Memahami Yang Tak Terpahami

Memahami yang tak terpahami. Sebuah proposisi yang sepertinya mengandung kekeliruan. Banyak orang menyebut sebagai contradiksi in terminis (kontradiksi dalam kata). Anda bisa menganalisis kesalahan proposisi diatas tanpa harus saya menunjukkan kontradiksi apa yang ada didalamnya. Tapi sebenarnya bukan itu yang ingin saya tunjukkan kepada anda.

Memahami yang tak terpahami. Sesungguhnya pemahaman kita terhadap diri kita maupun dunia akan selalu dalam level “tak terpahami”. Kita akan selalu gagal dan gagal dalam memahami secara holistik siapa diri kita dan dunia kita. Sudah tahu kita hanya akan menemukan jalan buntu terhadap dunia dan diri kita kok masih aja ngeyel pengen memahaminya. Apa hal ini tidak merupakan perbuatan sia-sia? Apa hal ini tidak merupakan perbuatan yang membuat kita frustasi? Udah tahu gak bisa dipahami masih mau memahami. Mungkin ini pertanyaan-pertanyaan yang ada dibanyak benak kita.More…

Memahami yang tak terpahami. Saya tahu bahwa yang tak terpahami memang tak terpahami. Namun ini bukan merupakan akhir dari usaha kita memahami. Yang tak terpahami saya kira merupakan suatu bentuk pengejawantahan keterbatasan kita dalam memahami secara “holistik dan utuh” terhadap dunia dan diri kita. Kita memang tak akan pernah sampai pada keutuhan dalam memahami diri kita dan dunia. Namun kita mampu untuk membangun pemahaman-pemahaman secara secuil secuil (mungkin hanya setetes air dilautan) terhadap diri kita dan dunia.

Memahami yang tak terpahami. Ini hanya masalah pilihan atas sesuatu yang kita tak bisa mengetahuinya dan kita kemudian menyerah, atau terus. Karena dunia dan diri kita tak akan terpahami secara utuh, maka kita mampu memiliki gairah yang tiada akhir untuk berupaya memahaminya. Saya merasa gairah ini lebih berharga dan bermakna untuk terus hidup dalam diri kita dibandingkan andai kita lebih memilih menyerah dan pasrah. Dunia dan diri kita yang tak terpahami inilah yang memungkinkan kita untuk memiliki gairah yang berharga dan bermakna. Gairah mencari. Gairah memahami. Mungkin juga gairah menikmati.

Penuh Gairah

Haqiqie Suluh (20 Januari 2007)

Iklan

3 Responses to “Memahami Yang Tak Terpahami”


  1. 1 agorsiloku Sabtu, 20 Januari 2007 pukul 4:20 pm

    Dan sebuah gairah, justru karena tidak memahami.

  2. 2 entah Sabtu, 4 April 2009 pukul 5:21 pm

    ko cuma copy paste doang
    :((


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: