Pasar Senthir: Ketika Pasar Malam Murah di Jalan Mangkubumi itu akan Direlokasi

Bagi orang yang sudah kenal dan tinggal cukup lama di Yogyakarta, tentunya tidak akan asing dengan nama Pasar Senthir. Dalam bahasa jawa Senthir berarti lampu minyak kecil yang sering dipergunakan untuk keperluan penerangan seadaanya. Senthir juga menjadi icon bagi para pedagang makanan khas jogja yang sering disebut dengan Angkringan. Nasi Kucing juga sudah sedemikian terkenal di Yogyakarta. Dan tentunya disebut Pasar Senthir karena mereka menggunakan penerangan Senthir untuk keperluan menggelar dan menjual barang dagangannya di malam hari tersebut. Tidak semuanya sih memakai Senthir ada juga yang memakai Penerangan Listrik atau Petromax. Pasar Senthir merupakan pasar yang buka pada sore sampai malam hari di daerah jalan Mangkubumi (utara Malioboro dan selatan Tugu) yang menyediakan berbagai barang-barang mulai dari sandal bekas sampai handphone bekas. Intinya yang bekas-bekas dapat diperoleh di Pasar Senthir ini. Kadang kala karena barang-barang bekas yang dijual oleh pedagang kaki lima di emperan toko masih sedemikian bagus, timbul kecurigaan dari beberapa orang (atau mungkin banyak orang termasuk saya) bahwa mereka menjual hasil curian atau malingan. Tak heran juga kalau beberapa orang menyebut Pasar Senthir ini dengan Pasar Maling.

Suatu ketika tetangga kos saya kecurian sandal kesayangannya. Saking sayang dengan sandalnya tersebut karena belum ada seminggu dia memakainya ia sedemikian kecewa kehilangan sandal tersebut. Kecewa yang cukup dalam tersebut membuahkan usaha untuk mencari dan mendapatkan barang itu kembali juga menjadi semakin kuat. Dan dengan usahanya tersebut akhirnya dia bisa memperoleh kembali sandal yang baru dipakainya seminggu tersebut. Anda tahu dimana ia mendapatkan sandal barunya tesebut itu. Ya, dia memperoleh kembali sandal kesayangannya tersebut di Pasar Senthir. Karena ada kepercayaan atau keyakinan bahwa Pasar Senthir tersebut merupakan Pasar yang menjual hasil malingan maka tetangga kos saya pun mencarinya di sana. Setelah menyusuri deretan pedagang kaki lima di Pasar Maling tersebut akhirnya dengan penuh keberuntungan ia menemukannya kembali. Jadi jika anda kecurian sesuatu di daerah Yogyakarta, cobalah untuk mencari barang yang tercuri tersebut di Pasar Senthir ini. Mungkin jika anda beruntung barang anda belum terjual anda bisa menemukannya disana. Jika tidak pengen ribut dengan pembeli silahkan beli kembali dengan harga yang murah (tawar semurah mungkin, jika penjual meminta 100ribu untuk barang anda, tawar sampai 70 persen). Jika pengen gratis dan mendapatkan barang anda kembali, bawa saja polisi, tetapi sebelumnya anda musti benar-benar mensurvai dan memastikan bahwa itu barang anda yang kemalingan baru kemudian anda bawa polisi. Jangan belum-belum udah ngadu dan bawa polisi.

Dimalam hari, Pasar Maling atau Pasar Senthir itu ibarat malioboro muda. Banyak orang yang berkeliling menyusuri deretan pedagang kaki lima di Jalan Mangkubumi ini. Terakhir saya lewat sana para pedagang yang menggelar barang dagangannya dengan cara lesehan ini (berbeda dengan pedagang malioboro yang menggelar dagangannya di meja-meja atau lapak-lapak khusus) sudah merembet atau melebar ke arah utara sampai ke jalan AM Sangaji, melewati Tugu Yogyakarta, di daerah pasar Kranggan. Keramaian di Emperan toko ini cukup menarik untuk disinggahi dan dinikmati keunikannya. Bagi yang belum pernah ke Yogyakarta silahkan mampir di malam hari di Pasar Senthir ini jika anda nanti mampir ke Yogya. Saya jamin tidak rugi mampir di Pasar yang sangat unik dan menarik ini. Tentunya jika Pasar Senthir ini masih ada.

Sayangnya, saya mendengar kabar bahwa keunikan dan kekhasan Pasar ini, yang notabene merupakan sarana bagi pengais rejeki para wong cilik, akan direlokasi oleh penguasa setempat. Jika tidak salah mereka berencana memindahkan pedagang ini ke daerah Kuncen. Lagi-lagi mungkin alasannya adalah Ketertiban dan Keindahan kota. Penghuni Pasar Senthir tentunya tidak rela. Mereka berdemo. Kata mereka:

Tanpa Relokasi Kami Bisa Mandiri

Ah, benar juga…

Salam Kangen atas Yogya

Haqiqie Suluh

Iklan

8 Responses to “Pasar Senthir: Ketika Pasar Malam Murah di Jalan Mangkubumi itu akan Direlokasi”


  1. 1 jurig Jumat, 8 Juni 2007 pukul 11:00 am

    pembangunan memang kadang kala “mengorbankan” beberapa kepentingan, dan alasan yg dipakai sering kali berupa “ini untuk generasi mendatang” … hmmm …
    fenomena yg sangat umum ya mas … satu pihak diuntungkan dan pihak yg lain dirugikan, tergantung kita sendiri, mau ikut di pihak yg mana … :)

    Trus musti gimana ya kita…?

  2. 2 Jogja mania Jumat, 8 Juni 2007 pukul 3:11 pm

    waah aku ko belum pernah ke pasar sentir yaaa… kapan2 mblusuk2 ah, ngertiku cuman mbering harjo aja…

  3. 3 He Who Must Not Be Named Jumat, 8 Juni 2007 pukul 5:04 pm

    Wee Lha, koq digusur to?
    Padahal ini khan satu pake dengan yang jualan gudeg di Tugu

  4. 4 Master Li Jumat, 8 Juni 2007 pukul 9:10 pm

    Wew…
    Lagi-lagi wong cilik yang dikorbankan dengan alasan “pembangunan masa depan” ya? :?
    Buat masa depan siapa ini…?
    Masa depan katung duit pejabat? :?
    Nggak ngerti aku… :?

    saya juga gak ngerti :(

  5. 5 PeNnY Rabu, 13 Juni 2007 pukul 4:45 pm

    Wah meskipun dibilang pasar maling kayaknya jadi tujuan belanja para mahasiswa sana ya? kan mhssw sukanya yg murah meriah hehehe
    biarpun dibilang pasar maling tapi kasian juga ya jk mau direlokasi.. :-(
    Btw knp gak pake penerangan ‘suluh’ aja? (hehehe..just kidding bro..)
    salam rindu Jogja juga dech… :-)

    wah boleh juga tuh pake suluh… tapi pa gak kemahalan beli karbitnya :d
    kapan ke djogja? keborobudurnya kemarin kan lum jadi toh… kakak tunggu ya… entar kakak jadi guide nya deh… gratis… :)

  6. 6 Sidhi Rabu, 27 Juni 2007 pukul 11:23 am

    Saya tinggal di Yk mulai tahun 1988 – 2002. Tentu pernah juga mampir ke pasar Sentir Mangkubumi, bahkan dulu ada di sekitara alun-alun selatan juga. Membaca tulisan anda tentang pasar sentir mengingatkan saya ke masa-masa indah hidup di Jogja. Menurut saya jogja itu ya Pasar Sentir. Mungkin istilahnya pasar sentir : Jogja Banget!
    Teramat sungguh sayang jika harus direlokasi. Karena pasti menghilangkan kekhasan pasar sentir mangkubumi. Apalagi di Kuncen – aura tugu yang sangat Jogja sudah berkurang. Mari kita berdoa (kalo gak bisa berusaha) semoga pasar sentir mangkubumi juga kekhasan jogja yang lain tidak tergusur oleh waktu. Salam Jogja. Saya kangen berat nih…

    salam kenal ya mas sidhi…. mari berdoa bersama-sama…

  7. 7 jojo Sabtu, 1 Maret 2008 pukul 7:55 am

    sayang sekali kayaknya klo pasar itu akan direnovasi…aku sering banget kesitu klo nyari sesuatu?ya tentunya murah2..apapun itu!!

  8. 8 bladzwe Jumat, 1 Juli 2011 pukul 3:59 pm

    ap masih buka pasar itu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: