Positivis Logis (Updated)

Saya menilai menurut hasil pembacaan saya sendiri tentunya, positivis logis tidak bisa dilepaskan oleh gaya pemikiran Bertrand Russel. Bertrand Russel memiliki kecenderungan untuk menganut gaya Descartesian campuran Hume. Di salah satu bukunya Sejarah Filsafat Barat, ia mengemukakan pemikirannya pada halaman-halaman terakhir yang membahasa filsafat Analisis Logis. Kecenderungan untuk mencari suatu hal yang tidak bisa dibantah lagi oleh suatu argumen yang lain, merupakan ciri khas dari logika Russel. Russel yang berawal dari pemikir matematis memang menyukai cara pandang ini (ini setidaknya menurut penilaian saya). Lalu apa hubungannya dengan Positivis Logis? Kenapa saya malah membahas Russel bukannya langsung ke pokok permasalahn membahas positivis logis?

Positivis logis memulai dengan sebuah penalaran sebagai berikut. Sebuah proposisi maupun pernyataan seringkali hanya merupakan selentingan tak karauan yang tidak memiliki arti. Bualan maupun celotehan orang yang hanya mengandalkan kemampuan menggunakan bahasa tanpa pernah mengerti kedalaman maupun kebermaknaan di dalamnya. Retorika-retorika bisa jadi termasuk dalam kategori ini. nah, positivisme logis berusaha untuk mencari garis atau suatu cara untuk membedakan kalimat atau proposisi yang bermakna dan tak bermakna. Ada dua jenis kalimat yang dapat diselidiki kebermaknaannya. Jenis pertama disebut dengan proposisi analitis, sedang kedua disebut sintesis.

Kalimat analitis mengandung makna bahwa kalimat tersebut dapat diketahui bermakna atau tidaknya dengan menyelidiki bagian-bagian dari kalimat itu sendiri.

Seorang bujangan mempunyai dua orang anak

Nah proposisi ini dapat dikategorikan sebagai proposisi analitis dengan menyelidiki bagian-bagian pembentuk kalimat tersebut. Kalimat tersebut bisa dikategorikan sebagai kalimat tak bermakna karena pada dasarnya seorang bujangan tidak mungkin mempunyai anak. Kecuali jika bujangan yang dimaksud merupakan nama seseorang.

Ada kehidupan di planet mars

Proposisi ini tidak bisa dikategorikan sebagai proposisi analitis, karena kita tidak dapat menyelidiki kebenaran dari pernyataan tersebut hanya dengan menganalisis kata penyusun kalimatnya. Proposisi ini lebih merupakan proposisi sintesis, yang mengandung arti bahwa untuk mengetahui benar tidaknya (kebermaknaan) kehidupan di planet mars maka ada satu cara untuk membuktikannya, yaitu dengan pergi ke planet mars. Nah pergi ke planet mars ini merupakan suatu bentuk prinsi verifikasi. Sebuah prinsip yang sangat popoler dikalangan para positivis logis. Kata kata,” bagaimana anda membuktikannya? Apakah itu mungkin untuk dilakukan verifikasi? dsb”, merupakan ciri khas dari pemikiran seperti ini. Jika sebuah pernyataan tidak bisa memenuhi dua kriteria dan prinsip verifikasi tersebut maka pernyataan atau proposisi atau kalimat tersebut hanyalah omong kosong atau hanya bualan tak berarti

Nah kenapa di bagian awal saya malah menyebutkan Bertrand Russel. Tidak lain karena, walaupun Russel sendiri tidak suka dimasukkan ke dalam golongan positivis, Russel, sangat menyukai jenis pemikiran seperti ini. Ketika mengajukan filsafat analitis logisnya yang mendasarkan pada kepastian matematis, Russel juga banyak memberikan contoh melalu gaya yang mirip dengan positivis. Saya pikir kaum positivis berutang besar kepadanya.

Bagaimanapun juga saya merasa bahwa kehendak kaum positivis terlalu menyederhanakan sesuatu bahkan mungkin menghancurkan sesuatu itu. Selain karena prinsip verifikasi yang tak mungkin dapat diverifikasi sehingga mengandung contradictio in terminis, kaum positivis seperti mengobarkan kekayaan pengalaman manusia demi prinsip verifikasi yang sangat mirip descartesian ini. Sungguh betapa sempitnya kehidupan kita jika mengandalkan pemikiran seperti ini.

Salam penuh Makna di hati

Haqiqie Suluh

Iklan

5 Responses to “Positivis Logis (Updated)”


  1. 1 peyek Jumat, 23 Februari 2007 pukul 7:38 pm

    wah, saya malah tertari dengan yang ini, tak tunngu deh kelanjutannya,

    salam kenal,

  2. 2 DeDe Selasa, 6 Maret 2007 pukul 1:33 pm

    salam kenal,keren tulisannya.

  3. 3 abdi Senin, 1 Juni 2009 pukul 3:00 pm

    Om, numpang tanya ya
    cz terung erang, aku masih bingung ni
    berangkatnya atomisme logis dari mana?
    bagaimana landasan epistemologi aliran ini dan bagaimana bisa ia jadi semacam metode kebenaran?
    tolong jawab ya Om
    ni aku bingung banget ki

  4. 4 John Sabtu, 29 Agustus 2015 pukul 10:46 am

    mantap gan perkembangan teknologi sekarang, , klw kita gak ikuti bisa ketinggalan kereta , Aerith


  1. 1 Kebebasan Berpendapat: Antara Paradok, Moralitas, dan Kehidupan « Suluh Numpang Nulis Lacak balik pada Selasa, 11 Desember 2007 pukul 9:09 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: