Tulisan yang dikaitkan 'agama'

Islam itu Ngarab

Iseng iseng tadi pagi saya nulis status facebook saya tentang islam. Sejauh yang saya pahami, Agama itu dalam ruang lingkup pengetahuan manusia (sebagaimana pernah saya pelajari dulu di sekolahan) termasuk dalam kategori budaya manusia.

Islam itu Ngarab

Ngarab dalam hal ini tentunya sebuah proses. Ngarab itu kerja, Arab itu benda. Proses Mengarab. Demikianlah yang saya maksud. Sebaiknya tidak usah saya jelaskan lebih lanjut. Saya cuma sedikit tersenyum ketika ada yang menimpali tulisan status FB saya tersebut di blog ini.

Inilah status fb lengkap saya:

Islam itu Ngarab, Bahasanya Arab, Anaknya pun dikasih nama Arap. Budaya Indonesia Asli itu pun jadi Ngarab, Arab itu jadi Indonesia. Globalisasi ada sejak dahulu kala: Lah wong Budaya Arab aja dah Nyampe sini sejak dulu kala toh? . Arab tuh Jauuuhh. Suer Jauh mannnn!!

Inilah komentar yang membuat saya tersenyum di blog ini:

Status Facebook anda Haqiqi Sulus :

Islam itu Ngarab sama artinya anda tidak tau Islam itu seperti apa.
Saya rasa itu tampilan kebodohan asli anda dalam menilai islam.

Sebaiknya anda tulis saja anda non muslim tak tau tentang islam, Jadi jangan bicara tentang islam apalagi mengartikan islam bila tak tau sama sekali dengan islam.

Sebaiknya status Facebook anda tak layak dipublikasikan

Sekedar Senyum untuk Anda

Haqiqie Suluh

Agama dan Partai Politik – Tinjauan Psikologis dan Keimanan

Sebelumnya saya ingin mengemukakan bahwa apa yang saya tuliskan disini lebih kepada apa yang “saya rasakan” dan apa “yang saya simpulkan” tanpa melalui riset atau semacamnya. Jadi asumsi asumsi yang saya bawa merupakan asumsi subjektif saya yang bisa jadi berbeda dengan anda. Asumsi ini saya anggap sebagai sebuah pijakan untuk kemudian saya kembangkan dalam tulisan ini. Berikut Situasinya

Saya “merasakan” bahwa ada sebuah “kesamaan” persepsi dalam banyak orang yang “mengidentikkan” pemilihan sebuah partai politik ibaratnya memilih sebuah kepercayaan agama. Menurut saya, atau asumsi yang saya bangun mengenai dua tersebut (partai dan agama) terdapat kesenjangan atau perbedaan yang significant secara “greget keimanan” atau “greget pilihan”. Agama diletakkan lebih tinggi dibandingkan dengan sebuah simbol “kepartaian”. Hanya saja terkadang saya menangkap dalam perbicangan, diskusi, komentar, atau tulisan tulisan yang “sepertinya” menyamakan (bahkan lebih) tingkat keimanan atau pilihan antara Agama dan Partai.

Lanjutkan membaca ‘Agama dan Partai Politik – Tinjauan Psikologis dan Keimanan’

Ritual

Haqiqie Suluh at BorobudurSuatu ketika saya berkunjung ke candi buddha terbesar di Indonesia (Katanya sih juga di Dunia): Candi Borobudur. Saya tidak akan mengupas akan kekaguman dan kemegahan Borobudur sebagaimana sering diceritkan dan ditularkan oleh sebagian orang. Saya juga tidak akan mengungkap atau menularkan hal hal mengenai Borubodur. Saya hanya tertegun ketika Kemarin Kamis tanggal 21 Mei 2008 Saya kembali mengunjungi Candi Borobudur tersebut. Tiba tiba, sebuah rasa dan pikir ketika menyimak Stupa Puncak Borobudur bergelantungan di otak dan indera rasaku.

Ingatan saya waktu itu kembali ketika saya ke Borobudur tahun lalu. Ingatan saya membekas ketika seorang wanita China or Hongkong or Tiongkok or entah dari mana melakukan ritual tertentu di Stupa Puncak itu. Dia menyentuhkan tangannya ke bagian pinggir stupa itu dan kemudian memutarinya. Sebuah ritual yang agak asing tapi juga sempat mengingatkanku waktu nonton televisi mengenai Biksu Tibet yang juga suka mengitari kuil or sejenisnya. Saya agak lupa.

Lanjutkan membaca ‘Ritual’

Dualitas Dogma Psikologis Kognitif dan Konflik Manusia

Ada sesuatu yang secara dogmatik psikologis kognitif (artinya campuran antara dogma, kejiwaan atau emosi kita, dan juga pemikiran kita) membuat saya sering tersenyum.

Seorang teman mengatakan padaku Tuhan itu Ilusi Bro, Tuhan itu Karangan Manusia, dan lain sebagainya. Dan yang membuat saya tersenyum kemudian adalah, ternyata temenku ini secara sadar (dan atau tak sadar) membipolarkan Tuhan. Jika Tuhan itu Ilusi, maka Tuhan itu Tidak ada, mari kita mengambil sebuah Kepercayaan lain. Disini, bipolar adalah ketika sebuah kepercayaan itu tidak dipercayain, maka kepercayaan yang sebaliknya (yang menggugat Tuhan misalnya) seolah-olah sebagai Pemenang dan secara dogmatik di ambil sebagai Kepercayaan Berikutnya.

Ini namanya loncatan Iman. Jika tak percaya yang ini, maka yang sebaliknya secara tak sadar di percayai. Semisal dia kemudian mengatakan dengan lantang bahwa Saya Percaya dunia ini Black and White. Dunia ini seimbang dalam konsep Hitam dan Putih (Ya mirip Ying dan Yang lah). Aku Yakin ini, sebagaimana Orang Islam menyakini Muhammad itu Nabi, Allah itu satu-satunya Tuhan, demikian kata temenku

Menggugat Kepercayaan yang satu tetapi tidak Kritis atau masih Mendogmai Kepercayaan lain merupakan sesuatu yang Kontra Kognitif. Artinya dia hanya melepaskan egonya untuk menyerang yang lain, tetapi lupa bahwa dirinya juga mempunyai kepercayaan (yang tak bisa dibuktikan juga alias hasil Dari Proses Dogmatik).

Lanjutkan membaca ‘Dualitas Dogma Psikologis Kognitif dan Konflik Manusia’

Blog itu Di suspend

Baru tadi malam saya akhirnya dapat melihat seperti apa komik yang bikin heboh itu… Eh pagi ini setelah susah payah menemukan blog tersebut, tiba2 saya tersenyum simpul: blog itu telah di tutup.

Tidak kurang akal, karena saya pengen tahu isinya lagi (tadi malam cuma sepintas cz lagi ngantuk n cepet off dari world wide web), saya akhirnya menelusurinya lagi lewat “tembolok” google. Lumayan masih ada beberapa yang tertinggal, walau beberapa temboloknya juga udah Terupdate dan isinya cuma pesan suspend doang…

Untuk sementara suspend ini jelas melegakan banyak pihak. Tapi, siapa yang tahu dikemudian hari. Seharusnya blog blog yang menghina agama selain islam juga disuspend tuh. Biar ada “rasa” keadilan gitu…. Demi “Kedamaian dan Ketentraman”

Pengen tahu blog nya? Silahkan tekan ctrl + A.

ini lho alamat blognya: lapotuak.wordpress.com

Kebahagian Syariat aka Ideologi – Tinjauan Psikoanalisa + Behavioristik

Saya Terdogma
Saya Jadi Cinta Kepadanya
Dalam Sadarku aku Menghamba dan Tunduk
Juga dalam Bawah Sadar Saya

Behavioristik-Ideologi-Syariat Mengurat akar di nadiku
Dia jadi Kebahagian SuperEgoku

Ketika Kujalani Perintah Syariatku
Aku Bahagia
Aku Tenang
AKu Nyaman

Ketika TIdak
Aku Menderita
AKu Gelisah

Karena SuperEgo yang Terbangun lewat Proses Behavioristik telah Jadi Nilai Kebahagianku
Itulah Proses Jiwa Tak Sadarku

Catatan: Kebahagian disini lebih diarahkan pada Segi Bahagia secara Behavioristik SuperEgo (Zona Nyaman Behavioristik) bukan pada Kebahagiaannya Psikoanalisa Freudian.

FPI Pengadilan dan Kesaksian

Anda pernah membaca postingan puisi mabuk saya tentang FPI di sini atau mungkin malah mengomentarinya? Anda tentu sudah membaca berita berita tentang pengadilan or sidang FPi bersama rizieqnya bukan diberbagai media cetak online maupun ofline? Nah saya harap anda, baik yang pendukung maupun yang kontra atau bahkan netral, mau meluangkan waktu membaca kesaksian blogger tentang sidang tersebut.

Terus terang saya terhenyak, gundah, dan iba. Entah kalau anda.

Pertama simaklah tulisan dari saudara teguh berikut Sidang, Polisi, Pers dan Pemimpin Negara yang aneh, lalu lanjutkan dengan tulisan berikut dari blogger lainnya. Pengalaman mengikuti sidang Rizieq. Untuk yang pertama jangan lupa di save karena sang pemilik artikel keknya rada berhati hati dengan artikelnya. Selamat membaca.

Salam Damai di Hati

Haqiqie Suluh

Mencari Keadilan: Mengejawantahkan Emosi Manusia

Keadilan yang notabene sering didengung dengungkan, digadang gadangkan sesungguhnya dapat dirunut dari sisi tak sadar kemanusiaan kita. Tulisan berikut ini, merupakan sebuah perenungan dari saya sendiri yang tentunya merupakan sebuah sikap subjektif atau pandangan subjektif. Di sini saya ingin menelusuri apa itu Keadilan dalam sebuah proses Individual seseorang terutama bercermin pada emosionalitas dan hasrat pribadi yang saya rasakan mengenai apa itu Keadilan.

Lanjutkan membaca ‘Mencari Keadilan: Mengejawantahkan Emosi Manusia’

Siapkan Parang, Pedang, Kita akan Perang!!

Sampai kapan pemerintah tidak membubarkan Ahmadiyah? Ini untuk meredam gejolak di masyarakat. Kepada seluruh laskar di Indonesia, saya mengajak untuk siaga perang terhadap Ahmadiyah [KompasOnline]

Siapkan Pedang!!

Siapkan Parang!!
Siapkan Senjata!!

Dalam 3 hari!!
Kita akan Perang!!

Hai Para Laskar Islam!!
Dimana Mulut dan Muka Kalian!!
Kita Siap Perang!!
Darah dan Api akan Kita Persembahkan!!

Buat Yang Waras
Silahkan Lanjutkan Aktifitas
Jangan Pedulikan Celoteh Sang Camar Kerasukan Setan!!

Halaman Berikutnya »


YM Invis Checker

MRoo Yahoo Invisible Status Checker - Online tools buat scan or deteksi status invisible di yahoo messenger
Haqiqie Suluh Facebook Profile

Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis

Blogs Sehat

Butuh pengetahuan atau tips dan triks seputar permasalahan jerawat? Atau pengen tahu tentang penyebab jerawat dan cara menghilangkan jerawat. Silahkan kunjungi Blog Bicara Jerawat Bicara Acne.