Mari Mengalami, Mari Berpuisi

Kenapa seseorang lebih suka mengungkapkan perasaan dalam bentuk tulisan dalam media puisi dibandingkan media narasi atau prosa? Saya ingin mengabaikan kemungkinan semisal bahwa dengan berpuisi orang dapat menyembunyikan fakta yang ingin diungkapkan atau beberapa kemungkinan yang lain yang tidak saya sebutkan ditulisan ini. Saya lebih mengagendakan untuk membahas kemungkinan bahwa dengan berpuisi orang lebih ekspresif dan lebih mampu mengungkapkan kegundahan hati ataupun emosionalitas ataupun pengalaman personalnya lebih dalam dibandingkan dengan cara berprosa.

Struktur kata dalam puisi yang seringkali tidak mengikuti aturan baku atau umum merupakan salah satu indikasi bahwa berpuisi lebih membebaskan dan ekspresif. Dengan mengambil bentuk puisi sebagai ungkapan pengalaman (emosi maupun yang lainnya) maupun pemahaman seakan-akan penyampai atau pencipta puisi lebih mampu mengelaborasi maupun mengeluarkan segenap pengalamannya secara lebih mendalam dan lebih bebas.

Pengambilan bentuk diksi yang unik dari kalimat kalimat yang terbentuk dalam sebuah puisi saya yakin merupakan sebuah hal untuk menyampaikan sesuatu yang sering tidak mampu diutarakan dalam bentuk prosa. Salah satu hal yang sering dijumpai adalah emosionalitas cinta personal (lawan jenis). Kenapa seorang yang mengalami “cinta” lebih sering menggunakan bahasa puitis dibandingkan dengan bahasa formal atau prosa umum, merupakan salah satu bukti bahwa bahasa puisi lebih mampu mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di diri orang tersebut. Gelora emosi yang sedemikian dalam seakan akan tidak mampu diungkapkan hanya dengan bentuk prosa atau kalimat biasa. Lihatlah bagaimana syair lagu dibuat dan disenandungkan kesemuanya berlirik khas puisi.

Apa yang ingin saya nyatakan disini adalah sebuah pemahaman bahwasanya untuk menerjemahkan atau menginterprestasikan atau untuk membuat salinan atas pengalaman maupun pemahaman atas hidup dan dunia ini wahana atau media puisi merupakan salah satu alat yang cukup dapat diandalkan dan dipercaya. Saya dengar kitab suci juga menggunakan bahasa puitis untuk keperluan seperti ini.

Sedang untuk saya sendiri, berpuisi saya maknai bukan hanya kepandaian merangkai kata-kata yang “indah”, melainkan sebagai wahana menyampaikan sesuatu yang benar benar ada dalam diri saya, entah itu pengalaman, emosi, pemahaman atau yang lainnya. Puisi harus memiliki jiwa (roh) atau sebuah pesan yang benar benar ingin disampaikan yang dengannya pembaca dapat menarik pemahaman atau mengalami emosionalitas yang ingin disampaikan. Adalah salah untuk menganalisis isi dari puisi hanya dengan membagi kata per kata. Adalah salah menilai sebuah puisi hanya dari larik-larik diksi atau kata-kata yang indah saja. Puisi sebagaimana seni yang lain merupakan sesuatu yang “hidup” dan memiliki makna, tidak kalah dengan bentuk kalimat-kalimat argumentatif atau persuasif atau prosa yang lebih sering disukai oleh banyak orang.

Mari mengalami… mari berpuisi…

Dalam rindu Puisi

Haqiqie Suluh (Jumat, 20 April 2007)

Iklan

2 Responses to “Mari Mengalami, Mari Berpuisi”


  1. 1 Herianto Senin, 21 Mei 2007 pukul 8:34 pm

    Ngasih komen ah…
    Pengalaman saya tentang puisi begini : http://herianto.wordpress.com/2007/03/28/puisi-1/

    Makasih dah ngasih koment…
    Siap membaca postingan saudaraku…
    Eh sudah dibaca ding… malah dah koment juga loch :D

  2. 2 izzah Jumat, 28 Maret 2008 pukul 1:34 pm

    salutttt…deh tulisan2 mas…!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: