Analisis Logika Aristoteles Pada Logika Fuzzy: Contoh Linguistik Indri

Dari surat Indri diberikan contoh mengenai Logika Fuzzy:

Kecepatan kendaraan. Orang yang melaju dengan kecepatan
60 km/jam dapat dikatakan cepat atau lambat dalam waktu
yang bersamaan (bisa menjadi dua anggota dalam waktu yang
bersamaan) karena tidak ada batasan yang tegas untuk cepat
itu berapa km/jam

Disini terdapat dua konsep yang saling mengisi. Pertama, konsep kecepatan 60 km/jam, yang merupakan sebuah konsep yang sering didefinisikan sebagai perbandingan antara jarak tempuh dengan waktu yang dibutuhkan. Kedua, konsep cepat dan lambat. Konsep ini murni merupakan konsep linguistik-psikologis. Cepat atau lambat suatu gerak ditentukan secara subjektif oleh pengamat. Dengan demikian sangat tergantung pada batasan dari pengamat mengenai cepat dan lambat. Jika tidak ada kesepakatan mengenai batasan ini yang terjadi adalah kesimpangsiuran atau samar-samar atau tidak jelas mana yang benar dan yang salah atau fuzzy.

Konsep pertama merupakan suatu konsep yang jelas menggunakan Logika Aristoteles. Kecepatan 60 km/jam adalah kecepatan 60 km/jam (Prinsip Identitas), mustahil ia memiliki kecepatan 100 km/jam atau yang lainnya (Prinsip Nonkontradiktif). Karena ia memiliki kecepatan 60 km/jam maka dengan sendirinya kecepatan yang lain gugur (Prinsip Tak Ada Jalan Tengah)

Sedangkan mengenai penilaian cepat atau lambat suatu gerak hanya merupakan suatu konsep linguistik-psikologis yang subyektif tergantung pengamat. Jika suatu pengamat A menetapkan batasan cepat itu adalah lebih besar sama dengan 60 km/jam, maka kecepatan 60 km/jam adalah cepat. Menurut A, salah jika mengatakan lambat. Jika suatu pengamat B menetapkan batasan cepat itu adalah lebih besar sama dengan dari 70 km/jam, maka kecepatan 60 km/jam adalah lambat. Menurut B, salah jika mengatakan cepat. Jadi mana yang benar? Masing-masing benar menurut batasan subyektif mereka. Dengan sendirinya Logika Fuzzy jelas berasal dari sesuatu yang memang asalnya sudah berbeda atau tidak sama. Bukan entitas itu sendiri yang berbeda. Yang ada adalah dua atau lebih pengamat yang memiliki batasan penilaian yang berbeda.

Demikian pula hal ini bila diterapkan pada contoh keduanya Indri. Seseorang memiliki tinggi 165 cm tidak mungkin memiliki tinggi selain itu. Seseorang memiliki tinggi 165 cm adalah memiliki tinggi 165 cm. Mustahil ia memiliki tinggi 300 cm. Persoalan apakah 165 cm disebut tinggi atau pendek tergantung dari pengamat itu sendiri dalam mendefinisikan atau memberi batasan derajat tinggi atau pendek.

Dengan demikian Logika Aristoteles lebih menekankan pada hakikat sesuatu, sedangkan Logika Fuzzy lebih menekankan pada perspektif pengamat pada sesuatu. Atau dengan bahasa Murod (lihat surat Murod terdahulu), Logika Aristoteles memberi tekanan pada kebenaran dalam hakikat, sedangkan Logika Fuzzy memberi tekanan pada kebenaran dalam perspektif.

Logika Aristoteles dan Logika Fuzzy dalam Relativitas Einstein

Dengan suatu imajinasi dan kecerdasan yang luar biasa, Einstein menggabungkan dua logika ini dalam teori relativitasnya. Logika Aristoteles ia masukkan dalam dua postulat awal dari teori relativitasnya, yaitu postulat pertama, tidak ada kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya atau, kecepatan cahaya di ruang hampa sama besar untuk semua pengamat, tidak tergantung dari keadaan gerak pengamat, dan postulat kedua mengatakan bahwa, hukum fisika (baca: persamaan fisika-matematik) yang berlaku adalah sama, untuk semua pengamat. Kedua postulat tersebut mengandung arti, dari sudut pandang Logika Aristoteles, mustahil postulat itu berlawanan dengan dirinya sendiri. Mustahil ada kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya. Mustahil hukum fisika berbeda untuk semua pengamat (Pinsip Nonkontradiktif).

Sedangkan Logika Fuzzy ia masukkan pada hasil atau nilai pengamatan dari hukum fisika itu sendiri, yang bergantung sepenuhnya dari subyektifitas perspektif pengamat itu sendiri. Hasil yang diperoleh si A ketika mengukur kecepatan si B adalah 0,8 c (c adalah kecepatan cahaya), sedang si C mengukur si B adalah 0,7c. Sedang si B mengukur dirinya sendiri memiliki kecepatan 0c. Baik si A, si B maupun si C benar dari perpektif masing-masing. Akan tetapi Logika Fuzzy ini masih dibatasi oleh Logika Aristoteles pada postulat pertama Einstein. Jika si D mengukur si B adalah 2c maka si D salah karena tidak ada kecepatan yang bisa melebihi kecepatan cahaya, c, karena 2c melebihi c. Atau bisa jadi seluruh pondasi relativitas Einstein yang salah, karena postulat pertamanya telah gugur. Tapi ternyata, Einstein benar sampai saat ini.

Sekedar tambahan, Logika Aristoteles tersebut juga digunakan oleh Einstein pada teori gravitasi versus ruang. Bahwa dihadapan gravitasi, ruang akan dilengkungkan, tergantung dari besarnya gravitasi yang dimiliki. Sedemikian sehingga jika percepatan gravitasi sangat besar yang dihasilkan oleh suatu entitas, ruang bisa “menghilang”. Jadilah apa yang sering disebut para fisikawan sebagai black hole.

Dengan demikian, dalam banyak hal, tidak mungkin bisa diabaikan jasa besar yang telah diberikan oleh Logika Aristoteles ini kepada Ilmu Fisika, ilmu yang selama ini kita geluti di dunia akademis, di kampus Fisika Teknik kita sendiri. Oleh karena itu, jika teman-teman ingin benar-benar jadi fisikawan, gelutilah Ilmu Logika, bukan Ilmu Dogma.

Khusus mengenai pembahasan logika Fuzzy, perlu diberi catatan bahwa hal tersebut sepenuhnya didasarkan pada contoh yang diberikan oleh Indri. Jika ada contoh yang lain yang berbeda, bisa jadi terjadi perubahan pada analisis yang saya sampaikan.

Semoga bermanfaat
Penuh Cinta,

Haqiqie Suluh
Pada semesta Ku bertanya…
Pada manusia Ku mengadu…
Siapakah Aku?
(HS, 14 Maret 2006, sebuah tanggapan diskusi di Milis Teknik Fisika ’99)

Iklan

1 Response to “Analisis Logika Aristoteles Pada Logika Fuzzy: Contoh Linguistik Indri”


  1. 1 Hero kg Minggu, 12 Oktober 2008 pukul 9:39 pm

    nah ko ambik 100 juta spam yang ghaib……. ha3 jgn di cabar pendeko keling


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: