Ketika Kekerasan Bicara dalam Sebuah Hubungan Cinta: Kesaksianku untuk Seorang Teman Baru di Solo

Hidup memang seringkali memberikan keterkejutan rasa. Inilah yang saya temukan ketika mengenal seorang sosok perempuan muda dari Solo. Saya tak bisa menjelaskan bagaimana saya bisa bertemu dan berkenalan dengan sesosok perempuan muda tersebut. Mungkin hanya kata “keajaiban hidup” lah yang mampu mewakili perkenalanku dengan dirinya. Sebuah peristiwa atau proses yang selalu saya hargai dan maknai sebagai sebuah pemelajaran hidup dan pengalaman rasa saya.

Interaksi awal dengan D (selanjutnya D kita gunakan sebagai inisial namanya) memang merupakan interaksi yang sangat wajar. Namun entah kenapa sebuah kejadian mengubah proses perkenalanku dengan dirinya menjadi lebih dekat. Suatu malam di tengah suasana hening dan basahnya tanah karena usai diguyur oleh hujan, diselingi hawa dingin yang mulai menusuk pori poriku, ia menangis menceritakan kisah Cinta dengan tunangannya lewat pesan sms yang kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan lewat telepon. Sembari sesenggukan ia bercerita bahwa ia menjalani hubungan dengan tunangannya tersebut sekarang telah berubah menjadi “contra produktif” (ini istilahku). Tunangannya sering main kasar alias melakukan tidak kekerasan fisik kepadanya. Aku belum melihat wajahnya dan raganya waktu itu. Fotonya pun aku tak tahu.

Ketakutan dan kegelisahan tiba-tiba merasuk kedalam batinku. Terlebih lagi ketika kata kata dia mulai menjurus kearah yang lebih keras ketika menceritakan ancaman tunangannya tersebut. Aku akan membunuhmu. Biar semua hancur sekalian. Sana laporkan polisi. Dan perkataan sejenisnya muncul dari bibirnya. Walaupun ini bukan pertama kalinya aku menyaksikan kesaksian langsung dari seorang penderita tindak kekerasan dalam Cinta, namun aku tak tahu kenapa ikut terpukul perasaanku. Adilkah kekerasaan dilakukan dlam sebuah hubungan Cinta. Bajikkah itu ? Kenapa itu terjadi?

Sedetik tadi D menelponku (2 Desember 2006 pukul 9:23). Sebelum saya menuliskan artikel ini aku mengatakan kepadanya bahwa aku akan menulis kisahnya di blog ini. Pertama kali ia menyetujuinya tapi tiba-tiba ia menolaknya. Ia mengatakan akan meninggalkan pertemanan kami jika aku menerbitkan tulisan ini. Sebuah sikap yang sangat disayangkan menurutku. Karena ini menunjukkan bahwa dirinya tidak ingin hal ini terungkap ke muka publik. Dia ingin terus menanggungnya sendirian. Seumur hidupnya. Saya pernah menyarankan untuk menceritakan segala kekerasaan tunangannya ini kepada orang tuanya. Tapi dia menolak. Alasannya: Takut membuat malu keluarga tunangannya tersebut maupun keluarganya sendiri.

Mungkin inilah yang banyak terjadi dalam setiap perselisihan rumah tangga atau hubungan. Undang undang Kekerasan dalam rumah tangga memang telah mengantisipasi kejadian seperti ini dengan memperkenankan setiap orang yang “menyaksikan” kekerasan dlm rumah tangga untuk melaporkannya ke pihak berwajib. Ingin rasanya aku melakukan hal tersebut kepada temanku ini. Akan tetapi aku tidak dalam posisi “menyaksikan” yang sesungguhnya. Saya hanyalah sebuah tempat cerita hati darinya. Jadi hanya melalui tulisan ini sesungguhnya saya ingin menggugah dirinya bahwa kekerasaan tersebut harus segera di ungkapkan dan diselesaikan. Tetapi entah apa jadinya nanti. Ia memberi ancaman kepadaku bahwa jika aku membuat artikel tentang dirinya ia akan memutus hubungan pertemanan kami. Entah ini baik atau tidak. Aku sedikit tahu tentang etika jurnalisme, jadi aku rasa menuliskan artikel semacam ini bukan merupakan kesalahan.

Lupakan dulu cerita tentang ketaksetujuan dirinya atas tindakanku ini. Balik kepermasalahan kenapa semua kekerasaan dalam Hubungan Cinta itu terjadi. Pertama, kita mulai dengan cinta itu sendiri dari sudut pihak laki laki (kita abaikan dulu sudut pandang D). Saya tidak akan sangsi jika rasa cinta tunangan D ini begitu dalam. Mungkin teramat dalam sehingga muncul keinginan untuk memiliki juga yang teramat dalam. Ketika keinginan untuk memiliki ini teramat yang disebabkan oleh perasaan cinta yang demikian dalam juga, ditambah lagi tidak diikuti oleh pemaknaan yang baik, maka akan menjerumuskan si pengidam cinta ini maupun objek cintanya. Ketika ada sesuatu hal yang pecinta ini rasakan akan menyebabkan objek cintanya hilang maka ia akan dengan mati matian mempertahankan objek cintanya. Kalau perlu menguasai secara fisik dan kemudian mental objek cintanya ini melalui rasa sakit di badan dan rasa takut di hati objek cintanya. Nah salah satu penguasaan secara fisik dan mental ini adalah menggunakan cara kekerasaan. Cara kekerasaan ini digunakan oleh pecinta kemungkinan besar juga dikarenakan oleh karakter yang dia miliki dari perjalanan hidupnya. Karakter kekerasan kemungkinan besar sudah melekat dalam dirinya. Namun tidak menutup kemungkinan hal yang lainnya juga terjadi. Yaitu kemungkinan bahwa karakter kekerasaan muncul karena cinta yang ingin memiliki ini. Padahal sebelumnya dia tidak begitu memiliki karakter ini.

Lalu kenapa saya menceritakan hal ini? Untuk apa? Apakah kemudian saya bisa membantu menyelesaikan permasalahan temanku ini? Dalam ketersedihan dan kegundahan serta keterpurukan dalam keharuan, saya hanya bisa menjawab,” SAYA TAK TAHU”.

Salam Penuh Tangis di Hati untuk yang Tersakiti

Haqiqie Suluh (2 Desember 2006)

Iklan

0 Responses to “Ketika Kekerasan Bicara dalam Sebuah Hubungan Cinta: Kesaksianku untuk Seorang Teman Baru di Solo”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: