Yang Satu yang mensatu-satu

Ada sesuatu yang menarik dan juga mendebarkan bahkan mengguncangkan setiap kali kita bertanya dan ditanya mengenai Yang Mutlak. Mungkin karena sifatnya yang tak terjangkau, juga karena Ia tidak serupa dengan apapun justru yang membuatnya tak akan pernah bisa disentuh dengan penafsiran apapun juga. Akhirnya yang tersisa hanya sebuah tafsir yang tidak lagi ilahiah justru yang ada hanya tafsir tuhan yang manusiawi. Dan tafsir yang manusiawi tentu saja tidak lagi satu melainkan sejuta dari satu itu. Sebanyak manusia itu sendiri.

Mendebarkan dan mengguncangkan itu terjadi apabila Yang Satu yang menjadi pemahaman dan keyakinan kita bertemu dengan Yang Satu yang menjadi pemahaman dan keyakinan yang lain. Disini, kita mau tak mau harus saling beradu dan berbentur. Akhirnya keyakinan kita pun menjadi tanya? Benarkan ia sesuatu yang benar? Jika kita masih juga tuli tak mau mendengar Yang Satu dari yang lain akhirnya kita pun terjebak dalam penjara fanatisme. Yang lainpun menjadi yang kafir. Yang kafir pun harus dimusnahkan.

Suatu waktu jika tanya itu menjadikan yakin kita jadi ragu kita pun akan berpikir bahwa ternyata Yang Satu ketika ia berada dalam dunia manusia ia tidak lagi menjadi Satu melainkan Satu yang mensatu-satu. Satu yang berbeda dan beragam. Dari sinilah mungkin kita tidak lagi menyebut Yang Lain kafir. sebuah kedamaian antara yang lain dan aku mungkin bisa terwujud. Toleransipun berkembang. Dan yang pasti kita bisa menikmati kebahagiaandan keimanan kita tanpa rasa takut dan cemas

Akan tetapi dunia itu memang tidak satu wajah dan warna. Yang kafir dan Yang-lain akan selalu ada dan berada. Hanya mana yang akan mendominasi wajah bumi ini. Aku harap yang damai akan selalu menang. Bukankah ini inti kita menjadi manusia dan menjadi beda dari makhluk-makhluk ciptaan Yang Satu itu?

Iklan

4 Responses to “Yang Satu yang mensatu-satu”


  1. 1 etikesen Sabtu, 7 Juli 2007 pukul 9:43 pm

    diskusi sama mas suluh kayaknya seru deh, lain kali disambung yo mas

    kayaknya anda salah menilai saya mengenai hal ini. saya bukan teman diskusi yang seru dan bagus terutama bagi anda mbak etikesen… saya dan anda titik tolaknya sudah bersebrangan…

  2. 2 etikesen Senin, 9 Juli 2007 pukul 10:03 am

    titik tolak bisa berbeda, kalo tujuannya sama gimana? bisa bertemu kan? kecuali kalo tujuannya berbeda. saya rasa kita sama2 sedang mencari kebenaran, betul nggak?

    kalau berbeda gimana? hayooo :D

  3. 3 etikesen Rabu, 11 Juli 2007 pukul 10:19 am

    kalo berbeda, ya siapa tau ditengah jalan ada yang tersesat ke jalan yang benar hehehe….

    weleh weleh…

  4. 4 etikesen Minggu, 15 Juli 2007 pukul 8:57 pm

    aku tersenyum mas, tapi aku kok gak bisa nongolin simbol senyum ya, yang kayak punya mas suluh tu lohhh, yo wis simbolnya gini aja deh :)

    ketik : terus D jadi :D


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: