Tidak ada Kecuali atau Anomali dalam Falsifikasi Popper

Saya telah mengulas sedikit mengenai falsifikasi popper dalam tulisan saya sebelumnya. Disini saya sebenarnya hanya akan menambahi detil pemahaman atas falsifikasi popper ini menurut pemikiran dan pemahaman saya sendiri. Jika anda benar-benar ingin mengetahui secara langsung pemikiran popper mengenai falsifikasi ini, saya sarankan untuk membaca langsung karyanya yang berjudul , The Logic of Scientific Discovery. Membaca dari sumbernya langsung akan mengeliminir kesalahan pemahaman dari pemikiran orang kedua atau ketiga atau keberapapun. Akan selalu ada yang “hilang” dalam setiap penerjemahan atau penafsiran orang lain atas karya seseorang. Maka dari itu saya menyarankan pembaca untuk membaca karya itu secara langsung.

Dalam falsifikasi popper sebuah teori saintifik mengandung arti bahwa teori tersebut haruslah mampu diuji dan tidak mengandung 1 pun kesalahan. Dengan demikian sebuah anomali atau perkecualian menjadikan teori saintifik itu tidak kuat dan musti dicarikan teori yang lebih mampu merespon tantangan atau menjawab perkecualian tersebut. Anomali yang biasanya merupakan sebuah keajaiban atas seuatu seperti anomali air haruslah mampu diakomadasi oleh teori. Dengan demikian anomali terhadap sebuah kejadian haruslah hilang. Tidak ada anomali dalam sebuah teori saintifik jika menurut falsifiaksi popper.

Anomali merupakan perkecualian atas sebuah kejadian. Akan tetapi justru sebuah anomali dalam pemikiran popper merupakan indikasi bahwa sebuah teori atau pemahaman tersebut mustilah salah. Dengan demikian teori tersebut mustilah dicarikan penggantinya yang lebih baik. Demikian penjelasan singkat saya

Salam

Iklan

3 Responses to “Tidak ada Kecuali atau Anomali dalam Falsifikasi Popper”


  1. 1 lovepassword Sabtu, 4 Oktober 2008 pukul 10:34 am

    Anomali harus diakomodasi dalam teori. Apakah itu artinya batasan atau lingkup teori harus kita tunjukkan ? Bukankah falsifikasi itu sendiri justru bertujuan sebagai alat bantu studi empiris yang sifatnya luas ??

    SALAM MAS Suluh

  2. 2 Suluh Sabtu, 4 Oktober 2008 pukul 1:02 pm

    @lovepassword: sejauh yang saya pahami, falsifikasi popper, mengharuskan sebuah teori itu semakin luas, artinya jika diketemukan sebuah kesalahan, maka mustilah teori itu kurang lengkap dan harus disempurnakan, bukan malah ditambahi sebuah exception atau perkecualian. Contoh Teori Newton ke Teori Einstein.

  3. 3 emcha Minggu, 6 Juni 2010 pukul 5:22 pm

    menurut saya, falsifikasi popper itu justru yang di cari adlah kesalahan, atau mmencari kesalahan2 terhadap satu teori dan kemudian di carikn jalan untuk menjadi sebuah kesempurnaan sebuah teori tersebut. agar teori tersebut dapat di buktikan dan di uji kebenarannya. makasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: