Rukyah, Dukun, dan Freud; Kesaksian dan Analisisku

Pamanku merupakan salah seorang yang dipercaya dapat menghilangkan gangguan jin dan makhluk sejenisnya dengan pengobatan secara rukyah. Rukyah merupakan cara-cara tertentu yang didasarkan pada pembacaan Al Quran yang dipercaya dapat menghilangkan gangguan jin dan sejenisnya. Berdasarkan pengalaman yang aku peroleh mengenai kejadian yang dipercaya sebagai suatu proses pengusiran jin ini, memang, sebagaimana dikatakan oleh orang-orang, banyak yang dapat disembuhkan. Tetapi hal ini masih tidak jelas dikarenakan ini hanyalah merupakan suatu pembicaraan umum yang tidak jelas kebenarannya. Khalayak umum memang memiliki karaterisktik untuk memberikan informasi yang mendukung dari pada menolak mengenai peristiwa ini. Yang aku maksudkan disini adalah lebih banyak cerita keberhasilan yang disampaikan orang-orang daripada ketidak berhasilannya. Setiap keberhasilan selalu disebarkan bak berita besar sehingga banyak orang akan mengetahuinya, sendangkan ketidak berhasilan secara naluriah akan tidak disebarkan oleh mereka. Dengan demikian berita berhasil lebih banyak hadir dan diketahui oleh umum dibandingkan dengan yang tidak.

Aku melihat dan mendengar sendiri bagaimana cara pengobatan ini dilakukan. Seorang penderita akan dibacakan ayat-ayat Al Quran yang diyakini dapat mengusir jin yang masuk di tubuh pasien. Dengan demikian asumsi pertama dari pengobatan ini adalah bahwa penyakit pasien merupakan sesuatu yang disebabkan oleh jin. Asumsi kedua adalah jin takut dengan bacaan ayat-ayat Al Quran. Dua asumsi ini sangat meragukan jika ditilik dari sudut pandang ilmiah. Akan tetapi dua asumsi inilah yang telah menjadi keyakinan yang mengurat akar di masyarakat saya dan masuk kedalam alam bawah sadar mereka. Keyakinan ini, dalam terminologi Freudian, telah menjadi sejenis Id atau Superego dalam jiwa mereka.

Berapa pasien yang dibacakan ayat-ayat Al Quran tersebut mengalami mual dan muntah-muntah. Beberapa lagi mengalami sejenis kegilaan atau kehilangan kesadarannya dan berperilaku seperti orang gila. Ada pasien yang berteriak-teriak, ada pasien yang mengeram-geram seperti macan, ada pasien yang mendesis-desis seperti ular, ada yang seperti suara kera. Nah dari gejala yang ditunjukkan ini sering dikaitkan dengan jenis jin yang masuk ke dalam tubuh mereka. Tugas seorang perukyah disini adalah untuk menghilangkan gejala ini atau menundukkan gejala ini dengan berbagai cara. Ada yang berhasil dan ada pula yang tidak berhasil.

Banyak juga pasien yang datang tidak menunjukkan gejala apa-apa ketika ia di bacakan ayat-ayat Al Quran tersebut. Nah pasien seperti ini akan didiagnosa tidak terkena atau tidak kemasukan jin. Penyakit yang ada merupakan jenis penyakit biasa atau alamiah.

Dari cara penanganan yang dilakukan oleh pamanku tersebut, sebenarnya hal tersebut tidak berbeda dengan yang dilakukan dalam terapi psikoanalisa. Pembacaan aya-ayat Al Quran merupakan suatu cara untuk menghilangkan kesadaran pasien dan membawa pasien ke alam bawah sadar mereka atau alam Id, seperti juga yang dilakukan oleh para psikoanalisa, hanya dengan cara yang berbeda. Dengan demikian satu ciri yang sama dari keduanya adalah penggunaan hipnotis, walaupun jika dikatakan melakukan hipnotis, mereka, para perukyah, akan menolak mentah-mentah.

Nah tujuan utamanya adalah menghilangkan bawah sadar tersebut agar tidak mempengaruhi kesadaran. Psikoanalisa menggunakan cara hipnotis kemudian menggali pengalaman-pengalaman pasien, kemudian memberitahukan pasien mengenai hal ini sehingga mereka menyadari ketegangan-ketegangan dalam wilayah tak sadar mereka. Dengan kesadaran ini diharapkan tekanan emosional dari wilayah Id yang terkunci dapat dilepaskan atau dibebaskan sehingga tidak akan lagi mengganggu wilayah sadar pasien. Ketegangan karena kuncian rapat akhirnya dapat dilegakan dengan membuka kuncian tersebut. Hal ini seperti sumpeknya orang dalam satu ruangan kecil yang terkunci rapat kemudian pintu kunci tersebut ditemukan dan pintu berhasil dibuka sehingga orang yang berdesakan di dalamnya dapat keluar ke ruangan yang terbuka dan lepas bebas. Akhirnya kesumpekan dapat diatasi.

Nah, berbeda dengan cara ini, perukyah berusaha menghilangkan kesumpekan bukan dengan melepaskan ketegangan. Tetapi mematikan ketegangan tersebut. Orang yang ada dalam ruangan tersebut bukan dilepaskan dari kuncian tetapi dibunuh satu persatu sehingga mereka yang berada di dalamnya “mati”. Dengan demikian ketegangan yang ada dapat dihilangkan. Akan tetapi kadang kala bukan kematian orang dalam ruangan tersebut yang terjadi, orang dalam ruangan tersebut kadang kala hanya pingsan sebentar atau beberapa hari, sehingga ketika ia bangun dari pingsannya ia kembali mengganggu kesadaran. Maka pasien perlu kembali dirukyah.

Berbeda dari cara psikoanalisa maupun rukyah, dukun bukan melepaskan orang di dalamnya atau mematikan. Dukun lebih melakukan cara persuasif atau membujuk dengan iming-iming kepada orang didalam ruangan tersebut sehingga orang dalam ruangan tersebut bisa terlena atau tidak berkembang dan menyesakkan ruangan tersebut. Iming-iming ini biasanya dengan kembang atau kemeyan dan benda-benda sejenisnya. Ada juga yang meminta tumbal ayam atau ternak yang lainnya.

Kesemua hal tersebut memang bisa dijadikan penegasan atau penguatan akan adanya tiga sisi jiwa manusianya Freud. Id, Ego, dan Superego. Hanya mereka melakukan dengan kesadaran, keyakinan, dan cara yang berlainan. Jika analogi orang dalam ruangan itu oleh perukyah dinamai dengan jin, sedangkan oleh Freud dinamai dengan Id. Kemungkinan kesembuhan dari merekapun tidak bisa diandalkan secara penuh.

Link Tulisan: Rukyah: Lantunan Ayat Ayat Suci Pengusir “Jin”

Iklan

23 Responses to “Rukyah, Dukun, dan Freud; Kesaksian dan Analisisku”


  1. 1 arif Rabu, 3 Januari 2007 pukul 12:01 pm

    truss klu gitu yang baik yang mana donk
    maksud aku terapi yang mana,
    yang dapat menyembuhkan pasien secara tuntas
    tetapi sesuai dengan ajaran agama tentunya

    trim, kasih….
    wassalam,..

  2. 2 dian Sabtu, 30 Juni 2007 pukul 6:48 am

    silakan saja dengan pendapatnya, tapi sok tau, Ayat Qur’an kok disamakan dengan sugesti hipnotis. Banyak hal ilmiah yang dimunculkan dalam Al Qur’an, tolong lah mas suluh baca lagi tentang dalil rugyah dalam Islam, apa semua rugyah itu hanya dengan Al qur’an, kok pisau analisa hanya di torehkan disana, saya rasa, mas punya banyak referensi yang cukup untuk hal itu, atau mas punya pemikiran yang sama dengan kaum oriantalis, bahwa si penyata dalil rugyah dalam islam itu sering terkena penyakit ayan, tukang sihir dan tuduhan-tudahn keji lainnya? hingga dengan nyamannya mas menulis, dengan mengunakan Ayat Al Qur’an para perukyah melakukan pembunuhan. Nauzubillah minzalik
    nb: saya mengkritisi analisa mas terhadap Al Qur’an, karena saya tidak mengetahui apakah itu rugyah syar’i sesuai tuntunan Rasulullah atau bukan yang dijalankan dan mas saksikan
    thx mas
    wassalam

    hmm gitu ya…? kalau analisis dian sendiri gimana?

  3. 3 Atik Sabtu, 14 Juli 2007 pukul 2:03 am

    Ketika Manusa Ingin Melakukan Perubahan Diatas Sisi Baiknya Ada Pantasnya Manusia Mencoba Melakukan Hal Tersebut (Rukiyah)
    Semoga Diatas Pencerahan Dan Pembersihan Diri Tersebut
    Ada Makna Pada Sebuah Tirani Dan Keinginan Dimasa Depannya Nanti.
    Ini Juga Tergantung Pada Sebuah Keyakinan Diri Masing-Masing
    Anda , Perantara dan Allah Yang Mencintai Anda !!!.
    Sebuah Sisi Putih Yang Berdampingan Dengan Sisi Hitam
    Menjadi Angka 2 Yang Selalu Disebut Dalam Sisi Kehidupan Manusia
    Terima Kasih Kalau Anda Telah Jujur Terhadap Tulisan Anda .
    Generasi Masa Depan Dan Analisasinya .

    hmmmm….. gitu ya…..

  4. 4 lina Jumat, 20 Juli 2007 pukul 10:35 am

    Boleh juga analisisnya. Btw, Penulis sendiri sebenarnya pernah jadi pasen ruqyah belum ? kan beda kalo cuman sekedar menjadi penonton.

    pernah mbak… sayang gak berhasil alias gak manjur… :smile:

  5. 5 sikabayan Kamis, 2 Agustus 2007 pukul 8:19 am

    euh.. jaman dahulu kala… dijaman aslinyah.. rukyah dengan patehah pernah dipakai untuk menyembuhkan penyakit biasa alias nonjin… surah palaq untuk guna2.. entah sejak kapan hal rukyah teh jadi khusus buat jin2an… :roll:

  6. 6 Ade Albayan Jumat, 31 Agustus 2007 pukul 8:39 pm

    Landasan Karena Paman Perukyah belum tentu Keponakannya percaya. Saya menyarankan anda untuk lebih banyak membaca alquran dan saya berdoa semoga anda mendapatkan pengetahuan dan hidayah bahwa alQuran adalah memang penawar (obat) baik penyakit lahir maupun batin ( QS: Fusilat 44 dan QS:Al-Isra:82).

  7. 7 GUE Sabtu, 1 September 2007 pukul 12:30 pm

    GAK PEDULI ORANG BILANG APA TENTANG RUKYAH, BILA RUKYAH BISA JADI OBAT YANG BAIK DAN HALAL MENURUT AJARAN ISLAM… WHY NOT TOH…
    TAPI APA BENER YA BISA….?????!!!!
    MAU COBA JUGA TAPI TAKUT….KALO BENER2 ADA JIN DIBADAN GUE GMANA DONK..
    YA. POKOKE KALO ITU BENAR SAMPAIIN AJA WALAU PUN PAHIT. ASAL JANGAN DITAMBAHIN….. AJA

  8. 8 Cah Edan Rabu, 5 September 2007 pukul 3:52 am

    Weleh Mantep Sekali Tulisannya,
    Penulis sudah banyak pengalaman masalah rukyah, Saya ndak tau Rukyah cara apa ini…
    Hanya sedikit yang saya ndak ngerti, Pamannya itu Menghipnotis ( Rukyah Pasiennya pake bacaan Al qur’an, Wah ini ilmu Baru kayaknya perlu dipelajari yo…, Kok bisa ya orang Mendengarkan Lantunan Al Qur’an bisa sama dengan Menghipnotis….Tapi Itu Betul…Karena Mungkin didalam sanubari kita Mengerti apa arti lantunan itu, sehingga terhipnotis lah kita, Sedang “sesuatu” dalam badan orang itu yang mungkin mengerti bahasa alqur’an ya jelas reaksi. Kita yang bodoh ini ndak bakalan ngerti, jadi yaah paling sama dengan Hipnotis. hehehe.
    Begitu kali penulis maksudkan, maaf sebelumnya.

  9. 9 co2n Minggu, 11 November 2007 pukul 11:11 pm

    AlQuran juga adalah memang penawar (obat) baik penyakit lahir maupun batin.

    Semua ilmu pengetahuan berasal dari Allah…
    ilmu pengobatan secara hipnotis dan ilmu pengobatan secara rukyah sama-sama berasal dari Allah SWT…

    Coba mas pikir… jangan cuma “hemmm gitu ya…” doank donk…
    komentari orang yang berpendapat… jangan sampai “?” salah jalan nantinya… kasihan kan..?

  10. 10 Suluh Selasa, 13 November 2007 pukul 8:32 am

    udah mikir kok mas… tapi karena memang pendapat saya udah terwakili dengan artikel saya ya saya gak mau nambahin… komentar disini kan pendapat pribadi juga.. jadi saya serahkan pembaca untuk menilainya… mana yang cocok atau sreg dengan hati dan pikiran mereka….

  11. 11 Greg Lynch Kamis, 14 Februari 2008 pukul 7:24 pm

    Metoda Rukyah diriwayatkan dalam hadist adalah merupakan metode untuk pengobatan jiwa dan raga, kalau ilmu pengetahuan ingin melihat dari sudut pandang lain, kiranya analisis itu bisa dipertanggungjawabkan pula secara agama tidak semata menduga-duga karena apabila kita beriman kepada Al Qur’an, yakin bahwa jin dan setan itu ada dan menganggu manusia.

  12. 12 hasnil Jumat, 16 Mei 2008 pukul 4:24 pm

    mas… jangan ribut masalah mana yg benar.

    saya masih menggunakan terapi ruqiah.. insya allah hidup lebih tenang

  13. 13 Suluh Jumat, 16 Mei 2008 pukul 6:59 pm

    @hasril: gak ada yang ribut kok mas di sini.. diskusi itu hal yang biasa bukan?

  14. 14 wisnu_hm Kamis, 12 Juni 2008 pukul 5:02 pm

    Yang nulis bener ngerti masalah Qur’an ga?
    Ga manjur yah di rukyah? karena ga yakin tu…
    Pengobatan yang dicontohkan nabi malah ga diyakini..payah…

  15. 15 dhana Kamis, 26 Juni 2008 pukul 10:00 pm

    dasar oriantalis.

  16. 16 dwi Rabu, 9 Juli 2008 pukul 4:58 pm

    Assalamualaikum. Ikut berbagi pengalaman …..boleh percaya boleh tidak. apapun teorinya, Alhamdulillah berkat rukyah saya sehat kembali
    ketika muncul acara rukyah di tv rasanya antara percaya gak percaya. sampe bulan mei 2007 saya sakit awalnya cuma tipes, harus dirawat. hari kedua di rs muncul penyakit baru campak dan batuk2. ketika dironsen sy dikira kena tbc. entah obat yg terlalu banyak ato gimana akhirnya saya kejang, gak sadar, koma . menurut dokter lever saya terganggu ,dan harus masuk icu selama 11 hari. setelah sadar dan diruang rawat beberapa hari saya diijinkan pulang. malam sebelum pulang muncul lagi penyakit baru, kaki saya bengkak bernanah, dan kulit merah, gatal kemudian mengelupas, jadi kepulangan ditunda selama satu minggu. ada saudara yang menganjurkan untuk rukyah. kemudian kami mengundang seorang ustad untuk dtg ke rumah, karena sy gak sanggup untuk ke tpt beliau. baru dibaca Alfatihah dan ayat kursi saya seperti ngantuk berat gak tertahan. antara sadar gak sadar saya ngomong tapi duliar kendali, ngoceh (menurut suami yg mendampingi suara sy jadi suara nenek2)bahwa”dia” dikirim karena ada yg iri sy beli rumah baru dan kepake oleh atasan di kantor. saya muntah2 dan sendawa terus. alhamdulillah setelah selesai rukiah badan rasanya segar, dua hari kemudian sy sudah bisa ke kantor lagi. terapi dilanjutkan selama beberapa kali . Alhamdulillah berkat rahmat Allah sy sehat, stp gak pernah sakit.

  17. 17 @rief Jumat, 2 Januari 2009 pukul 1:23 pm

    saya pikir rukyah mrupkn salah satu alternatif pngobtn yg semua itu hrs dibarengi dgn kyakinn yg kuat dr diri sndri akan kbrhsiln metode tsb.aplg yg berlndskn Al-Quran dan Hadist

  18. 18 Deden H Selasa, 8 September 2009 pukul 11:21 am

    kayaknya Ananda ini harus banyak-banyak baca Al-Qur,an beserta tafsirnya.
    Bila anda tidak yakin dengan Al-Quran, kayaknya ada krisis keimanan di dalam hati anda, Hati-hati tuh….. segeralah bersujud mohon ampun kepada sang pemilik Al-Qur,an yaitu ALLAH S.W.T.
    Semoga bermanfaat….
    Thx, Deden Nu Ti lembur

  19. 19 Pramudyo Pratomo. Rabu, 30 September 2009 pukul 9:14 pm

    assalm.
    Klo misalkan Anda memang bener paham tentang masalah rukyah,aku mau tanya :apakah perubahan sikap seseorang secara drastis yang tadinya penurut kmd jadi pembangkang,apakah itu bs dkatakan karena kemasukan jin?
    Misalkan anak itu dirukyah trus tidak berhasil apakah ada dampaknya?
    Klo misalkan anak tersebut gak mau dirukyah,trus klo dipaksa gmjn?

  20. 20 SARI Selasa, 12 April 2011 pukul 4:11 pm

    Saya kira mengkorelasikan antara pengobatan Alquran / Ruqyah dengan metoda hipnosis yg mendasarkan pada psikoanalisa adalah 2 hal yg sangat jauh berbeda.Kalau dalam bahasa jawa barangkali saya sebut sebagai othak-athik mathuk, alias di-matching-matchingkan atau dicocok-cocokkan supaya nampak cocok, padahal tidak cocok.

    Saya sendiri adalah pelaku hypnosis, di samping pekerjaan utama saya sebagai seorang dokter specialis kejiwaan. Sungguh terlalu gegabah menyandingkan metoda ruqyah dengan metoda hypnosis. Psikoanalisa yang basisnya penggalian id, ego, superego, tidak sama dengan hypnosis. Psikonalisa adalah analisa psikologis yang sifatnya adalah teori-teori belaka. Karena baru pada tahap analisa maka ini tidak bisa dijadikan “alat’ terapi. Dan satu hal, sungguh salah besar menganggap ID adalah “Bawah Sadar” manusia.

    Sedangkan HYPNOSIS adalah metoda sugesti. Ini adalah salah satu alat terapi yang sudah teruji secara ilmiah maupun medis. Sifat sugesti ini adalah mempengaruhi secara fisik maupun psikis, pikiran maupun perasaan. Terapi dengan metoda hypnosis tidak efektif jika si penerima sugesti tidak kooperatif atau menolak sugesti.

    Sedangkan ruqyah adalah metode terapi secara auditory dg meperdengarkan bacaan quran. Ada tahap2nya sesuai yg saya tahu, misalnya tahap deteksi pasien dg ayat tertentu, dilanjutkan dg metode dialog dengan pasien menggunakan ayat2 tertentu juga. Selanjutnya adalah tahap pembersihan atau pemaksaan, d an terakhir jika diperlukan akan dilakukan tahap penghancuran / pemusnahan secara paksa dengan ayat-ayat yg tertentu juga.
    Terapi ini beda dengan hypnosis karena dalam hal ini tidak ada sugesti, pasien hanya diberikan saran (bukan sugesti) untuk memperbanyak zikir, baca quran, dll. Mengenai kesembuhan pasien juga tergantung kemauan pasien itu sendiri, analoginya jika obat sudah tersedia tinggal pasien mau meminumnya atau tidak.

  21. 21 Edin Coolice Senin, 25 April 2011 pukul 12:05 am

    Ruqyah memang pu x efek trsendiri Utk mndeteksi ssuatu yg aneh Dlm diri kita ” sya ga memungkirinya ” wktu Ibu sya bwa Kset ruqyah srta bku x .. N pas d puterin sya sok”an jaim pura” khusuk mndengarkan , pdhal tlinga sya mrasa panas , ini BenAr terjadi , ( oia lw ngomenin komen sya jgn Cuma dgn 1 spesies dinosaurus ” Ora urus” atw cman 1 huruf ” O ” dan 1 single lgu Duo maia ” EGP” .. Komen lah yg benar yg ga brtentangan dgn Agama .. Hehe

  22. 22 antok Selasa, 28 Agustus 2012 pukul 12:59 pm

    rukyah itu hanya sarana komunikasi kita kepada allah…pikirkan saja apabila anda di copet di terminal dan anda minta tolong dan ada polisi yang menyelamatkan anda dengan cara menangkap pencopetnya…apakah perkataan anda “tolong” otomatis membuat pencopet itu terjatuh….begitu juga dengan rukyah…kita memohon pertolongan kepada allah…sama artinya dengan kita berdoa…apakah langsung terkabul…tergantung dari kesungguhan dan amal perbuatan kita….apabila kita sering menyiram tanaman…niscaya kita akan memanen sesuatu…begitu pula dengan doa….kita juga harus rajin beribadah…agar mendapat imbalan pahala dari allah….maka kita akan menyadari bahwa kita mendapat terlalu banyak dari yang kita harapkan…itulah pentingnya bersyukur…terima kasih


  1. 1 Pengalaman Ruqyah. « Sebuah Catatan Lacak balik pada Jumat, 14 Desember 2007 pukul 4:07 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: