Melantur Tak Jelas

Tiba-tiba aku tak lagi mampu membedakan “yang ada” menjadi dunia-dunia sekunder semisal.. dunia empiris atau yang lainnya. Aku pun tak lagi yakin atau memiliki keyakinan yang pasti bahwa “yang ada” seperti yang dikatakan oleh Kant dibagi menjadi dunia fenomena dan dunia noumena. Segalanya adalah “yang ada”. Oleh sebab itu segalanya adalah “satu”. Satu dalam artian bahwasanya satu tidak memiliki hubungan dengan konsep yang banyak. Saya selalu saja dihantui oleh ketidak mengertian ketika membicarakan dunia empiris dimana hukum sebab-akibat berlaku. Dengan dunia saya sendiri yang memiliki konsep-konsep dan kategori-kategori moral yang memiliki konsekuensi bahwasanya hukum sebab-akibat di dunia empiris tersebut lenyap oleh kehendak kita. Konsep-konsep dan kategori-kategori moral hanya berlaku apabila kita memiliki pilihan, yang dalam hal ini kita memiliki kehendak bebas. Oleh sebab itu ada suatu sifat yang saling bertentangan antara yang berkehendak bebas dengan yang bersifat kausalitas. Kehendak bebas mengandaikan bahwa suatu peristiwa atau tindakan muncul dari kehampaan. Sedangkan kausalitas mengandaikan bahwa suatu peristiwa atau tindakan muncul dari sebab-akibat yang abadi. Kant telah mengatakan atau memberikan argumennya bahwasanya kejadian ini atau konsep kehendak bebas maupun kausalitas seakan-akan tak dapat kita singkirkan. Kebermaknaan akan hal tersebut merupakan esensi dari kehidupan kita. Namun demikian sebagaimana Kant mengatakan bahwa kita akan menemui antinomi (jalan buntu) ketika memikirkan waktu maupun ruang common sense, maka saya juga dapat mengatakan bahwa kausalitas maupun kehendak bebas tidak akan pernah terpahami oleh penalaran kita. Butuh revolusi einstein dalam memandang kehendak bebas maupun kausalitas untuk memahaminya secara lebih baik (tidak berarti benar) sebagaimana ruang dan waktu yang dipahami oleh einstein, walaupun hal ini masih dapat diperdebatkan.

Schopenhauer sudah mencoba menjelaskan hal tersebut melalui penerusannya atas prestasi Kant dalam membedakan dunia noumena dan dunia fenomena. Banyak sekali pemahaman atau penjelasan dari Arthur yang membuat diri saya mampu menghaturkan terima kasih kepadanya, akan tetapi masih saja tersisa berbagai celah dalam pemikiran Arthur. Saya kemudian sadar bahwa ada kemungkinan bahwasanya pemahaman kita atas dunia tidaklah mampu diartikulasikan dalam bentuk proposisional ataupun bentuk argumentasi rasional melalui bahasa kata. Pemahaman secara khusus sering kali tidak mampu kita ungkapkan dalam kata-kata. Mungkin saja ada suatu media yang lebih baik dalam memahami dunia ini tanpa melalui argumen proposisional yang menghendaki penggunaan bahasa kata. Seni saya yakin bisa menjadi alternatif yang lain atas upaya pemahaman kita. Dengan demikian saya memiliki suatu kepercayaan sementara bahwasanya sebuah pemahaman bukanlah milik pengetahuan konseptual atau proposisional. Pengetahuan seperti ini hanyalah sebuah upaya memanisfestasikan atau mengartikulasikan pemahaman kita dalam sebuah media. Dengan demikian ia hanyalah merupakan alat atau upaya penerjemahan dari pemahaman kita atas dunia ini. Kita jika ingin memahami dunia kita maupun diri kita sendiri harus membangun atau melebarkan penggunaan alat ini tidak hanya pada media bahasa namun dengan media yang lainnya yang ada dalam diri kita. Memaksimalkan potensi dari indera kita dalam memahami dunia, entah itu dari panca indera kita maupun dari penalaran kita. Walaupun untuk hal ini kita juga mengalami suatu kebuntuan pada kepercayaan atas indera kita sendiri sebagamana telah dikemukakan oleh Hume. Jalan buntu Hume setidaknya harus kita sikapi bukan sebagai suatu lonceng kematian tetapi lebih baik kita sikapi sebagai sebuah tantangan untuk memberikan suatu upaya pemahaman kita atas dunia dan diri kita sendiri dalam batas-batas jalan buntu hume itu sendiri. Ah kenapa juga dunia ini selalu saja menjadi misteri… Selalu saja diri ku sendiri juga menjadi misteri.. Siapapun yang merasa mengetahui atau mengikrarkan diri bahwa dirinya mengetahui dan memahami secara jernih dunia dan dirinya sendiri, aku yakin merupakan seorang pembual dan penuh kebohongan dan omong kosong. Dunia kita tidak akan pernah terpahami sebagaimana kita sendiri juga tak akan pernah terpahami. Kita memang bisa menghimpun bermilyar milyar pengetahuan tapi kita tak akan pernah dapat memahami dunia sebagai keseluruhan. Kita itu nyaris tidak tahu apa apa.

Jika ada seseorang yang membaca tulisan ini dapat memberikan suatu argumen yang rasional atau setidaknya memberikan sebuah cara pandang yang lebih baik walaupun tidak lebih benar atas dunia dan diri saya sendrii, saya dengan kerendahan hati menghaturkan beribu-ribu terima kasih.

Iklan

6 Responses to “Melantur Tak Jelas”


  1. 1 etikesen Senin, 16 Juli 2007 pukul 1:01 pm

    ngapunten mas suluh, tadi saya sudah ngasih komen lumayan panjang, lah ujug2 tidak angin tidak ada hujan lha kok mati lampu, ini namanya qodlo.
    aha saya jadi bersyukur dengan kejadian ini, sepertinya Allah memang sengaja membuat tulisan di layar komputer lenyap begitu saja sebagai prolog atas komentar saya. contoh yang bagus dan nyambung dengan pembahasan kita.
    baiklah saya kasih komentar dengan pengetahuan saya yang sangat terbatas dan dengan mencoba mengingat2 kembali komentar saya yang telah saya tulis sebelum mati lampu. semoga tidak mati lampu lagi…
    kok aku jadi lupa memulai ya…
    ok, sepertinya begini…
    ah, kok aku jadi kehilangan gairah menulis ya….
    ah, harus dilawan
    ok
    aku tidak mengenal kant, hume dan filosof2 kontemporer maupun filosof lainnya, aku hanya pernah sedikit membaca mengenai pemikiran plato, aristoteles, socrates, decrates, dan sedikit filosof sebelum abad masehi lainnya, itupun sudah lama banget dan aku sudah lupa apa isinya.
    saya juga tidak mengerti apa yang mas suluh maksudkan dengan kehendak bebas dan kausalitas, apatah lagi memahami maksud kant dan hume mengenai kehendak bebas dan kausalitas.
    tapi kalo boleh menduga apa yang mas suluh maksudkan, saya menduga bahwa apa yang mas suluh maksdukan itu terkait dengan apakah benar kalo yang mas suluh maksud itu adalah pembahasan mengenai apakah manusia mempunyai kebebasan dalam menentukan pilihan perbuatannya ataukah manusia tidak mempunyai kemampuan apapun, manusia tidak mempunyai pilihan, manusia dipaksa untuk melakukan perbuatan tertentu?
    kalo dugaan saya itu memang benar, pembahasan semacam ini sudah pernah dibahas oleh ahli kalam yang hidup pada awal peradaban islam. pembahasan ini tentu saja sudah terpengaruh filsafat india, yunani dan persia, namun tidak separah pemikiran yang dihasilkan oleh filosof2 yang beragama islam. para ahli kalam mendasarkan pandangannya pada padangan islam, mereka hanya menggunakan filsafat sebagai alat pembedah. berbeda halnya dengan filosof yang beragama islam, dimana mereka menelan mentah2 apa yang datang dari filosof barat.
    dan kalo dugaan ku benar, maka pembahasan ini adalah pembahasan mengenai qodlo dan qodar.
    pandangan dalam ilmu kalam dalam memandang perbuatan manusia bisa dibagi menjadi 3 yaitu qadariyah, jabariyah dan ahlu sunnah wal jamaah.
    qadariyah memandang bahwa manusia mempunyai kebebasan yang sebebas2nya dalam memilih dan menentukan perbuatannya, qadariyah juga disebut dengan mu’tazilah yaitu aliran dalam ilmu kalam yang memandang bahwa manusia telah dikarunia akal dan mereka meyakini bahwa akal bisa menentukan apa yang baik dan buruk, apa yang benar dan salah, dan apa yang terpuji dan tercela. disini, peran dogma tidak begitu kelihatan.
    jabariyah memandang bahwa apa yang terjadi pada makhluk adalah suatu paksaan, manusia tidak mempunyai pilihan perbuatan. manusia diibaratkan sebagai kapas yang terbang sesuai dengan arah angin bertiup, oleh karenanya jabariyah disebut juga sebagai fatalistik. mau masuk surga mau masuk neraka semuanya sudah ditentukan oleh Allah.
    sedangkan ahlu sunnah wal jamaah, mereka berusaha untuk mengkompromikan pandangan jabariyah dan qodariyah.
    aku sendiri memahami bahwa pembahasan mengenai perbuatan manusia terkait dengan pembahasan qodlo dan qodar. sebenarnya qodar lebih cenderung masuk pada pembahasan mengenai obyek atau benda. qodar sendiri berarti potensi, khasiyat, atau kandungan, tapi yang lebih umum digunakan adalah khasiyat. api mempunyai khasiyat membakar, pisau mempunyai khasiyat mengiris, manusia memiliki potensi: kebutuhan bilologis dan naluri (naluri mempertahankan diri, naluri meneruskan keturunan, naluri mensucikan sesuatu), khasiyat akan selamanya menempel pada suatu obyek, kecuali pada saat tertentu ketika Allah menghendakinya, seperti ketika khasiyat api dicabut oleh Allah pada saat Ibrahim dibakar oleh ??? lupa namanya, api tetap menyala2 tapi Ibrahim tidak merasakan panasnya.
    sedangkan qodlo terkait ke dalam pembahasan mengenai perbuatan manusia. perbuatan manusia bisa dibagi menjadi dua wilayah, yaitu wilayah yang dikuasai manusia dan wilayah yang menguasai manusia.
    pada wilayah yang dikuasai manusia, manusia mempunyai pilihan2 perbuatan, manusia bebas memilih apa yang ingin diperbuatnya dengan konsekwensi pilihan2 tersebut akan dipertanggungjawabkan pada akhirnya. diwilayah inilah dosa-pahala mendapatkan tempatnya.
    pada wilayah yang menguasai manusia, manusia tidak mempunyai pilihan lain kecuali mengikuti kondisi yang memaksanya. contoh yang baik mengenai hal ini adalah kondisi yang saya ceritakan diawal komentar saya. saya tidak mempunyai pilihan untuk meneruskan menulis, karena mati lampu, dan saya tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas hal ini. contoh lainnya adalah kenapa saya dilahirkan pada 10 desember 1981 di meaulaboh dari pasangan ibu dan bapak saya. kenapa saya tidak menjadi saudara perempuannya mas suluh, menjadi kakak atau adiknya mas suluh, kenapa saya tidak lahir dijawa? itu adalah kehendak Allah, itu adalah qodlo Allah, saya tidak bisa memilihnya, oleh karena saya tidak bisa memilihnya maka Allah tidak akan meminta pertanggungjawaban saya, dan disini tidak ada ruang bagi perdebatan mengenai dosa-pahala, surga dan neraka.
    saya tidak yakin saya sudah memahami maksud mas suluh dengan benar, saya hanya menduga2, tapi semoga dugaan saya sedikit benar dan semoga bisa menjadi alternatif cara pandang, cara pandang yang sederhana :) dan saya pun siap dikoreksi. terima kasih

    waduh kok njilet amat ya… jadi gak paham aku…

  2. 2 Lilac Senin, 19 November 2007 pukul 4:02 pm

    Mas Suluh, siapapun Anda…

    Hidup ini adalah sebuah pilihan. Ada kalanya jalan pikiran yang terlalu kompleks menjadikan cara pandang seseorang pada dunia ini begitu rumit. Tapi toh pada dasarnya manusia selalu mencari kenyamanan hidup dan kebahagiaan. Jiwa yang gelisah itu pertanda baik, masih ada keinginan untuk mencari kebenaran sejati.Menyenangkan sekali melihat seorang pemulung bisa tidur dengan nyenyak di taman kota atau pengamen anak-anak yang masih bisa tertawa dan bercanda di pinggir jalan.

    Mengapa memilih menanggung beban ini? berpikir tentang sesuatu yang samar dan terasa jauh tapi sekaligus begiru dekat dan nyata. Anda menggunakan semua pancaindera untuk meresapi kehidupan…memikirkan semua hal yang terbentang di hadapan Anda, begitulah hidup jadi tidak sederhana lagi! Jika kita bangun di pagi hari lalu kita rasakan aliran napas yang padu… pelan-pelan berkata pada diri sendiri ” aku masih hidup dan sehat, jadi masih berkewajiban menjalani kehidupan. Seorang presiden, dokter, guru, tentara, pedagang, petani, nelayan, pengemis, pengamen, pengungsi, pengangguran… akankah mereka bersyukur atau merasa terbebani?

    Setiap orang yang memiliki kesadaran terhadap eksitensinya di dunia dan alam semesta… akan mencari citra dirinya yang hakiki. Seperti sebuah bisikan. Memanggil berulang-ulang dan kita takut tersesat mengikuti panggilan itu. Semakin banyak membaca, mendengar informasi, berdiskusi dan menulis apa yang kita pikirkan dan rasakan, dari situlah semua bermula…mencari kebenaran sejati.

    kebenaran sejati yang bisa diuraikan dengan bahasa yang sederhana agar semua orang dari berbagai lapisan bisa mengerti dan pada akhirnya mendapatkan kebahagiaan dan kenyamanan dalam hidupnya. Hanya manusia yang sanggup menanggung beban ini. Seorang filsuf? Ahli tasawuf? Ilmuwan? Ulama? atau manusia manapun?

    Jika merasa lelah istirahatlah! Lalu tentukan pilihan. Ingin terus mencari, menunggu orang lain yang mencari dan Anda tinggal melihat hasilnya atau bangunlah dipagi hari dengan rasa syukur.

  3. 3 Suluh Selasa, 20 November 2007 pukul 8:26 am

    wah tentunya mas or mbak lilac udah menjalani itu semua ya? salut… angkat topi buat anda…

  4. 4 alex Senin, 12 Desember 2011 pukul 10:42 pm

    Yang ada adalah yang tidak ada, demikian sebaliknya..
    karena yang ada berasal dari yang tidak ada, dan yang tidak ada berasal dari yang ada.. yang paling penting dalam hidup ini (menurut saya) adalah memanfaatkan setiap detik yang kita alami untuk hal2 yang berguna dlm kehidupan kita sendiri dan orang2 yang berhubungan dan kita


  1. 1 Sejarah Tuhan | zansyuyut Lacak balik pada Jumat, 14 Januari 2011 pukul 8:32 pm
  2. 2 Backlinks Profile Lacak balik pada Selasa, 14 Maret 2017 pukul 3:14 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: