Partai Keadilan versus Partai Keadilan Sejahtera: Kesaksian seorang Teman

Suatu kali seorang temanku yang merupakan mantan anggota Partai Keadilan Sejahtera bercerita kepadaku sekaligus kepada teman yang duduk disebelahku mengenai kenapa ia meninggalkan Partai Keadilan Sejahtera dan tidak lagi mengikuti Kegiatan Liqo’ dan sejenisnya… Dia dengan tenang dan gaya santainya sembari sedikit tersenyum menjawab, “Dulu…”, berhenti sejenak sambil berfikir sebelum kemudian melanjutkan ceritanya atau diplomasinya,”.. sebelum PKS ada kalimat Sejahteranya.. (jeda lagi).. ketika ada azan magrib berkumandang… semua orang akan segera menghentikan kegiatannya dan mengambil air wudhu… nah sekarang… ketika sudah ada Sejahteranya… ketika ada azan magrib terdengar… masih ada dan banyak yang masih berteriak teriak di truk atau di motor… banyak yang masih menghisap rokoknya dalam-dalam… dan pendek kata sudah tidak seperti yang dulu lagi …” Demikianlah ia bercerita kepadaku… ternyata…, menurut dia sendiri bukan hal itu saja yang membuat ia meninggalkan Jamaah Tarbiyah tempat PKS bernaung namun juga dikarenakan masih banyak pertimbangan-pertimbangan yang lain… Akan tetapi menurut perkiraanku yang paling pokok yang menjadi alasan kepergiannya dari Partai tersebut adalah perbenturan realitas ideologis antara yang-lalu dan yang-kini tersebut..

Seorang temanku yang lain yang merupakan salah satu aktivis PKS, yang dia sampai sekarang masih terus terjun di dalamnya ditengah keterpencilannya karena aktivitasnya ini di keluarganya , serta sempat menjadi calon anggota DPRD Purworejo.. juga pernah mengatakan kepadaku, bahwa terdapat banyak perbedaan antara PK dengan PKS… PK waktu dulu tidak mementingkan jumlah anggota guna memperoleh suara dengan demikian tidak ada suatu upaya untuk menarik simpati masyarakat di luar PK… Istilah kerennya PK dulu murni sebuah Gerakan Kader… jadi para simpatisannya kebanyakan merupakan buah atau hasil dari proses kaderisasi.. Hal ini berbeda dengan PKS sekarang ini… PKS sekarang berusaha menjaring massa diluar lingkup kaderisasi saja… dengan demikian upaya sosialisasi menjadi lebih terbuka dan tidak lagi tertutup.. Demikianlah kata temanku anggota PKS tersebut… Aku rasa inilah salah satu alasan kenapa PKS bisa mendapat suara yang cukup signifikan di Pemilu 2004 yang lalu melebihi pemilu 1999..

Kesemuanya tadi merupakan sebuah realitas dari pengalamanku sendiri ketika berinteraksi dengan anggota maupun mantan anggota PK(S).. realitas yang berkembang di tubuh PKS itu sendiri saya tidak begitu mengetahui… Realitas subjektif tersebut merupakan hasil terjauh yang saya ketahui para aktivisnya sampai sekarang (termasuk teman-teman saya) yang masih aktif dalam upaya kaderisasi.. hal ini bercermin dari pengalaman saya sendiri ketika melihat para teman-teman saya (aku kira mereka sudah pada jadi murobbi) yang notabene merupakan aktifis Jamaah Tarbiyah masih turun ke Sekolah Menengah Umum maupun Sekolah Menengah Pertama serta organisasi mahasiswa guna melakukan kaderisasi… Aktivitas Liqo’ (semacam pertemuan dan pengkajian) mingguan pun masih sering digelar…

Inilah sekelumit dari pandangan maupun pengalamanku mengenai partai ini, yang saya kira (duga) memiliki prospek sangat baik dalam Pemilihan Umum mendatang (2009)… mengingat, jaringan serta proses kaderisasi yang sedemikian kuat dan rapi.. serta keunggulan dari segi komando kepemimpinan (mirip tentara)… Bisa jadi akan menjadi salah satu Partai berasaskan Islam yang paling kuat yang bisa muncul di Panggung Politik Indonesia.. Kita lihat saja nanti…

Bagaimana pendapat para pembaca sekalian, khususnya para aktivis PK(S)??

Salam Sepi dari Jogja

Haqiqie Suluh

Senin.. 28 Agustus 2006… jam 12:33 tepat selesai juga coretan ini, numpang ngetik di komputer temen, coz lagi lonely…. dianya pergi ke kampus sih ngurus TA yang gak kelar-kelar.. trus aku ditinggal di kosnya.. sendirian nich jadinya, iseng-ngetik gak jelas aja lagi… lumayan buat musingin otak n memori sedikit.. he he he..

About these ads

283 Responses to “Partai Keadilan versus Partai Keadilan Sejahtera: Kesaksian seorang Teman”


  1. 1 arifkurniawan Senin, 5 Februari 2007 pukul 10:04 pm

    Bagus ini, sharing mengenai PKS.

    Dulu waktu masih jadi PK, temen-temen yang katanya ‘kiri’, doyan sekali gabung/diskusi/bergerak bersama kader-kader PK. Setelah jadi PKS. Tiba-tiba diskusi/gerakan seperti kehilangan ruh.
    Jiwa PK yang selalu membantu ‘wong cilik’, tiba-tiba didramitisir menjadi ‘mengintelektualkan’ warga, setelah jadi PKS.

    Apa artinya nama?
    Hehehe, ternyata artinya banyak yaaa… hehehee

    • 2 boy Sabtu, 20 Maret 2010 pukul 1:57 pm

      Saudaraku mangkanya sebelum berbicara yang lebih jauh.. coba dech perhatikan kehidupan pribadi temen2 pks pasti beda, karena mereka bukan ingin jadi orang yg egois, tapi bermanfaat bagi orang lain, ilmunya, senyumnya, politiknya semua isinya adalah nilai nilai islam

      oh ya catetan, saya bisa berubah sikap dari pengobat, sholat dan yg lain karena saya ikutin liqo/tarbiyahnya setiap seminggu sekali dengan ustadz dr pks yang baik dan perhatian
      saya bicara ini tidak asal ngomong, tp benar apa adany.
      dan inipun terjadi pada teman2ku yang lain..kamipun hanya dapat ucapkan alhamdulillah wasyukurillah dan terimakasih PKS

      Apapun nama partainya, ku percaya pks akan membawa solusi untuk bangsa dan negara ini. Amiien

  2. 3 fromsan Selasa, 6 Februari 2007 pukul 9:43 am

    ya itulah kebanyakan anak bangsa kita, ketika perjuangan awal adalah benar-benar di landasi niatan suci yakni demi keadilan dan kemaslahatan umat tapi ketika sudah lebur dengan kekuasaan maka itu jadi omongkosong belaka…..dah ga heran aku mah…..

  3. 4 Haqiqie Suluh Selasa, 6 Februari 2007 pukul 9:53 am

    @arifkurniawan:

    kesaksian dan komentar yang cukup menambah perbendaharaan pengetahuan saya mengenai Partai yang satu ini.. Terima Kasih

    @fromsan:

    Begitukah yang sering terjadi?!!? Tetapi setidaknya saya dan anda masih punya harapan untuk masa depan yang lebih baik. Sesuai mimpi anda dan mimpi saya yang kemungkinan berbeda atau sama.

  4. 5 pramur Selasa, 6 Februari 2007 pukul 1:03 pm

    Numpang nimbrung nih Mas…
    Liqo terkadang menjadi media sempurna penyampai pesan antar kader. Namun juga banyak disalah artikan oleh beberapa orang, termasuk saya. Dulu saya males liqo karena setiap murobbi selalu membawa-bawa nama partai ketika memberikan ilmu. Saya jadi sedikit muak.

    Tapi, kesan itu hilang ketika saya berjumpa murobbi yang baru. Yang berkata, “dakwah itu ga musti lewat Lembaga Dakwah. Dakwah itu maknanya luas…”

  5. 6 fahri Selasa, 6 Februari 2007 pukul 5:11 pm

    pks pertama kali ane kenal, ane sempat menyamakan dengan partai politik yang lain yang hanya menguntungkan diri sendiri,tapi setelah ana terjun langsung dan melihat langsung ter nyata beda banget. pks itu memperbaiki orang untuk menjadi kadernya, ane sendiri aja amat merasakan bedanya setelah ana gabung dengan pks dan mengikuti lqnya.semoga pks tetap istichomah dijalan dakwah ini,dan doakan ana juga wahai saudaraku semoga ana ischomah dijalan dakwah ini amiiin

    • 7 uum Selasa, 7 April 2009 pukul 11:35 pm

      Amin. saya juga dulunya menganggap pks-pks, saya-saya. segala puji hanya milik Allah, sekarang saya rajin berdo’a untuk saudara-saudara seiman yang ada di pks “semoga Allah menolong dan meneguhkan kedudukan mereka.” Kadang saya sedih bila berintrospeksi diri “kapan saya bisa seperti mereka?” memberi lebih untuk rakyat.Karena islam rahmatan lil’alamin, itulah yang dibawa sama pks. Insyaaalah partai Allah yang akan beruntung, itulah janji Allah.

  6. 8 heru Selasa, 6 Februari 2007 pukul 7:02 pm

    assalamualaikum wr, wb,
    pks kan juga manusia, coba mas dalami bener2 arti ikut liko tarbiyah, kalau perlu ajak diskus sang murabbi, en akalu perlu sering diskus juga dengan ketua DPPnya, Ketua MPD atau bahkan mPP mau dibawa kemana jmaah ini. tha7un 93 sy uda ikut liko, thn 97an- 2004an sy lepas dari liko, dan kehidupan saya makin berantakan ibarat orang udah jatuh tertima tangga, en tercebur ke lumpur lagi.., alhamdulillah ad ustad yg mengingatkan untuk bergabung dengan jamaah yang baik, beliu ibaratkan kalau kita keluar dari jamaah bagaikan serigala yang keluar dari kelompoknya dikerubuti macan, binasa kita. selama kurun waktu tersebut sy lebih sering memeimpin LSM sendiri, swadaya sendiri, bergerak di grass root, tapi yg didapat akhirnya capek dan letih puncaknya kebangkrutan total… dan 2004 adalah masa pencerahan opersiis menjelang pemilu 2004 sy bergabun dgn jamaah ini dgn kemauan sendiri, dan alhamdulillah alloh mencurahkan segala nikmatnya, sy dapatkan istri yg bak bidadari yg aku impikan, karir yg bagus, utang yg mulai terbayar, dan kehidupan yg tenanag tanpa dikejar debt colector, en dikarunia anak laki dambvaanku selama ini, alahamdulillah rizki yg berkah sellu mengalir hingga kini. saran saya ayo bergabung, jagan hanya denagr komentar. en kalau ud bergabung maksim alkan potensi anad jadilah diri anda selalau, bersikap kritis, en jangan berputus asa dalam bermala jamaah.
    salam silaturahmi. sy tunggu email ny di herosuroboyo@yahoo.com

  7. 9 Haqiqie Suluh Rabu, 7 Februari 2007 pukul 10:07 am

    @pramur:

    Saya disini bukan sebagai penilai, saya hanya menyampaikan yang ada dan yang saya ketahui dari orang lain. Tetapi terimakasih telah memberikan saya sudut pandang yang lain dari anda. Koment terakhir anda sangat menarik, dan patut direnungi terutama dari asal sang pemberi petuah (murobbi), yang memberikan perbedaan dari pemahaman yang sebelumnya. Hmm… akhirnya sering kita terkagum-kagum bukan pada institusi tapi pada orang… Padahal menurut saya, (jika saya boleh menilai) kekaguman seperti itu kurang bijak. Tapi semua memang berhak memiliki perbedaan penilaian. Seperti halnya anda, mereka, dan mungkin juga saya yang memiliki penilaian yang berbeda atas satu Partai yang sama.

    @fahri:

    Jalan hidup dan pencerahan serta kenikmatan bisa diperoleh dari berbagai macam cara dan pemahaman. Selamat jika anda telah menemukan jatidiri dan keselamatan dengan bergabung bersama Partai ini.

    @heru:

    Apologi cerita diri yang sangat menarik dan mengundang kekaguman serta persuasifitas untuk mengikutinya. Saya ucapkan selamat atas prestasi dan kelimpahan perasaan serta jalan hidup yang lebih baik bersama dengan Partai ini. Sebuah cerita yang berbeda walaupun dalam sebuah komunitas yang sama. Ini merupakan sebuah kewajaran menurut saya. Sebagaimana juga saya disajikan cerita-cerita yang mirip seperti anda dari pengalaman-pengalaman orang lain yang masuk ke dalam jamaah-jamaah tertentu.

    Sayangnya anda hanya membaca tulisan saya ini saja (mungkin). Jika anda meluangkan waktu untuk membaca dan memahami barang sedikit pemikiran saya mungkin anda akan menilai bahwa memang saya memiliki jalan yang berbeda dengan anda. Dan ini merupakan sebuah kewajaran dimana saya memiliki kepercayaan dan pemahaman yang berbeda dari anda dalam mengarungi dan memahami dunia.

    Sekali lagi saya ucapkan selamat atas hidup anda yang anda nilai berada dalam jalan yang baik.

  8. 10 sis12 Jumat, 9 Februari 2007 pukul 3:09 pm

    Saya setuju PKS beda dengan dulu ketika PK atau mungkin dulu ketika jama`ah ini belum berpartai. Tetapi ketika saya pikir lagi, negara ini akan tetap berjalan, pemilu juga tetap dilaksanakan dengan atau tanpa PKS. Trus sebelum ada yang lebih baik dari PKS saya pilih PKS

  9. 12 dian Senin, 12 Februari 2007 pukul 2:28 am

    selama saya kenal yang namanya PARTAI..baru kali ini ada partai yang benar-benar siip….walaupun gua cuman simpatisan…gua bangga dengan PKS…

  10. 15 fromsan Rabu, 14 Februari 2007 pukul 10:06 am

    kalo gw tetep, semua hanyalah omongkosong…dari pada kita sakit hati kemudian mendingan menjauh dari awal….

    • 16 muchlis Senin, 16 Maret 2009 pukul 4:38 pm

      assalamu’alaikum ,
      maaf mas, mari kita berdiskusi.
      kenapa omong kosong, apa yang omong kosong ?
      kenapa sakit hati, apa yang menjadikan anda sakit hati.
      bukankah anda belum coba, ato hanya sekedar menyimpulkan sesuatu tanpa diteliti terlebih dulu ????
      Saya rasa fenomena pks yg berubah itu wajar. Karena realitanya untuk merubah pemerintahan harus dicapai dengan susah payah, ikut pemilu, mencari massa pemilih untuk mengejar target menduduki pemerintahan (DPR khususnya, bayangkan saja tanpa pemilih sebagus apapun partainya tidak akan berpengaruh pada kebijakan pemerintahan. Apalagi pemilih yang dihadapi tidak serta-merta ikhwan/akhwat semua, so itulah tujuan pks merangkul mereka yg bukan ikhwan/akhwat. Yang penting pks punya tujuan jelas, yaitu membangun peradaban islam esok yang akan datang. dan itu bisa dicapai salah satu jln tercepat, dgn pemilu- dan memenangkannya. Dan yg penting lagi selama pks belum nyimpang dari Qur’an n hadist tetaplah dukung mereka. Klo masalah ketika adzan segera sholat, itulah gunanya lq, jamaah tarbiyah. mereka kader baru yg perlu dibina, mereka punya semangat sbg simpatisan pks, so tinggal ditata lagi aqidahnya n akhlaqnya, supaya jadi generasi baru. hehe, wassalam

  11. 17 Rudolf Jumat, 2 Maret 2007 pukul 3:47 pm

    Bagiku PKS walaupun sisi negatif dan kelemahannya dimunculkan atau tampak secara nyata, rasanya untuk saat ini masih tetap lebih baik PKS dibanding partai lainnya, hatta yang mengusung idiologi/asas islam sekali pun. Manusiawi kalau PKS punya kelemahan di sana sini. Coba aja di benchmarking dengan partai lainnya. Anda mungkin dapat bersikap objektif menilai. Bagaimana penilaian Anda?

  12. 18 Farid Ma'ruf Sabtu, 3 Maret 2007 pukul 2:04 pm

    setiap gerakan wajar jika dalam geraknya ada kekurangan. kalau saya tidak mempermasalahkan kalau ada kader yg “error”. mereka kan manusia. kadang bisa baik, kadang tidak. kalau ada orang baik terus, itu nabi. kalau orang biasa, ya sekali waktu bisa salah.
    jadi, tidak adil menilai pks dari sisi perilaku kadernya.
    lebih tepat menilai pks dari sisi ide2nya, konsep2nya. nah di sini saya tidak sepakat dengan pks dalam beberapa hal. jadi, saya bukan anggota pks.
    btw, kita tetap harus saling menghormati dengan sesama. jangan menjudge hanya dengan sedikit “fakta” yg jg tdk jelas kebenarannya (kata teman saya, katanya, katanya…).
    singkatnya, posting penilaian thd pks ini mnrt saya kurang bermutu (maaf, bukan menghina lho). silakan kritisi dari sisi ide2nya.
    salam

  13. 19 Suluh Minggu, 4 Maret 2007 pukul 8:54 am

    @Farid Ma’ruf:

    Partai tak bisa hadir dan mengada tanpa kader atau orang. Kesaksian atau Fakta terhadap sebuah organisasi tak bisa hadir tanpa adanya kesaksian dari “manusia atau orang” penghuni komunitas tersebut. Ide selalu saja hadir dalam tataran oportunis atau ideal. Tinggal bagaimana membumikan ide tersebut dalam tataran real. Bukan begitu? Terima kasih atas kritiknya.

    @Rudolf:

    Ya, semua hal baik buruk di manusia memang manusiawi. Demikian pula jika kita menganggap korupsi itu manusia. Membunuh itu manusiawi. So entahlah apa kita mungkin masih bisa mengatakan atau membela sesuatu dengan mengatakan itu manusiawi? Saya juga tidak tahu. Karena sering saya juga mengatakan seperti itu.

    @fromsan:

    Jika semua ini omong kosong, maka kita tak bisa membangun apa apa. Saya kok yakin kalau semua ini bukan hanya omong kosong. Setidaknya bukan semuanya, mungkin hanya sebagian.

    @dian:

    Semoga dukungan anda kepada partai ini tidak disalah gunakan.

    @sis12:

    Benarkah tidak ada pilihan lain. Jika saya memilih untuk tidak memilih apakah ini juga sebuah pilihan?

    • 20 gusno Rabu, 8 April 2009 pukul 10:32 pm

      kader PKS juga manusia, bukan malaikat, pasti ada satu-dua yang melenceng, tapi tentunya sistem yang ada di PKS dapat meminimalisasi kejadian tak diinginkan, berapa % kah yang melenceng? 75%? pasti tidak. Dari yang saya baca di koran, PKS mengembalikan hampir Rp 2,8 milyard uang/dana gratifikasi (adakah partai lain yang berbuat begitu?) kepada KPK. Cobalah anda lihat setiap ada bencana dapat dipastikan PKS hadir untuk membantu, baik itu musim kampanye ataupun bukan, adakah uang dari Aleg yang dipakai untuk turun? pengalaman saya dngan partai ini, tidak begitu, tetapi uang para donatur dan kader dipakai untuk menolong korban bencana ( dengan embel-embel lilahi ta’ala, mereka percaya bahwa uang mereka akan sampai kepada korban. Saya sendiri bukan kader PKS, tetapi setiap ada penyuluhan kesehatan pasti saya, kebetulan saya dokter spesialis, diminta jadi konsultan kesehatan dengan embel-embel “cuman gak ada honornya dokter”, its oke, saya melihat kerja mereka (segerombolan buruh pabrik yang menyisihkan uang jajan mereka untuk beli obat generik sekadarnya untuk membantu orang lain). ADAKAH KADER PARTAI LAIN yang seperti ini???? gak ada

      • 21 Suluh Kamis, 9 April 2009 pukul 4:48 am

        @atasku: jadi membantu itu atas nama PKS? untuk apa? bukannya membantu dan menolong itu harusnya atas nama Manusia dan kemanusiaannya tanpa embel2 Partai?

        • 22 acong Kamis, 7 Mei 2009 pukul 6:32 am

          Betul!!!, membantu ya bantu aja, nggak perlu pasang bendera dan posko dulu baru membantu…
          Tapi kalau mau cari simpati/suara/perhatian/dukungan … ya monggo….

  14. 23 Abah Adilah Rabu, 14 Maret 2007 pukul 2:40 pm

    Tanpa melihat latar belakang hadirnya PKS, saya mungkin saat-saat ini menjadi orang yang beruntung masuk dalam jama’ahnya.
    Setelah saya liqo (baru 4x pertemuan) dengan jama’ah ini, alhamdulillah saya melihat perbaikan kualitas dan kuantitas dari amal ibadah saya, insya Alloh.

    Walaupun suka membicarakan partai, (bahkan suprise bagi saya, mereka tidak menyembunyika apapun, padahal saya masih baru) tapi tidak ada doktrin bahwa jama’ah ini yang paling benar, malah ustadz selalu bilang jangan merasa yang paling benar.

    Kalau saudara-saudara potensinya hanya sebagai pengurus mushola ya udah kerahkan semua potensi itu, klo gak bisa berceramah jangan pernah memaksa untuk berdakwah dengan lisan, coba dengan tulisan, begitulah yang ustadz katakan.

    Kalau gak bisa seperti saya, berdakwahlah untuk keluarga.

    Mengenai akhlak atau kebijakan dari teman yang sudah menjadi anggota DPR atau Menteri, ustadz mengatakan bahwa itu adalam musibah, mari kita do’akan dan kebenaran adalah dari Quran dan as-Sunnah.

    Saya melihat, PKS mempunyai konsep dan ide yang sangat bagus.

    Dan pertanyaannya, apakah dengan tidak bersama PKS, dakwah atau amal Anda lebih berkualitas?

    Wassalam

  15. 24 Abah Adilah Rabu, 14 Maret 2007 pukul 2:41 pm

    Kalau gak bisa seperti saya, berdakwahlah untuk keluarga.

    Ralat:
    saya = ustadz

  16. 25 Abah Adilah Rabu, 14 Maret 2007 pukul 2:48 pm

    Ralat

    Kalau gak bisa seperti saya, berdakwahlah untuk keluarga.

    == saya = ustadz

    Mengenai akhlak atau kebijakan dari teman yang sudah menjadi anggota DPR atau Menteri, ustadz mengatakan bahwa itu adalam musibah, mari kita do’akan dan kebenaran adalah dari Quran dan as-Sunnah.

    == musibah = jadi anggota DPR atau menteri

  17. 26 Abah Adilah Rabu, 14 Maret 2007 pukul 2:58 pm

    Ralat

    *Kalau gak bisa seperti saya, berdakwahlah untuk keluarga.

    == saya = ustadz

    *Mengenai akhlak atau kebijakan dari teman yang sudah menjadi anggota DPR atau Menteri, ustadz mengatakan bahwa itu adalam musibah, mari kita do’akan dan kebenaran adalah dari Quran dan as-Sunnah.

    == musibah = jadi anggota DPR atau menteri

  18. 27 bundakiki Selasa, 20 Maret 2007 pukul 10:48 pm

    Ane mah hanya ingin ngomong agak banyak aja ya!
    Apapun kata ente tentang Pks , yang jelas 40 tahun umur ane
    terbuang oleh yang namanya kesenangan dunia n kebebasan yang ente bangga2-kan tapi apa yang ane dapatkan ?
    Kebahagian semu , fatamorgana duniawi , kemunafikan yang ente2 paraliberalist tutupi dengan selimut intelektual.
    Ane cukup sudah merasakan disadarkan dan dibimbing dengan tulus menuju kehidupan yang lebih baik oleh yang namanya jamaah tarbiyah or Pks tsb.
    Ane bangga dengan ketulusan para kader Pks
    Ane terharu ternyata mereka telah berbuat lebih banyak dari umur mereka , sementara ane baru berbuat selayaknya seorang bayi ,terima kasih buat my comunity , ” jamah tarbiyah ”
    Tarbiyah bukan segalanya , tapi segala – galanya tidak mungkin didapat tampa tarbiyah!
    Soal ada hal 2 yang mulai longgar , apa ente2 tdk baca siroh sahabat , yang namanya sahabat saja ada yang meninggalkan Rosullullah ketika beliau berduka.
    Jangan naif menilai sesuatu , tapi cobalah jujur dan buka mata hati kita semua akan hal ini !
    1. Cari Kurikulum apapun didunia modern ( karya manusia )ini yang setara dengan kurikulum tarbiyahnya Pks , yang bila ente2 semua mampu untuk jalankan sesuai ” kurikulum tarbiyah yang berbasiskan muashofat tsb ” insya Allah kita akan dapat menjadi pemeluk Islam yang kaffah dan samil.
    2.Cari kader – organisasi apapun yang keihlasannya dapat setara dengan keihlasan kader Pks.
    Dan yang lebih penting , cobalah ente ikuti dengan penuh kesadaran ,dan laksanakan Muwashofat yang diperintahkan dalam kurikulum materi tarbiyah , ngga usah lama2 1 tahun aja kemudian bandingkan siapa ente sebelumnya dan bagaimana ente setelah itu., beres to ? tdk usah berpolemiklah.
    ( Tapi ingat,Ihlas-berilmu,beramal,sikoh,dan dilakukan secara istiqomah-berjihad hanya karena Allah )Bila semua langkah2 tersebut ente sudah lakukan dengan sepenuhnya , ente tidak berubah juga ? maka berhati-hatilah !
    ” berarti ente telah termasuk manusia yang Khotamallah ( ditutup hatinya oleh Allah ) ”
    Jazakumullah , maju terus wahai garda keadilan , gemakan gema keadilan diseantero bumi , dan kawallah islam dengan pandu keadilan , insya Allah syariat islam akan berdiri dengan sendirinya bravo PKS

  19. 28 muradief Rabu, 4 April 2007 pukul 3:05 pm

    Metamorfosa dari tarbiyah di ruang-ruang kecil, munculnya lsm2, kemudian PK, lantas PKS hanyalah periode2 yang dilalui dalam berda’wah. Setiap periode memiliki keunggulan dan kekurangan. Ketika merambah politik, memang dirasa ada kekurangan dalam hal ruhiyah. Kelemahan ruhiyah bukanlah kesalahan konsep, melainkan salah kader dalam memanage semakin banyaknya amanah, sehingga yang terkorbankan porsi ibadahnya. Padahal materi “Khashaaishu Da’iyah Shalihah” dari dulu tidak berubah. Baik jaman tarbiyah diam2 sampai jaman PKS sekarang.

    Wajar, ketika fase perubahan akan membawa goncangan. Ada yang ketika guncang lansung mengenang masa2 indah sebelum guncangan muncul, ada juga yang memandang guncangan sebagai sebuah proses yang mesti dan akan dilalui. Yang tercenung hanya akan mengingat masa2 tarbiyah yang sunyi, yang optimis akan menantang jaman demi kemenangan da’wah.

    Bersiap-siaplah!

  20. 29 nyoto Senin, 9 April 2007 pukul 5:07 pm

    Mas, maaf numpang,. buat temen-temen ….

    PK menjadi PKS juga adalah sebuah proses, tetapi saya tidak akan membahas proses itu.Saya hanya mau berbagi fakta, silahkan teman-teman pikir, hikmati dan nilai sendiri…

    Memang ini kasuistis, bisa ada di tempat lain, atau hanya di lampung. Kedapatan mahasiswi universitas negeri di Lampung yang sangat PKS dan akhwat banget dan dia adalah benar-benar PKSis, beberapa kali membawa Identitas dan bukti panggilan memilih milik orang lain (Yang bisa jadi berbeda aspirasinya) dan memasukkan kartu suara lebih dari satu (yang bukan haknya) kedalam kotak suara demi menggoalkan jagoannya (calon walikota bandar lampung dari PKS yang selalu berkampanye sekolah geratis?!?!?!?!?). Alhasil, mahasiswi itu dicurigai panitia yang sempat mengingat ciri-cirinya, dicari, dan tertangkap, lalu mengaku. Aduh lebih miris lagi ada orang yang berkata…”ini yang ketahuan, yang ga ketahuan kan ada”.

    Secara manusiawi mungkin mahasiswi itu bisa dimaklumi, ia sangat ingin membuktikan kecintaanya dan loyalitasnya kepada partai. Namun secara hukum dan aturan yang berlaku? Tanya kenapa?. Yang lain, mengundang masyarakat umum untuk pengajian, nyatanya berisi kampanye dan itu diluar jadwal kampanye, parahnya juga bertepatan dengan jadwal kampanye kandidat lain.

    Kemudian lain cerita, waktu dan tempat, melakukan gerakan fajar pada hari H pemilihan (padahal H-6 atribut saja sudah harus dicopot oleh tim sukses) dengan melemparkan kotak korek berlogo PKS di setiap pintu rumah penduduk di hari H, wajarkah?. Setrategi katanya?. Mengganti nomor salah satu partai Islam (yang diangap saingannya) yang lebih memiliki kuat ketokohannya-lebih populis di 2004, menukar letak partai tersebut dengan partai lain pada saat sosialisasi pemilu di masyarakat yang mereka adakan (secara tidak langsung bertujuan menggiring). Walaupun hanya contoh, sangat mungkin membingungkan calon pemilih pada hari H, karena contoh dan kartu yang sesungguhnya itu berbeda. Belum lagi bagi masyarakat awam yang ga telaten dengan kartu suara yang hampir sebesar tampah. Entah ini strategi yang terlalu cerdas atau lupa yang pura-pura, Karena inipun terjadi bukan hanya di satu tempat (provinsi). Politik bersih?!!? Lebih baik dari parta lain??????

    Selalu sibuk menancapkan berpuluh-puluh bendera di tempat duka seperti ingin berpesan “Di sini ada aku yang selalu baik”, padahal partai lainpun ada yang datang lalu memberikan bantuan ril, namun tidak sempat terpikirkan sibuk berbendera-bendera ria, membuat citra. Ikhlas?? Ada maksud lain??

    Penolakan Hidayat memakai fasilitas kendaraan mewah sebagai ketua MPR. Tetapi kenyataanya tetep pake tuh. Selalu membuat sensasi beda dengan fraksi lain dan mengekspose diri di media, tetapi pada akhirnya berubah juga, ngikut-ngikut sepakat. Mana yang menguntungkan sajalah!! Cari selamat dan tetap cari enak!. Seperti Fraksi PKS DPRD Lampung yang tidak bisa memantapkan keputusanya, mengaku idealis dan bersih, tidak berpihak. Tapi tidak kuat juga dari godaan beringin yang lihai dan berduit itu (sudah jadi rahasia umum). PKS punya nilai tawar tinggi bung!! Fraksi terakhir dari beberapa fraksi yang akhirnya mendandatangani SK DPRD No47 (yang digawangi si rindang nan berpengalaman; yang punya gubernur terpilih; tapi terganjal),SK itu prihal penolakan terhadap Sjcahroedin sebagai Gubernur Lampung (berefrensi si moncong putih yang juga kaya, dan berani memberikan tawaran lebih untuk menarik satu persatu fraksi yang berteduh di pohon rindang yang menawarkan kenyamanan, ya untuk menarik dukungannya kembali).

    Beberapa waktu (lama) lalu di Senayan, beberapa partai Islam yang berkoalisi dan kemudian mengajak PKS (Karena dinilai memiliki idiologi sama) untuk memperjuangkan piagam Djakarta, yang sangat berpihak ke ummat Islam. Sebagai aturan tertulis yang akan dijadikan legitimasi dari aspek legal formal, sebagai (langkah awal) untuk mengupayakan internalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kewajiban pelaksanaan syariat Islam bagi muslim (konsepnya hampir mirip piagam madinah ya dibuat Rasul kala itu untuk menciptakan mayarakat madani), pun ditolak mentah-mentah oleh Fraksi PKS di Senayan. Kejadian ini terjadi kalau tidak salah ingat di 2003 atau dekat-dekat-sebelum pemilu 2004 lalu, pa setelahnya ya. Kuat dugaan, ini adalah pesan seponsor yang akan menseponsori partai ini di pemilu berikutnya. DPP (Dewan Pimpinan Pusat) partai bermain mata dengan yang lain. Punya deal-deal rahasia dengan “kekasih” gelapnya. Menghianati tujuan perjuangannya sendiri, menghianati konstituen yang sudah terlanjur sangat percaya, Yupzzz, demi kelancaran tujuan berikutnya!!. Informasi penolakan tersebut kebetulan saya dapatkan dari sumber yang bisa dipercaya.

    Ini permainan politik tingkat tinggi bung!! Teorinya si bener, tapi prakteknya? Seorang zionis (bertopeng) bisa jadi teman manis, kawan bisa jadi lawan. Selalu akan ada benturan dengan kepentingan. Selalu saja berlaku “Kami beri kamu harus kembali beri kami”, “Sama-sama untung, semua berprinsip untung” meskipun sebenarnya salah satunya tetap saja buntung (penerima tetap saja tidak seuntung;sama dengan peruntungannya seperti yang didapatkan oleh penawar keuntungan). Selalu ada aktor dibalik layar, selalu ada pemain dan yang dimainkan. Selalu ada pengendali diluar lapangan dan kejadian, tentu saja ada juga lakon robot / boneka.

    Woooow ada remot kontrol diluar Senayan, bahkan pengendalinya ada di lain negara, bukan muslim, dan bukan seorang nasionalis (Indonesia). Yup lewat agen-agen yang sudah dididik khusus di Soviet untuk jadi makelar politik di setiap negara. Partai ini tidak sadar sudah masuk dalam perangkap dengan sedikit makanan. Yupz dapat suntikan dana, untuk biaya kampanye juga ngebangun markas besarnya-juga beberapa DPWnya. Beriklan di TV, yang satu kali muncul bisa berpuluh-puluh juta, dikali kemunculannya tiap hari, dikali beberapa setasiun TV dan dikali beberapa bulan (H-4 bulan). Seingat saya pariwara partai ini paling duluan dan paling panjang durasinya dibanding dengan partai lain (dan ga semua partai sanggup beriklan). Boleh dong yang berfikir kemudian bertanya-tanya???? Sayangnya yang berfikir dan bertanya tanya cuma segelintir (termasuk saya).

    Beberapa partai lain juga dapat dana dari si makelar. Makanya jangan heran kalau susah banget ngegolin kebaikan di Senayan. Udah ada pesan seponsor gitu, seponsornya kaya raya, ingin nggembosin pemimpin, juga segala produk;manusia Indonesia yang katanya raya (kata WR Supratman) lewat aturan yang ada. Ya gitulah, kalau ada amandemen, sebisa mungkin juga menguntungkan untuk mereka-tidak merugikan-tidak mengusik. Menyedihkan, Jiwa bangsa ini pun sudah dijarah, semua buta, semua jadi makelar karena dolar, yang akan menepu para politisi-birokrat negeri ini. Hiii salah siapa? praktisi-birokratnya aja mau ke-di (tepu). Begitulah permainan politik tingkat tinggi. Lagi-lagi kepentingan jadi raja yang digjaya.

    Politik kita selalu diwarnai konflik, strategi busuk, libas sana libas sini, hidup kepentingan!!! Jayalah duit, duit dan duit!!! matinya hati nurani, tersingkirnya-tidak berdayanya ke-idealis-an, masing-masing cari aman dan selamat. Dunia apa ini? Saya apatis melihat ini semua, tidak hanya partai nasionalis (yang salah satunya pernah saya singgahi dan beberapa saya gauli-sebentar); kuning, merah, biru, orange dll. Partai Islam yang pernah saya dekati. Bahkan partai yang menyatakan dirinya “lurus dan bersih” (yang juga pernah saya kenali) pun belum mampu meyakinkan saya untuk mempercayainya (saat ini). So, saya belum ingin menjadi pengikut yang “buta”.

    Ranah ini sunggguh abu-abu bagi saya, atau mungkin karena keterbatasan saya. Sulit untuk melihat dari kaca mata hitam (saja) atau putih (saja). Yang kotor, mengaku dan berpura-pura bersih,tulus. Yang bersih sering mengabu-hitamkan dan tidak sadarkan diri jika ia juga sesungguhnya (sudah tidak lagi) bersih.

    Ini dunia politik bung seperti kelinci liar (kejam, licik, licin, liar lalu mati rasa). Juga seperti srigala yang siap memangsa, sekaligus bisa menyamar jadi domba. Kemunafikan pergilah!!!!

    Kawan, mewarnai bukan/tidak (pekerjaan mudah), jangan-jangan malah diri yang terwarnai! Hati-hati di jalan dan,
    Hati-hati !!! kalau sudah (merasa paling) baik daripada yang lain!

    • 30 uum Rabu, 8 April 2009 pukul 12:04 am

      Astaghfirulloh al ‘adzim. Semoga Alloh membuka hati kita. Kenali lebih dekat siapa itu pks. “Boleh jadi orang/kelompok orang yang dibicarakan lebih baik di mata Allah, karena amal-amal qt belum seberapa dibandingkan dengan mereka”. yang saya ketahui, mereka berjihad dengan jiwa dan harta mereka. mereka hanya mengharap ridho Alloh. mengharap pertemuan dengan-Nya. saya berdo’a semoga Alloh menolong dan meneguhkan kedudukan mereka yang ada di pks, serta memeberikan kemenangan yang agung yaitu surga yang penuh dengan kenikmatan.

  21. 31 deking Selasa, 10 April 2007 pukul 9:56 pm

    ketika sudah ada Sejahteranya… ketika ada azan magrib terdengar… masih ada dan banyak yang masih berteriak teriak di truk atau di motor

    Ternyata sebuah partai sekalipun masih tetap manusia…
    Semua itu manusiawi kan mas?
    Manusia memang biasanya akan menjadi lalai setelah mencapai keSEJAHTERAan…
    Grafik moral manusia biasanya akan menurun lagi setelah dia mencapai keSEJAHTERAan…
    Tapi bagaimanapun juga saya tetap simpati dengan PKS…
    Mungkin kalau membandingkan PKS dengan PK maka yang terlihat memangah suatu keburukan…suatu penurunan kualitas..

  22. 32 joesatch Selasa, 5 Juni 2007 pukul 11:55 pm

    seperti katanya mas deking…posisi, oh, posisi…
    kalo mau bersih, kayaknya seumur hidup memang harus jadi oposisi aja tanpa pernah mencapai keSEJAHTERAan…

    weleh arep dadi oposisi juga ya… wis kono ndaftar wae nang deking… he he he

  23. 33 Fadli Rabu, 6 Juni 2007 pukul 1:24 pm

    Dulu saya sempat ikut-ikutan PK dan PKS. Dari kelas 2 SMA (1999) sampai pemilu 2004.
    Tahun 2004 saya kenal Salafi yg dgn sikap kerasnya langsung menghujat saya. Bahkan karena saya PKS seorang teman salafi menolak menjabat tangan saya yang nista sebagai ahlul bid’ah, menolak menjawab salam saya alergi duduk dengan saya (katanya dilarang duduk dgn ahlul bidah : ada hadistnya).
    Saya yg ga tahu apa2 tentang IM justru tahunya dari salafi. Lucunya efek shock yg ditimbulkan malah mendekatkan saya pada salafi. Saya merasa berdosa pernah bergabung dgn PKS(IM), setelah kampanye terakhir di mandala krida dan pawai terakhir. saya putuskan keluar dari PKS.
    Tapi saya juga tidak hadir di kajian salafi depan MIPA Selatan, karena gerah. Saya memilih mempelajarinya otodidak lewat situs2 dan majalah2nya.
    Tiga bulan berlalu. Saya cukupkan belajar salafi. Saya telah faham tujuannya. Dan menurut saya tidak harus seperti itu metodenya.
    Akhirnya saya mulai menjauh dari hiruk pikuk harakah dan halaqah.
    Saya memilih jadi muslim biasa saja, saya kembali keakar tradisional saya sebagai warga muhammadiyah. rasanya saya lebih bebas disana. cocok dengan tradisi demokrat dan selera moderat yang saya bawa dari kampung.
    Biarlah PKS berjuang secara politik, Biarlah HTI merancang khilafah baru, Biarlah Salafi berjuang memurnikan tauhid, Biarlah Jamaah Tabligh membina akhlaq dan moral, Biarlah Darul Arqam membina ekonomi umat.
    Saya hanya berharap suatu saat mereka bisa bersinergi. Dan tidak mengklaim yang lainnya sebagai kaum yang termasuk 72 golongan.

    wah pilihan yang bijak… setidaknya menurut anda dan saya…

    • 34 wakhid Rabu, 1 April 2009 pukul 10:00 am

      Janganlah mengatakan biarlah…., mari kita dukung apabila kerja2 mereka untuk kebaikan dan kemaslahatan Ummat, kalau kita terlibat didalamnya tentu kita kan dapatkan hasilnya.
      Kalau anda mengatakan biarlah seolah2 anda tidak tahu bahwa isi dunia ini adalah saling nasihat menasihati.

  24. 35 Hamba Allah Rabu, 6 Juni 2007 pukul 8:35 pm

    Assalamualaikum wr.wb
    ane sendiri menganggap PKS merupakan salah satu partai yang cukup memihak rakyat. Kader-kader PKS juga memiliki akhlak , moralitas, dan intelektual yang cukup baik.Yang harus kita ingat, kita jangan hanya menilai partai dari orang-orangnya/kadernya tapi lihat ide/ konsep apa yang ditawarkan, selama itu sesuai dengan Al-Quran dan hadist, kenapa g? Selama belum ada yang lebih baik ide/konsepnya dari PKS, kenapa pilih yang lain, segala sesuatu memiliki kekurangan dan kelebihan,g mungkin kalau PKS tidak pernah memiliki kekurangan dan berbuat kesalahan, kita sebagai kader/simpatisan/rakyat biasa hendaknya tidak hanya mengkritisi tanpa memberikan solusi yang membangun. Sebagai manusia biasa kita lebih mudah untuk menghujat/mengkritik sesuatu daripada memberikan pujian.Moga PKS tetap Istiqomah sebagai partai dakwah, tidak terlena dengan adanya kekuasaan. …………………………………………………………………………..

    ya semoga tidak terlena dengan kekuasaan
    silahkan baca koment saya juga di sini

  25. 36 cek daus Selasa, 12 Juni 2007 pukul 9:47 am

    as.ane adalah salah satu kader pks, ane kenal pks sejak pertama kuliah pada saat itu ada yang memakai aytribut pks yang membuat saya ane heran ternyata dakwah itu memang luas, penamplan yang keren, ditambah dengan akhlaq yang baik akan menghasilkan tampilan yang lua biasa, dan ane kira pk maupun pks tidaklah berubah, bik itu dalam aktivitas halaqoh maupun dalam yang lain.

    baguslah kalau memang gak berubah… salut…

  26. 37 Abu Ihsan Jumat, 15 Juni 2007 pukul 3:45 pm

    Suluh nulis gini:
    @pramur:
    Saya disini bukan sebagai penilai, saya hanya menyampaikan yang ada dan yang saya ketahui dari orang lain. Tetapi terimakasih telah memberikan saya sudut pandang yang lain dari anda. Koment terakhir anda sangat menarik, dan patut direnungi terutama dari asal sang pemberi petuah (murobbi), yang memberikan perbedaan dari pemahaman yang sebelumnya. Hmm… akhirnya sering kita terkagum-kagum bukan pada institusi tapi pada orang… Padahal menurut saya, (jika saya boleh menilai) kekaguman seperti itu kurang bijak. Tapi semua memang berhak memiliki perbedaan penilaian. Seperti halnya anda, mereka, dan mungkin juga saya yang memiliki penilaian yang berbeda atas satu Partai yang sama.
    kemudian gini:
    @Farid Ma’ruf:
    Partai tak bisa hadir dan mengada tanpa kader atau orang. Kesaksian atau Fakta terhadap sebuah organisasi tak bisa hadir tanpa adanya kesaksian dari “manusia atau orang” penghuni komunitas tersebut. Ide selalu saja hadir dalam tataran oportunis atau ideal. Tinggal bagaimana membumikan ide tersebut dalam tataran real. Bukan begitu? Terima kasih atas kritiknya.
    Menurut saya kok kongtradiktip ya … maunya anda sebenarnya gimana sih.

    wah kontradiktif ya? yang mana ya? atau emang saya yang bego… ah gak tahu saya… oh yang ini ya:

    kita terkagum-kagum bukan pada institusi tapi pada orang

    dikontraskan ma yang ini ya:

    Partai tak bisa hadir dan mengada tanpa kader atau orang

    .
    Makasih koreksinya….

  27. 38 Abu Ihsan Senin, 18 Juni 2007 pukul 8:51 am

    Jangan diadukan kalimat per kalimat, tapi idenya. Ke Pramur anda bilang ‘jangan menilai partai dari orangnya’, tapi ke Farid anda bilang ‘kita tidak bisa menilai partai tanpa menilai orangnya’. Kalau bukan itu yang anda maksud, maka sayalah yang telah salah mengerti dan harus mencabut komentar saya.

    sebenarnya gini mas or pak… saya tuh cuma gak setuju kalau mengkultuskan sesuatu… entah itu ide atau orang… nah kedua-duanya mewakili seperti itu… saya akui saya salah dalam memberikan komentar… saya bukan orang jenius atau cerdas… komentar saya tersebut saya akui kontradiktif.. nah dalam hal ini saya pengen menkoreksi bahwa segala sesuatu jangan dikultuskan dan disanjung sanjung… kelemahan selalu saja ada… partai memang tak bisa hadir tanpa orang… orang lah yang menciptakan partai… dengan demikian secara keseluruhan sebuah penilaian bisa dilakukan baik itu menilai dari segi ide maupun orang… baik buruknya maupun lemah tidaknya..

    demikian klarifikasi saya… mohon dikoreksi yang lebih baik… saya mohon petunjuknya mas… maafkan kebodohan saya…

  28. 39 Abu Ihsan Senin, 18 Juni 2007 pukul 1:48 pm

    Kalau semua komentar anda ditulis di atas kebodohan … yo wis … bubar kabeh. Meski kita berbeda paham dan pendapat, saya merasa tulisan saya normal, tidak ada maksud menghina, menggurui, dan sejawatnya, tapi anda malah membodoh-bodohkan diri sendiri. Ada apa dengan anda?
    Sekalian komentar tentang kebodohan deh. Dari semua komentar-komentar di atas, ada yang benar (sesuai fakta) ada yang tidak benar (tidak sesuai fakta, tidak berdasar, dsb). Bagi yang menulis komentar yang tidak benar, ada dua kemungkinan. Dia bodoh, karena tidak tahu bahwa yang dia tulis salah atau tidak sesuai dengan fakta, atau dia jahat, karena dia tahu fakta (yang sebenarnya) tapi sengaja menulis yang tidak sesuai dengan fakta tersebut.

    makasih pemelajarannya… kok jadi gak nyambung ma isi postingan ya mas….

  29. 40 Sugihyo Senin, 18 Juni 2007 pukul 5:33 pm

    Terjun ke ParTai memang harus berbekal KEPENTINGAN, walaupun sadar gak sadar kita pun akan diarahkan kesono. Awalnya sih ngadain kajian, seminar, dll, tapi begitu air udah sampai leher, ujung-ujungnya yaa kepentingan ParTAI lah yang jadi tujuan.
    Ada satu temen saya pernah bilang, klo nggak punya kepentingan ya jangan ke Par-Tai, ngurusin pengajian aja. Tapi kenyataannya ada orang yg kasak kusuk di pengurusan pengajian cuma untuk mendapatkan popularitas, dengan menghasut pengurus laennya. Padahal di pengajian kan nggak ada uangnya (adapun cuman sedikit, wong kita-kita kalo masukin uang infak juga krincing-krincing doang).
    Saya pribadi salut dg perkembangan perolehan suara PKS, walaupun dalam menjalankan kepentingan Par-TAInya kadernya sering melakukan manuver dengan cara-cara yang naif. Mereka pintar memanfaatkan moment yang diekspos secara luas dengan modal yang minim.
    Contohnya :
    Peristiwa tsunami aceh, ada beberapa gelintir orang PKS yang hanya bermodal sesobek spanduk bertuliskan “seakan-akan” truk kontainer berisi bantuan kemanusiaan itu berasal dari PKS. Sampai-sampai teman-teman yang meliput mengancam akan menghentikan peliputannya sampai kain itu dilepas. (murah, sesobek kain sablonan bisa meng-klaim bantuan ber-truk-truk kontainer bantuan kemanusiaan), walaupun memang ada juga yang bener-bener bergulat dengan ratusan ribu mayat di Aceh.
    Peristiwa gempa bumi klaten-jogjakarta, kalo yang ini saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, pada suatu liputan oleh TVRI, ada manusia berdiri dibelakang presenter dilokasi gempa dengan mengacung-acungkan PIN PKS, tentunya dg tujuan bisa terlihat di layar TV. Dan memang benar terlihat di layar TV saya, oleh mata saya. (murah lagi, PIN seharga Rp. 5.000 an, bisa siaran nasional).
    Dari dua contoh diatas, saya jadi berpikir, PKSpun tak luput dari doktrin untuk memasarkan partainya dengan jalan apapun walaupun itu mungkin tidak merugikan, tapi tetap aja bikin neg (perasaan mau muntah). Bahkan anak tetangga saya yg saat itu juga pas nonton dirumah saya ikut-ikutan neg, padahal dia sekolah di lingkungan sekolah Islam terpadu (PKS punya sayap di JSIT = Jaringan Sekolah Islam Terpadu). Sempat juga saya terbengong-bengong, tapi saya malas mau tanya karena saya khawatir ikut-ikutan meracuni pikirannya yg masih bersih. Biarlah dia sendiri yang menilai baik buruknya….
    Pernah juga temen dari partai lain ngomong begini, PKS itu partai kader, yang menggembleng kadernya menjadi militan, mirip partai yang dilarang (mungkin beliau memperhalus istilah saja). Cuma bedanya PKS berangkat dari lingkungan Islam, dan kalau strateginya dikerjakan spt partai yg dilarang itu, bukan tidak mungkin PKS akan menjadi partai besar dengan kader militan yang pada akhirnya akan mempunyai pendukung yang terus berkembang dan tidak akan pernah surut.
    Beliau menutup pembicaraan dengan suatu kelakar semoga PKS dalam pemilu 2009 bisa masuk election treshold sehingga tidak perlu merubah nama lagi, misalnya jadi Partai Keadilan Indonesia, bisa kiamat tuh !!!
    Nah, lebih kurangnya mohon ma’af untuk semuanya

    ya juga ya.. waktu saya ma orang sekampung bangun-bangun gubuk buat orang yang kena gempa ada mahasiswa kkn universitas xxx kok ada bendera PKS gitu… ah gak ngerti juga saya mau mereka…

  30. 41 Achmad Afandi Kamis, 28 Juni 2007 pukul 8:53 pm

    kalo saya justru karena faktor “sejahtera” itulah PKS coba merekrut orang2 yang biasanya “denger azan” santai santai aja menjadi orang yang denger azan “bersegera ke masjid” kalo itu belum terlihat sekarang berartimungkin saja orang yang seharusnya mengingatkan macam temen ente tadi “pergi begitu saja” yah ga salah sih tapi saya pikir temen ente tadi berharap berada ditengah komunitas super hero yang suci bersih. padahal di PKS Setiap Kader Mesti jadi “SUPER HERO” yang “mengusahakan” Keadilan dan kesejahteraan Bukan “MENGOMENTARI” Keadilan dan Kesejahteraan

  31. 42 riza Jumat, 29 Juni 2007 pukul 3:26 pm

    alhamdulillah, saya sudah hampir 13 tahun hidup dalam halaqah
    alhamdulillah, banyak kawan yang saya kenal (kalo ngajar ke perusahaan lain, sering ketemu kawan yang dulu bareng-bareng malam-malam ke puncak untuk ngisi acara mabit)
    alhamdulillah, masih banyak yang mau menulis tentang PKS (artinya masih ada perhatian)
    alhamdulillah, ada organisasi mass yang saking takut-nya kehilangan jama’ahnya sampai menghujat-hujat PKS (hanya karena kader PKS sering menggunakan masjid mereka, trus jama’ah mereka kemana ya?)
    alhamdulillah, ada anggota dewan (selain PKS) yang marah-marah dengan sebuah LSM Kesehatan yang ditengarai sebagai perpanjangan tangan PKS (trus jawaban LSM-nya, kader partai ente mana?)
    alhamdulillah, ada aktivis dakwah yang nolak-nolak jadi anggota dewan (kalo partai lain malah rebutan)
    alhamdulillah, hidup dalam jama’ah memang nikmat, setidaknya ada yang mengingatkan bahwa Islam adalah rahmatan lil’alamin

    selamat buat kesuksesan anda…. salam kenal :smile:

  32. 43 Herianto Jumat, 29 Juni 2007 pukul 6:47 pm

    Wah telat nih saya mas Suluh…
    Rupanya rame juga diskusi di postingan ini…
    Numpang ngoceh, begini :
    Ada idealita (cita2), ada realita (waqi’ : kenyataan).
    Idealita umumnya sempurna, realita umumnya tak sempurna (atau berjarak dari idealita), selanjutnya lagi ada syariah yaitu jalan-NYA.
    Idealita (yg sempurna tadi) hendak direalisasikan di wadah yg namanya realita yaitu wadah yg tak sempurna berdasarkan syariah-NYA. Prosesnya yaitu mengantarkan idealita pada realita ada yg menyebut : harakah (gerakan).
    Disebut harakah (gerakan) karena dilakukan secara bertahap (marhalah).
    Knapa mesti bertahap ?
    Karena syariah dan realita begitu memintanya.
    Mereka2 yg tak mengenal pentingnya proses bertahap dalam mencapai tujuan pasti tidak akan mengenal (menyetujui) harakah.
    Mereka2 yg tak mengenal marhalah, itulah yang tertuduh TERORIS oleh si barat.
    Mereka yang tak mau tau realita dan marhalah, itulah yg sering kita sebut teman2 SALAFY.
    Mereka yang dominan mengutamakan realita di atas segalanya, itulah teman2 LIBERAL yg menghasilkan sekulerisme, pluralisme, dstnya.
    Mereka yg berharakah tetapi tipis pertimbangan realitanya, itulah teman2 Ha Te.
    Sementara teman2 PKS mengenal prinsip : fiqul waqi’ (realita), fiqul awwaliyat (Prioritas) dan fiqul muazzamat (cara menimbang), dalam membuat keputusan dan aksi2nya. Teman2 lain tentu menggunakan wasilah lainnya.
    Berjalan di realita dengan mengusung idealita, diperlukan kearifan dan kebersamaan (Ijtihad Jama’i).
    Idealita (cita2) Islam yaitu tegaknya syariah di muka bumi (di diri dan orang lain), tidak mungkin dilakukan sendiri, butuh sentuhan kebersamaan (jama’i), kecuali kalo kita terjebak di perangkap apatisme (tidak mau tau).
    Menurut saya, berbagai gerakan Islam yang ada, bedanya cuma di wasilah (metoda atau alat). Kita menuju satu titik yg sama, jadi gak perlu membesar2kan perbedaan atau masalah di antara kita. Tidak ada yg aneh dalam hal ini.
    Yg aneh justru mereka yang tidak bekerja, atau tidak jelas (strategik) kerjanya, tapi berkoar setiap melihat kekhilafan teman2nya yg kerja. Mereka menyebut meng-kritik, tapi lupa mengkritik dirinya sendiri. Mereka ingin para aktivias islam berubah, tapi dirinya sendiri tak juga berubah ke yg lebih baik.
    Ibarat pemain sepak bola dan penontonnya. Penonton berteriak betapa bodohnya si pemain yg tak jua bisa meng-golkan bola ke gawang lawannya. Tapi dia sendiri tak pernah mau bermain. Jangankan bermain, berlatih pun tidak.
    Fenomena terjunnya aktivias dakwah ke realita adalah ibarat pemain bola tsb. Mereka bermain sekaligus berlatih. kita tahu mereka ada khilaf, ada kesalahan dalam menendang bola. Tapi mekanisme muhasabah, introspeksi di setiap tahapan kerja (marhalah), selalu membuat mereka lebih baik. Sementara si pen-teriak, jangankan kerja, teriakannya pun umumnya tak menjadi lebih baik.
    Jadi menurut saya,
    [1] Perlu keseimbangan, totalitas dan keadilan dalam mengatur pribadi dan team-work.
    Akal, fisik dan ruh harus dikelola semua. Jangan dominan di akal saja tapi amal (ruh) nya kurang, jangan sibuk di amal tapi perencanaan (akal) kurang, jangan sibuk di akal dan amal, tetapi fisik tak terjaga.
    Semuanya harus dikelola (totalitas) secara keseimbangan (adil).
    [2] Perlu aktivitas.
    Aktivitas beda dengan ngoceh, wacana atau teriak2 saja. Dari aktivitas-lah kita tahu, dimana kesulitannya, dimana salahnya, apa langkah2 selanjutnya. Konkritnya.
    Kelemahan kebanyakan para pemikir/filosof adalah, karena mereka merancang pemikirannya, ide2nya, tanpa disertai aktivitas. Ideologi komunis-nya Karl Marx lahir dari situasi seperti ini (tunggu aja postingan ttg ini).
    Saya mbaca kisah Karl Max, dsb-nya. Ide2 mreka timpang, karena hidupnya sendiri tidak seimbang, dominan subjektivitas dan akal sendiri saja.
    Politik mnurut saya cuma alat, yaitu salah satu alat untuk mengatur Negara ini. Sama dengan Sistem Pendidikan, yaitu alat untuk mencerdaskan bangsa. Karena sistem politik saat ini lagi timpang, semua yg bergelut di politk cendrung terlihat timpang. Biarkan aja kalo ada yg berusaha membenahinya, walau kotoran ktimpangan itu mengenainya. Itu hukum bermain di realita. Seperti juga Sistem Pendidikan kita yg timpang, toh kita tak meninggalkannya kan ?
    Waduh, kok jadi panjang begini…
    Udahan dulu ah… nanti2 diskusi lagi.
    Tapi demikianlah pokok2 pemikiran saya yg smestinya tbaca di sejumlah postingan weblog saya.
    OK, Tks.

    hmmm gitu ya… :D

  33. 44 Ogel Lio Jumat, 17 Agustus 2007 pukul 2:06 am

    PKS = Penuh Kemunafikan Semata
    Bertopeng Kesucian Berjubahkan Cahaya
    Nyatanya Haus Kuasa Jua

  34. 45 kAryoSun Minggu, 2 September 2007 pukul 8:13 pm

    MAs maaf nie ….

    Nyela bentar…!!!!!!
    Ada yang tau Alamat DPW/DPC PKS temanggung gak yah ???

    Aku lagi tugas di temanggung nih, !!!

    Terimakasih infonya !

  35. 46 adin,malang Minggu, 4 November 2007 pukul 1:53 pm

    ikut nimbrung,menurut ane kita jangan menilai dari partainya,emang di negara kita partai identik dengan kekuasaan,kotor,curang dll.tapi kalau ane melihat dari sisi dakwahnya partai kan ibarat kendaraan,toh yang diajarkan juga tentang islam itupun yang hanya bersumber dari Al Qur’an dan hadist.murobbi saya juga nggak pernah ngajarkan doa agar pKs bisa menang ditiap pemilu.yang dia tanya waktu liqo,’gimana solatnya puasanya dan amal ibadah lainnya.menurut saya pks adalah partai penyampai dakwah yang tulus dan ikhlas.kalau ente-ente berpikir partai ini sok suci,bersih.itu emang ente aja yang tidak tau dan nggak mau tau.jangan liat partainya lihat dakwahnya.untuk urusan jabatan ane belum pernah lihat yang lebih baik dari pks yang saat ini masih tetap amanah.setidaknya kita sebagai rakyat kecil masih bisa tersenyum saat negara carut marut, sarang koruptor dll, ada anggota DPR yang menolak mobil mewah,tunjangan dsb.itupun dari mana kalau nggak dari pks.buka mata,lihat dengan hati nurani.HIdup Islam.jayalah negeriku.wassalam

  36. 47 kusno bin marno Rabu, 14 November 2007 pukul 3:06 pm

    Ogel Lio
    17th Agt 2007 di 2:06 am
    PKS = Penuh Kemunafikan Semata
    Bertopeng Kesucian Berjubahkan Cahaya
    Nyatanya Haus Kuasa Jua

    kumaha urang purwakarta ?
    pks, sami mawon

  37. 49 Harian Kamis, 15 November 2007 pukul 10:30 am

    PKS bukanlah kumpulan malaikat
    karenanya tak akan lepas dari salah dan khilaf

    tetapi tidakkah mereka terus bekerja?
    tidakkah disana ada secercah cahaya?
    Ayo kita semua bekerja,
    jangan hanya bergumam di tengah gulita

    Indonesia saksikanlah
    KEADILAN melahirkan kasih sayang
    kasih sayang melahirkan persatuan
    persatuan melahirkan kemenangan
    kemenangan untuk kita semua

  38. 50 cahya Kamis, 15 November 2007 pukul 10:54 am

    PKS
    dulu awalnya PK
    dulu pertama kali saya tau tentang ini sejak smp
    sekarang saya sudah mahasiswa
    saya salut sekali dengan aktivitas dakwah ini
    para kader dakwah sangat semangat memperjuangkan semua ini
    termasuk di kampus saya
    para ikhwah sudah memegang peran penting dalam kampus
    tapi…
    semakin meluasnya dakwah dalam kampus,semakin meluasnya juga VMJ antara ikhwan dan akhwat ^_^
    ini merupakan fitrah, ikhwah juga manusia, ya to?
    tapi..
    ayolah liat sodara seiman kita teman teman salaf,mereka sangat menjaga hijab antar ikhwan dan akhwat.aku salut
    hati hati bisa bisa ini bisa menjadi titik kehancuran kita.
    marilah kita menjaga hati kita
    salam kenal untuk sodaraku semua
    semoga kita bertemu kembali di Syurga firdaus,,amiiin ^_^

  39. 51 dirantingcemara Selasa, 27 November 2007 pukul 8:32 am

    Alhamdulillah, saya bisa membaca diskusi ini.
    Dan perlu diketahui semua oleh pembaca, saya sangat terbantu sekali dengan pembinaan yang dilakukan oleh kader-kader PKS. Kalau saja Allah tidak menolong saya kemudian dengan bantuan teman-teman tarbiyah, apa jadijnya saya hidup di dunia yang penuh dengan kemunafikan dan kezaliman yang dilakukan oleh orang-orang yang ngerti agama tapi amalnya nol besar.

    Saya adalah perokok berat, sejak SMP tapi ketika masuk kuliah dan bergaul dengan orang-orang tarbiyah itu Alhamdulillah saya berhenti total dari perbuatan yang merugikan umat itu.

    Alhmadulillah, sudah berjalan 10 tahun saya bergabung dengan mereka. Adalah sebauh kenikmatan dalam berjamaah, ukhuwah, itsar, yang senantiasa saya rasakan. Adanya perbedaan yang dirasa setelah pk menjadi pks itu tergantung ruhiyah dari para kader. Apakah mereka tetap konsisten untuk melakukan amaliyah hariannya atau tidak. Jika tidak siap-siap saja untuk futur dan membecni jamaah dakwah ini.

    Sungguh, tidaklah akan rugi dakwah ini jika mereka-mereka/kita-kita itu keluar. Karena dakwah tidak membutuhkan mereka/kita-kita. Tetapi kitalah yang membutuhkan dakwah ini.

    Sekali lagi Alhamdulillah, Allah telah mengenalkan saya pada manhaj ini. Betapa banyak orang yang mencela, betapa banyak orang yang mencaci, sungguh tidaklah berpengaruh pada setiap amal karena Allah maha teliti atas setiap perbuatan manusia di pengadillannya nanti.

    Alhamdulillah saya bergabung dengan teman-teman PKS.
    :-)

  40. 52 widi mochamad sugri Rabu, 28 November 2007 pukul 8:59 am

    ya itu salah satu pemaparan yang bagus…
    tapi siapa lagi yang bisa kita harapkan untuk merubah bangsa ini??
    biarkan hati nurani yang bicara….
    wassalam
    hk bujank 2007


  1. 1 Kandidat Independent Yang Tersisihkan: Pendapat Sarwono Kusuma Atmaja Tentang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) « Suluh Numpang Nulis Lacak balik pada Rabu, 13 Juni 2007 pukul 4:42 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 286 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: