Nikah Gratis: Sakinah Mawadah wa Rohmah

Kalau lagi kehajatan pernikahan atau kalau lagi dapat undangan pernikahan, ada satu kalimat yang sering kita dengar diucapkan maupun dituliskan di kesempatan tersebut. Apakah kalimat itu? Tanpa berpanjang lebar aku katakan kalimat tersebut terwakili dengan tiga buah kata: Sakinah, Mawadah dan Rohmah. Nah kalau dalam kalimat biasanya di ungkapkan seperti ini,”Semoga menjadi keluarga yang Sakinah, Mawadah wa Rohmah.”

Berawal dari sebuah tayangan televisi yang menggambarkan dua orang insan yang sedang ingin melaksanakan pernikahan namun tidak memiliki biaya, untuk kemudian diberikan suatu kesempatan melaksanakan pernikahan secara gratis. Program yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta tersebut diberi nama “Nikah Gratis”. Apa hubungannya tayangan Nikah Gratis ini dengan ungkapan yang aku sampaikan sebelumnya.

Diakhir acara pembawa acara Nikah Gratis tersebut, Krisna Murti, mengatakan persis seperti yang aku ungkapkan di atas,”Semoga menjadi keluarga yang Sakinah, Mawadah wa Rohmah.” Akan tetapi kemudian timbul tanya dalam benakku. Sebenarnya apakah maksud dari ungkapan tersebut. Apa yang dimaksud dengan Sakinah? Apa yang dimaksud dengan mawadah? Apa yang dimaksud dengan Rohmah?

Nah guna memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaanku tersebut, berutunglah seorang ibu yang ikut menonton bersamaku menjelaskan ketiga kata tersebut diatas? Sakinah, kata beliau memiliki padanan arti dengan ketenangan dalam bahasa Indonesia. Selanjutnya Mawadah berarti kebahagiaan, sedangkan Rohmah berarti kasih sayang. Akan tetapi penjelasan yang disampaikan oleh ibu tersebut belumlah memenuhi unsur jawaban yang memuaskan padaku. Ketenangan apa yang dimaksudkan dalam suatu rumah tangga? Kebahagian yang bagaimana? Kasih sayang yang bagaimana?

Nah untuk jawaban pertanyaan ini aku tidak menemukan penjelasan yang lebih lanjut dari bibir beliau. Satu-satunya yang bisa aku lakukan untuk menangani pertanyaan-pertanyaan ini hanyalah dengan cara meraba-raba dengan pemikiranku sendiri. Artinya aku mencoba-coba untuk memperoleh jawaban dari pemahamanku atas ketiga kata tersebut yang aku hubungan dengan konteks pernikahan itu sendiri.

Aku merasa bahwa yang dimaksudkan ketenangan dalam rumah tangga atau sakinahnya sebuah rumah tangga termanisfestasikan apabila dalam rumah tangga yang sakinah tersebut tercipta suasana yang jauh dari kekacauan atau konflik. Ketenangan merupakan representasi dari suasa hening dan tenang dalam rumah tangga tersebut—walaupun aku juga berfikir ini tidak berarti tidak ada dinamika di dalamnya. Perselisihan atau perbedaan akan selalu ada namun hal tersebut mampu ditangani secara baik sehingga tidak memunculkan benih kekacauan atau konflik yang tidak berkesudahan. Nah pertanyaan yang muncul dari argumen ini selanjutnya adalah “Bagaimana menangani masalah secara baik? Dan apa maksud secara baik tersebut?” Tentunya ini merupakan suatu permasalahan yang tidak gampang yang memerlukan suatu disiplin tertentu atau pemelajaran tertentu atau pembiasaan tertentu dalam hidup seseorang sehingga orang tersebut dapat memperoleh suatu keahlian dalam menyelesaikan setiap perselisihan. Salah satu penilaian yang paling bisa digunakan dalam permasalahan ini ada pada hati kita masing-masing terhadap perasaan kita sendiri. Artinya berhasil tidaknya penyelesaian yang terjadi ada pada suasana hati kita dan mereka atau suasanya hati aku dan kamu. Apakah hati kita sudah tenang dan hatimu sudah tenang? Demikian pertanyaan finalnya. Dengan demikian cara-cara yang dihasilkan oleh kita dalam menyelesaikan suatu perselisihan bisa menjadi bermacam-macam cara. Hal ini tidak terlepas pada realita bahwa apabila menyangkut persoalan hati maka logika situasi yang bekerja didalamnya bukan logika nalar matematis.

Selanjutnya yang dimaksudkan dengan Mawadah atau bahagia adalah suasana hati yang berlangsung secara keseluruhan dalam hidup rumah tangga kita. Suasana hati ini berlaku pada kedua pasangan yang melangsungkan pernikahan itu sendiri bukan hanya pada salah satu orang dari keduanya. Walaupun suatu ketika keduanya atau salah satu keduanya dilanda perasaan tidak bahagia atau susah namun apabila digeneralisasikan atau diambil perbandingan periode atau rentang waktu yang berlaku pada suasana hati mereka, menghasilkan suatu perbandingan yang positif ke arah kebahagian mereka berdua bukan ke arah ketidakbahagiaan. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana menciptakan kebahagiaan? Dalam hal tersebut jawaban yang muncul menjadi sangat beragam. Aku tidak akan menguraikannya lebih lanjut perkara ini karena akan memakan penjelasan yang panjang dan memerlukan sudut pandang filosofi yang cukup rumit dan selain itu, aku juga masih belum begitu yakin mengenai hal ini. Kalau anda, pembaca sekalian ingin mengetahui lebih jauh akan jawaban pertanyaan tersebut (atau minimal, salah satu atau beberapa penanganan masalah tersebut dari sudut pandang kognitif), aku sarankan untuk membaca buku karyanya Jalaluddin Rahmat yang berjudul Meraih Kebahagiaan. Sebuah buku yang akan merekonstruksi ulang cara pandang kita pada kata Bahagia itu sendiri.

Yang ketiga adalah Rohmah yang berarti kasih sayang. Berdasarkan penjelasan ibu, yang sebelumnya aku tanyai, untuk kata ini ia sedikit menambahkan penjelasan. Yang dimaksud kasih sayang disini tidak dimaksudkan sebagai interaksi antar sesama insan namun interaksi antara Tuhan dengan Insan. Maksudnya adalah Tuhan, sebagai sesuatu yang Maha Kuasa, memberikan Rohmatnya kepada kedua mempelai tersebut sehingga selalu dikarunia kasih sayangnya. Untuk penjelasan mengenai kasih sayang ini aku tidak memiliki kewenangan lebih jauh. Apalagi dengan menerka-nerka maksud dari kasih sayang ini. Ini diluar kemampuan analisisku karena konsep kasih sayang tersebut lebih berdasarkan pada aspek keimanan atau kepercayaan.

Demikianlah hasil pembacaanku serta pemahamanku mengenai ketiga kata yang sering terucap kepada mempelai yang baru saja melangsungkan persatuan hati secara legalnya.

Iklan

6 Responses to “Nikah Gratis: Sakinah Mawadah wa Rohmah”


  1. 1 Dino Kamis, 28 Juni 2007 pukul 11:27 am

    You teach me something today.
    Thanks..
    oh ya, salam buat ibu yang ngajarin kamu juga. Secara tidak langsung dia udah nyebar ilmu ke aku juga hehehe

  2. 2 shahrul Jumat, 22 Mei 2009 pukul 4:44 pm

    Ya, bagus sekali ulasan kamu mengenai sakinah, mawaddah wa rohmah. Ucapan yang bisa di indonesia barangkali, tapi jarang diucap di Malaysia.

  3. 3 iman Kamis, 25 Februari 2010 pukul 12:35 pm

    mba/mas saya mau ikutan dong nikah gratis………!

  4. 5 djois Jumat, 22 April 2011 pukul 6:20 am

    Ass Wr Wb,
    Tulisan ini membuat saya >mudeng, walaupun sering baca didalam surat undangan atau mendengar dalam sambutan2 suatu acara-acara pernikahan.Trias kata2 ini muadh2an bukan berupa “lips services ” bagi siapa yang membaca dan mendengarnya. tetapi benar2 terwwujud dalam kehidpan se-hari2……….amin, YBA.

  5. 6 djois Jumat, 22 April 2011 pukul 6:23 am

    Ass Wr Wb,
    Tulisan ini membuat saya >mudeng, walaupun sering baca didalam surat undangan atau mendengar dalam sambutan2 suatu acara-acara pernikahan.Trias kata2 ini mudah2an bukan berupa “lips services ” bagi siapa yang membaca dan mendengarnya. tetapi benar2 terwwujud dalam kehidpan se-hari2……….amin, YBA.

    wass,
    djois


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: