Goa Plato dan pengaruhnya ke dalam pemikiran Kant

Adalah salah jika mengatakan cerita plato tentang goa hanyalah mitos atau cerita tak tentu arah. Diceritakan dalah kisah mengenai goa plato, bahwasanya seorang manusia tinggal di dalam gua dalam keadaan terkunci atau tak bisa bergerak bebas kemana mana dan hanya mampu menghadap ke dalam dinding goa. Seberkas sinar muncul kemudian hilang kembali. Ketika kemuculan sinar cahaya itu dari mulut goa menyinari ke dalam dinding goa, seorang manusia tersebut melihat bayangan-bayangan. Kadang ia melihat bayangannya sendiri yang bergerak gerak. Kadang ia melihat bayangan rerumputan yang melambai lambai. Kadang ia melihat bayangan seekor beruang. Dan sebagainya sebagainya. Kemudian manusia tersebut berusaha memahami dan menyerap segala pengetahuan dari hasil bayangan-bayangan tersebut. Dari hasil pemahaman dan analisis bahan bahan dari bayangan-bayangan tersebut ia berusaha mengetahui relitas yang sesungguhnya yang menjadi alasan adanya bayangan-bayangan itu sendiri. Termasuk siapakah dirinya itu sendiri.

Cerita ini bukan mitos menurut saya, walaupun banyak orang menilai atau memberi nama cerita ini sebagai “mitos goa plato”. Menurut pemahaman saya kekayaan pengertian dan pemahaman dari cerita ini terhadap dunia dan pengetahuan kita tentang realitas sungguh sangat besar. Sampai-sampai mitos ini mungkin merupakan pondasi dari salah satu filosof paling penting dalam dunia filsafat yaitu Immanuel Kant. Sesungguhnya mitos goa ini hanyalah merupakan analogi pemahaman atau pemikiran plato dalam memahami dunia dan dirinya sendiri.

Dalam mitos plato tersebut kita (manusia) ditempatkan pada posisi sang manusia yang terkurung dalam goa dan terikat tanpa bisa melihat keluar goa. Kita hanya mampu melihat bayangan dari dunia yang sesungguhnya. Pemahaman ini seperti pemahaman para filosof empiris ketika dihadapkan pada problem persepsi. Bayangan-bayangan pada dinding goa plato merupakan hasil dari persepsi-persepsi inderawi kita yang dengannya kita memiliki bahan mentah untuk memahami dan menerjemahkan realitas. Bagaimanapun juga realitas dalam dirinya sendiri tidaklah mungkin sama dengan persepsi dari alat indera kita. Kita hanya memiliki bahan yang sebenarnya merupakan cerminan tak lengkap yang tergantung dari cermin itu sendiri (indera kita) untuk menangkap realitas. Realitas yang sesungguhnya akan selalu tersembunyi di luar goa plato atau realitas akan selalu tersembunyi di luar indera-indera kita. Semakin tersembunyi juga karena sesungguhnya indera-indera kita juga merupakan bagian dari realitas sebagaimana goa dan manusia itu juga merupakan bagian dari dunia di luar goa.

Kant memahami mitos goa ini dan kemudian mengembangkannya dengan titik tolak dari filosof empiris maupun idealis, yang kemudian mengajukan suatu pemahaman baru bahwasanya realitas itu, dalam konsep epistemologis bukan ontologis, ia bagi menjadi dua. Yaitu realitas noumena dan fenomena. Realitas noumena bisa disamakan (walaupun tidak persis) dengan dunia aktual di luar goa plato. Sedangkan realitas fenomena adalah realitas dimana bayangan-bayangan di dinding goa itu tertangkap oleh indera kita. Dengan demikian saya rasa, jasa besar dari pemahaman plato tentang dunia dan diri kita kepada pemikiran para filosof sesudah dia sangatlah besar. Kalau teori relativitas Einstein disimbolkan berdiri di pundaknya teori Newton, juga bisa disimbolkan kalau pemikiran Kant yang berdiri di pundak pemikiran Plato.

Salam Penuh Tanya

Haqiqie Suluh (4 Februari 2007)

Iklan

8 Responses to “Goa Plato dan pengaruhnya ke dalam pemikiran Kant”


  1. 1 Rein Senin, 30 Juli 2007 pukul 2:24 am

    Hmmm. Berarti.. kapan-kapan dech. baca buku dulu.

  2. 2 andi Selasa, 3 Maret 2009 pukul 1:53 am

    menarik sekali. saya juga sepakat, bahwa apa yg diuraikan oleh plato dengan manusia penunggu goanya sangat bermanfaat dalam proses memahami apa yg berada dibalik fenomena, dan membedakan mana yg fenomena dan mana yg noumena. filsafat memang selalu menarik dari jaman yunani kuno sampai sekarang.

  3. 3 Andrie Jumat, 12 Juni 2009 pukul 3:12 pm

    Pernah baca “Rahasia di Balik Materi”-nya Harun Yahya?
    Kayaknya agak mirip sma goanya Mbah Plato iki…

  4. 4 parhan Senin, 28 September 2009 pukul 9:00 am

    dalam perspektif agama islam kayanya ini mirip dengan sebuah keterangan yang menyatakan bahwa untuk mencapai kebenaran yang hakiki kita harus mengetahui dan kenal pada diri sendiri…sebagai upaya untuk menemukan kebenaran yang abad…salah satu caranya adalah dengan menyatukan pemikiran dengan hati nurani

  5. 5 jumeri kAl-Bar Sabtu, 15 Mei 2010 pukul 10:02 pm

    trIms yA,,,,,
    sOalnX kBTlAn aQ lG aD tGAs nI DR dOseN

  6. 6 crutz Senin, 24 Mei 2010 pukul 7:58 pm

    sbuah esai yg cmerlang krya susan sontag,.tertliz d bris pertma dg niat mgjutkan-umat mansia tnpa sdikitpun mrubah pndanganya akan ttap mgkal dlm goa plato:mgamati kbnran yg dwariskan pndahlunya.ktika sbuah pmhaman hdir,tak krang drinya sbuah intrepetasi,lalu apkah lebenswelt it ad,sya pkir mnjawabnya adlah ssuatu yg ckup riskan.brnkali ini pula yg mngilhami derrida-tdk ad ssuatu dluar teks,iy n mgkin realitas tak ubhnya bnda yg tak lpas dr bhasa

  7. 7 khoeron Jumat, 29 November 2013 pukul 1:53 pm

    analogi manusia goa itu, mengenai gurunya yang di paksa untuk meminum racun, yang seharunya bagi saya tidak terjadi pada seorang socrates.

  8. 8 Nurcahyono Sabtu, 20 Agustus 2016 pukul 9:38 pm

    Tubuh ini adalah goa2x bagi ruh… Inilah pemikiran plato yang sesungguhnya.. Jika ruh mampu keluar dengan kesadaran cahaya kebenaran maka dengan sendirinya goa2x itu akan penuh cahaya dan tubuh dengan otomatis akan sepakat dengan kebenaran tersebut untuk menjalaninya. Sayangnya ruh tertidur sebab tubuh menjelaskan realitas dunia tanpa melihat kedalaman cahaya kebenaran dalam sunyinya kedalaman Goa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: