Tentang Menulis; Serbaneka Gaya Tulisan, Kembali ke Pelajaran SMP

Salah satu keahlian dalam menulis adalah menggambarkan atau mendiskripsikan sesuatu. Sebuah paragraf atau sebuah karangan, seingat saya, dapat dipilah-pilah menjadi beberapa kategori berdasarkan gaya bertutur. Sebuah paragraf dikatakan memiliki gaya bertutur yang mengikuti sistematika waktu kejadian sering diberi nama paragraf narasi atau kronologis. Paragraf yang cara bertuturnya merupakan ungkapan atau penggambaran akan sesuatu hal seperti keadaan emosi atau keadaan lingkungan tertentu dinamakan dengan paragraf deskriptif. Semakin sebuah paragraf diskriptif mampu mewakili sebuah situasi atau keadaan sesuatu semakin ia mempunyai kedalaman penerjemahannya. Sebuah foto pemandangan umum yang kita ambil dari puncak gunung hanya dapat kita nikmati dalam bentuk gambar yang tentunya hanya dengan indera penglihatan saja kita mampu menikmatinya. Nah, penerjemahan gambar yang hanya dapat dilihat oleh indera penglihatan ke dalam bentuk teks atau paragraf melalui rangkaian kata-kata merupakan salah satu bentuk paragraf diskripsi. Demikian juga hal ini berlaku dalam situasi emosi yang hanya dapat di indera oleh hati, situasi rasa masakan yang hanya dapat di indera oleh indera perasa lidah, dan situasi sejenisnya. Semakin kita mampu menggambarkan kejadian nyata dalam bentuk kata-kata semakin kita mampu dan ahli menulis dalam paragraf diskripsi.

Berlainan dengan paragraf diskripsi dan narasi terdapat pula sebuah paragraf yang bertutur dengan cara argumentatif. Sebuah argumen atau pendapat merupakan sebuah rangkaian fakta atau asumsi demi mendapatkan keabsahan dan pembenaran dari seseorang yang lain. Argumentasi yang baik biasanya menggunakan kaidah-kaidah logika yang benar. Silogisme atau tautologi sering digunakan dalam mengungkapkan atau membentuk suatu paragraf argumentasi. Demikian juga kesesuaian isi dengan realita kehidupan sehari-hari merupakan suatu landasan yang berguna dalam menyusun paragraf argumentatif. Dengan demikian sebuah paragraf argumentatif dapat juga mengandung sebuah kalimat atau beberapa kalimat yang diskriptif atau naratif.

Satu jenis paragraf yang lain disebut dengan paragraf persuasif. Persuasif sering diterjemahkan dengan ajakan atau imbauan. Dengan demikian sebuah paragraf persuasi mengandung makna bahwa dalam paragraf tersebut berisi tentang ajakan atau imbauan untuk suatu tujuan tertentu yang diinginkan oleh si penulis itu sendiri. Sebuah paragraf persuasi dengan demikian juga memerlukan kalimat-kalimat argumentatif maupun diskriptif atau naratif untuk memperoleh hati si pembaca agar memenuhi atau mematuhi ajakannya. Semakin sebuah paragraf dapat diterima oleh akal sehat (argumentasi) dan semakin mampu dirasakan (diskripsi) semakin tinggi juga paragraf persuasif tersebut di buat.

Nah dari berbagai jenis paragraf di atas, ada perasaan atau ketidak percayaan dalam diriku bahwa aku memiliki kemampuan yang rendah dalam menulis paragraf yang diskriptif serta persuasif. Walaupun demikian ada juga perasaan bahwa aku sudah mulai mencoba memberikan hasil yang cukup baik dalam perkembanganku untuk mencapai kemampuan menulis secara diskriptif. Salah satu kelemahan yang ku rasakan juga adalah kemampuanku dalam memilih kata yang tepat untuk digunakan dalam sebuah kalimat. Orang sering menamai proses pemilihan kata ini dengan istilah diksi. Pemilihan kata menjadi sangat penting dalam proses menulis karena aktivitas menulis juga memelukan aktivitas pembacaan atas hasil menulis tersebut. Seseorang pembaca bisa berasal dari berbagai golongan masyarakat dan berbagai tingkat kepintaran serta pendidikan. Dengan demikian diksi yang baik dapat diketahui apabila sebuah tulisan mampu di pahami oleh pembaca sesuai dengan tingkat keahlian dimana tulisan itu ditujukan. Seorang ilmuan akan kesulitan menerjemahkan atau memahami sebuah bacaan ilmiah jika ditulis dengan gaya sastra yang hiperbol dan penuh bias dikarenakan diksi yang keliru. Demikian juga sebaliknya.

Catatan: ada satu lagi jenis paragraf yang terlewat yaitu jenis paragraf atau karangan eksposisi… saya masih kurang jelas dengan jenis paragraf atau karangan ini. Ada yang bisa membantu?

46 Responses to “Tentang Menulis; Serbaneka Gaya Tulisan, Kembali ke Pelajaran SMP”


  1. 1 masra Jumat, 13 April 2012 pukul 9:08 pm

    tolong kirimkan contoh paragraf identifikasi dan analisis

  2. 2 Marvin Jumat, 17 Maret 2017 pukul 1:06 am

    Lo compone un gracioso ramo de tres rosas rojas con pick
    en forma de corazón( mariposa), un osezno genérico y un ramito
    de chuches.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: