Menikah: Tujuan dan Pertanyaan

Kenapa sebuah pernikahan harus dipertahankan dan dilanggengkan? Pertanyaan itu muncul dalam kepala sewaktu menyaksikan tayangan infotainment yang sedang menayangkan proses perceraian yang terjadi antara Nia Paramitha dengan Gusti Randa suaminya.

Pernikahan itu sendiri sesungguhnya memiliki tujuan apa sih. Pertama yang aku ketahui adalah (aku jadi teringat Bertrand Russell) seperti yang dikemukakan St Paulus bahwa pernikahan itu untuk menghindari zina. Kedua pernikahan itu untuk mewujudkan penerus atau fungsi keturunan. Ketiga, menurutku adalah fungsi seksual. Keempat adalah fungsi penyatuan cinta. Kelima fungsi legalisasi formal. Dan yang paling penting dari semua itu adalah mewujudkan suatu kebahagian hidup.

Kenapa sebuah pernikahan terjadi? Kenapa seseorang menikah?

Iklan

2 Responses to “Menikah: Tujuan dan Pertanyaan”


  1. 1 etikesen Senin, 9 Juli 2007 pukul 10:24 am

    sampeyan itu memang bener2 lucu deh mas, bikin pengen ketawa aja. menikah kok untuk apa? seng sampeyan tulis iku bener kabeh, opo masih belum yakin dengan yang mas suluh ketahui?
    manusia diciptakan dengan empat potensi dasar, kebutuhan bilogis, naluri, naluri seksual, naluri mempertahankan diri dan naluri beragama. potensi ini tidak pernah akan bisa dihilangkan dari manusia. oleh karenanya ada aturan untuk memenuhi potensi2 ini, menikah untuk memenuhi naluri seksual. kenapa harus menikah kalo kita bisa jajan? kenapa harus menikah kalo kita sudah sangat merasa bahagia jomblo seumur hidup? adanya pernikahan bisa dijawab secara rasional

    ah mbuh ra ruh aku ah….

  2. 2 Boboho Rabu, 22 Agustus 2007 pukul 10:52 am

    sebenernya aq pengen baca semua tulisanmu mas, tapi saking banyaknya aku jadi milih. sebenernya aku tertarik banget sama semua tulisan di blog ini tapi…lagi-lagi tapi, tapi duitku kurang buat bayar rental internetnya. sebenernya aq banyak dapet info dari tulisanmu mas, tapi ha…ha…ha…waktu yang gak memungkinkan aq untuk membaca lama-lama banyak kerjaan yang masih menungguku.
    nah mungkin itu yang aq tangkap dari tulisanmu mas tentang ‘menikah:tujuan dan pertanyaan’ apa yang mas suluh tau, mas suluh baca dan mas suluh tulis sangat benar dan akan di benarkan oleh semua yang baca. tapi apakah bagian yang ini akan bener-bener bisa membuat qta puas? YAKIN! satu kalimat yang sangat menentukan jalan kita melewati titian kehidupan. buat aq gak peduli apa tujuan pernikahan itu asalkan sudah ‘yakin’ dengan apa yang jadi keputusan dan semua resikonya kenapa harus ada pertanyaan. manusia dengan semua pemikiran dan keinginan nggak akan sejalan dan ujungnya ya…bingung!
    nanti klo nikah undang aq ya….he….he….he….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: