Pesan Tubuh kepada Kesadaranku; Upaya Penyegaran Jasmaniku

Telah menjadi pandangan umum bahwasanya melakukan aktivitas gerakan secara teratur yang dilakukan dengan kesadaran penuh atau sering kita sebut dengan berolahraga merupakan suatu aktivitas yang menyehatkan. Menyehatkan disini artinya adalah tubuh kita yang melakukan gerakan menjadi terjaga kebugarannya atau tidak terkena suatu penyakit. Hal ini menunjukkan bahwasanya kebugaran atau kesehatan kita tidak bisa kita letakkan hanya dalam konsep pemikiran semata. Maksudnya adalah kesehatan tubuh kita tidak mungkin dapat kita jaga hanya dengan membangun suatu pemikiran bahwa tubuh kita sehat. Seberapapun positif thinking-nya kita atau seberapapun sugesti yang kita berikan pada tubuh kita bahwa kita sehat, misalnya, tidak akan mungkin dapat menjaga kesehatan tubuh kita untuk selamanya. Keterikatan tubuh kita pada kehendak aktivitas riil dalam dunia nyata bukan dalam dunia pemikiran menjadikan tubuh kita tunduk pada hukum alam atau hukum biologis-mekanis. Ketika tubuh kita tidak sehat atau tidak bugar, dengan sangat nyata terasa dalam perasaan atau indera sensasi kita bahwa kita memang tidak bugar atau tidak sehat. Seberapapun kita mengalihkan perhatian kita dengan menggunakan pemikiran kita bahwa kita sehat tidak akan mungkin dapat mengelabui tubuh kita. Mungkin saja kita dapat tertipu dengan gejala ini semisal dengan minum suatu ramuan atau obat penghilang rasa sakit, atau dengan suatu hipnotis, sehingga sensasi indera kita atau perasaan kita tidak dapat mendeteksi gejala kerusakan atau penyakit yang diderita tubuh. Akan tetapi ditilik dari sudut pandang tubuh itu sendiri, sebenarnya tubuh tetap mengalami penyakit atau kerusakan. Obat hanyalah pengalihan dari realitas yang sebenarnya. Dengan obat yang seperti ini kita bukannya akan sadar bahwa tubuh kita sakit sehingga kita berupaya untuk menyembuhkannya tetapi alih-alih, kita malah merasa bahwa tubuh kita sehat yang sebenarnya sakit, sehingga kita jadi terbuai dan terlena untuk tidak melakukan upaya penyembuhan penyakit tersebut.

Berpijak dari kesadaranku atas permasalahan tersebut, ternyata, sudah beberapa minggu ini, setiap aku bangun tidur punggungku terasa pegal-pegal. Namun entah mengapa aku selalu saja menganggap hal tersebut tidaklah begitu menggangguku, karena ketika hari merangkak siang keluhan tersebut segera saja hilang. Secara logika kesehatan, upaya yang seharusnya aku lakukan adalah menganalisis penyebab dari rasa pegal tersebut dan kemudian berupaya untuk mengobati atau setidaknya mengatasi gejala tersebut. Nah, dalam upaya proses penyembuhan rasa pegalku tersebut aku memikirkan, pada saat ini, cara yang paling bagus adalah dengan melakukan kegiatan olah raga senam yang berpusat pada gerakan di bagian punggung. Langkah ini aku ambil dengan pertimbangan bahwasanya gejala yang aku rasakan tersebut disebabkan oleh kemalasan kesadaranku untuk melakukan gerakan atau olah tubuh. Tubuh yang menganggur lambat laun menjadi tidak terlatih dan secara naluriah mengirimkan pesannya kepada kesadaranku melalui sensasi indera yang aku miliki. Sensasi yang dimunculkannya tersebut berupa rasa pegal yang menyebabkan diriku tidak nyaman.

Sebagai satu makhluk hidup yang terikat dalam hukum biologis alam, keharusan untuk melakukan latihan tubuh yang menyehatkan merupakan hal yang natural. Maksudnya adalah jikalau kita tidak melakukan latihan pada tubuh kita maka secara natural kita akan mengalami degradasi atau kemunduran yang kemudian bisa mengancam kelangsungan hidup kita sendiri. Naluri bertahan hidup merupakan esensi dari mekanisme ini. Seberapapun pemikiran kita untuk mengabaikan naluri ini, kesadaran kita tidak akan dapat mengalahkannya. Dengan demikiran kita sebenarnya tidak memiliki kehendak bebas dalam proses ini. Pemikiran kita atau kesadaran kita yang sepertinya memiliki kehendak bebas tidak dapat bekerja pada mekanisme tubuh kita. Kehendak bebas kita bekerja dalam aspek menentukan pilihan apakah kita akan mengambil tindakan untuk mengubah tubuh kita dengan melakukan latihan-latihan atau tidak. Jadi kehendak bebas bekerja pada level pilihan sedang mekanisme selanjutnya secara hukum alam bekerja sebagaimana mestinya yang terlepas dari kehendak bebas kita. Kitalah yang “memunculkan” gerakan tubuh tetapi ketika gerakan tubuh tersebut telah mengada maka gerakan berproses sesuai dengan hukum alam.

So.. setelah merenung dan menentukan pilihan sebentar, aku tiba-tiba merasa bersyukur karena aku telah melakukan latihan-latihan tubuh guna mencoba mengatasi rasa pegal di punggung sehabis bangun pagi. Kita lihat besok atau besoknya lagi apakah latihan yang aku kerjakan dan aku pilih dapat mengatasi gejala ini atau tidak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: