Ah, Teori….

Sering kali kita mengabaikan apa yang dinamakan teori. Bahkan dari kalangan positive logis maupun analisis linguistik sangat mengabaikan teori (kalau bukannya malah menghancurkannya). Walaupun saya mempunyai sejenis keyakinan bahwa tidak ada satupun teori yang ada sekarang ini yang mampu menjelaskan segala sesuatu (teory of everything), saya terus terang menghargai apa yang dinamakan teori.

Teori memang sering kali salah dalam memprediksi atau menerjemahkan atau menjelaskan sesuatu hal. Bahkan terdapat lebih dari dua atau tiga teori hanya untuk menjelaskan satu realita. Dan sering kali berapa banyakpun yang diteorisasikan oleh teori tersebut masih ada saja celah ataupun kesalahan yang terdapat dalam teori tersebut. Lalu untuk apa sebuah teori jika teori itu tidak dapat dipercaya 100 persen? Apa pentingnya sebuah atau beberapa buah teori? Dan kenapa banyak orang seperti kaum positivis, linguistik, bahkan yang lagi tren kaum postmodern begitu tidak menyukai teori. Kalau dalam bahasa sehari-hari kita sering mengatakan dengan nada ejekan dan penuh nada tak percaya,”Ah, teori…!”..

Entar dilanjutkan….. Lain kali…

Iklan

5 Responses to “Ah, Teori….”


  1. 1 Catshade Kamis, 17 Mei 2007 pukul 1:27 am

    Tidak 100% benar bukan berarti gak ada gunanya sama sekali. Di dunia ini juga nggak ada gembok yang mampu mengklaim 100% anti maling; tapi bukan berarti lantas kita nggak usah pakai gembok sama sekali. Teori tetap penting untuk menjelaskan secara umum hal-hal yang terjadi di sekitar kita, jadi wajar saja kalau ada hal-hal khusus tertentu yang nggak tercakup dalam teori itu. Tentu teori yang baik juga perlu menjelaskan konteks pemakaiannya, keterbatasan, perkecualian, dan variasi2 yang bisa terjadi dalam teori itu. Seiring dengan perkembangan ilmu, dari yang tadinya mungkin cuma 10% lama-lama akan meningkat sampai mendekati 100%. Dan beberapa teori yang berbeda untuk membahas satu fenomena yang sama menurut saya malah akan memperkaya pemahaman kita mengenai fenomena itu.
    Btw, saya baru sadar, dari tadi kerangka pikir yang saya pakai itu teori-teori ilmu sosial (yang sering diserang ke’pasti’annya). Jadi maaf kalo ternyata nggak nyambung…

    tulisannya belum selesai loch… makasih dah ngasih koment…

  2. 2 Evy Kamis, 17 Mei 2007 pukul 12:22 pm

    Teori itu sebaiknya di ikuti praktek, klo cuman jd wacana ya itu tadi, ah teori aja lu…

    tinggal teori buat apa loch mbak… tidak semua teori bisa dipraktekkan.. kadang teori hanya untuk memahami dan menambah cara kita memandang dunia.. peace :)

  3. 3 Bahar Kamis, 17 Mei 2007 pukul 12:33 pm

    teori ilmu alam memudahkan kita untuk menyederhanakan fenomena yang kita liat. karena penyederhanaan, tentu nggak 100% akurat. penyederhanaan ini memudahkan kita untuk melihat hal-hal yang paling berpengaruh saja dan memudahkan kita untuk melihat konsekuensi kalau kita melakukan sesuatu…
    teori ilmu sosial…nggak tau. mestinya harus berubah sesuai perkembangan manusia.

    tulisannya belum selesai loch… belum lengkap… kok dah pada koment serius sih… :)

  4. 4 Herianto Jumat, 18 Mei 2007 pukul 1:43 pm

    Jadi pengen nimbrung nih tentang teorinya : “teori”.
    Kalo ada pertanyaan mana yang lebih dulu ada teori atau praktek, maka menurut saya jawabannya ada 2. [1] Teori mendahului praktek apabila sulit menjangkau bentuk konkritnya, (2) Praktek mendahului teori untuk menjelaskan fenomena konkrit di prakteknya.
    Jadi Teori itu ada 2 macam : (1) Teori yang mencoba menjelaskan [hipotesa] hal-hal yang sulit dijangkau bentuk konkritnya, (2) Teori yang memang berasal dari kenyataan.
    Teori yang pertama belum tentu benar karena hipotesa, sedangkan teori kedua adalah kebenaran ilmiah karena telah diuji coba.
    Tergantung kita menilai teori yang mana dulu.
    Menurut saya kedua2 nya diperlukan.
    Sorry, komen nya agak kebanyakan.

    hmmmm…. mikir-mikir… wah bisa jadi tambahan bahan lanjutang postingan nich…. makasih makasih…. :D

  5. 5 Catshade Jumat, 18 Mei 2007 pukul 7:54 pm

    @herianto: itu maksudnya pendekatan deduktif vs induktif bukan sih?
    @haqiqie: maaf kalo saya terlalu bernafsu komentarnya, habis jarang banget sih ada blog2 yang membahas hal2 ilmiah seperti ini, jadi bawaannya mau ikut ‘meramaikan’ aja :P Ditunggu lho lanjutannya…

    ah mbak cats ini kok sensitif kali.. eh dimaafkan kok.. btw komentnya entar jadi nambahin ide kalau entar postingannya dilanjutakan… kan asik.. gak usah mikir jauh jauh udah dipikiran ma orang yang koment :D


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: