Kandidat Independent Yang Tersisihkan: Pendapat Sarwono Kusuma Atmaja Tentang Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Tersisih dari bursa calon gubernur DKI Jakarta lewat partai politik, Ia kemudian beralih lewat cara independent. Sayangnya, hal inipun kayaknya hanya akan menuai kegagalan. Sarwono pertama kali mau masuk bursa calon gubernur lewat PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). Sayangnya, walaupun katanya mendapat penilaian tertinggi—ada beberapa calon yang ingin masuk lewat PDIP—ia akhirnya menggigit jari karena yang berhasil memikat Partainya Megawati ini malah yang memiliki nilai terendah yaitu Fauzi Bowo. Sarwono kemudian tidak patah arang, ia melamar ke kubu Gus Dur alias lewat PKB. Akan tetapi hal inipun menuai kegagalan.

Disini saya tidak akan membahas mengenai kegagalan Sarwono. Disini saya juga tidak akan membahas mengenai pencalonan Fauzi Bowo (PDIP) maupun Andang Dorodjatun (dari kubu PKS). Disini saya tertarik untuk membahas apa yang dinyatakan oleh Sarwono ketika diwawancarai oleh Tempo, seputar nasionalis versus agamis, yang kemudian mengarahkan pada gerakan yang terjadi di tubuh Partai Keadilan Sejahtera.

Sarwono mengatakan ketika ditanyai mengenai apakah akan terjadi konflik antara nasionalis dengan agamis dalam pemilihan Gubernur Jakarta ini, ia menjawab dengan simple. Anda jangan khawatir bahwa Jakarta akan dijadikan Taliban Kedua atau sejenisnya. Sarwono seakan-akan menepis anggapan bahwa setelah beberapa daerah di sekitar Jakarta menjadi milik PKS dan kemudian kemungkinan Jakarta sendiri akan menjadi milik PKS, ia menepis kegelisahan atau kekhawatiran bahwa Indonesia atau lebih sempitnya Jakarta akan berhukumkan islam atau sejenisnya. Lah wong pasangannya PKS itu dari polisi kok. Jadi jangan khawatir. Begitulah kira-kira omongannya. Lebih lengkapnya silahkan baca Tempo edisi bulan ini.

Yang menarik bagi saya adalah suatu pernyataan yang mengkaitkan pergerakan kemunculan dan perkembangan PKS itu sendiri. Sarwono mengatakan dulu jaman orde baru PKS bergerak di bawah tanah lewat aktifitas dakwah tersembunyinya. Nah ketika masa orde baru tumbang berkembang menjadi komunitas semisal KAMMI. Tapi sekarang sudah lain lagi katanya. Sudah banyak juga petinggi PKS sekarang ini yang mau “bersalaman dengan perempuan”. Kata-kata ini tidak sama persis yang diucapkan oleh Sarwono, tetapi saya yakin esensinya adalah sama.

Disini “bersalaman dengan perempuan” seakan-akan dijadikan sebuah perubahan di diri Partai Keadilan Sejahtera ini. Partai ini seperti tulisan saya yang lain kesaksian beberapa orang teman saya telah mengalami transformasi atau perubahan. Tidak dapat dipungkiri bahwa memang hal ini bisa jadi benar-benar terjadi. Bersalaman dengan perempuan secara fiqiah khas para KAMMI maupun islam yang tekstual memang merupakan sebuah kesalahan atau bukan adab yang di ijinkan. Anda pasti tahu mengenai muhrim dan bukan muhrim. Di sinetron indonesiapun hal ini sudah sering ditampilkan. Saya yakin maksud dari Sarwono adalah proses ini.

Apakah hal ini benar-benar bisa dipercaya dan memang apa adanya. Silahkan anda buktikan sendiri kebenarannya. Bagaimana dengan Anda sendiri para kader atau simpatisan Partai Keadilan Sejahtera?

Salam Penuh Tanya

Haqiqie Suluh

Iklan

47 Responses to “Kandidat Independent Yang Tersisihkan: Pendapat Sarwono Kusuma Atmaja Tentang Partai Keadilan Sejahtera (PKS)”


  1. 1 PeNnY Rabu, 13 Juni 2007 pukul 5:25 pm

    apakah untuk menarik simpatisan harus “bersalaman dengan perempuan” ???
    ah gak tau aku?!?!?!

    apakah untuk menarik simpatisan harus “tidak bersalaman dengan perempuan??
    ah gak tahu juga aku?!?!?!

  2. 2 kampret nyasar! Kamis, 14 Juni 2007 pukul 2:10 am

    Salaman khan nggak harus slealu bersentuhan tangan – cukup salam sungkem layaknya orang2 berlebaran gitu.. no big deal-lah… ;-)
    Semoga PKS dan kader2nya bisa menciptakan calon pemimpin yang juga luwes dan berwawasan..

    semoga saja… dan semoga dari mana saja tanpa harus lewat Partai bisa muncul pemimpin yang luwes, bertanggung jawab, visioner, berwawasan, dan mampu memberantas Korupsi Kolusi (bukan hanya tidak Korupsi dan Kolusi saja…)

  3. 3 canon Jumat, 22 Juni 2007 pukul 11:19 am

    Maksudnya Assalamualaikum kali ya? xixixixxixi
    Melihat sepak terjang Politikus terutama yang sudah jadi pejabat memang sering bikin kita geram, tapi kayaknya kalo ngliat orang-orang PKS kok lain ya… mudah-mudahan bisa membawa kebaikan.

    mudah mudahan aja.. :)

  4. 4 Kang Patriot Selasa, 3 Juli 2007 pukul 10:08 am

    Mengapa mereka memilih untuk membentuk partai bernama PKS? Karena mereka sudah punya tahapan untuk mewujudkan keberterimaan masyarakat Indonesia akan nilai-nilai Islam. Mereka punya tujuan itu, dan mereka punya langkahnya. Jadi mereka tidak melulu mengurung diri dalam masjid saja. Namun begitu, kader mereka dituntut rajin ke masjid, hafal qur’an, rajin shalat malam, shalat tepat waktu di masjid berjamaah. Karena itu adalah bahan bakar bagi jiwa yang merindukan dan ingin mewujudkan kejayaan Islam.

  5. 5 abdullah juga mas Jumat, 6 Juli 2007 pukul 8:58 pm

    latar belakang orang berbicara perlu dipalajari kawanku… pernyataan politisi2 juga perlu dipelajari muatan di sebaliknya. pelajari juga dasar mereka berbicara.

    calon gubernur dan presiden bisa2 aja dari luar partai politik. yg penting itu afiliasinya.

    saya cuma orang biasa alias rakyat kecil yang gak ngerti muatan2 dibaliknya juga gak pernah terlibat partai2an.. kampanye partai manapun aja belum pernah saya ikuti… dan saya tidak sendiri soal begini.. tetangga2 saya sebagian besar berfikir sederhana seperti saya… mungkin masnya yang pandai dan cerdas menilai pernyataan2 politis dibaliknya bisa menjelaskan ke semua orang kecil dan sederhana seperti saya… semoga..

  6. 6 Manusia Hijau Kamis, 12 Juli 2007 pukul 8:44 pm

    Salam kenal

    salam kenal juga :smile:

  7. 7 desitie Rabu, 8 Agustus 2007 pukul 7:49 pm

    “Maksudnya Assalamualaikum kali ya? xixixixxixi
    Melihat sepak terjang Politikus terutama yang sudah jadi pejabat memang sering bikin kita geram, tapi kayaknya kalo ngliat orang-orang PKS kok lain ya… mudah-mudahan bisa membawa kebaikan.”

    Salaman, mungkin benar kata teman2 salamannya “assalamu’alaikum” salam sapa n mendoakan…Setuju klo masalah pejabat yang sering bikin geram, dan klo saya lihat kader PKS justru bikin senang…:-)

  8. 8 andimaipa Senin, 8 Oktober 2007 pukul 6:16 pm

    maklum lah yg ditanyai adalah bukan kader PKS

    jadinya ya ghitu deech……

    walaupun begitu pak sarwono adalah orang yang baik

    dari dulu budaya salaman di internal kader PKS tetaplah sama

    kalo masih ada yg salaman pasti liat2 orangnya

    semisal salaman sama ortu, salaman sama anak kecil, salaman sama orang tua, selama itu tidak melanggar syari boleh boleh aja

    atau ada kader PKS yg nakal….??

    mungkin aja, tapi gak semua dan pasti sangatlah sangat sedikit jumlahnya (pake dua sangat)

    wallahu alam

  9. 9 Harian Kamis, 15 November 2007 pukul 10:36 am

    Bersalaman = mengucapkan Assalamu’alaikum?
    Bersalaman = berjabat tangan

    ada yang lain?

  10. 10 guswar Jumat, 16 November 2007 pukul 4:58 pm

    kalu aku sich mending cari bukti dulu….apa itu liqo, tarbiyah dll…wis pokoke sebelum ngerasain aku gak komentar…lah yau.smoga Allah tunjukkan daku jalan terbaik….. amin

  11. 11 fathur Jumat, 7 Desember 2007 pukul 5:51 am

    Assalamualaikum…
    numpang nih ….
    liat komentarnya pak sarwono …gue jadi heran ame orang yang nulis ke blog.
    kalau mau ngasih kritik silahkan ..
    kalauu mau ngasih usul silahkan …
    kalauuu mau nye menghujat ingat bang antum orang islam? liat dulu jangan asal hujat…
    KALAU USUL JANGAN ASAL
    KALAU ASAL JANGAN USUL

  12. 12 Suluh Jumat, 7 Desember 2007 pukul 8:49 am

    untuk mas fathur:

    Adakah kalimat dalam tulisan saya yang menghujat?

    btw thank atas komentarnya yang menyejukkan…

  13. 13 doni Senin, 17 Desember 2007 pukul 7:46 pm

    menanggapi ttg pks yang salaman…gini nih…gw org yg gak paham islam…sholat jg kalo inget…dugem so pasti harus…hehehe tapi gw pernah umroh dan keliling bebrp negara muslim…salah satunya MEsir itu loh mas suluh tempatnya AL-azhar yg katanya ulamanya terkenal…dan suka bikin gatwa…waktu gw masuk mesjid di sana yg tempatnya ulama’ al-azhar mengajar kalo gak salah katanya kajian apa liqo’ apa gitu loh.nah abis wudhu ana nyenggol cewek pas mau masukin sepatu nah cewek itu pemandu tour…ana wudhu lagi..org itu marah2 bilang gak ngehargain…ane bilang kalo di indonesia itu disuruh wudhu lagi…kata dy itu mazhab2 syafii…di sini tidak…maulo mau salaman setelah wudhu kagak masalah…maliki apa ap gitu ane lupa…lha wong di mesir tempatnya ulama aja gak apa2 …pemandu yg satuna org indo tapi cow kuliah di al-azhar bilang gitu..nahdi negerinya ulama aja gak apa2 kok pada ribut2 slaman…gw jg serem ma cew2 pks…jilbabnya itu loh kayak yg suaminya teroris…tapi tenang aje dgn masalah salaman gwkira gak apa2…mungkin mas suluh belum jalan2 ke negara2 islam dan belajar…org sy yg gak paham aja jd tahu…yg penting mau sholat suci ya sdh mandi junub.trus wudhu.kok ngebahas salaman…mas nanti coba jalan2 biar wawasannya agak nambah…ngebahas kok yg gak mutu…pokoknya maju terus PKS.sukses buat pks.GW 2009 pilih pks…walaupun mlm minum jack de..apa long island…daripada partai nasionalis tapi sok islam…do’ain gw dpt hidayah pengen kayak kader pks…tapi maff blm siap…hehehe yg penting suara gw buat PKS…

  14. 14 Suluh Selasa, 18 Desember 2007 pukul 8:40 am

    @doni: kalau saya juga gak masalah kok mas mau salaman ma cewek…. langsung sholat juga gak papa kata bapak saya… he he he… gak najis…

    cuma sebagian orang kan berpendapat berbeda… dalam pergaulan saya orang orang KAMMI dan PKS lah yang sering menganggap salaman ma bukan muhrim tuh hukumnya haram….

    coba tanya aja sendiri deh pada mereka mereka.. .terutama yang mahasiswa-mahasiswa…

    untuk PKS kader yang lain mungkin sudah berbeda pendapat… seperti yang dikatakan oleh sarwono… calonnya pks di jakarta juga istrinya kulihat di tivi gak berjilbab kok… he he he

  15. 15 abusyaamil Rabu, 2 April 2008 pukul 10:29 am

    mungkin komentar ini dah telat, af1 karena br ini kebukanya, mengenai petinggi pks dah mau bersalaman dengan wanita, saya jadi teringat dengan ketua dpw pks banten pada acara mukerwil dpw pks banten 23-24 maret 2008 di kab. lebak dimana pada saat acara pengundian door prize
    senam nusantara ada seorang warga lebak (wanita) yg mendapatkan hadiah umroh dan ketika naik ke panggung ana liat sendiri bahwa pak ketua mendapat salaman yg spontan dari warga tersebut, dan ana sendiri melihat ada rasa kaget dari pak ketua karena tangannya tiba-tiba ditarik salaman oleh warga yg mendapat hadiah umroh tersebut, jadi ana kira petinggi pks yg bersalaman dg wanita adalah karena faktor ketidaksengajaan…karena ada hal yg diluar dugaan mereka…wallahua’lam..

  16. 16 Suluh Kamis, 3 April 2008 pukul 7:58 am

    @abusyaamil: he he he bagus jg pembelaan anda… selalu khusnudzon… hehehe.. cuma dilapangan gak seperti itu selalu lho mas…. saya juga menyaksikan sendiri kok…

  17. 17 ifur Minggu, 20 April 2008 pukul 4:52 pm

    kalo mau nge’bangun’ tdk mesti seperti itu bung suluh…
    coba anda ‘benar’kan….
    kalo meliat yang seperti itu, tolong ingatkan saudara kita. Dan saya kira itu lebih mulia daripada sekedar menghujat ato mencibir, palagi kita kan sama2 muslim.
    Dan itu kan lebih elegan lagi pa bila sodara bikin partai ato gerakan yang lebih BAIK, lebih padu dan lebih dapat diTELADANI dibanding PK(S)………….

  18. 18 Suluh Senin, 21 April 2008 pukul 6:23 am

    @ifur: lho tulisan saya ada kata2 yang menghujat ya? mana mana? tolong tunjukkan? ada kata2 yang mencibir ya? mana ? mana ? tunjukkan?

    bagi saya pribadi sih, salaman ma siapapun gak masalah… yang jadi masalah kan para kader PKSnya sendiri toh… mungkin trmasuk mas ifur.. kalau ya saya sih no problem…

  19. 19 Suluh Senin, 21 April 2008 pukul 6:30 am

    @ifurL tambahan lagi, sales manapun akan bilang bahwa produknya tuh paling bersih, bagus, hebat dan nomor satu mas…. bagi saya sendiri, hidup itu tidak dituntut untuk “membuat” membikin atau masuk dalam suatu gerakan kepartaian… hidup bermasyarakat dengan segala problematikanya juga sudah mencukupi bagi diri saya… bertnndang ke tetangga kalau ada hajatan, sakit, kerjabakti bangun jalan, ikut jadi panitia pemilu dan pilihan kades, itu sudah mencukupi…

    bagi diri saya tidak ada keharusan untuk membentuk suatu “gerakan”…
    btw, thank komentarnya…

  20. 20 nesa Minggu, 27 April 2008 pukul 1:38 pm

    ternyata mas suluh perhatian banget ya sama PKS dan Kader-kadernya. mbok nda hanya perhatian saja, coba masuk saja mas, biar sisi-sisi kebaikan yang ada pada diri njenengan nular ke kader pks. Dan sebaliknya, biar sisi baiknya kader PKS nular ke njenengan. Terus lihat dan rasakan. lihat dari sudut pandang dan kaca mata yang netral. Jarene sih mas, dunia ini kan macam-macam warnanya. Nah kalo kita pakai kacamata hitam, benda yang aslinya warnanya putih bersih, kelihatannya jadi abu-abu atopun malah hitam. Apalagi kalo bendanya ada bercak-bercak noda hitam, ya jelas tambah hitam lah mas. Njenengan memandang PKS pakai kaca mata hitam atau kaca mata bening? ato malah kaca mata kuda?anda sendiri yang tahu. tanyakan pada hatimu. semoga hidayah selalu menyertai kita.Aamiin.

  21. 21 Suluh Minggu, 27 April 2008 pukul 8:44 pm

    @nesa: bagaimana kalau anda bergabung dengan saya juga? melihat dengan kacamata saya biar merasakan dari sudut pandang yang bermacam macam juga.. tanyakan juga pada hati nesa… Banyak orang simpati pada PKS tuh bukan karena syariat yang dijalankannya seperti tidak mau bersalaman, berjilbab, berapalagi lah… orang simpati pada PKS lebih karena harapan pada kehidupan yang lebih baik… Semoga kalau jadi pemimpin lebih bisa mengatasi pengangguran, harga harga gak begitu mahal, pendidikan murah, korupsi diberantas, jujur, dan sebagainya…

    Persis sama dengan harapan kepada Partai yang lain. Mau bukti: Mana pernah PKS menang dalam pilkada karena kampanye tidak mau bersalaman dengan perempuan, atau mau menegakkan syariat islam… Setahuku dalam masyarakan plural di indonesia hal tersebut “tidak menjual”. Tetapi hal tersebut sangat “menjual” untuk para kader yang terjun didalamnya, termasuk menarik kaum muda yang lagi mencari identitas diri…

  22. 22 hama Kamis, 1 Mei 2008 pukul 8:55 pm

    Horeeee… PKS menang di Jabar dan Sumut,
    Aku seneng nganti arep nangis,
    Alhamdulillah….

  23. 23 nesa lagi Senin, 26 Mei 2008 pukul 4:40 pm

    ehm…bergabung ma njenengan? boleh lah, asal saya tahu “kaca mata” apa yang anda pakai? kalo pakai kacamata suudzon, wah saya nda mau mas. kalo dari kaca mata “netral” ato “harapan”, berharap bahwa masih ada segolongan orang yang bener-bener memperjuangkan rakyat, saya mau sekali. Kalo keyakinan temen-temen PKS, nda salaman, yo biarkan saja lah. Bilang saja kalo kita belum bisa melakukannya. Masak sama orang yang nda nutup aurat, mas suluh nda protes, tapi sama yang mau berusaha sungguh-sungguh menjaga diri dengan tidak salaman. mas suluh protes. pripun to? Pas di jogja, temen-temen putra saya banyak yang tipikalnya kayak njenengan. Selalu “ngece” temen-temen yang dari PKS, tapi kalo pas ngobrol sama saya, sebenernya mereka salut juga sih sama temen-temen PKS, bahkan akhirnya banyak yang nikah sama akhwat PKS. lha???
    Mas suluh, punya saudara yang pernah jadi pedagang kedelai nda? Kalo seorang pedagang membeli sekarung kedelai, bisa jadi dia menemukan segenggam kerikil di dalamnya. Tapi jangan kemudian dia melihat bahwa semuanya adalah kerikil? Cobalah lepas kacamata “hitam” njenengan. lihat lebih obyektif…Katanya sih, suudzon bisa menghambat Rizki lho…termasuk rizki lulus kuliah….:)

  24. 24 Suluh Senin, 26 Mei 2008 pukul 6:07 pm

    @nesa lagi: begini lho mbak, saya gak masalah anda dan temen temen PKS mau salaman atau gak, saya disini kan cuma menyampaikan fakta dari apa yang disampaikan oleh sarwono kusuma atmaja. Bantahlah berita tersebut kalau memang itu salah. Tetapi jika memang kenyataannya seperti itu akuilah. Saya dengan mata kepala sendiri juga menyaksikan bahwa tidak semau anggota atau kader atau yang berada di lingkungan PKS itu tidak mau bersalaman, sebagaimana yang disampaikan oleh Sarwono.

    Btw, gak usahlah mbaknya nyerang pribadi kalau memang tidak bisa berdebat secara bijak. Seranglah argumen atau pendapat saya, jangan Pribadinya. Itu ad hominem. Tahu kan?

  25. 25 nesa Kamis, 5 Juni 2008 pukul 2:54 pm

    waduh, maaf kalo menyinggung njenengan…tapi saya nda bermaksud”menyerang”, sama sekali nda!!!saya kan cuma mengajak anda untuk melihat dari kacamata netral, bukan kacamata suudzon, itu saja. Saya hanya “mengingatkan”, seperti anda “mengingatkan” temen-temen PKS,itu saja. mohon maaf kalo nda sengaja hati njenengan “tersayat”…sudah ya, saya baca tulisan njenengan yang lain saja

  26. 26 Suluh Kamis, 5 Juni 2008 pukul 3:08 pm

    @nesa: bagian mana ya yang membuat anda menilai saya memakai kacamata “suudzon”? bisa ditunjukkan?

  27. 27 nissa Jumat, 6 Juni 2008 pukul 11:26 pm

    salam..
    waduh.. rame nih…mas suluh ketemu lagi. nah gitu dong pake referensi (pak sarwono). jadi agak sereman dikit. tuh kan bener, awal awal tulisannya keliatan netral eh kalo di baca terus..terus…teruuusss…ternyata arahnya ke negatif. ati ati loh mas karena PKS saat ini satu satunya partai yang terkenal bersih dan kadernya sopan2. (coba liat di editorial metro tv th 2004: ketika demo mereka santun dan gak bikin rusak) dan itu terjadi berkali kali. dan misi yang di usung PKS itu bukan mensolehkan diri sendiri tapi mensolehkan orang lain, sehinggga mereka mengajak liqo siapa aja dan dari golongan mana aja: perokok, pengangguran, mahasiswa, de el el. sehingga gk bisa itu mempresentasikan PKS itu sendiri. dan pada proses itu banyak yang gugur di tengah jalan karena masalah pribadi dan mungkin karena ikut ikutan doang.tapi ini proses mas, temen temen nissa yang berkesempatan liqo ama mereka(pks) walaupun tidak semuanya soleh 100% namun setidaknya gak ada yg ampe nenggak minuman keras, maling dsb. kalo masalah rokok dan salaman itu tergantung orangnya. kalo yang udah tertarbiah dengan baik mereka gak bakalan berani salaman ama akhwat bahkan yang ngerokoknya kenceng banget pun bisa berhenti ngerokoknya. sekali lagi itu tergantung orangnya (jadi inget waktu SMP, gara gara 5 siswa ketangkep nyolong ayam jadi SMP kami siswanya di kenal suka nyolong. kan gak fer orang siswanya ada 3000 lebih dan yang nyolong cuman 5 orang). jadi lagi2 segala sesuatu harus di klarifikasi dulu mas…karena nissa khawatir statemen kita bisa ngerusak nih partai, bahkan kalo kita ngomongin orang katanya kalaupun bener omongannya itu tetep ghibah…(mas mungkin lebih paham apaan tuh GHIBAH) nah yang lebih bahaya kalo kita salah..karena itu akan jatuh pada FITNAH. emang sih kita gak boleh panatik amat ama yang namanya mahluk apa lagi cuman partai…namun kata ustadz “islam itu rahmatan lil’alamin” artinya semua orang (tak pedulu agama dan ras ataupun sukunya) punya hak mendapatkan rahmat dan naungan dari ISLAM, jadi gak mungkin lah bila partai islam menang terus terjadi kekerasan dsb. he he he jadi ngelantur kemana mana nih….jangan sakit ati ya mas suluh…maaf kalo ada tulisan yang gak berkenan…mungkin ini gak nyambung. :-). nissa gak mau nyerang pribadi maupun argumen mas suluh…nissa mah pengennya peace aja…

  28. 28 Suluh Sabtu, 7 Juni 2008 pukul 5:13 am

    @nissa: belum belum udah klaim diri kalau PKS partai yang terkenal bersih… wah no komen deh… sales manapun akan bilang produknya no 1 mbak,

    saya gak menggeneralisir mbak seprti maling ayam yang dicontohkan mbaknya, saya kan gak pernah bilang semua orang PKS mau salaman. Trus kalau ada yang salaman, itu no problem buat saya kok, mungkin problem buat kader seperti mbak, kalau mau ngrokok itu no problem buat saya, mungkin problem buat mbak. salaman, rokok, tidak melanggar hukum (rokok ditempatnya kalau ada aturan seperti itu tentunya). NOT A BIG DEAL!!

    nb: saya bukan perokok.

    ngrusak partai? waduh… serapuh itukah PKS?

  29. 29 nissa Minggu, 8 Juni 2008 pukul 4:51 pm

    assalamualaikum

    mas suluh bener juga ya…PKS gk serapuh itu. tapi ada yg salah tuh…. 1.yang bilang PKS partai bersih dan kadernya sopan2 itu berita di editorial metro TV (bukan sales) dan 2. yang kader PKS itu temen aku. alhamdulillah klo ms bukan perokok, kan uangnya bisa di tabung. oh iya…ISLAM adalah RAHMATAN LIL’ALAMIN. jadi bukan hanya orang muslim yang berhak mendapatkan rahmat dari ISLAM, tapi semua mahluk tanpa kecuali. thanks ya atas discusnya…pokoknya nissa mah pengennya PEACE aja…jangan di ambil hati ya kalo ada yang salah…

    wassalamualaikum

  30. 30 Suluh Minggu, 8 Juni 2008 pukul 5:11 pm

    @nissa: sebenernya sama aja kan? bukan kader tapi simpatisan ya? he he he… soal metro itu kan juga kesaksian orang mbak (editorial)… kayak saya… nah kesaksian metro digunakan oleh mbak untuk mempromosikan diri… intinya juga sales juga… barang dagangan juga sering kok mempromosikan diri dari berita dikoran…

    saya punya temen kader PKS (temen smp n sma) jgua lho mbak… dan dia kurang ramah kok ma saya dan temen temen, sampai ada blacklist juga kalau nyebut nama dia… (temen kosku yang jadi kader PKS bahkan jadi caleg juga gak sopan sopan amat, bahkan aku tahu keseharian dia gimana dulu, kalau ingat jadi lucu juga sih)… intinya sopan tidaknya sering dipengaruhi oleh sifat dasar atau wataknya… tetapi saya gak mengatakan kalau kader lain kek dia lho mbak… banyak juga yang sopan sopan…

    jangan ambil hati juga kalau ada yang salah dari saya..

  31. 31 nesa Senin, 16 Juni 2008 pukul 1:35 pm

    :-)…rencana awal sih, nda mau nglihat bagian ini, ternyata tergoda juga u melihatnya..he2..daripada diperpanjang debat kusirnya, lebih baik ditutup mawon. Semoga saya, mas suluh, juga seluruh saudara-saudara sebangsa qt ini tahu apa yang harus dilakukan dalam hidup ini, tahu tujuan hidupnya, dan bisa melakukan yang terbaik dalam hidupnya, sehingga memperoleh hal yang terbaik juga. Bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk kebaikan orang-orang di sekitarnya.Aamiin…

    assalamu’alaikum

  32. 32 Suluh Senin, 16 Juni 2008 pukul 1:52 pm

    @nesa: wah ternyata anda menganggap diskusi ini debat kusir ya? Mengatakan debat kusir tuh bersuudzon atau khusnudzon ya? ah gak tahu aku… Makasih deh atas komentarnya…. Salam kenal..

  33. 33 nesa Senin, 23 Juni 2008 pukul 4:19 pm

    Salam kenal juga. ehmmm,ketoke mas suluh tahu deh bedanya “diskusi” ma “debat kusir”….iya kan?. Coba njenengan baca lagi komentar njenengan dari atas sampai bawah tentang temen-teman PKs, saya rasa njenengan cukup cerdas untuk menarik garis merahnya. Saya punya banyak temen dari berbagai “aliran pemikiran”,(PKs, NU, Muhammadiyah, HT, JT, beberapa salafi, dan banyak teman yang saya menganggapnya “tipenya njenengan”. Rodho-rodho liberal). Kelebihan temen2 liberal, (mungkin termasuk njenengan), orangnya cerdas, pinter diskusi, suka tantangan yg baru, logikanya encer. Kekurangannya…. (nda perlu sy tulis). Karena TEMAN, ketika saya memberi masukan/kritik ke mereka, ato sebaliknya, saat mereka memberi masukan ke saya, kami menganggap itu adalah kepedulian seorang teman/saudara.Tidak ada anggapan kalo kami akan “menyerang”. Mungkin salahnya sy, saya memposisikan orang-orang di sekitar saya sebagai teman termasuk anda. OCE? :-)

    Nb: he2, nambah dikit deh: Tulisan anda yg lain sangat bermanfaat, cuma mungkin satu kritikan buat njenengan” kelemahan anda terlihat pada komentar-komentar anda tentang temen-temen PKs”. Cara pandang anda terlihat disini….
    Wassalam

  34. 34 Suluh Senin, 23 Juni 2008 pukul 10:32 pm

    @nesa: akan lebih baik mbak nesa ini “nunjuk langsung” bagian bagian mana saja yang dikritik dari tulisan saya. garis merahnya dimana. Biar saya jelas menanggapinya. Kelemahan saya dimana? TOlong ditunjukkan. OKE? Entar saya perbaiki. Jelas bukan pertanyaan saya?

  35. 35 Madin Jumat, 18 Juli 2008 pukul 5:30 pm

    Sy sempat baca komentar tentang njenengan, mungkin teman njenengan? Njenengan masih kuliah? Jk, ya, mudah2an cepat lulus Mas. Boleh nggak Mas, sy minta komentar njenengan tentang bgm cara njenengan untuk ikut urun rembug ttg cara njenengan membumikan Islam sebagai rahmatan lil alamin? maaf ini jk njenengan seorang muslim. Terus undang kita untuk mengomentarinya, gimana Mas? Barangkali ide njenengan bs dijadikan ide bg siapapun termasuk teman2 PKS. Nyuwun sewu jk tdk berkenan. Suwun.

  36. 36 Suluh Jumat, 18 Juli 2008 pukul 8:05 pm

    @Madin: Saya terus terang gak begitu tertarik dengan bahasan islam, apalagi membumikan? Jika anda tertarik silahkan urug rembug dengan sesama anda yang menyukai hal itu. Saya menulis sesuatu yang saya suka dan saya inginkan saja. Jika anda suka dan ingin nulis tentang hal itu silahkan mas. Maaf gak bisa membantu. Beda boleh kan?

  37. 37 Togar Suanipar Selasa, 5 Agustus 2008 pukul 7:38 am

    Apalah arti bersalaman yang normal(tanpa nafsu) bila dibandingkan dengan kader-kader PKS di DPR yang tidak terlibat korupsi. Pak Sarwono mari kita berjuang memperbaiki moral bangsa, tanpa harus menunggu kita menjadi gubernur dan presiden.

  38. 38 Elmo Selasa, 2 September 2008 pukul 3:14 pm

    ASSALAMU”ALIKUM WR.WB

    Numpang nampang >> (-\-)!!
    Soal PKS enak-enak aja tuch,,,cos aku punya temen yang kader PKS smentara dlu aku bukan kader,N’ kita dah lama bertemn,ga da masalah,,,malah aku skrg jd ikutan liqonya,nyatanya mank ga da apa2..!??!?
    Minta doanya aku baru satu kali ikut liqo,mudah2an ini baik u/ ku…aminnn.
    Salam kenal frm ELMO Budak Bandoenk..!!!!

  39. 39 MasBe Jumat, 12 September 2008 pukul 10:04 am

    ass wr wb. menarik juga diskusinya. tapi saya mengajak diri saya pribadi dan para pembaca budiman di blog ini… yuk mulai membenahi diri, keluarga dan masyarakat menuju Indonesia yang sejahtera dan berkeadilan. yuk mulai berkata-kata dengan perbuatan dan yuk meminimalisir berbuat dengan kata-kata. Yuk berkhusnudzan terhadap sesama muslim, asal dia masih syahadat, masih sholat, satu aqidah, maka mari kita bekerja sama. Di luar sana masih banyak yang belum tahu Islam. Di luar sana masih banyak yang sudah tahu Islam, tapi belum bisa mempraktekkannya. Di luar sana masih banyak yang tahu Islam, bisa mempraktekkannya, tapi belum bisa bermanfaat bagi orang lain. maka, mari bekerja sama menuntaskan ‘buta agama’ Islam. Silahkan pakai metode apapun dan cara apapun (asal halal) untuk mengajak kepada kebaikan. yang bisa dakwah lewat blog, silahkan tuangkan ide-ide cerdas anda untuk membangkitkan semangat berislam, yang lewat partai (PKS, PKB, PBB, PPP, dll) silahkan berdakwah lewat jalur tersebut, ato yang sukanya ngamen juga boleh ambil bagian dakwah. Nah kalo semuanya ambil bagian dan saling menghargai satu sama lain, Insya Allah masyarakat madani segera terwujud. AMIIN.

  40. 40 M_the Minggu, 14 September 2008 pukul 2:51 am

    Mas suluh cintanya abis ditolak ama salah satu akhwat PKS ya???…
    Kacian deh lo….

    Ampe segitunya….
    Tenang mas…
    Masih banyak kok wanita di dunia ini…
    Mudah2an ada yang mau ama mas…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: