Maafin aku ya Wen, Maafin aku ya Tik…

Kelimpahan perasaan dan emosi yang melekat dalam diriku seakan-akan ingin aku ungkapkan dan curahkan ke jagat raya ini. Namun aku juga sadar bahwa beraneka dan macam serta maha kayanya emosionalitas yang aku miliki tidak akan terekam oleh media apapun. Semenit lalu aku berasa bahwa setiap emosi yang aku rasakan adalah sesuatu hal yang sangat berharga. Entah itu sedih bahagia menangis atau tertawa. Setiap penghikmatan atas kesadaran emosionalitasku tersebut aku rasakan merupakan esensi dari jiwa dan rohku atau setidaknya inti dari entitas diriku. Aku jadi teringat kejadian tadi malam.

Sabtu malam hari, ketika Inggris mulai melawan Portugal di German, aku mengalirkan airmata karena seorang wanita. Sebuah perasaan yang aneh muncul dari dalam dadaku seiring dengan pesan sms yang terlahir dari seorang perempuan. Perempuan yang sudah cukup umur namun masih gelisah mencari pasangan hidup. Ada kesan pasrah di kalimatnya. Entahlah ki, mungkin saja aku gak akan menikah..he he he. Seperti itulah ia berkata padaku. Sedetik setelah membaca smsnya aku merasakan kegelisahan dan kesedihan, seolah-olah kegelisahan dan keputusasaan yang dia rasakan tercopi ke dalam hatiku. Tak terasa air mata mengalir di pelupuk mataku. Aku seperti seorang perempuan yang merindukan belaian kasih seorang suami. Setumpuk nilai masyarakat yang melingkari hidupku turut menambah kegelisahan dan kesedihan itu. Orang tua, tetangga, adik, kakak, dan sebagainya muncul dalam bayangan beribu hantu yang meminta pernikahan secepatnya.

Semenit kemudian aku teringat dengan seorang teman wanitaku yang lain yang belum lama kita membahas persoalan yang sama. Dan sekali lagi waktu itu aku juga menangkap kegelisahan dan kepasrahan dari dirinya. Ternyata merencanakan pernikahan tidak semudah merencanakan kelululusan…. kita ingin memilih dan ingin dipilih sesuai dengan pilihan kita… namun pada akhirnya (mungkin) kita harus dipilihkan juga… Timbul rasa bersalah yang teramat dalam dari hatiku sebagai seorang pria. Andai saja aku bisa memenuhi keinginan kalian… maafin aku ya Wen… maafin aku ya Tik… aku tak berdaya sebagai seorang teman…. mungkin juga sebagai seorang sahabat…

Begitu dalamnya perasaan sedih dan pasrah yang singgah ke hatiku karena pemaknaan atas kegelisahan teman-temanku tersebut seolah-olah kurasakan dan kusadari telah membebaskan diriku dari belenggu sosial sebagai seorang lelaki.. Belenggu yang menghunjam jiwaku selama ini. Anda tahu belenggu itu? Ya.. belenggu itu adalah setan kata-kata “lelaki dilarang menangis. Menangis hanya milik perempuan”. Sedetik setelah menuliskan belenggu ini aku jadi teringat Morie (baca Selasa Bersama Morie, tulisan Mitch Albom) sewaktu dia berkata,”Ah, Mitch, aku akan mengendurkan saraf-sarafmu. Pada suatu hari, aku akan menunjukkan bahwa menangis bagi seorang pria bukanlah sesuatu yang tabu.” Betapa melegakan kata kata ini.

Lalu… hari ini aku sekali lagi disadarkan oleh pengalaman.. betapa kayanya emosi yang kita miliki.. dan betapa indahnya andai diselami.. Lalu kenapa harus takut untuk menangis? Tidakkah menangis itu seksi. Tidakkah menangis itu indah.. Ya karena darinyalah kita bisa menjadi manusia….

Iklan

1 Response to “Maafin aku ya Wen, Maafin aku ya Tik…”


  1. 1 aik Rabu, 22 Agustus 2007 pukul 1:50 pm

    andai saja semua manusia entah dari apapun orangnya, dari suku bojes, suku kurdi, suku jawa, suku india, amerika, kutub utara, kutup selatan bisa memahami dan mengungkapkan perasaan yang seperti… pastilah rame akan teriakan hati bagi mereka yang menungkapkannya.
    andai saja suatu perasaan seperti itu bisa kita rasakan setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, setiap bulan, setiap tahun, malam, pagi, siang, sore, ketika kita sadar, ketika kita tidur… dan kita TIDAK LUPA. Pastilah kita akan tahu! siapa diri kita ini…
    Pertemuan tulang rusuk dan tulang sulbi yang kemudian di pertemukan hingga mewujudkan manusia … itulah ke-esaan-Nya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: