Muntilan dalam bingkai Foto masa lalu | Moentilan Tempo Doeloe

Tertarik seorang temen yang bagi bagi foto foto jadul tentang daerahnya. Kesininya jadi cari cari foto tentang daerahku, Muntilan. Ini beberapa yang bisa kutemukan.

Suasana Muntilan Pagi Hari 1913

Pagi Hari di Jalanan Muntilan tahun 1913. Diambil dari: http://www.paulhagon.com/playground/nla/geo/pi/nla.pic-an23478200

Kamp Muntilan Lapangan Pemda Pasturan

Bekas Kamp Jepang dan juga Sekolah VanLith dulunya aka Xaverius College, beserta gerejanya. Ada Juga Lapangan Pasturan atau yang sekarang dikenal dengan Lapangan Pemda. Diambil dari: http://www.robcassuto.com/documentsmoen.html

Muntilan Lahar Dingin 1931

Moentilan waktu terkena Lahar dingin. Rel Magelang Jogja lagi diperbaiki. Tahun 1931 Diambil dari:phesolo.wordpress.com

About these ads

35 Responses to “Muntilan dalam bingkai Foto masa lalu | Moentilan Tempo Doeloe”


  1. 1 lambrtz Jumat, 2 Maret 2012 pukul 2:54 pm

    Rasa-rasanya melihat foto jaman segitu, ndak banyak yang berubah ya Mas, selain barangkali pakaian dan kendaraan bermotor. :D

    • 2 Suluh Jumat, 2 Maret 2012 pukul 4:27 pm

      Eh ndak banyak berubah yang mana? Kalau yang VanLith emang gak banyak berubah. Kalau bencana Lahar Dingin sih juga hampir sama: banyak batunya; tapi kalau kotanya wah udah jungkir balik berubah total.

    • 3 lambrtz Jumat, 2 Maret 2012 pukul 4:53 pm

      Soalnya aku kalau ke Muntilan / Klaten biasanya ke luar kotanya. Beberapa kerabat tinggal di situ. Jadinya kalau di jalan setelah keluar jalan utama pemandangannya sawah terus. Yang ini ndak banyak berubah, hehehe

      Juga, pakaiannya. Banyak orang, terutama yang sudah sepuh, masih pake jarik begitu kan. :P

      • 4 Suluh Jumat, 2 Maret 2012 pukul 6:07 pm

        Iya, yang sepuh sepuh emang masih suka pake pakaian kek gitu. Tetanggaku yang sepuh juga iya. Kalau bangunan sih emang cenderung gak banyak berubah yang luar kota, sawah dimana mana, maklum termasuk lahan subur (orang desa cenderung bergerombol, bangun rumah mending empet empetan daripada konversi sawah jadi rumah), tapi kalau sekitar kota, udah berubah jadi toko dan rumah tinggal.

    • 5 lambrtz Jumat, 2 Maret 2012 pukul 4:53 pm

      Ini kok avatarnya pada hitam putih semua =))

  2. 7 Alex© Jumat, 2 Maret 2012 pukul 3:35 pm

    Sebenarnya dalam arsip-arsip sejarah kita banyak nggak sih foto-foto masa lalu begini, dan seberapa banyak pula yang sudah dikonversikan dalam bentuk digital?

    Aku jadi ingat soal manuskrip-manuskrip lama di dayah-dayah pesantren tua di Aceh, itu dulu ada program untuk digitalisasi oleh Badan Pengelolaan Data Elektronik propinsi, kerjamasama dengan salah satu pustaka wilayah di Banda Aceh. Entah jadi entah tidak. Namun adalah ironis kalau kita googling, banyak sumber foto-foto digital dari masa silam ini justru bisa ditemukan di museum-museum atau institusi asing di luar negeri :|

    • 8 Suluh Jumat, 2 Maret 2012 pukul 4:25 pm

      Aku sih sering dengar ide seperti ini dari dulu, sejak heboh dunia digital tahun 2000 awal, tapi ya tidak tahu gimana prosesnya sekarang. Kalau udah diproses, seharusnya mudah menemukannya di google.

      • 9 Alex© Jumat, 2 Maret 2012 pukul 4:28 pm

        Sepertinya belum. Malah waktu ribut-ribut soal Roy Suryo ngaku-ngaku menemukan lagu Indonesia Raya asli, itu juga ngakunya ketemu di server luar negeri :mrgreen:

        Ya, seharusnya kalau sudah kan gampang ketemu di Google. Tapi sampai sekarang masih susah, kecuali yang di luar institusi pemerintah punya, kayak blogger-blogger atau situs non-pemerintah. :?

      • 10 Suluh Jumat, 2 Maret 2012 pukul 6:14 pm

        Kemungkinan karena popularitas blogger dan website itu terus tergerus facebook, bisa jadi lebih banyak yang upload ke facebook, dan sayangnya upload upload pribadi via facebook itu gak terbaca di search engine, mengingat google gak bisa crawl facebook secara utuh.. *cuma perkiraan sih.

        Ditambah lagi Facebook gak ada fitur search for post (ngarep banget padahal).

        • 11 Alex© Sabtu, 3 Maret 2012 pukul 12:59 am

          Iya, kemungkinan memang begitu. Aku sendiri memperhatikan grup-grup etnik di Facebook (seperti grup anak Aceh atau anak Batak), justru lebih royal soal mengunggah foto-foto sejarah. Tapi ya itu dia, di search engine jarang ketemu. Sepertinya memang Google and the gank nggak bisa ngacak-ngacak Facebook seperti di blog atau website yang lebih terbuka.

          Hehe. Sama, ngarep benar itu soal search post :D

        • 12 pa"e muslich Jumat, 4 Oktober 2013 pukul 9:59 am

          nolelo aku suka suka suka aku kangen muntilan aku pingin balik tapi gak punya duwit,,,,,hikz… hiks,,,, hiks,,

  3. 13 kofegeek Senin, 5 Maret 2012 pukul 2:04 pm

    deket kerkop dan van lith ada warung yg jualan lotek, mie ayam, gado2..enak banget :P

  4. 16 balibuddy Senin, 7 Mei 2012 pukul 4:45 pm

    potonya supr keren, laik dis!

  5. 17 vera noor dianti Sabtu, 19 Mei 2012 pukul 3:01 pm

    muntilan tanah kelahiranku….

  6. 18 muntilanku Selasa, 5 Juni 2012 pukul 11:04 pm

    mas ijin kopi beberapa gambarnya yah… makasih btw, salam kenal

    - @muntilanku – http://twitter.com/muntilanku -

  7. 19 Berto Nugroho Jumat, 15 Juni 2012 pukul 10:23 am

    Muntilan sejak 1972 – 1988 kuhabiskan masa kecilku di Muntilan, 1988 – 1999 mondar-mandir yogya muntilan…. sejak orang tua wafat, jarang kembali ke Muntilan… kota penuh kenangan :)

    • 20 muhardi Kamis, 5 Juli 2012 pukul 8:48 pm

      Mas Suluh, kalau punya foto yg lain tolong upload donk…. kalau ada pasar Muntilan, kangen waktu Bapak Simbok mbeliin Sego Ndog nanggone mBah Joyo njero pasar,

  8. 22 arissunan Selasa, 2 Oktober 2012 pukul 6:28 am

    izin kopi foto jadul kota kealahiranku ya …maturnuwun.

  9. 23 eko saputra Jumat, 1 Maret 2013 pukul 4:23 pm

    terima kasih buat fotonya…ak juga lahir d mtl…karangwatu…tp sejak menikah th 2009,ak tgl d smg…jd
    kangen mtl dehhh…slm buat mbah sri wahaji,,,ne2kku tercinta….hehehe

  10. 24 Totel Iday Chelaluceria Kamis, 4 April 2013 pukul 5:22 pm

    u/ kereta kok ga jalan lagi ya? hanya sisa2 sejarah aja

  11. 26 zacht Sabtu, 8 Juni 2013 pukul 8:31 pm

    Ngak ada kata lain selain sokorini in my heart

  12. 27 frederikuz angga Rabu, 19 Juni 2013 pukul 10:06 pm

    .3 tahun menjadi bagian di muntilan waktu sekolah itu hal yang luar biasa. Dikota itu diajarkan berbagai pelajaran moral, etika, budi pekerti. Sekolah” terkenal seperti smk pangudi luhur, van lith, marsudirini, marganingsih, dll banyak yang siswa siswinya dari luar kota, muntilan kota pelajar dan kota pramuka. Walaupun sekarang sudah gak dimuntilan lagi tp muntilan itu bikin kangen kesana, salam hangat.

  13. 28 Adriana (Anna) Senin, 22 Juli 2013 pukul 9:52 am

    Berto kamu sekarang dimana?, Gimana kabar temen2. Kamu Berto nolelo kan.

  14. 30 zani pecinta spoor Kamis, 25 Juli 2013 pukul 8:57 am

    foto pasar atau setasiun muntilan yang sekarang jadi terminal gakda yang punya ya..klo ada aploud dong..thank

  15. 31 anto45 Minggu, 18 Agustus 2013 pukul 11:01 pm

    Foto”nya keren”. Sayang, knp gak dr Indonesia yak ?. Aku punya foto” waktu ke Muntilan th 1993. Tp cuma hsl karya amatiran. Diantaranya ya, cuma gunung merapi dipagi hari diambil dari daerah dukun. Candi Asu, keren tuh candi, kecil adanya ditengah” sawah. Kuburan cina yg terletak di tebing, jadinya kelihatan mau turun. Tapi, ma’af ya Kang Suluh, kl salah. Krn seingat sy, itu wkt sy ke Muntilan. BTW, wkt itu sy mkn nasi goreng dipasar, enak tenan. Padahal dimasak cm pk anglo bara n penggorengan tanah liat. Entah kapan bisa k sana lg. BTW, thx udh ngingetin kenanganku…

  16. 32 pa"e muslich Jumat, 4 Oktober 2013 pukul 9:39 am

    mas mas mbak mbak aku lho wong muntilan asli wong tambakan aku bien senenge angon kebo nang stasiun saikji wis dadi terminal dr prayitno..by..muslich

  17. 33 sakarias Sabtu, 30 November 2013 pukul 11:42 pm

    aku wong muntilan ngawen.foto foto kuno mengingatkan aku th 70 an. banyak orang ke pasar jalan kaki..orang orang dari kulon progo juga ke muntilan jalan kaki lewat ngawen .ya sekarang sudah pada pakai motor atau mobil.aku lulusan stm pl 85

  18. 34 Danang Jr Minggu, 9 Februari 2014 pukul 9:35 pm

    tutup mata, inget inget dulu yang pernah punya kenangan di muntilan,.
    indah kan?
    jangan lupa pulang, muntilan menunggu..
    mtl ga ada matinya..
    yang brani ngehina muntilan…ribut ma gue!!!hehehe

  19. 35 bejo Kamis, 27 Maret 2014 pukul 9:10 pm

    Jadi ingat waktu tahun 1913 dahulu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 286 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: