Tercipta dari Ketiadaan vs Tercipta dalam ketakberhinggaan: Lautan Kegelisahan Tanyaku

Dapatkah sesuatu hadir dan mengada berasal atau bersebab dari sebuah ketiadaan? Apakah yang selama ini disebut dan dipercayai bahwa ada sesuatu zat yang tidak bersebab atau hadir dalam keabadiaan dan tidak mempunyai awal atau asal benar benar ada dan dapat dimengerti secara rasional?

Saya hanya dapat menjawab melalui apa yang selama ini saya ketahui dan saya selidiki serta saya yakini bahwa semuanya itu tidak dapat terjadi secara rasional. Artinya apakah sesuatu itu benar-benar tak bersebab dan tak berawal tidak mungkin dapat diselidiki secara rasional. Keyakinan akan sesuatu yang tak bersebab tak berawal murni merupakan otoritas keimanan, bukan sebuah upaya rasional. Dengan demikian penciptaan dari ketiadaan (creation ex nihilio) merupakan sebuah upaya keimanan. Penciptaan dari ketiadaan tidak mungkin dapat dimengerti secara rasional.

Argumen lengkapnya begini: sesuatu yang tercipta dari ketiadaan merupakan sebuah kondisi dimana tidak ada sesuatu dan tidak ada apapun juga namun bak sulapan dan kemukjizatan tiba-tiba secara sertamerta sesuatu itu tercipta. Apapun sesuatu itu tidak merupakan sebuah bentukan dari sesuatu yang lain. Semuanya seperti sihir. Dari tiada kemudian ada. Lalu apa itu ketiadaan? Apakah ketiadaan juga merupakan sesuatu? Kalau begitu dari mana ketiadaan itu muncul? Bukankan menyebut “ketiadaan” juga merupakan sesuatu? Dengan demikian secara tidak langsung konsep “ketiadaan” juga muncul dari entah berantah alias ketiadaan juga? Ini tidak masuk akal dan tidak rasional. Berhenti pada ketiadaan bukan merupakan upaya rasional tapi lebih seperti membenturkan diri pada suatu dogma irasional.

Lalu apakah segala sesuatu itu muncul dari mana? Jawaban sebaliknya juga bisa dimunculkan: sesuatu itu pasti mempunya sebab atau awal yang abadi. Jadi semuanya itu pasti berawal dengan demikian sebab akibat juga merupakan sebuah wilayah kontinum tidak berhingga. Apakah ini juga masuk akal? Saya menjawab hal ini juga merupakan sesuatu yang tidak masuk akal atau irasional. Memberikan jawaban bahwa sesuatu itu pasti tidak ada awal dan akhir juga merupakan sebuah upaya irasional. Dengan demikian keyakinan pada kepercayaan seperti ini merupakan sebuah wilayah keimanan bukan analisis rasional.

Argumen lengkapnya begini: bola itu terbang dan menembus gawang. Pasti ada sesuatu yang menyebabkan bola itu terbang. Oh ternyata bola itu ditendang oleh seseorang. Kenapa orang itu bisa menendang? Karena dia memiliki kaki yang digerakkannya. Kenapa bisa bergerak? Jawaban nya terus dan terus sampai tiada akhir. Nah sebuah konsep sebab akibat yang tiada akhir demikianlah yang merupakan sebuah keputusan irasional. Bagaimana mungkin sesuatu itu tiada akhir dan tiada awal. Apa maksud dari tiada awal? Apa maksud ketakterhinggaan? Konsep ketakterhinggaan merupakan suatu konsep yang tidak rasional (kecuali untuk alasan praktis seperti dalam matematika, walaupun sesungguhnya para ahli matematika masih dibingungkan dengan konsep ketakterhinggaan sampai saat ini khususnya secara filosofis).

Lalu mana yang benar dan yang rasional? Jawaban saya kedua-duanya seperti buah simalakama. Ini merupakan batas dari rasionalitas kita. Ini merupakan antinomi antinomi dari sesuatu. Seperti yang sering kali diungkapkan oleh Immanuel Kant, bahwa kita akan selalu menemui jalan buntu apabila menemukan persoalan seperti itu. Dalam tulisan-tulisan Kant antinomi ini lebih terkenal ketika Kant membahas Batas Waktu dan Batas Ruang. Ini juga seperti batas antara determinisme dengan Kehendak Bebas. Sesuatu yang hadir dan ada tetapi tak terpahami.

Dengan demikian saya juga memiliki keyakinan bahwa pertahanan hidup kita dan pemahaman kita terhadap kehidupan kita sendiri maupun dunia itu sendiri lebih banyak dibangun melalui suatu kepercayaan kepercayaan irasional. Seberapapun orang ingin mengatakan bahwa ia selalu berfikir secara rasional merupakan sebuah omong kosong belaka. Namun demikian ada tingkat pemahaman irasionalitas kita juga merupakan sebuah wilayah yang tersegmentasi. Artinya tidak semua hal merupakan keimanan irasional.

Yang patut disayangkan dan memerlukan perhatian lebih adalah ketika irasionalitas yang sebenarnya merupakan wilayah tak tersentuh atau tak terpahami kemudian dilebarkan kepada suatu bentuk generalisasi terhadap semua hal yang ada dalam hidup dan menjadi keyakinan kebenaran yang membabi buta. Sesuatu yang pada dasarnya bersifat antinomi ketika diyakini secara berlebihan maka bisa menghancurkan diri kita sendiri serta orang lain. Banyak hal yang tak terjawab memang dari pertanyaan kita, namun ketika pertanyaan itu menuntut sebuah jawaban kita seharusnya mengambil sikap tidak tahu bukan malah pura pura tahu. Sebuah ketidaktahuan adalah wilayah ketidaktahuan. Tiada guna kita menundukkan diri pada suatu jawaban yang tak dapat diyakini secara rasional. Dalam arti tertentu saya ingin mengatakan dengan lantang,” AKU TAK TAHU!!! ” terhadap sesuatu yang memang aku tak tahu dan tak paham.

Dunia itu aneh. Dunia itu misteri. Akupun gelisah. Akupun meratapi enigma. Akupun tak tahu. Akankah aku menyerah? Aku juga tak tahu.

Salam Penuh Ketakmengertian

Haqiqie Suluh (18 Desember 2006)

Iklan

8 Responses to “Tercipta dari Ketiadaan vs Tercipta dalam ketakberhinggaan: Lautan Kegelisahan Tanyaku”


  1. 1 rlanang Senin, 18 Juni 2007 pukul 12:17 am

    Pernah kepada Sang Budha ditanyakan: “Apakah Tuhan itu?”
    Sang Budha tersenyum, menaikkan kening,
    menggerakkan jari penunjuk ke bibirnya, dan hanya “Sssst” keluar dari bibirnya.
    :)

    Qi, pernah menyelami alam bawah sadar?

    wah ra mudeng aku gil…. btw agama budha untuk madzab tertentu tuh agnostik menurutku…

  2. 2 chiket Jumat, 22 Juni 2007 pukul 9:10 pm

    buddha tu bukan ‘agama’ :D

    ah agama kok :)

  3. 3 rlanang Sabtu, 23 Juni 2007 pukul 12:35 am

    Tul Budha bukan agama. tapi ada juga agama budha, formalisme ajaran Budha.

    menurutku agama kok… budha yang sebagai agama (jalan hidup atau pandangan hidup, atau ritual hidup) lah… budha sebagai yang bukan agama terserah kalian… :D

  4. 4 chiket Sabtu, 23 Juni 2007 pukul 7:14 pm

    thats not the point if we realize the core of the source.
    salam to rlanang :)

    he he he… bagi saya agama budha (jangan tersinggung kalau saya sebut agama ya?) meupakan sebuah agama yang tidak mengembangkan teologi. untuk aliran tertentu bahkan agama budha adalah agnostik… itu setidaknya dalam pandangan dan pengetahuan saya :D… jadi pengen baca uphanishad lagi nich…. :D kangen…. the core? tanya saja ma sidharta ya? bisa?

  5. 5 chiket Kamis, 12 Juli 2007 pukul 9:36 pm

    bukan sidharta tai budha
    bukan nachiketas tapi atman

    walah bolak balik istilah nama aja :smile:

  6. 6 budi Kamis, 1 Mei 2008 pukul 1:04 pm

    Allah itu apa…koq rupayanya macam2 El sang Kebo – Yesus seperti Hippy
    Siva seperti Inul lagi berjaipongan – Mesir sosok yang bercadar…dsb
    Boleh dikatakan tidak ada satupun manusia yang benar..? Emangnya ada Surat Perintah Allah yang mengangkat seseorang menjadi nabi..?
    Kalau Allah tunggal koq banyak nabi? Nabi yang benar yang mana?
    Katanya nyembah Allah tapi kalau agama/nabi dihuyat koq marah, emangnya nabi=Allah?

  7. 7 Suluh Kamis, 1 Mei 2008 pukul 1:18 pm

    @budi: lho artikel ini membicarakan apa toh? gak nyambung deh. :lol:
    thank komentarnya

  8. 8 eko djunaidi Minggu, 21 Agustus 2011 pukul 10:55 am

    tidak tahu kok banyak ngomong,kalo merasa tidak tahu ya diam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: