Mohon doa… Mohon doa…

Katamu kau takut mati
Katamu bau kematian menghampiri
Sebelum retak kepalamu diperbaiki
Kamu takut mati
Dan kamu menangis di hadapku

Di meja operasi gagal
Kata seseorang, Kritismu adalah 3 rotasi bumi.
Di hari ketiga apakah engkau sanggup bertahan
Atau galian makam untuk jasadmu..

Mohon doa…
Mohon doa…
Mohon doa…

Aku ingin engkau hidup
Seperti juga engkau tak mau mati

Mohon doa…
Mohon doa…
Mohon doa…

Doakan dia wahai saudara
Doakan dia wahai kawan

(Untuk seseorang yang terbaring kritis setelah operasi gagal dilakukan)

Kematian seseorang memang sebuah tragedi… Aku sadar dan merasai..

Iklan

8 Responses to “Mohon doa… Mohon doa…”


  1. 1 kurtubi Rabu, 23 Mei 2007 pukul 10:34 am

    Tuhan lebih mengetahui
    dari segala yang kita rencanai
    Tuhanlah pemilih terbaik buatnya
    kita hanya berusaha meraihnya
    sakit bagaikan duri
    di antara daging dan gigi
    sang dokter katanya ahli
    hanyalah manusia pemakan nasi
    sakit bagaikan duri
    mengiris-iris sejari-jari
    tapi takkan menyentuh ruhani
    sebab ia lah sebenar2 jati diri
    Tuhan
    hambamu kini sendirian
    menghirup bau kematian
    setelah dokter tak kuasa menahan
    Kini kamilah sebagai kawan
    Mengharap dengan KuasaMu
    Sebab hanya KuasaMulah
    yang dapat menghampiri
    segala permohonan
    ——-
    salam kenal mas
    saya ikut prihatin

    Terimakasih… Mohon doanya ya…

  2. 2 kangguru Rabu, 23 Mei 2007 pukul 10:50 am

    *komat kamit baca doa*
    asal waras balik waras
    buah

    amien… amien…

  3. 4 jurig Kamis, 24 Mei 2007 pukul 1:11 pm

    semoga diberi kekuatan …

    amien

  4. 5 aLe Jumat, 25 Mei 2007 pukul 12:52 am

    Ya Allah, berikanlah yg terbaik. aMin.

    amien

  5. 6 ariefianii.. Jumat, 25 Mei 2007 pukul 9:24 am

    segalanya bisa akan lebih baik…
    amin…

    amien…

  6. 7 ika Jumat, 25 Mei 2007 pukul 2:37 pm

    selalu ada kemudahan dibalik kesusahan.
    tidak ada yang tahu dengan semua skenario tuhan bukan?
    bisa jadi apa yang kita lihat hari ini buruk,
    ternyata adalah pemandangan indah dikemudian hari.
    sama halnya ibarat seorang anak yang melihat guratan benang2 tak beraturan dari sulaman ibunya dari bawah.
    namun tatkala ia melihat bagian atasnya, yang tampak adalah sulaman yang menawan.
    semoga seperti itulah adanya.

    amien…


  1. 1 Tabrakan Itu... Lacak balik pada Kamis, 24 Mei 2007 pukul 9:08 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: