Pemelajaran ala Bayi

Menjadi bayi mungkin merupakan kondisi dimana pembelajaran diri mengalami puncak keemasan dari kehidupan manusia. Maka tidaklah salah jika para psikolog mengatakan bahwa apa yang kita pelajari dan kita alami semasa masih bayi akan sangat menentukan bagi perkembangan kita di masa dewasa baik itu perkembangan psikologis maupun kognitif kita. Merupakan puncak keemasan dikarenakan hampir tidak ada rangsangan negatif dari lingkungan sekitar kita ketika kita memulai sebuah pemelajaran. Ambilah contoh pemelajaran bayi ketika akan berdiri. Berapapun bayi tersebut mencoba berdiri dan kemudian gagal dan gagal lagi tidak ada seorangpun di sekitar kita yang akan mengatakan atau memberik komentar yang negatif. Tidak ada kata “Kamu gak becus!”. Tidak ada kata,”Kamu memang bodoh!”. Tidak ada kata,”Kamu idiot!. Dan sebagainya sebagainya.

Berapapun kali bayi jatuh ia tidak akan memiliki konsep diri yang negatif seperti rasa tidak percaya diri, perasaan aku tidak akan pernah bisa berdiri, perasaan aku tidak berharga, perasaan malas dan sebagainya. Yang dapat menghentikan proses pemelajaran berdiri tersebut hanyalah kelelahan dan kecapekan yang menyergap indera syaraf yang dimilikinya.

Inilah kelebihan dari pemelajaran yang dimiliki oleh bayi dibandingkan kita orang dewasa. Alangkah nikmat dan enaknya jika setiap pemelajaran yang kita lakukan dapat dilakoni layaknya seorang bayi yang sedang belajar berdiri. Semua orang yang ada disekeliling kita akan memberikan dukungan tanpa pamrih. Alangkah cepat dan lincahnya kita jika kita berada dalam kondisi seperti bayi.

Berapa banyak ketrampilan dan keahlian yang seharusnya dapat kita peroleh ternyata kita buang sia-sia dikarenakan konsep tidak percaya diri dan memandang diri kita tidak mampu dan input negatif dari orang-orang dewasa di sekitar kita. Berapa banyak pengalaman yang kita lewatkan karena sikap negatif yang terus kita gunakan dalam pemelajaran kita ini. Alangkah sangat disayangkan jika setiap potensi yang ada pada manusia terbuang sia-sia dikarenakan kita tidak mempunyai sikap seperti bayi yang sedang belajar berdiri tersebut.

Dari sini kita bisa belajar bahwa setiap individu manusia memendam potensi diri yang sangat besar dan tak terbatas untuk ditumbuhkan dan dikembangkan. Melalui pengamatan kita terhadap tumbuh dan berkembangnya seorang bayi kita bisa mengambil sikap bahwa sewaktu kita memulai sebuah pemelajaran tentang apapun kita harus berubah dan menjadi seorang bayi mungil dan kecil yang sedang belajar berdiri. Maka saya yakin kita akan memperoleh dan mencapai apa yang kita inginkan pada pemelajaran itu sendiri bahkan sangat mungkin kita melampaui apa yang dapat kita bayangkan tentang diri kita sendiri. Semoga bermanfaat.

Iklan

0 Responses to “Pemelajaran ala Bayi”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: