Woww! Gempa, gempa

Anda tentunya sudah mendengar berita hari ini mengenai gempa yang terjadi di Jogjakarta dan sekitarnya. Gempa yang terjadi kalau tidak salah sekitar pukul 6 pagi Waktu Indonesia Barat. Aku menjadi salah satu saksi dari kejadian tersebut. Inilah beberapa kesaksian yang bisa aku ungkapkan dari kejadian tersebut.

Pagi belum begitu naik. Mendung belum lagi terlihat di langit. Gunung Merapi masih cerah dengan semburan asap solfataranya yang tak seberapa. Anak sekolah masih mempersiapkan kepergiannya ke sekolah masing-masing. Mandi, makan pagi, pakai baju seragam, dll. Sedangkan para pekerja batu ditempatku belum beranjak ke tempat kerjanya. Hanya orang-orang yang menyambung hidup di pasar saja yang telah menggerakkan badannya menuju tempat kerjanya. Sedang aku sendiri, lagi kebelet mau buang hajat.

Di toilet selagi menunaikan kewajiban harianku tersebut, seketika itu bumi berguncang, suara denting gelas dan piring serta perabotan rumah tangga di rumahku bergemertak tak karuan. Getaran jendela kaca rumah menyuarakan kengerian gempa. Ruang toilet seakan-akan bergerak ke kanan dan ke kiri. Kakiku seakan-akan menjejak tanah yang labil. Seiring keterkejutan yang dirasakan tubuhku, muncul perasaan ngeri dan kalut dari dalam hatiku. Belum lagi sempat menuntaskan sisa fesesku dalam perutku aku pun hendak lari keluar dari dalam kamar mandi. Namun, sebelum sempat niatku terlaksana, gempa kemudian berhenti. Walaupun demikian gempa tersebut telah menghentikan naluri buang hajatku. Akupun bergegas keluar dari ruang toilet sesegera mungkin setelah aku membersihkan diri.

Diluar toilet, dentingan perabotan dapur belum berhenti. Ibuku berteriak-teriak histeris meminta semua orang keluar dari rumah. Listrik mati seketika. Kolam di depan rumah masih bergolak seakan-akan sebuah ember yang sedang diguncang-guncang. Air muncrat membahasahi setiap tepi kolam. Kesemuanya itu terjadi walau gempa sudah berhenti. Naluri rasioku mengatakan Gunung Merapi sedang meletus, demikian pula naluri rasio banyak orang di sekitarku. Berlarianlah orang melihat merapi di balik Kampung. Untuk sementara, naluriku mendapatkan buktinya. Gumpalan asap hitam turun dan bergulung-gulung dari puncak merapi. Menandakan muntahan lava dan wedhus gembel yang akan menyapu setiap yang dilintasinya. Banyak orang histeris. Banyak orang berdecak. Banyak orang berdebar.

Selang beberapa menit, muncul ruang komunikasi antar manusia. Paman dan Bibiku yang berada di Kalimantan serta Semarang yang memperoleh berita dari televisi menanyakan keadaan kami. Kami baik-baik saja di Muntilan, demikian jawaban yang bisa kami berikan. Aku sempat pula berkomunikasi dengan temanku di Jogja yang kemudian ia menyatakan bahwa di daerah Klaten Wonosari dan Purworejo banyak bangunan yang hancur. Tidak berapa lama kemudian muncul isu tsunami yang menggemparkan banyak orang di muntilan. Sebuah kepanikan memang sangat mudah memunculkan sebuah isu yang seringkali tidak merupakan hasil bukti yang kuat.

Hari ini, hanya melalui berita di televisi (listrik sudah kembali hidup), aku menerima berita bahwa ratusan nyawa melayang, ribuan orang terluka, kesemuanya itu kebanyakan berasal dari daerah Jogja bagian Selatan. Bantul dan sekitarnya mengalami kerusakan dan korban jiwa yang paling parah. Ternyata aku baru tahu kemudian bahwa guncangan gempa bumi bukan berasal dari meletusnya Gunung Merapi tapi Berasal dari dasar Samudra. Gempa itu bukan gempa vulkanik, melainkan gempa tektonik.

Alam bergejolak… Jiwa melayang… mungkin… inilah arti dari kehidupan…

Iklan

0 Responses to “Woww! Gempa, gempa”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: