Lingkaran Logika: Sebuah dialog

Syahdan. Suatu ketika dua orang bertemu dan berdiskusi. Katakanlah, satu bernama Heriyanto dan satunya lagi bernama Suluh. Setelah lama berdiskusi dan sudah akan mendekati akhir diskusi tersebut, Heriyanto berkata pada Suluh,

Heriyanto: ”Semua yang Suluh katakan adalah Salah!”

Setelah merenung dan berpikir sebentar, Suluh berkata,

Suluh: ”Apa yang dikatakan Heriyanto adalah Benar!”

Setelah mengucap kalimat tersebut, keduanya pun berpisah. Demikianlah akhir dari diskusi tersebut. Manakah dari keduanya yang benar?

Jika Heriyanto Benar, maka Suluh Salah. Tapi jika Suluh Salah maka Heriyanto Salah. Tapi jika Heriyanto Salah maka Suluh Benar. Tapi jika Suluh Benar maka Heriyanto Benar. Tapi jika Heriyanto Benar maka Suluh Salah. Demikian seterusnya…..

Semoga bermanfaat

Penuh Damai,

Haqiqie Suluh

Ketika kepala terantuk batu

Baru kita tersadar

Ah, sakit juga!!

Ketika tanya tehempas ombak jawab

Baru kita tersadar

Ah, betul juga!!

(HS, 14 Maret 2006)

Iklan

6 Responses to “Lingkaran Logika: Sebuah dialog”


  1. 2 arsyi pamma Senin, 19 Mei 2008 pukul 10:31 am

    Bismillah

    Sebelum menjawab, saya harus memilah dua konteks benar dan salah yang berbeda
    1. Benar dan salah pada proposisi-proposisi dalam diskusi
    2. Benar dan salah pada pernyataan penutup

    jawabannya adalah
    1. Jika Heriyanto Benar, maka Suluh Salah.
    Jika pernyataan penutup heriyanto benar maka proposisi suluh dalam diskusi salah
    2. jika Suluh Salah maka Heriyanto Salah.
    Jika pernyataan penutup suluh salah maka proposisi heriyanto dalam diskusi salah
    3. jika Heriyanto Salah maka Suluh Benar.
    Jika pernyataan penutup heriyanto salah maka proposisi suluh dalam diskusi benar
    4. jika Suluh Benar maka Heriyanto Benar.
    Jika pernyataan penutup suluh benar maka proposisi heriyanto dalam diskusi benar

    tidak ada yang kontradiksi sebab ke empatnya memang berbeda.
    jika jawaban saya salah mohon dikritik.

    saluut broo…blognya bagus.

  2. 3 Suluh Senin, 19 Mei 2008 pukul 11:42 am

    @atasku: wah itu saling berpengaruh mas… keputusan satu memperngaruhi keputusan yang lain.. logika itu tidak berhenti pada pernyataan penutup.. karena tidak ada pernyataan penutup.. masing masing saling memperngaruhi.. tidak ada data dan fakta awal… begitu mas..

  3. 4 arsyi pamma Kamis, 22 Mei 2008 pukul 1:42 am

    dari lingkaran asumsi subtansinya hanya :jika Heriyanto Benar, maka Suluh Salah. Tapi jika Suluh Salah maka Heriyanto Salah. Tapi jika Heriyanto Salah maka Suluh Benar. Tapi jika Suluh Benar maka Heriyanto Benar. jika dilanjutkan maka akan kembali lagi ke poin awal.

    anda harus membedakan antara kata berpengaruh dan kontradiksi.
    saya tidak pernah mengatakan tidak berpengaruh, dan tidak ada kata-kata saya yang bermakna tidak berpengaruh seperti yang anda maksudkan ke saya.

    “pernyataan penutup” saya jadikan istilah untuk membedakan benar dan salah dalam ke empat proposisi yang substansi. agar tidak mengalami kebergandaan.

    justru jika saya tidak membedakan keduanya maka saya tidak dapat menjawab ke empat pertanyaan diatas.

    cukup dulu dari saya.

    saya ingin anda menjelaskan jawaban dari dialog suluh dan heriyanto.
    dan mengomentari secara detil jawaban saya.
    agar saya tahu bagaimana perpektif anda. jika anda tidak ingin aprove. silahkan masuk ke blog saya dan isi di buku tamu jawaban anda.
    terima kasih

  4. 5 Suluh Kamis, 22 Mei 2008 pukul 2:55 am

    @arsyi: begini lho mas… masnya kan memisahkan suatu kejadian dengan ke empat asumsi yang berbeda beda tapi dalam hentakan loop yang tak berulang.. yang saya koreksi itu ritme hentakan itu yang berhenti dan dijadikan segmentasi segmentasi (dalam contoh mas 4 buah)… padalah maksud saya itu merupakan proses kontinuitas yang tidak dapat dihentikan..

    logika biner: 0101010101 dst yang tak terhingga… (cuma contoh)cuma diterapkan dalam sebuah dialog…

    kalau masnya logika binnernya dipecah jadi

    0
    1
    maka 0

    1
    0
    maka 1

    0
    0
    maka 0

    1
    1
    maka 1

    nah saya tidak bermaksud berbuat seperti itu tapi itu merupakan looping umpan balik sebuah system…

    seperti kata masnya bahwa nanti itu kembali ke awal, nah itulah yang saya maksud sebagai lingkaran… kembali ke awal dan terus menerus… tidak pernah berhenti…

    CMIIW

  5. 6 arsyi pamma Kamis, 22 Mei 2008 pukul 2:05 pm

    okey pak suluh…
    ternyata pointnya di kontinuitasnya toh….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: