Temen kos sebelahku mencoba belajar membuat cerpen, dan lagi lagi apa yang kutemui ketika membaca sekilas: Bunga Bunga Kata dimana mana. Yach, sebagaimana saya juga tak bisa melepaskan bunga bunga kata (terlihat jelas di blog ini), saya merasa bahwa kekuatan Cerita, ada pada Cerita itu sendiri bukan pada bunga bunga kata . Alurnya, karakternya bukan dibentuk dengan bunga bunga kata. Masak mau nulis waktu sore aja sampai panjang banget: Lembayung Sore Hari dalam Terik Mentari Yang Pancaran Silau Sinarnya menerpa (c0ntoh bunga bunga kata), Males jadi bacanya (padahal tulisanku khas kek gini juga, ha ha ha)
Bunga bunga kata itu apa? Gak tahu juga aku
Sekedar Menulis
Haqiqie Suluh
Huahaha . .
Gw kaLo nULis maLah dikit bUnga2 kata. .
Kadang jUstrU kagak ada . .
hiasan kata kali
Ah, kadangkala itu sudah jadi kebiasaan dari seorang penulis. Temanku yang penulis novel, gaya menulisnya seperti itu juga, banyak bunganya. Tapi memang, jadi malas untuk membacanya hahaha…
g jg . . .
buatku bunga2 kata menghaluskan jiwa