Sains 2

Sains meneliti, mengobservasi, memverifikasi, menginvestigasi, menggeneralisasi, mengamati, mendeduksikan, memfalsifikasi, mengumpulkan, menyeleksi, mengindek, memutuskan dan beberapa bentuk penyelidikan yang lainnya terhadap apa yang kita namakan dunia. Sains memberikan hasil, memberikan ramalam, memberikan pengetahuan, memberikan teori. Ia begitu unggul diantara berbagai metode yang ada di dunia. Dukun berhasil disingkirkan. Diantara gereja, mesjid, sinagog, candi, klenteng, ia mampu menyelinap ke dalam maupun ke luar. Manusia menjadi sangat tergantung kepadanya. Ia membuat. Ia mencipta. Ia juga menghancurkan. Sering maupun terkadang.

Sains hadir atas nama manusia. Karena manusialah yang memberikan nama “sains” kepadanya dan juga menciptakannya. Ia menjadi alat investigasi di hampir semua level kehidupan. Polisi menggunakannya. Petani menerapkannya. Bill Gate pun tak ketinggalan ikut memilikinya. Sains memang begitu mengagumkan. Begitu mempesonakan. Begitu dahsyat. Tidak terbayang apa yang mampu ditempuh oleh manusia dengan alat ini.

Tapi tahukah anda bahwa sains amat mustahil memahami dunia. Karena sains itu bagian dari dunia. Ia memahami dunia dengan perkakas dunia. Ia memahami dunia dalam dunia. Ia takkan hadir juga tanpa indera dan kesadaran manusia. Manusia: sebuah gerombolan “hidup” bagian dari dunia juga. Jadi akhirnya, sains juga bak usaha melihat mata kita secara langsung dengan mata kita. Mustahil. Kita adalah kelinci yang tak pernah bisa keluar dari topi sang pesulap dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Penuh ketakmengertian

Haqiqie Suluh (22 Januari 2007)

Iklan

8 Responses to “Sains 2”


  1. 1 Shinta Kamis, 8 Februari 2007 pukul 4:48 am

    Memang tidak memadai untuk memahami dunia… bagus, tapi terbatas. Untuk betul-betul memahami, ga cukup dengan panca indera. Kalo cuma mengandalkan indera, ceritanya jadi seperti orang-orang dalam goa Plato itu.

  2. 2 Haqiqie Suluh Kamis, 8 Februari 2007 pukul 8:58 am

    @Shinta:
    hmm…. maaf saya kira anda memperdangkal apa yang saya maksud dalam cerita goa plato dengan asumsi panca indera… lebih dari itu… keterbatasan yang saya maksudkan…:)

  3. 3 agorsiloku Sabtu, 17 Februari 2007 pukul 1:28 pm

    sains itu memproduk teknologi untuk memenuhi kebutuhan manusia atas sandang, pangan, dan bertanya (bukan menjawab) tentang dari mana asalnya aku ini….

  4. 4 Suluh Minggu, 18 Februari 2007 pukul 11:47 am

    @agorsiloku:
    Ah masak sih sains memproduk teknologi? kayaknya yang memproduk tuh manusia demi kepuasan hasrat manusia (entah buruk atau baik)… Sains cuma alat doang. Eh yang bertanya tuh siapa? Manusia apa sains? tentunya manusia juga kan?

  5. 5 rlanang Minggu, 17 Juni 2007 pukul 11:21 pm

    Memahami dunia menggunakan sains seperti mendefinisikan Tuhan dengan kata2.
    Qi tanya ni…manusia menciptakan sains atau manusia menemukan sains?
    Salam.

    goleki jawabanne nang artikelku sing liyo, wis tak singgung dikit2… :D

  6. 6 rlanang Selasa, 19 Juni 2007 pukul 10:00 pm

    Wah kok kayak main pingpong yo.

  7. 7 Indra Rabu, 1 Agustus 2007 pukul 8:55 am

    Sains itu berkembang, seiring manusia hidup berkembang. Sains merumuskan keingintahuan manusia dan mencoba menjawabnya. Pertanyaan esensial-eksistensial manusia yang tak terjawab oleh sains, lalu dilontarkan kepada filsafat. Refleksinya tertuang dalam filsafat sains, yang juga belum tentu selalu mampu menjawab. Dan bukankah memang yang memahkotai manusia sebagai makhluk luhur, bukan sekadar indra yang melahirkan ilmu empiris; tetapi adalah juga intuisinya? “Intuisi” mengatasi rasio dan akal budi, ia melompat-lompat mencoba keluar dari kodrat kendati bakal jatuh lagi. Hehe.. ini terinspirasi pemikiran antropologi-metafisiknya Anton Bakker.


  1. 1 Indera Kita dan Pengetahuan Kita: Problem Tentang Persepsi dalam Filsafat « Suluh Numpang Nulis Lacak balik pada Sabtu, 16 Juni 2007 pukul 9:33 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: