Engkau Cemburu, Engkau Ganas, Mangsa Aku dengan CakarMu

Apa yang akan dirasakan jika seseorang jatuh cinta? Jantung yang berdebar, kegelisahan yang menyenangkan, kerinduan yang mendalam, atau mungkin pikiran dan imaji yang melayang layang membayangkan sang kekasih. Cinta yang begitu memang sering kita dengar dan saksikan. Bermacam syair tercipta, bermacam puisi terkarya, bermacam lagu bersenandung dari perasaan cinta yang menggebu-gebu tersebut.

Cinta yang seperti itu biasanya dibarengi dengan perasaan ingin memiliki yang begitu tinggi. Ia sepertinya tak akan rela jika sang kekasih memiliki hubungan dengan yang lain. Ketakrelaan seperti itu muncul dalam rasa cemburu. Semua yang berusaha dan akan memiliki sang kekasih harus musnah dan hilang hingga menyisakan satu-satunya cinta bagi dirinya. Disini perasaan cinta menjadi persaan ingin memiliki, yang dinamai oleh Erich Fromm dengan Having Mode atau modus memiliki.

Bagaimana jika hal tersebut diberlakukan dalam cinta manusia kepada Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu? Yang mungkin terjadi dan yang sudah terjadi adalah perasaan cemburu dan merasa memiliki Tuhan dan menafikan kondisi atau kenyataan bahwa Tuhan juga dimiliki dan dicintai oleh orang lain. Artinya, setiap tindakan atau pendapat yang mengatakan bahwa yang bukan-kita juga mencintai dan memiliki Tuhan harus kita cemburui dan kita benci, kalau dimungkinkan kita bumi hanguskan. Tuhan menjadi seorang kekasih yang dijadikan tarik-ulur antara aku dan yang bukan-aku. Tuhan juga diklaim sebagai satu-satunya kekasih dan satu-satunya yang mencintai aku. Ia diklaim tidak pernah menjadi kekasih dan tidak pernah mencintai yang bukan-aku.

Disini, sekarang ini, ketika Tuhan tidak lagi menunjukkan dan mensabdakan kepada manusia siapa yang dicintai dan dikasihinya ia menjadi ajang perebutan dan pertikaian. Perang, perkelahian, penghancuran dan penistaan agama merupakan imbas dari pemikiran seperti ini. Dalam arti tertentu Tuhan versi mereka seperti Tuhannya Amir Hamzah, “Engkau Cemburu, Engkau Ganas, Mangsa Aku dengan CakarMu,”

Dalam wajah yang lain ada juga cinta yang membebaskan. Cinta ini telah beranjak dari cinta yang penuh cemburu menuju cinta yang mencerahkan dan mendamaikan. Seorang obyek yang dicintai tidak lagi menjadi obyek yang berusaha untuk secara egois dimiliki, tetapi ia menjadi obyek yang penuh inspirasi bagi kehidupannya sendiri. Ia bisa berada jauh bahkan tak terjangkau tetapi perasaan cinta yang ditujukan kepadan dirinya akan membuat dirinya hidup dalam kedamaian dan kebahagian.

Kebahagiaan bukan dalam hal memiliki tapi dalam hal merasai atau menjadi. Ia telah cukup dengan perasaan cinta itu tanpa adanya keharusan kehadiran sang dicinta disisinya. Cintanya telah berubah dari modus memiliki menjadi modus menjadi. Ibnu Arabi, seorang sufi abad pertengahan mengungkapkan,”Hatiku mampu menerima setiap bentuk: ia adalah hamparan padang rumput bagi rusa dan biara bagi pendeta Kristen dan kuil bagi berhala dan Ka’bah bagi para Haji dan lembaran Taurat serta kitab Al Quran. Aku menganut agama Cinta: Jalan mana pun yang diambil oleh unta-unta cinta, itulah agama dan keyakinanku.”

Cinta yang seperti ini mungkin juga akan menimbulkan kedamaian, mencegah perang, mencegah pembunuhan atas nama Agama dan tindakan yang sejenisnya karena sikap tolerannya. Hanya saja cinta yang seperti ini juga memerlukan pengorbanan yang tidak sedikit. Ia harus rela berkorban dengan perasaan dan hati yang cenderung ingin memiliki, hati yang dendam, hati yang rakus, hati yang egois. Ia harus mampu mengendalikan semua itu. Sayang ini hanya sebuah utopia dari perasaan dan imaji manusia.

Mencintalah dengan senyuman…. jangan dengan geraman….

Iklan

5 Responses to “Engkau Cemburu, Engkau Ganas, Mangsa Aku dengan CakarMu”


  1. 1 setiva Rabu, 27 Juni 2007 pukul 1:59 pm

    mencintai segala sesuatu yang dicintai oleh yang kita cintai merupakan bukti kecintaan kita terhadap yang kita cintai… (bener ga ya?)

  2. 2 watonist Rabu, 27 Juni 2007 pukul 8:02 pm

    lebih enak yang mana, mencintai atau dicintai ??

  3. 4 etikesen Sabtu, 7 Juli 2007 pukul 9:01 pm

    hmmm….cinta yang membebaskan? cinta yang mendamaikan? cinta yang hanya cinta? pembahasan mengenai filosofi cinta yang memusingkan dan membuat kita semakin jauh dengan diri kita, atau sebaliknya semakin dekat dengan diri kita sendiri? jawabnya terserah kita
    pembahasan cinta yang sederhana adalah pembahasan cinta yang karena Allah saja. cinta yang karena Allah saja inilah yang akan membawa dunia, membawa manusia pada kedamaian karena cinta jenis ini adalah cinta yang tidak dibatasi aspek kepemilikan, karena cinta jenis ini tidak sama dengan cintanya manusia kepada makhluk dimana cinta kepada makhluk tanpa kita sadari memaksa kita untuk memiliki apa yang kita cintai itu. begitupun cinta Allah kepada makhluk yang tidak tertuju hanya pada satu individu makhluk saja, tetapi cinta Allah bisa dirasa siapa saja.
    bicara cinta saya jadi teringat dengan miranda risang ayu. tapi, menurut saya sendiri, cinta yang mendamaikan itu bisa kita lihat melalui perjalanan hidup Rasulullah. semoga suluh bisa menangkap apa yang saya maksud

    berarti mbak etikesen telah mengerti tentang cinta ya? hebat hebat…. luar biasa….

  4. 5 AKHMAD FATONI Sabtu, 20 Juni 2015 pukul 4:23 am

    Cinta memang tidak pernah habis diulas. Entah selalu suka dengan tulisa bertopik tentang cinta. Jadi, mikir kalau jatuh cinta. Semoga aku ndak berhasrat orang yang begitu menggebu, memiliki penuh orang yang dicintai.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: