Tuhan dan Alam

Sering kali dikatakan bahwa Tuhan yang abadi menciptakan dunia dan alam semesta yang berubah. Bagaimana sesuatu yang abadi bisa menciptakan sesuatu yang berubah. Dengan demikian keabadian itu sendiri hilang bersama dengan penciptaan yang berubah. Tuhan berarti merupakan sesuatu yang tidak abadi ketika ia menciptakan alam yang tidak abadi ini. Perdebatan mengenai hal ini telah menjadi bahasan atau obyek pembahasan yang tidak pernah surut dari perdebatan teologi keagamaan.

Iklan

5 Responses to “Tuhan dan Alam”


  1. 1 SekarNitiSastro Senin, 11 Juni 2007 pukul 11:01 pm

    bagaimana kalo Tuhan adalah Alam itu sendiri?
    saya bisa hidup tanpa membaca kitab2 suci agama2 formal
    saya bisa hidup tanpa menjalankan ritual2 keagamaan apapun
    saya bisa hidup tanpa pergi ke tempat2 yang disucikan agama2 formal
    tapi
    bisakah anda hidup tanpa oksigen, oksigen, karbon dan teman2nya?
    bisakah anda hidup di ruangan yang bertekanan > tekanan darah anda?
    bisakah anda hidup di ruangan yang suhunya > suhu tubuh anda?
    bisakah anda hidup?

    komentarmu kok ra nyambung sih gill :d… aku wis bahas kuwi nang tulisanku sing liyane… di search wae… wis tak singgung sithik2 :D

  2. 2 etikesen Sabtu, 7 Juli 2007 pukul 9:41 pm

    pembahasan klasik yang terus meracuni pemikiran kaum muslimin. pembahasan ini banyak dibahas dalam buku2 filsafat yang ditulis oleh ibnu sina. sementara itu, ibnu sina sendiri juga hanya mengutip filsafatnya …kalo nggak salah aristoteles dan teman2 semasanya, teori emanasi. walaupun ibnu sina seorang muslim dan mendapatkan julukan filosof muslim, tapi pemikiran ibnu sina tersebut bukanlah pemikiran atau filasafat islam karena dibangun berdasarkan pemikiran yang salah, pemikiran yang seebnarnya diluar jangkuan akal manusia, pemikiran khayali

    wah ide tuh racun ya? aduhhhh… jadi takut saya…. ngeriiii…. hiiiii…. kayak liat harimau lapar mau memangsa saya… saya lebih takut mati dimakan harimau kali ya….

  3. 3 etikesen Senin, 9 Juli 2007 pukul 9:22 am

    hahahahaha….apa yang saya maksud dengan bahwa filsafat meracuni pemikiran kaum muslimin adalah bahwa filsafat telah membawa kaum muslimin untuk memikirkan hal2 yang tidak perlu difikirkan, bahkan mungkin tidak mungkin terfikirkan, karena yang difikirkan itu adalah sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh panca indera. memikirkan wujud Allah, memikirkan wujud tuhan, memikirkan bahwa tuhan mempunyai sifat yang sama dengan makhluk, lha kalo tuhan sama dengan makhluk lalu apa bedanya tuhan dengan makhluk?
    sampai botak pun, sampai mati pun, sampai kiamat pun, kita manusia tidak pernah dan tidak akan pernah sampai pada keyakinan bentuk tuhan itu seperti apa, karena tuhan memang tidak bisa dibayangkan bentuknya dan juga sifatnya.
    kita manusia hanya mampu berfikir pada tataran bahwa Tuhan itu ada, tuhan itu satu, tuhan tidak sama dengan makhluknya. itu saja, selanjutnya ketika kita sudah meyakini hal tersebut, maka yang ada adalah ketundukan, ketaatan dan kepasrahan. tentunya ini tidak berartikan mematikan potensi akal manusia, karena banyak area yang membutuhkan kecerdasan akal manusia, ide2 cemerlang yang lebih riil lebih aplikatif untuk kesejahteraan dan kedamaian umat manusia.
    lalu apakah ide masih kelihatan seperti harimau??? hihihihihi…..jawabannya ada pada mas suluh sendiri

    jawabnya apa ya? ah kok bingung ya saya? gak tahu ah…

  4. 4 nuragus Sabtu, 21 Juli 2007 pukul 10:49 pm

    Tuhan dan Alam
    Filsafat meracuni umat Islam?
    Bagaimana jika dikatakan justru Agama yang mencandui umat manusia. Dengan Agama manusia merasa ada di jalan yang benar, menganggap dirinya benar, seringkali menganggap bahwa yang tidak sependapat dengannya adalah salah dan sesat, dan karenanya boleh dilakukan apa saja (mendiskreditkan, memukul, mengusir, bahkan membantai) karena yang berbeda itu dianggap menyalahi aturan suci Tuhan(Agama).

    Konsep dogmatis kebenaran agama tidak memperbolehkan seseorang untuk berfikir dengan sudut pandang orang di luar Agama tersebut, apalagi berfikir dengan sudut pandang orang yang dianggap “musuh” oleh Agama.

  5. 5 joyo Sabtu, 21 Juli 2007 pukul 11:55 pm

    jadi inget sama jawaban Einstein pas ditanya apakah dia percaya Tuhan??
    jawabnya “”I believe in Spinoza’s God who reveals himself in the orderly harmony of what exists, not in a God who concerns himself with the fates and actions of human beings.”

    kita bagian dari alam, alam adalah tuhan, maka kita bagian dari tuhan, betul??

    salam harmoni :)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: