Kebahagiaan dalam Pikiran Mulyadi Kertanegara

Kebahagiaan menurut ku setidaknya merupakan kondisi dimana kita mengalami perasaan senang, puas, gembira, nikmat dan perasaan-perasaan yang sejenis dengan hal itu. Mengalami sesuatu berarti kita telah melalui sebuah tahapan proses yang memerlukan periode waktu tertentu. Kita kadang mengalami kebahagiaan tetapi terkadang kita juga jatuh pada keadaan yang menyedihkan. Karena kebahagiaan adalah mengalami bahagia maka kebahagiaan juga merupakan sebuah fungsi dari waktu. Kebahagiaan memiliki periode-periode dan syarat-syarat tertentu.

Kalau kebagiaan tersebut merupakan sebuah ultimat goal bagi kehidupan manusia maka dimana kita mencari kebahagiaan. Kebahagiaan adalah zona tertentu dalam kehidupan manusia. Kebahagiaan bisa timbul dan tenggelam. Yang bisa kita lakukan adalah memperbanyak zona atau memperpanjang periode kebahagiaan tersebut. Lebih jauh lagi agar periode atau waktu bahagia bisa kita munculkan lebih banyak dan semakin banyak.

Menurut Mulyadi Kertanegara, kebahagian ada beberapa tingkatan atau jenjang. Jenjeng pertama adalah kebahagian fisik atau sensual. Kebahagiaan ini diperoleh apabila tubuh kita menemuai kepuasaan ketika diberi stimulus dari luar. Misalnya apabila kita lapar dan kita mendapatkan masakan yang enak dan menyenangkan maka kita akan sangat puas serta merasakan kenikmatan. Periode yang dimiliki oleh kebahagiaan semacam ini biasanya singkat atau tidak bertahan lama. Termasuk jenis ini adalah kesenangan kita apabila kita mendapatkan harta atau kekayaan. Sering kita dengar orang-orang berkata “ kalau kita kaya sih kita pasti bahagia”.

Kebahagiaan tingkat kedua adalah kebahagiaan mental. Kita tidak hanya merasa senang dengan makanan tetapi kita juga bisa menikmati indahnya alunan lagu yang merdu atau indahnya goresan tinta seorang pelukis. Kita bisa demikian terhanyut dengan sebuah lagu dan terkagum-kagum dengan lukisan yang ada di depan kita. termasuk juga film. kebahagiaan ini tidak kalah dengan kebahagiaan fisik. Periodenya juga bisa lebih lama dari kebahagiaan fisik. Kalau kita makan dan sudah kenyang maka kita tidak lagi bisa menikmati makanan yang lezat. Tetapi kita bisa memandangi dan mendengar bermenit-menit bahkan berjam-jam.

Tingkat berikutnya adalah kebahagiaan intelektual. Kebahagiaan intelektual merupakan kebahagiaan yang diperoleh dari ilmu pengetahuaan. Orang-orang yang suka mencari ilmu pengetahuan bisa berhari-hari bahkan berbulan-bulan menikmati asiknya mencari pengetahuan baik itu dari buku maupun dari sumber lain. Kebahagiaan ini tidak ada habisnya karena ilmu tidak ada habisnya digali dan dicari.

Jenjang berikutnya adalah kebahagiaan moral. Tingkatan ini merupakan penyempurna dari kebahagiaan intelektual. Orang akan semakin bahagia apabila pengetahuan teoritisnya yang ia telah cari dan gali bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena kita secara fitrah lahir dengan potensi kebaikan maka manusia cenderung untuk berbuat baik. Hati nurani selalu mengikuti kemana ia pergi. Ketika ia mengetahui bahwasanya berbuat baik itu baik, maka ia tidak berhenti disana saja. Ia harus menjalankan sifat baik itu ke kehidupannya dan dijadikan karakter maupun kepribadiaanya. Sehingga ia akan semakin bahagia dengan hidup yang ia jalani. Tidak cukup mengetahui bahwa jujur itu baik tetapi ia harus membumikannya ke dalam dirinya dan menjadi sifatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Karena sifatnya yang merupakan penyempurna dari kebahagiaan intelektual maka bukan periode waktu yang diperpanjang tetapi intensitas rasa atau intensitas kebahagiaan yang akan semakin tinggi apabila jenis ini dapat dilakukan. Seperti kata pemikir besar Iqbal, hidup tidak bisa dibangun dengan konsep demi konsep. Hidup perlu dibangun dengan kerja.

Iklan

3 Responses to “Kebahagiaan dalam Pikiran Mulyadi Kertanegara”


  1. 1 etikesen Sabtu, 21 Juli 2007 pukul 12:49 pm

    apa yang sudah mas suluh dalam mendapatkan kebahagiaan intelektual? sudahkah dibangun dengan kerja? apakah konsep yang mas suluh hasilkan sudah diimplementasikan dalam kehidupan? apa manfaatnya untuk orang lain?

  2. 2 ali_mursyid2002@yahoo.com Minggu, 20 Maret 2011 pukul 11:37 am

    Trimakasih atas dipampang tulisan ini di sini. Kebetulan saya sedang menjadi mahasiswa S3 yang diajar Tashawuf oleh Pa Mulyadi. Ini polanya mirip konsep kebahagiaan dalam kitab Kimia Sa’adah karya Imam al-Ghazali, tetapi saja kategori-kategorinya sedikit berbeda. Mohon izin saya copy yah…..

  3. 3 John Sabtu, 15 Agustus 2015 pukul 12:42 pm

    Info sangat menarik, sukses ya mas.. , Adrianne


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: