Saya Masih Balita: Tolonglah Diri Saya untuk Menjadi Dewasa

Dalam beberapa postingan terakhir saya atau malah dalam banyak postingan saya selalu saja tak mampu melanjutkan proses penulisan sampai tuntas. Entah kenapa ketika mulai menginjak pembahasan yang memerlukan “otak lebih” saya kemudian seakan-akan ingin berhenti. Saya tidak tahu mengapa? Akhirnya yang terhasil dari proses penulisan saya di blog ini hanyalah sebuah coretan yang pendek dan tak dalam. Hanya keluhan-keluhan dan pertanyaan-pertanyaan. Saya memang jarang meluangkan waktu untuk menulis secara intens (berjam-jam dengan studi literatur dan kurasan otak). Saya menulis ketika saya mampir di warnet sembari brownsing, chatting dengan teman-teman di room yogyakarta:20 dan ngasih koment kesana kemari. Dengan demikian saya seperti terbagi-bagi dan tak fokus dalam menulis. Tentunya semakin lama saya di warnet semakin naik bayaran yang musti saya keluarkan. Oleh sebab itu saya mohon maaf jika tulisan-tulisan saya masih “bayi atau balita” dan belum sampai pada “kedewasaan”. Saya jarang sekali (teramat jarang) mengedit tulisan saya. Kesalahan tanda baca maupun pengetikan saya lewatkan dan saya abaikan. Apalagi kesalahan gramar atau aturan bahasa indonesia yang baik dan benar selalu saja tak pernah mampir dalam penulisan saya. Saya hanya pengen nunut nulis, Saya hanya pengen nulis. Dan media yang mampu mengekspresikan coretan saya secara naluriah dan spontan adalah blog.

Ide-ide yang muncul dalam tulisan saya sering kali gak pernah saya rencanakan. Ketika mampir di warnet dan membuka wp, saya kadang gak pernah pengen nulis walaupun ide berkeliaran. Namun sering juga ide muncul dengan sendirinya dan proses coretan saya muncul bak air mengalir. Gaya bahasa tidak pernah saya pikirkan. Semuanya seperti aliran anak sungai yang mencari muara tempat berlabuhnya segala cairan dan material yang hanyut bersamanya. Dengan demikian ide-ide saya sering pendek, dangkal dan tak berarti. Saya juga tak memiliki niat untuk menulis sesuai dengan tren yang berkembang di blogsphere.

Maafkan saya jika sering mengecewakan pembaca. Mungkin dengan kelemahan dan kedangkalan dari pemikiran dari tulisan saya, para pembaca bisa menambal dan membangun lebih baik dari diri saya.. Dengan segala keterbatasan dan kemurungan atas kemampuan diri ini saya ingin mengucapkan dari dalam hatiku yang terdalam

Terimakasih dan Terimakasih mau membaca

Suluh Numpang Nulis (…Cuma Lagi Pengen Nulis…)

Haqiqie Suluh

Iklan

5 Responses to “Saya Masih Balita: Tolonglah Diri Saya untuk Menjadi Dewasa”


  1. 1 jurig Senin, 21 Mei 2007 pukul 12:02 pm

    tidak tulisan yg mengecewakan… tidak ada tulisan yg lemah atau dangkal …
    semua tulisan anda itu berguna dan bermanfaat bagi anda sendiri dan bagi orang lain yg menganggapnya berguna dan bermanfaat .. seperti saya…

    Semoga saja tidak… Tapi saya takut itu iya…

  2. 2 peyek Senin, 21 Mei 2007 pukul 12:57 pm

    ah anda sudah lama menulis daripada saya, ada di arsip anda kan?
    kadang saya berpikir seperti anda, banyak blog bagus bermunculan, karena mereka punya banyak waktu untuk melakukan studi tulisan yg mendalam daripada saya.
    btw, keep writing!


    Ah… lama gak jadi ukuran mas… Toh saya masih gini gini aja… Gak naik naik kemampuannya…
    Keep writing too!

  3. 3 helgeduelbek Senin, 21 Mei 2007 pukul 9:25 pm

    Mungkin tulisan di blog itu memang harus begitu yah… sebab kalau terlalu serius dan mendalam seakan-akan terkesan inklusif. Jadi biarkan saja maunya apa jari2 mengetuk2 tuts. :)

    Mungkin juga iya… Mungkin juga tidak…
    Biarkanlah jariku menari…
    Biarkanlah pikirku menari…

  4. 4 fertobhades Senin, 21 Mei 2007 pukul 11:06 pm

    biasanya dengan semakin banyak menulis, maka kita akan semakin “dewasa” dalam menulis….
    *berarti saya juga masih balita dong..* :-)

    Ah gak tahu juga saya… Tapi… Saya emang ngrasa balita… Sungguh…

  5. 5 PeNnY Rabu, 23 Mei 2007 pukul 6:13 am

    Oo…gt toh alasannya…Tp mnrt saya itu bagus jg loh, biar pembaca pnsrn dgn tlsn anda. Jd blog anda bnyk yang ngunjungi n banyak yg ngsh coment yg mbantu anda jg dech!hehehe…
    Tlsn anda mnrt sy nggak “balita2” bnget tuh, bermanfaat juga.. Yah kalo emg anda merasa seperti itu, itu kan proses kedewasaan anda juga. “Bayi” kan nggak strsnya jd bayi. Dia akn trs tumbuh mnjdi anak2, remaja, dewasa, oma 0opa, tapi bedanya… “bayi” tersebut tetap hidup terus…dan terus…Gak akan mati.
    Keep your touch in writing bro!gud lak! :-)
    Makasih dukungannya… Mohon petunjuknya juga… Btw, kapan penny bikin blog…? :(


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: