Aku dan Setan Ideologi

Sewaktu mengikuti ritual sholat jumat, tiba-tiba aku disadarkan oleh perasaan dan pemahamanku terhadap apa yang sering kita namai agama atau ideologi. Sungguh sangat jelas dari dalam perasaanku aku mengalami ketakutan atau kengerian pada agama atau ideologi. Dalam imajinasiku tiba-tiba muncul arena perang dan aktivitas pembunuhan. Perang salib, ambon, bom bali, palestina, israel, dan beberapa bayangan yang lain muncul dihadapanku. Rasa takutku semakin mendalam dan mendalam. Ingatanku pada seorang temanku yang pernah menghujatkupun muncul. Aku semakin takut dan takut, bahkan sewaktu menulis tulisan inipun perasaan takutku tidak juga hilang. Aku tidak lagi mampu menyimak apalagi mengerti apa yang disampaikan oleh khotib shalat jumat tadi.

Sebuah ideologi atau agama memang sering memberikan api semangat kehidupan. Atau setidaknya memberikan sejuknya ketenangan. Akan tetapi sebagai manusia, aku masih ngeri membayangkan bagaimana ideologi atau agama itu dapat menjadi pengobar permusuhan dan pertikaian. Dari benak nalarku, tindakan tersebut bukanlah tidak bisa dimengerti, bahkan dari logika situasi pun aku bisa mengerti kenapa hal tersebut bisa terjadi. Klaim kebenaran antara yang satu dengan yang lain yang dibarengi oleh semangat perjuangan memperjuangkannya menjadikan pertikaian dan perkelahian itu bisa terjadi. Memang telah banyak orang yang menganut ideologi atau agama tertentu menyadari konsekuensi logis dari keyakinannya, sehingga secara lambat laun mereka mengembangkan apa yang sering kita namai dengan sikap toleransi. Membiarkan yang berbeda, menumbuhkan yang sama dalam kedamaian dan keselarasan hidup dan kehidupan mereka yang beda.

Segolongan kelompok selalu mengidentikkan pertikaian atau perkelahian ini pada suatu sikap fanatik terhadap ideologi atau agama yang dianutnya. Islam fanatik, kristen fanatik, budha fanatik, hindu fanatik, dan sebagainya merupakan penamaan dari kelompok-kelompok ini. Secara samar pun kelompok ini juga sering disebut sebagai kelompok fundamentalis atau puritan.

Balik ke masalah ketakutan yang kurasakan tadi. Dalam suatu kilatan pemikiran aku membayangkan andaikan di dunia ini tidak ada agama atau ideologi. Apakah dengannya pun pertempuran dapat dihentikan? Ternyata setelah merenung sebentar, jawabannya adalah “tidak”. Konflik yang terjadi yang memunculkan sebuah pertempuran memiliki kekayaan sebab musabab. Dari api cemburu sampai perebutan tanah. Dari utang uang sampai utang darah. Demikian seterusnya. Konflik muncul karena manifestasi aneka kehendak yang tak sama yang bertemu dalam realitas fenomena. Antara rasa satu dengan rasa yang lain. Antara emosi satu dengan emosi yang lain. Antara takut satu dengan takut yang lain. Mungkin juga, antara ketakutanku dengan ketakutan yang lain.

Aneka beda bersatu
Aneka rasa berpadu
Akankah ada damai?
Mungkin….

Iklan

7 Responses to “Aku dan Setan Ideologi”


  1. 1 etikesen Sabtu, 7 Juli 2007 pukul 9:34 pm

    apakah agama sama dengan ideologi? saya fikir tidak, kenapa?….
    apakah mungkin manusia hidup tanpa ideologi dan agama?……
    akankah tercipta kedamaian selama ideologi2 ini masih ada?
    dijaman ketika Islam menguasai Spanyol dan berjaya disana, Spanyol dikenal dengan Espanol tri religion, antara islam, kristen dan yahudi hidup dalam damai.
    pada masa apa yahudi mencapai kejayaannya? yahudi dihormati hak2nya? pada saat Islam diterapkan dimuka bumi

  2. 2 Joyo Sabtu, 7 Juli 2007 pukul 11:34 pm

    @etikesen

    kenapa musti kembali jauh2 kemasa lalu? lha memang di Indonesia sekarang, orang beda agama, beda ideologi, beda keyakinan, dilarang???

    Salam

  3. 3 etikesen Senin, 9 Juli 2007 pukul 10:01 am

    perbedaan itu hal alami mas, dari dulu sampe sekarang juga tetap ada perbedaan, mau beda monggo… pertanyaannya adalah sistem apakah yang bisa menjamin bahwa perbedaan2 itu tidak menimbulkan pertikaian dan konfilk? idologi manakan yang jika ideologi itu manguasai dunia lalu dunia ini menjadi damai? ideologi yang menjanjikan kedamaian

    he he he… gak ada satupun sistem yang bisa menjamin timbulnya pertikaian dan konfik… itu dalam pikiran saya… lalu harus bagaimana? ah saya juga tidak tahu …

  4. 4 etikesen Rabu, 11 Juli 2007 pukul 10:20 am

    ga tau melulu, ga tau apa pura2 ga tau???

    emang gak tahu kok…:cry:

  5. 5 Joyo Kamis, 12 Juli 2007 pukul 10:28 pm

    @etikesen

    Dari beberapa tulisan singkat yg anda tulis saya menyimpulkan anda muslim. Dan kemungkinan besar anda akan mempromosikan Islam sbg solusi atas permasalahan manusia dan alam. pertanyaan saya:
    Apakah kedamaian ada/ timbul dalam payung besar islam? bagaimana dg pertikaian Sunni Vs Syiah yg sudah merugikan harta, nyawa, dan masa depan kehidupan? Kita blm bicara masalah pertikaian antar idoelogi/kelompok ideologi lho.

    Bagi saya ideologi hanyalah sebuah ide diatas kertas, tetap saja yg implementasikan dan kendalikan manusia..dimana dalam dunia industri (misalnya industri electronics) yg lingkungannya (temperature, humidity, resistivity, movement, air, water) dikendalikan secara ketat saja Human Error = never ending problem.

    btw, pendapat pribadi saya, Arab Saudi yg skr telah menerapkan syariat Islam itu damai bukan karena penerapan Islam nya tapi karena mereka makmur mas, kenapa makmur jg bukan karena penerapan Islam tapi krn minyak.

    Salam

    Salam

  6. 6 etikesen Minggu, 15 Juli 2007 pukul 9:22 pm

    betul mas, saya muslim dan berusaha untuk berislam secara totalitas. berislam secara totalitas berarti berislam dalam ibadah ritual maupun ibadah sosial, dalam arti yang lebih konkrit, saya menjadikan islam sebagai agama dan ideologi.
    islam ideologis telah lenyap sejak 1924, dan munculnya pertikaian sunni syiah di irak maupun konflik atau sengketa di negeri2 muslim lainnya adalah setelah 1924, kalau ingin lebih berhati2 mungkin beberapa tahun sebelum 1924. pasca 1924 yang ada hanyalah islam sebagai agama ritual, sementara ideologi yang memenangkan pertarungan pasca 1924 adalah ideologi kapitalis sekuler (kita ingat, di dunia ini hanya ada 3 ideologi: Islam, kapitalis-sekuler, dan komunis-sosialis).

    nyuwun sewu mas suluh, tidak bermaksud untuk memprivatisasi blognya mas suluh menjadi wadah diskusi saya dan mas joyo, mboten nopo2 toh….

    “Bagi saya ideologi hanyalah sebuah ide diatas kertas” itu kata mas Joyo. bagi saya ideologi yang memenangkan peperangan telah menentukan hitam, putih, merah, biru dan abu2nya dunia. bagi saya, ideologi juga menentukan syariah islam seperti apa yang diberi kesempatan untuk diimplementasikan. gambaran penerapan syariah islam di arab saudi saat ini ketika yang memimpin dunia adalah ideologi kapitalis sekuler tentu berbeda dengan gambaran penerapan syariah islam di arab saudi ketika yang memimpin dunia adalah ideologi islam.

    bagi saya ideologi adalah fondasi kehidupan saya. gimana mas joyo dan mas suluh?


    bagi saya ideologi adalah…. gak ngerti… bingung !!! :cry:

  7. 7 asma Selasa, 21 Agustus 2007 pukul 5:47 pm

    Yang bikin semuanya menjadi kacau adalah ideologi, karena secara pemahaman agama merupakan kedamaian.
    Tapi ideologi yg semakin membuat kita, terus memikirkan pengen damai tapi dengan tidak damai.
    Gmn bisaaaaaaaaaa?
    Di Islam sendiri punya aturan yg jelas, dari cara hidup sampai matipun ada aturannya. Gimana g keren? :)
    Makanya dalam sesuatu itu mau hitam atau putih????????????
    Memang semua masalah pasti ada sebab musababnya. Dan untuk itu kita harus mencari solusi untuk itu, Iya G?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: