Sebuah Tanggapan Mengenai Cinta: Kasus Rabi’ah

Mengenai surga dan neraka serta cinta Rabi’ah kepada Tuhannya, saya ingin sedikit menanggapi dengan segenap pengetahuan saya yang minim mengenai hal ini. Cinta Rabi’ah, mungkin seperti komentar yang pernah di ungkapkan oleh Erich Fromm dalam The Art of Loving, ketika membahas mengenai kedewasaan dalam mencinta,

Immature love say,” I love You, because I need You.” Mature love say,” I need You, because I love You”

Dalam hal ini, Immature love atau cinta yang tak dewasa menghendaki imbalan dari orang yang dicintainya sehingga ia mencintainya. Atau dengan kalimat yang lain, subyek tersebut membutuhkan sesuatu dari objek yang memiliki dan menguasai kebutuhan subyeknya, sehingga subyek mencintai obyek. Karena si A memiliki uang banyak, yang dibutuhkan oleh si B maka si B mencintai si A. Dengan demikian ketika imbalan itu tidak ada (dalam kasus Rabi’ah, yang dikirim oleh Murod, imbalan ini adalah Surga), maka cinta itu pun menghilang atau musnah. Jadi kalau tidak ada surga maka cinta kepada Tuhan tidak mengada.

Berbeda dengan Immature love, cinta yang dewasa (Mature love), tidak membutuhkan adanya imbalan apapun. Cinta mengada karena obyek cinta itu sendiri. Sehingga dari cinta itu sendiri timbul kebutuhan dari objek yang dicintai bukan karena obyek cinta memiliki sesuatu (dalam kasus Rabi’ah, obyek memiliki surga). Kebutuhan ini oleh Rabi’ah diwujudkan dalam bentuk peribadatan yang tulus. Saya beribadah kepada Mu karena saya Mencintaimu, dan saya tak peduli pada apa yang Kamu miliki. Mungkin inilah Cinta yang dimaksud oleh Rabi’ah.

Ketika Rabi’ah berhadapan dengan cinta yang berbeda dengan cintanya, ia menginginkan agar cinta yang berbeda ini bisa diubah seperti cinta yang dimilikinya. Caranya, dengan membakar surga, sesuatu yang membikin orang mencinta karena hasrat kebutuhan materiil. Dalam bentuk ini cinta Rabi’ah menjadi terlalu menguasai dirinya sehingga ia mengubah dirinya menjadi tidak mentolelir adanya bentuk cinta yang lain, yang berbeda dengan cintanya. Suatu sikap yang kurang bersahaja, menurutku, karena Rabi’ah telah menafikan adanya pluralitas dalam sebuah sikap dan menggiring atau berusaha mengeliminasi bentuk cinta yang berbeda dengan dirinya. Sebuah sikap otoriterian dalam bentuk Cinta. Suatu arogansi dalam bentuk Cinta. Atau mungkin, cinta dewasa yang menghukum cinta yang masih muda. Yang tua mendoktrin yang muda.

Namun masing-masing dari bentuk cinta tersebut masih memerlukan objek yang dicintai. Saya pernah memikirkan apakah ada sebentuk cinta yang tanpa disertai perwujudan sebuah objek? Cinta yang dalam bentuk rasa yang tak terkenali sebabnya. Cinta yang ada karena cinta itu sendiri. Seperti sebuah rasa dari intuisi jiwa. Adakah cinta yang seperti ini? dan, Apa itu “Cinta”?

Selamat merasakan Cinta..

Haqiqie Suluh (Sebuah tanggapan dari email seorang teman)

Iklan

1 Response to “Sebuah Tanggapan Mengenai Cinta: Kasus Rabi’ah”


  1. 1 agorsiloku Sabtu, 17 Februari 2007 pukul 2:17 pm

    Biasalah itu Rabiah, begitulah orang sedang jatuh cinta. Ungkapannya tentang surga dan neraka adalah sanjungan pada yang dicinta. All the time; dunia milik kita berdua, yang lain ngontrak; tiada bintang seterang indah matamu, dst-dst. Begitulah cinta Rabiah kepada PenciptaNya. Surga dan Neraka tidak lagi diukur untuk simayang sedang terpesona oleh indahnya cinta.

    Nggak logis, kagak masuk akal.
    but
    indah ya….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: