita percaya bahwa pisang sebenarnya berbentuk kubus, bentuk itu sendiri awalnya merupakan suatu kesepakatan dari sekelompok manusia bahwa bentuk bola disebut bundar,gedung disebut kotak dan pisang disebut lonjong dll..sehingga bila ada seorang menyebutkan bahwa pisang itu berbentuk kubus,tentunya semua orang akan aneh karena mind setting yang telah ada, adalah pisang itu berbentuk lonjong.
inti yang ingin disampaikan adalah “lakum dinukum waliyadin” bagimu agamamu dan bagiku agamaku, so tidak usah memaksakan untuk percaya suatu agama kepada seseorang atau kelompok … ^_^
Menurut saya, manusia bebas untuk mempunyai kepercayaan apapun.
SEPANJANG
Kepercayaan mereka tidak merugikan orang lain.
Misal merugikan:
Karena kepercayaan, membunuhi orang lain yang tidak mempunyai kepercayaan yang sama.
Karena kepercayaan, menghakimi orang lain sebagai orang yang tidak layak hidup karena tidak percaya hal yang sama.
Karena kepercayaan, melarang orang lain untuk mengungkapkan pendapatnya ttg kenapa dia tidak percaya hal yang sama.
Kepercayaan adalah sesuatu yang sangat personal. Jika kepercayaan thd Tuhan yang kita maksud di sini, biarlah kepercayaan itu menjadi sesuatu yang sangat intim antara kita dan Sang Pencipta. Yang perlu kita ingat, jangan sampai merampas hak orang lain thd kebebasan.
dan saya pun tersenyum
@semuanya: maaf gak bisa mbales atau nanggapin komentarnya… otak saya lagi pegel pegel, nyutnyutan kurang tidur gara gara maen ps semalaman… thank atas kometarnya…
@Stella:
masalahnya yang bikin repot adalah ketika keimanan itu menjadi sebuah alasan untuk merendahkan bahkan menghabisi bangsa lain.
Misal:
Hitler percaya bahwa bangsa Yahudi pantas dimusnahkan, terjadilah holocaust.
Muhammad percaya bahwa bangsa Yahudi pantas dimusnahkan, terjadilah pembantaian Bani Kuraizah.
Sekarang, Yahudi percaya bahwa palestina itu tanah mereka, terjadilah perang, pengusiran, perataan rumah, dsb.
Dan semua itu hasil daripada sebuah percaya.
Konyol banget memang. Tapi, ya mungkin dunia ini memang konyol. Sing ra konyol ora komanan.
Dan… satu lagi dari sang suluh.
::jangan-jangan maksud dari “keimanan” itu, yang masih perlu dicari, ketimbang persepsi iman terhadap apa…, mungkin ..
keimanan,
awalnya bisa jadi sebuah paksaan.
tapi selanjutnya …terserah anda…
too private.
@zal: kata kata apologi (melepaskan diri dengan suatu argumen yang tak tentu jawabnya: “maksud dari keimanan yang masih perlu dicari” nah ini yang saya maksud sesuatu yang tak pernah bisa terjawab, pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban) yang tidak begitu menarik bagi saya.. tapi bagusnya anda kasih embel embel “jangan-jangan”.
@amaranath: jadi ingat orang yang suka bakar bakar masjid tuh… hebat… kadang pembunuhan itu sesuatu yang pelik, termasuk perang.
@weni:
keimanan,
awalnya bisa jadi karena penyelidikan tanpa paksaan
tapi selanjutnya terserah kita…
tak begitu privat walau kadang jadi sangat private
@ Amaranth
Iyah, bener itu.
Makanya tadi saya bilang,
“Menurut saya, manusia bebas untuk mempunyai kepercayaan apapun.
SEPANJANG
KEPERCAYAAN MEREKA TIDAK MERUGIKAN ORANG LAIN”
Contoh2 merugikan udah saya sebut di atas
@Stella:
Berati global yach… oke deh
@ Suluh
Saya percaya main PS semalaman itu Haram
nggak ada yang perlu ditertawakan dalam keimanan seseorang. Yang penting apakah dia mau mencari tau bagaimana keimanannya berasal, dan bukan nggak mau tau.
yah. saya pernah baca tulisan (lupa punya siapa) bahwa agama adalah masalah selera. ibarat setiap suami bilang istrinya yang paling cantik, tanpa harus bertarung dengan tetangganya untuk membuktikan siapa yang lebih cantik.
memang klaim agama adalah klaim yang tidak bisa dibuktikan. kalau bisa dibuktikan itu namanya sains bukan agama lagi.
joseph campbell, seorang ahli mitologi, juga pernah mengatakan bahwa kebenaran agama adalah kebenaran puisi, bukan prosa. satu ayat bisa bermakna berbeda tergantung pada orang yang membacanya.
jadi emang gak usah diperdebatkan, karena kebenaran agama bersifat pribadi. seperti kalau aku bilang sandra dewi gak cakep, yang seneng ama sandra dewi gak usah maksa aku untuk bilang sandra dewi cakep :p
salam kenal semuanya…..
ikutan comment jg neh
buat i keimanan itu tergantung cara kita mengaplikasikan akal& budi menjadi lebih baik buat sekeliling kita
peace..peace…^_^
hmmm
Aku Percaya maen PS semaleman itu bikin ngantuk
(Percaya atau tidak kan terserah kamu atau saya, tapi kalian harus hargain)
@Qiqi
emang ada ya yang pasang status YM “I believe my Father is my God.”
@manusiaSuper
PS Semlaman? C Spasi D, Cape Dooong
@toto canon: lho itu kan cuma terinspirasi toh mas toto canon.. inspirasi ya jelas gak sama.. lagian gak cuma di status ym doang kok inspirasinya..
saat kepercayaan tidak menghujat oranglain syah2 saja punya kepercayaan aneh yg tidak masuk akal.
iman artinya percaya, percaya artinya believe, believe artinya…….
sori qi rada ngawur, coz aq ngantuk nunguin temen semalaman maen PS….
tapi yg jelas iman adalah haknya seseorang,,,,,
dan yang namanya hak pasti dibatasi dengan kewajiban n haknya orang laen…
jadi menurutku ga bener menjadikan iman sebagai alasan untuk merugikan orang laen……
peace..
masalah keimanan terhadap sesuatu pasti dapat dibuktikan entah itu agama maupun sain. keimanan yang tidak dapat dibuktikan adalah keimanan yang memaksa dan konyol. kalo saya tidak dapat membuktikan keimanan/kepercayaan saya terhadap, maka saya tidak akan percaya.
Sain sama halnya dengan agama kalo kita beragama islam trus kita sholat. kita percaya kalo sholat itu menurut penelitian dapat menyehatkan fisik ya dilakukan aja.
jadi menurut saya kalo keimanan atau kepercayaan terhadap sesuatu harus disamakan persepsinya dan dipaksakan kepada setiap orang saya sangat setuju, jika memang dapat dibuktikan, dan harus
@budi: mas budi kata “keimanan bisa dibuktikan” ya? Hati hati lho mas entar kemakan omongan sendiri.
nek pinter jo keblinger….bikin tulisan kok konyol bnget
@kelok: kalo konyol mari kita tertawa mas
… menyehatkan bukan… 
Ketika Manusia sudah menganggap dirinya Tuhan maka dia merasa tidak ada sesuatu yang harus di-iman-i. Keimanan adalah kepercayaan pikirannya sendiri. Keimanan seseorang pun akan dianggap sesuatu yang menggelikan alias Konyol.
tp keimanan bisa di rasakan…hehe tanya aja si juleha istrinya si iman klo ga percaya..piss bro..hehe
Kalau Anda perlu bukti bahwa Mohammad is prophet,mudah sekali. Anda cukup mempelajari kitab Alqur’an dan hadist2nya. Contoh2 dan bukti dari Alqur’an adalah surat Al zalzalah ( goncangan/gempa), yang Sampai sekarang memang terbukti benar adanya gempa itu, yang menelan beberapa korban manusia dan kehidupan lainnya.Ini benar2 hari kiamat ( akhir) buat yang menjadi korban.Kemudian surat Al-alaq (segumpal darah)yang menyatakan manusia tercipta dari segumpal darah.Masih banyak lagi sampai 114 surat. Dan semuanya nyata.Tetapi,kalau bukti yesus is god,ini memang tidak ada. Karena dia memang manusia bukan god.Ini hanya julukan para penganutnya yang sangat mengagungkannya. Tentu saja dari mu’zizat2 yang yesus miliki.
@Regi: Itu bukan bukti real inderawi mas… Itu kepercayaan… Anda Percaya dulu bahwa Al Quran BEnar jadi rujukan anda Al Quran…
Loh anda kan mengatakan ingin bukti. Bukti ini berarti reality kejadian kan? so, karena kejadian dalam Al-quran sudah beribu ribu tahun yang lalu , bagaimana kita membuktikannya? kecuali dengan kitabnya? Misalnya gini: di tahun 2004 ada kejadian tsunami di Aceh yang menelan beratus ratus jiwa.Kejadian ini di seribu tahun lagi yang akan datang, tinggal document.Dan orang bisa percaya atau tidak. Tetapi memang realitynya itu benar.Jadi bukan hanya percaya dengan sesuatu yang tidak benar.Itu baru konyol.
@regi:
Ini pointnya mas…? Kepercayaan. ANda percaya Kitab anda Suci dan Benar, itu Pointnya. Prove? Karena sudah ribuan tahun yang lalu, maka saya bilang diartikel saya ini sulit membuktikan secara inderawi, jadi Itu soal keyakinan. Saya tidak bilang ini konyol lho mas..
Kalau anda menemukan dokument yang mengatakan bahwa ada manusia bisa terbang dan menghilang dan dokumen itu sudah berumur ratusan juta tahun, apa anda akan percaya? Tentu saja anda akan percaya jika anda sudah menyakini terlebih dahulu bahwa dokument itu “Suci dan Memiliki Kebenaran yang Tak Terbantahkan”. Got the point?
Soal kepercayaan seperti ini saya tidak mengatakan ini konyol lho mas. Coba baca lagi artikel saya..
hehe gemana sih,judul artikel ini sendiri kan mengatakan “KETIKA KEIMANAN INI MENJADI SESUATU YANG KONYOL” dan di artikel yang terakhir mengatakan ” untuk bagian ketiga mohammad is my prophet dan yesus is my god. Akan lebih sulit lagi membuktinya karena orangnya sudah tidak ada, dan banyak lagi yang mempercayainya.Kita hanya bisa tersenyum dalam hati kalau kita tidak menyetujuinya kepercayaan seperti ini”. sedangkan anda tahu kedua kepercayaan ini sudah universal.Ini jelas2 anda telah mengonyolkan kedua kepercayaan ini.
@regi: lho anda gak membaca lengkap ya? coba ditelisik lagi mas… baca ulang. Mana yang saya sebut konyol, mana yang hanya saya berikat “senyum”… Dimana letak saya menyonyolkan kepercayaan ketiga? Apa karena judul? Wah wah anda termakan judul tanpa melihat keseluruhan isi kalau begitu. Sudah emosi dulu ya mas liat judulnya?
Case: Anda (dalam komentar diatas) mengangap bahwa bukti jesus itu God adalah tidak ada kan? Anda mengganggap hal tersebut konyol atau tidak? Atau anda hanya bisa memberikan “senyum” karena kepercayaan tersebut berbeda dengan anda?
sekarang bandingkan dengan ada orang yang percaya bahwa pisang itu bentuknya kubus? anda cuma senyum atau akan menganggap konyol?
That’s the point mas!!
Judul itu kan setahuku “the point” dari seluruh isi artikel. Kalau ada yang bilang pisang itu seperti kubus, aku nggak bisa bilang konyol!bisa aja itu ada. karena aku pernah lihat juga pisang yang gendeng segi empat . Dan sesuatu yang hayal tapi nyata, ini bisa aja terjadi di dunia ini. tergantung seberapa pengetahuan kita menjangkaunya.Aku pikir anda salah mengartikan antara “percaya” dengan “kepercayaan”.”percaya” ini kita bisa percaya dengan apa saja contoh seperti yang anda katakan di atas pisang berbentuk kubus dan sebagainya.Tetapi “kepercayaan” ini adalah mengandung suatu ajaran. misalnya kepercayaan adat , agama yang di dalamnya mengandung hal-hal yang berhubungan dengan keimanan, ilmu pengetahuan, kisah-kisah, filsafat, peraturan2 yang mengatur tata cara hidup manusia, baik sebagai makhluk individu ataupun sebagai makhluk sosial, dan sebagainya. Any way Thanks yah! yang telah berbagi opinion dengan tamu tak di undang.Pas lagi browser ketemu web anda, kemudian ku baca tentangmu, disitu ada nama kucingmu pussy,yang mengingatkanku pada kucingku bernama pussy yang telah tiada 3 thm yang lalu.Make me broken heart !Lalu ku lanjutkan ke artikel-artikel anda.Menarik! good job mas.
@regi: judul belum tentu mencerminkan isi :D…. Belum tentu mas…
Btw, dari mana kepercayaan muncul? bukankan dari proses percaya juga?
Soal pisang mungkin anda bisa mengelak seperti itu? bagaimana jika kubus dikatakan sebagai bola? bola itu kubus?
Terimakasih kembali
Judul belum tentu mencerminkan isi, maksudnya? apakah kalau anda menbuat sebuah buku berjudul English language, kemudian isinya Indonesian language?
Kepercayaan memang muncul dari proses percaya, dan proses percaya ini datang dari pengetahuan realitas kepercayaan ini sendiri.Maka dari itu sebelum menganut suatu kepercayaan, kita harus mempelajari dulu kebenaran kepercayaan itu.
Soal kubus dan bola :Kalau ada orang yang mengatakan kubus itu bola dan bola itu kubus, sedangkan orang ini normal,dan apa yang aku lihat itu salah,tentu saja aku akan mengatakan itu salah kepada orang itu, dan mencoba untuk membenarkan orang itu.Misalnya ada yang bilang, my father is god , ini salah besar sekali.kita harus mencoba untuk mengingatkannya dan menyelamatkannya dari kesesatan, bukan membiarkannya.
@regi: Belum tentu mas… alias bisa jadi… Judul belum tentu mencerminkan isi… Contoh anda terlalu frontal tapi bagus juga… Sejauh yang saya ketahui, sejauh yang saya baca selama ini, tidak semua judul mencerminkan isi. Tidak tahu kalau dalam pengalaman anda. Yang saya tahu, kita tidak bisa menyimpulkan sesuatu hanya dari judul. Kita harus melihat keseluruhan dari isi sebuah artikel atau buku. Jadi judul belum tentu mencerminkan isi. Contohnya artikel ini sendiri, atau juga artikel saya yang lain, tidak semaunya mencerminkan isi atau berupa kesimpulan. Judul bukanlah kesimpulan sebuah isi atau mewakili keseluruha ide dari isi tulisan. Saya kira anda cukup mengerti? Misal Judul English Languange yang anda ceritakan itu ternyata sebuah novel yang berbahasa indonesia yang membahas sebuah perjalana seorang yang mempelajari bahasa inggris sampai dia menjadi seorang Ahli Bahasa Inggris tingkat Dunia. Jadi Judul belum tentu mencerminkan ISI..
proses percaya datang dari pengetahuan realitas kepercayaan ini sendiri? Maksudnya gimana mas? bisa dijelaskan? Realitas kepercayaan itu apa? bagaimana memperolehnya? Apa dengan mengatakan bahwa sebuah buku itu suci dari kecil sampai besar yang diberikan oleh budaya atau orang orang disekeliling kita terus menerus dan disertai ancaraman serta mengatakan bahwa pasti benar tidak pernah salah itu bagian dari pengetahun realitas kepercayaan? Atau dari mana dan bagaimana?
Untuk yang terakhir. anda bisa mengatakan itu salah dan berada dalam kesesatan, tetapi coba lihat sudut pandang mereka. bisa jadi mereka juga mengatakan anda salah dan anda dalam kesesatan besar!! Agama kristen mengatakan bahwa Islam sesat. Budha mengatakan bahwa Islam Sesat. Islam mengatakan bahwa Hindu sesat!! Masing masing mengklaim. Bisakan anda perdiksi konsekuensinya apa? Terutama jika menyangkut kepercayaan banyak orang.
Jika banyak orang mengatakan bahwa my father is god dan anda melawan bahwa itu sesat, anda bisa dianggap musuh alias dalam kesesatan! apa yang terjadi kalau terus menerus memaksa untuk membenarkan satu sama lain? bentrokan!!
Atau jika anda sendirian dan mereka banyak maka anda bisa musnah dengan Kebenaran Versi anda juga akan Musnah.
Kalau saya ada orang mengatakan dihadapan saya bahwa bola itu kubus, pasti saya akan tertawa, setidaknya dalam hati.
Pada awalnya saya mungkin akan menganggap orang itu normal, tetapi setelah dia mengatakan bahwa bola itu kubus, mungkin saya berubah pikiran. Mungkin ada yang salah dengan penglihatannya, atau pikirannya. Mungkin dia memang gila
atau tak waras. Kalau dia percaya dan yakin bahwa bola itu kubus, dan seberapapun kita mau membenarkan kita gak bisa, tentu saya akan mengganggap dia tak normal alias tak waras. Ataukah dia hanya bergurau sehingga sayapun tertawa. (Ini merujuk pada pembuktian Langsung Inderawi beda dengan Kepercayaan My father is God ataupun Jesus is God atau Mohamad Propet karena tidak bisa langsung dibuktikan secara Inderawi)
Misal Judul English Languange yang anda ceritakan itu ternyata sebuah novel yang berbahasa indonesia yang membahas sebuah perjalana seorang yang mempelajari bahasa inggris sampai dia menjadi seorang Ahli Bahasa Inggris tingkat Dunia.See? ada hubungan dan sangkutan antara judul dengan isi.
Yang kedua realitas kepercayaan:didalam islam di haruskan manusia ini percaya bahwa sang pencipta planet, langit, bumi dan seluruh isinya adalah Allah.Realitasnya memang benar.Tidak ada satupun manusia atau makhluk hidup lainnya yang bisa menciptakan semua ini.pernahkan anda mendengar manusia menciptakan bulan?
Untuk yang terakhir: di situlah letak permasalahannya mas, saling mengeklaim sesat diantara kepercayaan tanpa membuktikan mana yang realitasnya kepercayaan ini benar.contohnya my father is god, walaupun dia ini percaya itu benar, namun realitasnya ini tidak benar.Karena bapaknya tidak menciptakan dia.Bapaknya tidak lain hanyalah sebagai lantaran dia tercipta.
Menurutku perlawanan bukan jalan cara yang benar untuk mengingatkan seseorang . Specially di masalah kepercayaan, karena sensitive sekali.Bisa menimbulkan bentrokan seperti yang terjadi di sekarang ini.
Untuk membuktikan secara indrawi mohammad is prophet adalah:membaca(melihat dan mengucap), mendengar (lantunan ayat-ayat),kitab sucinya.Efeknya merasa jiwa dalam ketenangan.Untuk membuktikannya mas suluh harus mencoba.
Lho emangnya artikel saya ini gak ada hubungan sama sekali ya antara judul dengan isi?
Muhammad Propet? Definisi Propet itu sendiri apa? apakah ketenangan jiwa itu bukti? kalau begitu meditasi, ke gereja, hipnosis, itu juga merupakan salah satu propet >>> sama sama menenangkan jiwa
Ini bukan bukti mas… Ini dogma. Keharusan itu dogma!! Diharuskan percaya itu dogma alias keyakinan yang dipaksakan. Untuk soal bumi dan penciptaan silahkan baca artikel saya di sini.
Lha, dogma ini kan yang digunakan sebagai titik awal untuk menganalisis logika berdasarkan bukti-bukti mas?
Lho kok malah gitu? Gak kebalik tuh?
hi hi hi.
#-o kebalik? memang yang sebenarnya bagaimana menurut anda? Menurutku dogma itu bukan paksaan seperti yang anda katakan.karena didasari oleh bukti.
@regi:
lho tadi anda bilang “diharuskan manusia ini percaya” itu apa bukan paksaan?
Titik awal itu bukti ya?
hehehe piyo to,kok muter-muter jadi bingung sendiri aku
Betul mas ya, dogma ini adalah paksaan.Tetapi menurutku paksaan yang berbukti.Yang aku maksud dengan berbukti adalah:karena tidak ada makhlukpun yang bisa menciptakan.Dan kejadian2 di alam maupun luar alam ini sudah teratur rapi sekali. Seperti yang andai uraikan juga di Antara Tuhan dan Alam.Ya titik awalnya adalah yang maha kuasa(Allah)
@regi: yang maha kuasa itu dogma
alias kepercayaan
tak bisa dibukitkan
titik awal itu seperti postulat
kalau menurut saya itu paksaan yang tidak terbukti. alam ini teratur bukan bukti lho
tidak ada makshluk yang bisa menciptakan bukan bukti juga
tertama bila dikaitkan denagn pembahasan tuhan dan alam. titik awalnya bisa jadi alam itu sendiri mas…
who knows 
who knows? ofcourse Allah is knows
Allah itu pencipta. Siapa yang tahu? Tentu saja Allah Tahu. Logika yang aneh!!
Saya itu Nabi. Siapa yang tahu? Tentu saja saya Tahu.
Saya itu Suci. Siapa yang tahu? Tentu saja saya Tahu.
Membuktikan diri sendiri dengan diri sendiri. coba dipikirkan kembali.
Alam itu pencipta. Siapa yang tahu? Tentu saja alam Tahu.
alam ini teratur bukan bukti lho tidak ada makhluk yang bisa menciptakan bukan bukti juga terutama bila dikaitkan dengan pembahasan tuhan dan alam. titik awalnya bisa jadi alam itu sendiri mas… <<<ini juga dogma mas.Karena manusia ada setelah bumi.Kalau kejadian itu dari alam, kenapa tidak ada makhluk hidup di planet2 lainnya yang sesuai dengan planet2 itu.Kenapa hanya di bumi seperti firman Allah.
Kenapa aku bilang Allah yang tahu? karena sesungguhnya Allah mengetahui dengan apa yang manusia tidak ketahui.
Pengetahuan manusia terbatas.Contohnya ada beberapa kejadian kecelakaan.misalnya anda jalan tiba-tiba tersandung. ini dari awalnya anda tidak tahu bahwa anda akan tersandung.
Masalah anda mengatakan anda nabi, ini bukan karena anda tahu, tapi karena anda tidak tahu
betul titik awal itu alam atau tuhan itu sama sama dogma… sama sama gak bisa dibuktikan juga..
Lah anda malah muter muter lagi disini. Allah yang tahu karena allah mengetahui apa yang manusia tidak ketahui. dari mana anda mendapat hal ini. Dari buku suci ya? buku suci yang tak terbantahkan kebenarannya ya?
Wah sama aja nich muter muter.. logikanya kek gini: buku itu suci karena pencipta buku itu berfirman dalam buku itu bahwa buku itu suci. buku itu suci karena buku itu mengatakan bahwa dirinya suci. allah itu tahu karena allah itu mengatakan bahwa dirinya tahu dan manusia tidak tahu. si X itu tahu karena si X mengatakan bahwa dirinya tahu dan si Y tidak tahu. Logika yang aneh. Kontradiksi in terminis! Kontradiksi dalam kalimat (kata). Membuktikan dirinya sendiri melalui klaim dari dirinya sendiri. Apa gak lucu mas?
Lho saya tuh mencontoh logika anda… kalau begitu begini.. Masalah allah mengatakan dirinya tahu bukan karena allah tahu tetapi karena allah tidak tahu
Suluh: Lho emangnya artikel saya ini tidak ada hubunganya sama sekali ya antara judul dengan isi.<<< justru karena aku kira ada hubungannya, maka aku berfikir judul mencermin isi.dan ini sama aja anda mengonyolkan yesus is my father and mohammad is propet.
Definisi prophet itu apa?<<<sudah jelah bahwa prophet itu seorang nabi yaitu utusan Allah.
Ketenangan jiwa adalah salah satu bukti disaat manusia menjalankan ibadah. ke masjid , geraja dan lain-lainnya.
Masalah allah mengatakan dirinya tahu bukan karena allah tahu tetapi karena allah tidak tahu<<<ini anda menyamakan antara Allah dengan makhluknya itu sejajar.
@regi:
lho anda awalnya kan mengatakan bahwa judul tuh sama dengan isi. liat komentar anda yang awal… lho bagian mana dari tulisan saya yang mengoyolkan yesus is my father and mohammand is propet?? Saya sama sekali tidak mengoyolkan kepercayaan ini!!!
Nah kan jadi berubah lagi pembuktiannya? Saya kira klaim nabi dan tuhan menciptakan itu bukanlah ranah pembuktian mas, saya hanya ingin menunjukkan kepada anda bahwa ranah kepercayaan seperti ini tidak mungkin bisa dibuktikan secara logika holistik apalagi ilmiah. Ini semua merupakan kepercayaan yang dogmatik. Terutama dogma dari kitab yang DIanggap “SUCI” termasuk apa muhammad itu nabi juga merupakan jenis dogma seperti ini.
titik point nya tidak ada makhluk manapun yang bisa setara dengan Allah.
Dikomentar ini anda menyamakan bahwa yang saya konyolkan dari judul tulisan itu tuh semua yang ada dalam tulisan. Padahal sudah demikian jelas kalau saya hanya mengoyolkan sebuah kepercayaan yang tak terbukti secara inderawi. Saya hanya bilang konyol pada waktu menyebut kepercayaan orang yang menyakini bahwa pisang itu bentuknya kubus!!
Nah ini juga salah satu kepercayaan mas… Its oke… Saya sama sekali tidak mengonyolkan kepercayaan seperti ini, karena pembuktiaannya sangat sulit atau bahkan mustahil secara inderawi. Berbeda dengan pisang itu kubus yang secara inderawi bisa dibuktikan.
ini semua merupakan kepercayaan yang dogmatic.Terutam dogma yang di anggap ‘’suci” Termasuk apa mohammad itu nabiitu juga merupakan jenis dogma seperti itu.<<< ini coment sesorang yang tahu mempunyai nenek moyang tapi melupakannya, karena tidak pernah melihat nenek moyang tersebut
Maksudnya apa ya mas? bisa diperjelas? Ohya, mohon dengan sangat kalau berargumen jangan menyerang pribadi.. seranglah argumennya jangan pribadinya penyampai pesan. Shoot the message not the messenger…
Hmmm… Saya sama sekali tidak menyangkal kalau muhammad itu dalam eksistensinya di ranah sejarah manusia itu ada, tetapi klaim nabi bagi dirinya inilah yang merupakan “dogmatic”. Eksistensi muhammad itu bukan dogmatic bisa dilakukan penelusuran sejarah, tetapi klaim nabi bagi dirinya itu dogmatik alias masuk wilayah keimanan agama. Apa yang saya lupakan ya?
Anda jangan emosi dulu :). aku nggak bermaksud nyerang pribandi anda.dengan argumen2 anda tadi yang tidak percaya adanya mohammad is propet, hanya karena tidak bisa membuktikan secara indrawi, jadi susah untuk membuktikan betul? Nah aku mengibaratkan anda mengingkari nenek moyang anda, hanya karena anda tidak membuktikan wujud mereka.bagaimana?
mohammad mengeclaim dirinya sebagai nabi, berdasarkan bukti -bukti yang ia dapatkan yaitu :ayat ayat suci Alqur’an.
@regi: saya gak emosi kok
Lho propet itu nenek moyang ya? atau manusianya yang nenek moyang…? coba dibedakan mas? Apa yang saya ingkari?
Hmmmm jadi setiap orang yang tidak percaya muhammad is propet = mengingkari nenek moyang ya? lucu juga anda ini
Ya ini yang saya maksud menklaim dirinya sendiri melalui dirinya sendiri.
Belum mengerti juga ya mas?
karena dia kan mendapat mu’zizat, wahyu-wahyu dari Allah yang di turunkan lewat jibril.Yang kemudian menjadi suatu ajaran agama
Anda mengingkari bahwa mohammad itu propet.hanya karena tidak bisa di buktikan dengan indrawi, betul kan?
@regi: saya sebenarnya ingin mengatakan bahwa kepercayaan mengenai mohammad itu propet itu murni keyakinan yang berdasarkan proses dogmatic! Saya dalam posisi tidak mengiyakan atau mengingkari. Saya agnostik mas,, sebagaimana saya agnostik mengenai penciptaan atau asal usul alam… Saya hormati kepercayaan anda. Saya hargai. Sebuah ketidak tahuan adalah ketidak tahuan. Saya gak bisa mengingkari atau mengiyakan. It’s beyond my thought!
Kepercayaan seperti ini juga merupakan kepercayaan dogmatik.. anda mendapatkan keyakinan seperti ini karena lingkungan anda mengajari untuk percaya seperti ini. Termasuk pada nabi, kitab dan sejenisnya. Ini tidak hanya berlaku pada agama anda, tetapi hampir semua agama di dunia, entah itu kristen, hindu atau budha.
okay, kalau itu pendapat anda, aku juga menghargainya.Memang tertarik akan sesuatu tidak selalu langsung. kadang harus melalui proses terdahulu.Selamat berkarya
@regi: selamat berkarya juga.. Gak nyoba buat blog mas ?
@regi
anda mustinya belajar dulu tentang sejarah manusia, sejarah budaya manusia, sejarah agama, sejarah tuhan, prikologi, filsafat, ilmu2 sosial.
Klo dah mudeng baru kesini lagi…
cape deh
@suluh
sorry lagi pengen rusuh
@suluh
Ingin nyoba bikin juga nih mas
@joyo
pertentangan ajaran2 agama dengan alam pikiran sudah timbul sejak ajaran agama ini lahir mas
@regi
apa itu agama?
lho, masa anda tidak tahu agama sih? yang setahuku agama itu suatu ajaran penghambaan manusia dengan Tuhannya.
ya sudah, menurut saya Tuhan (klo memang ada) tidak perlu di sembah, so agama juga tidak perlu.
Agama itu ilmu spirituality. menurutku, perlu sekali untuk manusia secara sadar.
hmmm apakah spiritualitas berhubungan dengan Tuhan? saya rasa tidak selalu demikian. jadi jawaban anda bahwa
ndak nyambung dengan perkataan anda diatas bahwa
.
Saya ini tidak percaya Tuhan melainkan Alam, tapi saya tetap merasa jadi manusia spiritual.
Apasih spiritualitas?
Apasih agama?
Apa hubungannnya dengan Tuhan?
Tuhan itu apa to?
@Joyo
Tidak semua yang di katakan spiritual itu berbau agama, tetapi agama itu termasuk dalam spiritual.Faham? untuk lebih memahaminya ada salah satu contoh di http:/aishalife-line.blogspot.com/2008/07/ilmu-pengetahuan-dan-kerohanian.html
@regi
ah anda terlalu banyak ngutip orang lain, lha menurut anda sendiri gimana? pengalaman anda gimana? filsafat anda gimana?
jangan cuma ngutip2 kata orang ah, gak seru
jadi menrut anda spiritualitas itu apa?
agama itu apa?
tuhan itu apa?
@ Joyo
hihihi memangnya kata spiritualitas, agama dan Tuhan ini anda dapat darimana? bukankah dari sekolah? atau orang-orang yang lebih tahu dulu daripada anda? Kalau anda masih bertanya, berarti anda belum memahami makna dari spiritualitas, agama dan Tuhan. jadi, antara saya dan anda tidak nyambung.
@ Joyo
Sepertinya anda belum pernah melakukan sholat atau berdo’a atau yoga atau kegiatan yang menenangkan bathin anda! so, you’ve to try it.
ya saya belajar karena itu bagian dari mengadanya saya dalam hidup dan dunia ini…tapi ada saatnya ketika kita mampu “berjalan” sendiri, pelajaran2 itu akan menjadi sekadar bahan renungan bagi kita, yg hasil dari perenungan itu adalah hasil olah pikir kita sendiri,
nah saya bertanya pada anda, apa itu spiritualitas, agama dan tuhan adalah sekedar ingin tahu hasil perenungan anda tentang makna ketiga kata tersbut bagi anda apa, alih2 mendefinisikan dengan bahasa dan pemahaman anda sendiri anda malah kasih saya link ke tulisannya orang lain (bukan tulisan anda).
suluh ini setahu saya sudah matang dalam berfilsafat dan berlogika, sehingga bisa dikatakan dia sudah punya filsafat nya sendiri, ya… mirip2 dengan filsafat nietzsche atau Heidigger atau siapalah tokoh filsafat.
jadi saya minta anda belajar lagi karena saya melihat anda belum “berfilsafat sendiri” thus agak kurang sepadan jika anda berdebat dengan Suluh, klo berdebat dalam kapasitas belajar oklah, tapi klo berdebat untuk menjatuhkan argumen suluh, hhmmmm saya takut anda akan jatuh sendiri.
ok
untuk komentar anda yg ini
jawaban saya: untuk apa saya menenangkan bathin saya dengan solat, berdoa atau yoga, kalo tanpa itu semua bathin saya sudah tenang
analoginya untuk apa saya makan klo saya sudah kenyang.
Salam damai
oh ya ini ada link menarik tulisan saya, joyo, sendiri, smoga bermanfaat
http://joyokusumo.wordpress.com/2008/01/07/spiritualitas-tanpa-tuhan/
@Joyo
Mas , urusan saya dengan mas Suluh sudah selesai. Aku mengiakkan argumentnya bukan menjatuhkan, yang aku pikir mengonyolkan agama.Dan ternyata pada akhirnya tidak sama sekali.
Pada dasarnya manusia ini memang tidak sama. dari segi rupa, karakter,bahasa, adat, pengetahuan, cara berfikir ,bahkan sampai kulit kita berbeda-beda.Jadi pemikiran anda atau Mas Suluh ini belum tentu sama dengan pemikiranku atau pemiikiran yang lain.
Mas suluh sudah berani mempublish argumennya berarti dia sudah siap untuk menerima coment dari siapapun entah itu kritik atau pujian.
Lho kok anda nggak terima?
Aku kalau lagi browser ketemu web siapapun, entah itu web Profesor atau Dr, kalau disitu di pasang coment, kalau tidak sependapat denganku aku coment.
Anda bertanya apa itu Tuhan, apa itu spiritualitas dan apa itu agama.
Okay ,kalau anda memang tidak tahu akan kau jawab.
Spritualitas adalah ilmu kerohanian yaitu menyangkut agama dan Tuhan. kenapa?karena di waktu kita sholat dan berdo’a kepada Tuhan terasa jiwa dan bathin tenang sekali.yang aku kasihkan tadi linkku sendiri yang barusan aku bikin.http://aishalife-line.blogspot.com
Masalah berfilsafat ,kalau untuk diri sendiri it’s oke, tapi kalau untuk ke publish aku belum berani karena pengetahuanku belum cukup.
@joyo:
Ini adhominem mas joyo. Seranglah argumennya. Jangan serang atau membanding orannya. Entah itu profesor, ilmuan, atau apapun itu status yang dia sandang, tidak akan mempunya pengaruh dalam sebuah argumen. Cuma mengingatkan. Jika anda tidak sabar menghadapi argumen lebih baik tinggalkan saja
Berbeda itu bisa. Kita sama sama belajar, demikian pula anda dan mas regi ini. Bukan begitu?
@semuanya: Sekedar tambahan dari postingan artikel saya yang lain mengenai spiritualitas bisa adan baca di link bawah ini:
Yang Spiritual itu Sesungguhnya hanya Propaganda
@regi: sekedar saran mas. Kalau mas nya udah punya blog akan lebih baik dicantumkan di kolom komentar yang situs web itu mas. Dengan melakukan hal tersebut maka link yang anda tuju di komentar tidak lagi dipertanyakan apakah milik anda atau orang lain. Sekedar saran.
@suluh
lha itu kan khas saya (adhominem) yg saya pelajari di ‘pesantren’ dulu :))
(spt tulisannya tokoh agama yg sekarang dipenjara pd Goenawan Mohammad)
@regi
sudah..sudah..ndak usah di perpanjang
hehehe
@ Suluh
Yub mas Suluh, kita masih sama-sama belajar. Dan Thanks atas sarannya.
@Joyo
Okay ,lebih baik memang kita berhenti.Tapi ingat yah! yang namanya “rusuh” itu tidak baik buat orang lain maupun diri sendiri.
@regi: eh regi ini cewek ya? sori ya mbak… dari kemarin manggilnya mas.. gak dikoreksi sih… jadi kagak tahu
@ Suluh
Lha, kok yakin kalau aku cewek,dapat ngoreksi dari mana?
@regi: lah berarti gak cowok or gak cewek kalau gitu? ha ha ha. Dari pada gak ngaku mending setengah cowok or cewek aja toh. he he he. kuliat blognya regi kok :p. dari namanya n gaya crita soal pussy itu jelas khas cewek. Cowok mana ada yang beli kucing kok langsung ngundang temen temennya. Ha ha ha. Keknya gak mungkin bangeeett!!!
@ Suluh
Heheheh….iya juga mas.Itu indra anda yang ke 6 loh.:)Jadi manusia itu bukan cuma punya 5 panca indra seperti yang dikatakan di pelajaran
@regi: wah untuk indera saya gak ngerti deh mbak ada berapa. klaimnya manusia sih ada yang bilang 5 ada yang bilang 6 ada juga yang 7.
Wow! sampai 7 lagi,Allahu akbar! but apa ya kira-kira yang ke 7?