Kearifan Lokal Penduduk Pantai Baron Gunung Kidul: Mengatasi Sengatan Ubur-ubur

Beberapa tahun yang lampau, saya sudah lupa kapan tepatnya, saya demi menghilangkan penat di pikiran dan perasaan, berefresing ke sebuah pantai di selatan Yogyakarta. Anda mungkin sudah tahu beberapa pantai terkenal di Yogyakarta semisal Pantai Parang Tritis, Parang Kusumo, Samas, Baron, Krakal, atau Kukup. Tetapi saya tidak berniat waktu itu untuk pergi ke salah satu pantai yang saya sebutkan diatas. Saya malah pergi ke Pantai Sundak. Sebuah Pantai di deretan Baron, Krakal, Kukup yang lumayan tidak terkenal namun masih memiliki aspek alami yang begitu menyenangkan disana. Alasannya mudah. Karena tidak ramai, maka aspek kerusakan karena bangunan atau kotoran atau tangan-tangan usil manusia belum begitu singgah ke pantai Sundak. Airnya Jernih dengan Batu-batu karang dimana-mana. Anda bisa melihat bintang laut, ikan-ikan laut, kerang laut, dan banyak tumbuhan laut hanya dengan menginjakkan kaki disana tanpa repot-repot menyelam dan sebagainya. Sebuah Pantai yang sangat berkebalikan dengan Parang Tritis. Sayangnya untuk menuju ke tempat itu, perjalanan yang ditempuh lumayan jauh dan berkelok-kelok. Sekitar 2 – 2,5 jam untuk sampai kesana dari kota Jogja.

Kebetulan waktu itu saya bersama tiga orang teman saya. Tetapi lupakan dulu tentang teman saya maupun kondisi alam indah Pantai sundak ini. Saya ingin kembali ke permasalahan yang sebenarnya ingin saya sampaikan di tulisan ini. Suatu ketika, ketika sedang asik-asiknya main dipinggir pantai dengan pasir putih (atau malah bukan pasir, karena kebanyakan sisa-sisa karang putih dan kerang yang ada disana), saya melihat sesuatu yang sangat menarik bagi mata saya. Sebuah benda berwarna transparan yang mengapung-apung di tengah riak gelombang. Setelah menelisik sebentar saya kemudian tertarik karena ada warna biru yang indah disekitar benda itu. Saya secara sadar kemudian menduga bahwa benda itu adalah KONDOM. Tentunya sungguh membikin perhatian saya terfokus kepadanya.

Tanpa pikir panjang guna mencari kebenaran atas pikiran saya, saya mendekati benda tersebut. Dan kemudian mengambilnya. Tiba-tiba saya merasakan seperti sengatan ditangan saya ketika memegang benda tersebut. Anehnya, walaupun saya merasakan hal itu, saya malah terus memegang dan menelitinya. Baru setelah beberapa detik kemudian saya tersadar, bahwa saya terkena bisa atau racun. Saya lepaskan benda tesebut.

Saya belum tahu apa benda itu. Saya cuma keheranan dan kesakitan. Saya kemudian secara usil menyuruh teman saya untuk melakukan perbuatan seperti saya. Dan ia pun kemudian ikut mengambil benda tersebut. Sedetik kemudian ia langsung mengibaskan tangannya juga. Saya ketawa dalam hati waktu itu. Dengan wajah merah ketakutan ia kemudian mengatakan pada saya bahwa itu adalah ubur-ubur yang memiliki sengatan berbisa.

Dengan panik, ia bercerita bahwa ubur-ubur seperti itu sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian. Saya ketakutan juga waktu itu. Katanya juga, ia pernah melihat luka parut seperti terkena cambukan di tangan seseorang gara-gara sengatan ubur-ubur ini. Kami berempat panik waktu itu.

Pencarian pertolonganpun dimulai. Pertama ada seorang wanita setengah baya yang lewat dan kami mintai pertolongan. Katanya hal tersebut bisa disembuhkan dengan tajin (hasil menanak nasi). Dia bisa menolong kita waktu itu. Kami mengikuti wanita itu kemudian. Beberapa langkah setelah mengikutinya, wanita itu malah mengatakan kepada kami bahwa nanti kalau sudah ditolong sebaiknya kami memberikan uang ala kadarnya. Kami terkejut. Belum ditolong udah ngomongin uang. Agak tersinggung juga waktu itu. Akhirnya kami mengurungkan niat mengikuti wanita itu dan mencari pertolongan yang lain.

Sengatan berbisa itu mulai menyerang saraf-saraf tanganku. Tanganku menjadi linu dan pegal bukan main. Seakan-akan akan mati rasa. Bahkan nyeri itu sampai ke dada. Semakin takut juga saya waktu itu. Datanglah kemudian pertolongan dari para nelayan yang kami temui. Dengan penjelasan yang tidak saya mengerti saya kemudian dibakarkan akar tanaman (entah apa namanya saya tidak tahu) dan kemudian akar itu ditempelkan dibagian yang terkena sengatan. Sambil melakukan pertolongan tersebut, ada nelayan yang bercerita kalau pernah ada yang meninggal gara-gara tersengat ubur-ubur teresebut. Jantungnya berhenti. Sengatan ubur-ubur memang menyerang saraf kita sehingga nyeri saraf begitu terasa.

Luka nyeri ditangan ternyata tidak hilang. Kemudian datang seseorang yang sok Tabib mengatakan akan mengobati kami. Ini lebih mengerikan lagi ceritanya. Sembari mengoleskan akik (cincin bermata batu) yang dibawanya di lengan teman saya (saya setelah melihat pengobatan gaib ini memutuskan tidak melakukannya), ia bercerita bahwa sengatan ubur-ubur ini seperti sengatan ular kobra. Halah. Kok mengerikan amat nich ceritanya. Tapi dari nadanya saya tahu bahwa dia hanya mengada-ada. Ia hanya pengen sesuatu dari kita. Saya sudah menduga hal ini ketika para nelayan memandang agak aneh ketika pria berakik ini menawarkan bantuan. Seakan-akan para nelayan yang saya pikir paling jujur dan baik tanpa pamrih itu, ingin mengatakan kepada saya bahwa pria berakik itu pembohong dan pembual. Dan untungnya saya menangkap pesan isyarat wajah mereka.

Dengan tangan nyeri dan pegal akhirnya kami memutuskan untuk pulang dan mencari puskesmas terdekat. Tangan saya seperti gak bisa memegang gas sepeda motor waktu itu, namun saya paksakan juga. Ditengah jalan kami menemukan puskesmas yang buka. Waktu itu banyak puskesmas yang ada telah tutup. Kami mampir dan berniat meminta pertolongan. Sayangnya, puskesmas itu tidak ada dokternya, atau kalau ada mungkin sedang pergi. Yang ada hanyalah anak-anak kecil yang sedang bermain disekitar puskesmas itu, walaupun saya tahu puskesmas itu buka. Kemudian saya baru sadar bahwa puskesmas tersebut sepertinya juga dijadikan tempat tinggal.

Kami sampai ke djogja dengan selamat. Sesampai di rumah kemudian kami bercerita kepada teman kost bahwa kami tersengat ubur-ubur. Dan terbukalah pengetahuan kami bahwa ubur-ubur tersebut memiliki sifat basa. Dengan demikian sengatan ubur-ubur bisa dinetralkan dengan zat asam. Dengan penjelasan kimia yang sedikit saya mengerti, saya kemudian dianjurkan untuk merendam luka saya di asam cuka. Dan ternyata hal ini berhasil.
Beberapa waktu kemudian saya melihat televisi yang tidak sengaja membahas sengatan ubur-ubur ini. Memang jika ubur-uburnya cukup besar dan menyengat daerah sensitif seperti perut atau dada hal itu bisa berbahaya. Kematian adalah resikonya. Dan benar juga bahwa cara pertolongan pertama adalah dengan menyiramkan larutan Asam Cuka Makanan atau apapun ke daerah yang terkena sengatan. Setelah itu jika cukup parah bawa ke rumah sakit.

Ringkasan Jika Terkena Sengatan Ubur-ubur

Cari Cuka Makan atau apapun bahan yang mengandung asam, dan siramkan ke daerah yang terkena sengatan ubur-ubur

Jika cukup parah dan terkena di daerah sensitif, cepat bawa ke rumah sakit.

Semoga Bermanfaat
Salam Sehat

Haqiqie Suluh

Link Tulisan Terkait:

01. Mengatasi Mata merah Iritasi dengan Daun Sirih

Iklan

17 Responses to “Kearifan Lokal Penduduk Pantai Baron Gunung Kidul: Mengatasi Sengatan Ubur-ubur”


  1. 1 dani Senin, 12 Mei 2008 pukul 1:31 pm

    pernah liat di reality show tv, anak cewek terkena sengatan ubur2 di bagian kaki waktu main2 di pantai. lalu temannya langsung menyiramnya dengan air seni, bener ga sih..? kalo bener, itu juga pertolongan pertama yang efektif

  2. 3 Suluh Selasa, 13 Mei 2008 pukul 5:56 am

    @dani: kalau air seni phnya bersifat asam berarti bisa digunakan mas…

  3. 4 Amink Jumat, 11 Juli 2008 pukul 5:43 pm

    Mas, sy barusan bgt d sengat ubur2 ni, rasanya perih dan pegel2. D sengatnya d kaki, makasi bnyk ya, stlh saya baca blog ini, sy merasa tenang, di takut2in temen2 sih katanya bisa sampai meninggal, ho…Ho… Blm siap ni, belum nikah. :p. Ok skrg sy coba langsung resep nya, pake cuka ya. Thanks. Salam kenal, oding aminudin

  4. 5 Suluh Jumat, 11 Juli 2008 pukul 8:29 pm

    @amink: sama sama mas, senang bisa membagi dan berbagi..

  5. 6 v3punya Senin, 13 Oktober 2008 pukul 5:15 pm

    ia.. kemarin aku juga barusan kena sengatan ubur2, untung aja cuma daerah tangan dan rasa nya nyeri banget.. tapi aku telat tau nya kalau di kasih sesuatu yang mengandung bahan asam….kemarin cuma dikasih minyak2an gitu…

  6. 7 Darisjati Rabu, 17 Desember 2008 pukul 2:45 pm

    he he
    Jadi intinya masyarakat Gunungkidul ada yg arif, ada pula yg tdk arif ya

  7. 8 Paidinanto Jumat, 19 Desember 2008 pukul 10:26 am

    Makasih Mas atas ilmu yang disampaikan lewat web ini dan sebagai pengalaman bagi saya serta bisa kita sampaikan kepada mereka yang belum mengerti. trims atas kearifannya. dari Pontianak Kal – Bar.

  8. 9 ezie Rabu, 17 Juni 2009 pukul 6:13 am

    gw juga pernah disengat ubur2,, waktu itu d pantai parangtritis. n ubur2nya sama persis sama yang nyengat lo,,
    waktu itu jari tengah gw d sengat n itu rasanya keram sampe perut. P3K yang diberikan k gw oleh warga sekitar cuma merendam tangan d air hangat. emang si,, saat itu keram perut gw gak ilang, keram itu berlangsung hampir 2jam, tapi alhamdulillahnya si sembuh gitu aja,, cuma gw harus menahan rasa sakitnya agak lama.
    thx buat infonya ya, kayanya sebelum gw maen2 k pantai gw harus bawa asam cuka dulu.. (jaga2..)
    hehehe

  9. 10 iren Rabu, 14 Oktober 2009 pukul 8:25 pm

    teman teman sya bary dsengat ubur2 d daerah dada,dan menjalar sampai ke tangan dan leher…..sya hanya membri kelapa muda,sya blum mncoba dgn air asam…….sya akan coba stlh ini!!
    trima ksh!!

  10. 11 Cacha Endut Jumat, 7 Oktober 2011 pukul 7:29 pm

    anakku juga terkkena sengatan ubur ubur udah lama kok nggak sembuh sembuh ya ap nggak terlambat kalo tak kasih cuka sekarang udah beberapa kali tak bawa ke dokter kok nggak sembuh sembuh juga.

  11. 12 pengobatan asam urat alami Rabu, 6 Juni 2012 pukul 7:12 am

    menarikkk bgt nie ceritanya….
    thks tas infonya sgt brmnfaat bgt….


  1. 1 Tips Kesehatan Lewat Obat Tradisional: Mengatasi Mata merah Iritasi dengan Daun Sirih « Suluh Numpang Nulis Lacak balik pada Minggu, 17 Juni 2007 pukul 9:53 am
  2. 2 Mengatasi Kutil (Penyakit Kulit) dengan “Buih” Kayu Bakar « Suluh Numpang Nulis Lacak balik pada Senin, 2 Juli 2007 pukul 12:03 pm
  3. 3 kesehatan » kesehatan kulit Lacak balik pada Rabu, 7 Juli 2010 pukul 11:12 am
  4. 4 Tips Pijat Tradisional: Menghilangkan Sakit Kepala dan Sakit Gigi | Queenhalizahhidayah Lacak balik pada Selasa, 18 Januari 2011 pukul 8:48 pm
  5. 5 Tips Menghilangkan Jerawat | ilham0 Lacak balik pada Jumat, 18 Februari 2011 pukul 12:00 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: