My New Blog; Sebuah Pengantar atas Hilang dan Kemunculannya Kembali

Dikarenakan ada beberapa persoalan menyangkut akses dari blogku, maka dengan penuh penyesalan aku memutuskan untuk meregenerasi kembali isi maupun tampilan dari blogku ini. Dikarenakan isinya masih merupakan kumpulan dari tulisan-tulisan di blogku yang lama, maka tanggal kemunculan serta situasi kemunculan dari masing-masing tulisan yang aku tampilkan di blog ini menjadi “agak kadaluarsa”. Namun demikian aku masing menilai bahwa dalam beberapa persoalan yang aku bahas dalam beberapa tulisanku masih akan terus relevan juga bila dikaitkan dengan konteks kekinian maupun kedisinian.

Sebuah blog bagiku menjadi teramat penting guna menyalurkan penatnya benakku oleh kegelisahan-kegelisahan atas diriku dan duniaku sendiri. Hernowo pernah mengatakan kepadaku lewat sebuah tulisannya—kalau tak salah ingat termuat di buku Mengikat Makna-nya—bahwa sebuah tulisan ataupun torehan yang dituliskan oleh seseorang, apapun itu bentuknya dapat mengurangi tingkat kestresan seseorang bahkan dapat meningkatkan kekebalan tubuh kita. Senada dengan pendapatnya Hernowo, sebuah buku terbitan Mizan, yang terjemahan judulnya mengambil salah satu peribahasa dengan sedikit perubahan: Diam Bukan Emas, mengungkapkan secara ilmiah, dari sebuah penelitian yang konprehensif dan dapat dipercaya, mengenai hubungan kegiatan menulis dengan kesehatan tubuh kita (diukur melalui kadar sel darah putih dalam darah). Hasilnya ternyata sangat menggembirakan: telah terbukti secara empiris bahwa menulis—dengan beberapa catatan—dapat meningkatkan kekebalan tubuh seseorang.

Jadi sesungguhnya blog, bagiku, merupakan suatu lahan untuk menuliskan segala macam perasaan, pemikiran dan pengalaman, atau mungkin bahkan penyelidikan kita, dengan sebuah kesadaran bahwa blog tersebut terbuka untuk diakses dan dilihat oleh banyak orang tanpa kecuali. Secara singkat blog adalah sebuah website pribadi kita. Hal tersebut sangat berbeda dengan buku harian atau diary. Diary memiliki kecenderungan yang lebih rahasia. Dengan demikian diary memiliki ruang-ruang privat yang tidak dapat diakses oleh orang lain. Inilah salah satu perbedaan nyata antara blog dengan buku harian, walaupun blog juga bisa difungsikan sebagai buku harian—dengan catatan buku harian yang memiliki ruang-ruang publik (terbuka).

Aku sempat “menghilangkan” lahan berkeluh-kesahku ini oleh sebab lahan yang aku minati ini tidak dapat aku buka atau akses disembarang tempat. Ada sejenis persoalan yang melingkari blog pada kemudahan aksesnya. Aksesibilitas yang kurang menjadikan salah satu alasan kenapa aku memperbaharui kembali blogku ini. Kendala yang sempat aku tanyakan ke pihak friendster ini tidak mendapat tanggapan yang memadai darinya. Aku memang telah membuktikan bahwa untuk tempat-tempat akses tertentu blogku dapat aku buka namun pada tempat-tempat yang lain aku tidak bisa melakukannya. Andaikan saja setiap tempat yang aku pergunakan tersebut dapat aku otak-atik sendiri mungkin aku bisa menyelesaikan persoalanku tersebut, tentunya dengan sedikit bantuan dari teman yang lebih ahli. Namun kebanyakan tempat-tempat tersebut memilih angkat bahu dan tidak mau tahu. Kata temanku yang menjadi persoalan utama pada aksesibilitas blogku terdapat pada permasalahan proxy. Aku tidak tahu yang permasalahan yang menyangkut proxy ini sehingga pada akhirnya kendala yang aku hadapi tidak menemukan solusi yang memuaskan.

Beberapa temenku sempat menanyakan kenapa blogku tidak dapat diakses. Aku sendiri sempat dibuat jengkel karena problem ini selama beberapa waktu sebelum akhirnya aku memutuskan untuk menerimanya apa adanya. Menanggapi keluhan semacam ini aku tidak dapat memberikan suatu penjelasan yang memuaskan kepada mereka. Satu hal yang bisa aku katakan bahwa internetnya lagi bermasalah, demikian titik. Walaupun demikian dengan kemunculan kembali blogku ke ruang publik tidak berarti permasalahan yang aku sampaikan tadi dapat teratasi.

Dalam menorehkan huruf-huruf di blog, aku berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan gaya penulisanku. Memang aku menyadari bahwa gaya penulisanku sesungguhnya tidak cocok dipergunakan untuk menulis sesuatu yang seperti catatan harian ini. Namun, tidak ada salahnya untuk menulis secara khas sesuai dengan kemampuan yang aku miliki. Jauh di lubuk hatiku aku sebenarnya ingin menulis secara lebih santai dan enjoy seperti yang kebanyakan yang ada di blog-blog teman-temanku atau yang lainnya. Namun karena ada beberapa hal yang aku anggap merupakan esensi dari pemikiranku serta pemahamanku yang sangat aku ingin ungkapkan, gaya bahasa santai tidak dapat aku gunakan disini. Atau mungkin juga aku tidak memiliki kemampuan untuk menulis dengan bahasa yang nge-pop dan santai. Dan memang aku jarang menggunakan gaya bahasa santai ini dalam menuliskan sesuatu terkecuali untuk bahasa komunikasi langsung.

Jadi baik yang suka atau yang tidak dengan gaya bahasaku maupun dengan tulisan-tulisan yang aku kirimkan, aku harap dalam suatu era dimana kebebasan berkomunikasi serta berpendapat—terutama di dunia maya—kita dapat saling hormat menghormati dan saling bertoleransi. Kenapa aku mengharapkan sikap yang demikian? Latar belakang dari harapanku tersebut merupakan buah dari pengalamanku ketika suatu waktu aku menuliskan pendapat serta keyakinanku yang ternyata ditanggapi secara negatif bahkan secara emosional oleh beberapa orang, bahkan orang tersebut merupakan teman-temanku sendiri. Harapan ini lebih spesial lagi aku tujukan kepada teman-teman Teknik Fisika yang pernah berdiskusi denganku di milis kita. Walaupun demikian aku juga sempat bersyukur karena dengan adanya beberapa hujatan dan makian yang aku terima aku bisa membiasakan diri untuk tidak menanggapi hujatan tersebut secara negatif. Untuk hal ini aku juga sempat memberikan ungkapan terima kasihku kepada teman-temanku di Teknik Fisika.

Perbedaan pendapat memang merupakan suatu realitas tetapi ketika perbedaan pendapat tersebut dijadikan sebuah ajang hujat menghujat aku rasa hal tersebut bukan merupakan suatu sikap yang bijaksana bahkan jauh dari kesan arif. Jikalau harapan tersebut di kemudian hari, menunjukkan sikap yang positif maka saya benar-benar menghaturkan banyak terima kasih. Dan bagi teman-temanku yang lain yang tidak merasa pernah berbuat demikian anggap saja tulisan ini tidak pernah ada sehingga tidak akan mengganggu proses pertemanan atau persahabatan yang telah kita jalin selama ini.

Penuh Cinta

Haqiqie Suluh

Iklan

3 Responses to “My New Blog; Sebuah Pengantar atas Hilang dan Kemunculannya Kembali”


  1. 1 yudha Jumat, 26 Mei 2006 pukul 7:55 am

    kalo bisa, blog di friendster tetap dipertahankan, karena tidak semua orang mau meluangkan waktu untuk membuka “new window” saat browsing. Kan juga diperlukan semacam “acknowledgement” dari orang-orang terhadap isi blog kita, dan friendster mempermudah proses itu. Masa persoalan teknisnya terjadi terus-menerus sich? mungkin perlu sedikit ‘kesabaran’ saja….., lagian kita kan belum sekaliber Angelina Sondakhahaha!

  2. 2 Haqiqie Suluh Sabtu, 10 Juni 2006 pukul 10:08 am

    ya aku tahu maksudmu. mungkin di waktu nanti aku mo buat link aja. blog di wordpress termasuk baik. secara sadar aku juga mengerti bahwa blogku bukanlah blog yang nyaman dibaca karena berisi hal2 yang agak gak biasa atau gak umum. lihat aja nanti Yud.

  3. 3 andina Jumat, 15 September 2006 pukul 7:29 pm

    hi
    gue andina.gue pingin punya blog.tapi ga tahu caranya.maukah u kasih tahu bagaimana caranya.thanks.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: