Manfaat Rokok Bagi Indonesia Raya dan Kita

Saya bukanlah seorang yang begitu menyukai rokok. Dalam situasi tertentu memang saya sering merokok, terutama apabila di lingkungan sekitar saya cukup banyak para perokok dan ada yang menawari saya rokok. Jika suruh memilih jenis rokok mana yang saya sukai, saya akan menjawab saya lebih memilih jenis yang ringan (rokok putih istilahnya) dibandingan yang berat atau yang kretek. Jikalau saya sendirian atau disekitar saya tidak ada perokok atau sedikit perokok maka saya juga tidak merokok (Kecuali jika sedang tegang pikirannya kadang saya juga merokok untuk membantu melalui ketegangan pikiran saya). Oleh karena perilaku merokok saya diatas, mungkin kebiasaan saya tersebut lebih tepat disebut sebagai sosial smoker.

Lupakan tentang kebiasaan merokok sosial saya. Disini saya ingin mengajak para pembaca untuk memahami bagaimana sebuah industri rokok di indonesia ini memiliki kelangsungan hidup, saya ramalkan, yang cukup lama. Dalam beberapa puluh tahun ke depan, saya meramalkan bahwa industri perokokan di indonesia tidaklah mungkin gulung tikar.

Industri rokok memiliki cukai yang cukup besar. Pendapatan negara dari perusahaan-perusahaan rokokpun saya yakin cukup signifikan untuk menambah belanja negara. Seberapapun buruknya efek yang ditimbulkan oleh kegiatan merokok ini, saya merasa hal tersebut tidak akan menghalangi kejayaan industri-industri rokok nasional. Ini manfaat rokok pertama.

Manfaat kedua. Industri rokok merupakan industri yang sedemikian massif dari segi tenaga. Ini dimungkinkan karena industri ini mampu menyerap tenaga kerja yang luar biasa banyak dibandingkan dengan industri yang lainnya. Larangan penggunaan mesin-mesin industri otomatis dari pemerintah dalam menjalankan roda perusahan rokok mengindikasikan kebutuhan atau ketergantungan pemerintah, terutama soal tenaga kerja, yang sedemikian tinggi. Dengan demikian keberlangsungan hidup masyarakat yang menggantungkan hidup dari pekerjaan mereka di perusahaan rokok ini semakin tinggi. Tanpa rokok berarti tanpa nasi dan dapur yang mengepul. Ini belum dihitung pengangguran yang berhasil diatasi lewat agen-agen rokok maupun para pedagang kecil dan pedagang kaki lima.

Manfaat ketiga. Industri Musik, Televisi, Olah Raga dan sejenisnya berutang cukup banyak dengan Industri Rokok. Konser-konser musik di televisi maupun di kota-kota besar sponsor utamanya jarang sekali yang tidak pabrik rokok. Tanpa andanya sponsor dari perusahaan rokok ini kemungkinan besar hiruk pikuk dunia lagu dan musik di indonesia akan menjadi sunyi. Acara sepak bola mana yang tidak menggunakan sponsor perusahaan rokok? Sejauh yang saya ketahui sebagian besar acara-acara sepak bola maupun olah raga-olah raga lain semisal (bulu tangkis, billiard, tenis, dan yang lainnya) bisa berkembang dan melangsungkan berbagai event pertandingan karena dukungan dari perusahaan ini. Musik tanpa rokok adalah sunyi. Televisi tanpa rokok adalah sepi. Olah raga tanpa rokok adalah redup medali.

Ketiga manfaat diatas merupakan manfaat dari rokok dalam skala yang massif atau besar. Selanjutnya saya ingin membahas manfaat dari rokok dalam skala individual atau setidaknya dalam skala yang lebih sempit atau kecil.

Manfaat rokok secara bilogis psikologis. Bagi sebagian banyak orang, rokok adalah teman hidup. Seperti anda membutuhkan makan dan minum maka bagi orang-orang tertentu rokok merupakan sebuah kebutuhan. Jika mereka sedang dirundung masalah atau dirundung kesendirian dan kesepian, rokok bisa menjadi teman berbagi sepi. Rokok menemani kita dikala sedang menunggu sang kekasih. Rokok menemani kita untuk mencairkan suasana dengan calon mertua. Rokok menemani kita dikala menunggu bus yang akan mengantar kita ke suatu tempat. Rokok menemani kita di jenuhnya perjalanan yang melelahkan. Rokok menemani kita dikala kita dirundung percecokkan dengan teman. Jika sehabis makan maka rokoklah cuci mulutnya.

Manfaat rokok dari gaya hidup. Merokok adalah seni. Demikian pernah bapak kepala desa tempat saya KKN (Kuliah Kerja Nyata) di daerah wonogiri sana pernah berkata kepada saya. Saya belum begitu mengerti apa maksudnya merokok adalah sebuah seni atau kesenian. Jika merokok adalah seni maka merokok juga merupakan sebuah keindahan. Dari mana segi indah dari merokok tersebut? Saya juga tidak begitu mengerti. Walaupun demikian kemungkinan besar pemahaman merokok adalah seni bisa ditelusuri dari perilaku para perokok. Merokok sering kali membutuhkan ketrampilan tertentu. Misanya cara menyulut rokok pun kadang ada ciri khas yang menarik dan membikin perhatian kita. Atau bisa jadi cara melinting bagi yang lebih suka merokok dengan cara ini. Gaya hidup dari para perokok pun bisa berbeda-beda, dan terkadang membikin decak kagum. Memainkan rokok yang berada ditanganpun kadang memerlukan keahlian tertentu. Jenis-jenis rokok pun memiliki segmentasi masyarakat yang berbeda-beda. Mungkin ini yang dinamakan gaya hidup.

Disini saya ingin menegaskan bahwa tulisan ini tidak berarti bahwa saya mendukung atau memihak para perokok. Dari segi kesehatan dan kenyamanan memang merokok lebih banyak keburukannya di bandingkan manfaatnya. Hanya saja memang perlu regulasi yang lebih baik untuk menyeimbangkan atau menyelaraskan antara manfaat dari rokok dan keburukan dari rokok tersebut. Bagi anda para perokok selamat merokok dan saya anjurkan juga untuk menghormati para non smoker atau yang tidak merokok. Dan bagi para non smoker saya anjurkan juga untuk tidak menghujat atau membenci setengah mati para perusahaan rokok maupun para perokok tersebut. Sebagai sebuah realitas yang kemungkinan akan selalu mengelilingi kita, rokok maupun kebiasaan merokok merupakan sebuah fenomena yang patut kita sikapi dengan kelapangan dan kearifan. Rokok membantu kita sekaligus menghancurkan kita.

Salam Sehat Tanpa Rokok

Haqiqie Suluh

About these ads

39 Responses to “Manfaat Rokok Bagi Indonesia Raya dan Kita”


  1. 1 joyo Minggu, 22 Juli 2007 pukul 12:20 am

    wah setuju Qie, aku sedang masukin lamaran ke Sampoerna ni, hehehe :)

  2. 2 teteh Senin, 29 Oktober 2007 pukul 7:30 pm

    Teteh ga benci rokok atau perusahaan rokok. Teteh cuma salah satu dari sekian banyak orang yang anti asap rokok.
    Ada yang bikin teteh heran…kalo makanan-makanan dalam kemasan harus mencantumkan bahan-bahan yang terkandung di dalamnya tapi kalo rokok….napa ya pemerintah atau BPOM tidak nyuruh mereka mencantumkan bahan-bahan yang dikandungnya, misalnya kandungan tarnya sekian, nikotinnya sekian, racunnya sekian dll dll.Napa ya…?

  3. 4 ar_ifin_s@yahoo.com MUHAMMAD ARIFIN 08562844215 Selasa, 1 Juli 2008 pukul 2:57 pm

    ROKOK TIDAK ADA MANFAATNYA BAGI BANGSA AGAMA DAN KELUARGA
    MANFAATNYA…….
    PALING CUMA NGASIH UANG PADA PEMILIK PABRIK

  4. 5 ar_ifin_s@yahoo.com Selasa, 1 Juli 2008 pukul 2:59 pm

    ROKOK TIDAK BERMANFAAT BAGI BANGSA DAN AGAMA

    PALING CUMA NGSIH DUIT PADA PEMILIK PABRIK ROKOK
    :)

  5. 6 galih handayani Sabtu, 4 Oktober 2008 pukul 7:20 pm

    ak orang yang anti banget sama rokok, tapi ak sadar banyak orang yang hidupnya bergantung dari rokok such as buruh rokok dan petani tambakau. tentunya kita semua sepakat bahwa rokok memang sumber dari beberapa penyakit berbahaya, tapi menutup pabrik rokok bukanlah tindakan yang bijaksana. menurut saya kita ambil jalan tengahnya saja, jangan merokok ataupun berada pada lingkungan yang penuh asap rokok. masalah pabrik rokok ya biarkan saja tetap berjalan sebagaimana mestinya…toh pilihan untuk menjadi sehat atau sakit ada di tangan kita sendiri.

  6. 7 kepler Selasa, 11 November 2008 pukul 8:50 pm

    rokok????
    tidak ada yang bisa di salahkan atas masalah rokok ini, sebagian besar orang menyebutkan klo rokok menyebabkan penyakit yang bermacam-macam, namun ada juga yang menyebutkan merokok dapat membuat seseorang bisa lebih rileks dlm melakukan kegiatan, memang sulit melihat keadaan pro dan kontra seperti ini, namun di Indonesia pada khususnya merokok merupakan hal yang sudah menjadi budaya, sulit atau bahkan tidak mungkin jika kita ingin menghilangkan budaya tersebut, untuk itu yang dapat kita lakukan adalah mengembalikan permasalahan ini ke masing-masing individu, biar mereka yang memutuskan akan merokok atau tidak, karena resiko tersebut di tanggung oleh masing2 individu, dan individu2 yang memutuskan untuk merokok harus memiliki kesadaran untuk melihat keadaan sekitar jika akan merokok karena asap rokok juga dapat membahayakan bagi kesehatan orang2 di sekitar yang menghirup asap rokok.

    pesan saya bagi individu yang tidak merokok:

    “JANGAN PERNAH MENCOBA UNTUK MEROKOK, JAGALAH KESEHATAN DAN UMUR ANDA”

    pesan saya bagi individu yang merokok:

    “MEROKOKLAH DENGAN SOPAN”

    • 8 benci perokok Rabu, 12 Oktober 2011 pukul 10:03 am

      pesan saya bagi individu yang merokok:

      “MEROKOKLAH DENGAN SOPAN”

      Sangat benar dan setuju sekali.
      Coba kalian pikir jika dengan kalian merokok dan tidak merugikan kami dari segi BAUnya, sesak napasnya, dan efek perokok pasifnya apakah kami akan pusing dengan kalian merokok?

      Mana ada artikel keberatan dengan orang yang suka sekali makan? selama ga merugikan orang lain maka kami juga ga akan protes. Gw orang yang ga mau melarang kebebasan orang lain selama bertanggung jawab aja terhadap org lain.

  7. 9 Tiwi_shinici Sabtu, 24 Januari 2009 pukul 9:10 pm

    qh gak ska bnget ma orng yang merokok…mkanya qh mendingan di humz zah dri pda hrz ke t4 umum yg pnuh dngn azap rokok….!!!

  8. 10 lia Minggu, 8 Februari 2009 pukul 1:13 pm

    wah…………….
    keren serkali pemikairan anda, tidak berfikir
    hanya dalam satu sisi saja.
    kalau pabrik rokok di tutup, malah banyak ningkatin pangangguran
    dan itu sangat barakibat untuk saudara-saudara kita, juga anda…
    dan saya.terimakasih anda telah membuka pemikiran saya

  9. 11 lia Minggu, 8 Februari 2009 pukul 1:15 pm

    wah…..
    keren………..
    anda memang inspirasi bangsa ini……..
    saya akan melanjutakan pendaftaran di sompoerna

  10. 12 yuji Kamis, 5 Maret 2009 pukul 2:15 pm

    masalah ini terdengar sederhana, namun jika kita berpikir kedua kalinya jelas ini bukan masalah sepele(berat).saya juga seorang perokok namun terkadang saya sangat jengkel bila melihat perokok. saya juga ga tau apa masalah saya ketika melihat para perokok.rokok bukanlah makanan/minuman namun terkadang rokok lebih didahulukan daripada keduanya.kita hidup di negara dilema,saya yakin semua perokok tahu akibat dari merokok.Dan mereka tahu benar akan hal ini,dan ketika ada larangan merokok bukan berarti mereka berhenti merokok malah mungkin mereka akan terus merokok.Dan Jalan untuk menekan laju pertumbuhan perokok adalah dengan meningkatkan cukai itu sendiri.misalkan harga rokok /bks 10.000 dapat dinaikan 2/3 kali lipatx.bukan yang terbaik setidakx pemarintah mendapatkan pajak yang lebih besar dan saudara2 kita yg bkrj di pabrik rokok dapat meningkatkan taraf hidupx.

  11. 13 Dee Sabtu, 4 April 2009 pukul 9:24 am

    Karena saya bekerja diperusahaan yang memproduksi mesin perekat cukai rokok, saya mendukung industri rokok yang masih jaya. Apabila kita lihat dri sisi keuntungan perusahaan bila menginvestasikan mesin ini mampu mengurangi jumlah tenaga kerja 14-20 orang dalam sehari. Belum lagi dengan biaya maintenance yang murah menyebabkan perusahaan rokok perlu mempunyai mesin ini.

  12. 14 sutono Rabu, 29 April 2009 pukul 11:36 pm

    sebatang rokok yang dihisap merupakan
    wujud kepedulian terhadap petani tembakau

    penyakit dapat menyerang siapa saja, bukan hanya perokok
    kematian hanya Tuhan yang tahu

    sebenarnya saya juga tidak merokok, tapi saya tidak anti rokok tuh…hehehehe

  13. 15 abu..bukan abu rokok Minggu, 3 Mei 2009 pukul 10:37 am

    Saya juga bukan perokok, tetapi saya ingin menanggapi masalah rokok ini secara adil namun setiap kali saya berusaha mencari manfaat rokok saya tidak pernah menemukanya, memang umur sudah digariskan yang kuasa tetapi urusan hidup kita yang mengisinya apakah mau menyia-yiakan dengan menyiksa diri atau berusaha meninggalkan hal-hal yang mencelakakan diri dan orang lain..
    Sudah banyak penelitian tentang kejelekan rokok dan belum aku temua penelitian tentang adanya manfaat rokok, sedang manfaat roko yang dibeberkan orang-orang lebih kepada pengalaman psikologis dan belumterbukti secara ilmiah.. Kalau ada yang mau berfikir kreatif mugkin manfaat tembakau bukan hanya untuk jadi rokok, sehingga bisa menggantikan posisi pabrik-pabrik rokok bila ternyata memang harus ditutup..

  14. 16 nur Rabu, 13 Mei 2009 pukul 10:54 pm

    Bajuku bau gara-gara asap rokok,sholatku terganggu gara-gara bau mulut perokok,lantai kotor karena abu dan puntong rokok, mengganggu konsen kerja karena butuh merokok,tetangga sakit paru-paru, stuk, jantung sebab rokok.Manfaat dan mudlorotnya banyak mudlorotnya.Rokok ajaran setan

  15. 17 Haris Rabu, 12 Agustus 2009 pukul 12:17 pm

    Setiap hal pasti punya 2 sisi,ad k’burukan ad juga k’baikanNya..
    Scara pribadi saya setuju sekali dgn manfaat rokok sbg teman..

  16. 18 parno Jumat, 18 September 2009 pukul 4:32 am

    memang gw seorang perokok . namun menurup gw hidup adalah pilihan , pilihan untuk hidup dengan menikmati rokok atau hidup tidak merokok , berteman dengan perokok atau bukan perokok , bahkan mencari calon suami/istri perokok atau bukan perokok . dan bebas bagi kita untuk memilih yang mana . karena itu adalah hak kita . tapi sekali lagi itu semua cuma menurut aq .

  17. 19 tatok Jumat, 18 September 2009 pukul 9:59 pm

    setuju , lagian ga ada larangan merokok dalam agama .

  18. 20 Sofyan Kamis, 24 September 2009 pukul 8:26 am

    Menurut gw,merokok itu g ada manfaat nya,krna hanya menghabis kn uang sj,dan jg merugikan kesehatan

  19. 21 PEROKOK BANGSAT Kamis, 1 Oktober 2009 pukul 6:34 pm

    mati saja kau para perokok seperti anjing!!!!!! >.<

  20. 22 ORJAW Kamis, 1 Oktober 2009 pukul 6:44 pm

    Saya Rasa Rokok ga ada manfaat!!!! dan hanya menghabiskan duit saja dan buruk bagi kesehatan!!!semoga yg pada merokok lebih cepat mati!!!!!!!!!lebih baik kalo mo buka pabrik yaitu pabrik mobil atau motor (kendaraan tenaga surya) itu lebih bermanfaat karna tidak mencemari lingkungan dan menyerap tenaga kerja….

    • 23 hari Minggu, 25 April 2010 pukul 3:23 pm

      kalau anda bukan seorang perokok mohon dong jangan menghujat gitu kepada perokok, setiap orang memiliki jalan hidupnya masing – masing entah itu baik atau buruk, mau merokok atau tidak itu terserah pada pribadi masing – masing orang…yang sy mau tanya sama anda, apakah anda bisa menjamin hidup anda akan bertahan lama tanpa merokok…????? apakah anda sudah menjadi seseorang yang sukses tanpa anda merokok…..???? apakah anda bisa menjamin tenaga kerja yang di PHK mendapat pekerjaan yg layak apabila pabrik rokok di tutup….?????? sy seorang perokok tp sy juga sangat menghormati orang yg tidak merokok apabila ada seseorang non perokok berada dsamping sya, sy tdk akan merokok, karena sy masih punya rasa hormat kepada orang yg non perokok…….
      sekian dan terima kasih

      • 24 benci perokok Rabu, 12 Oktober 2011 pukul 9:53 am

        Tolong jangan bicara tentang menghormati orang lain. Saya berbicara mengenai fakta dari para perokok secara umum. Jika anda bukan salah satunya tidak perlu tersinggung.
        Saya tidak masalah dengan orang merokok. Itu hidup dan pilihan pribadi. Apa yang buat kalian senang selama hidup lakukanlah, TETAPI tolong jangan merugikan orang lain dengan melakukan apa yang membuat kalian senang, puas, tenang, nikmat, dll.

        Sekarang bagaimana kami yang tidak merokok bisa tenang jika kalian merokok dimanapun. Di tempat umum, sembarang tempat. Coba tolong doh hargai kami. Baunya sangat tidak enak, membuat pusing. Bagi yang menderita asthma justru merasa sesak napas.

        Di WC gedung perkantoran, kalian duduk asik sambil merokok. Bagaimana dengan orang sekitarnya yang tidak merokok. Baunya dan pusingnya. Itukah yang dinamankan menghargai? Kalian dengan kerennya menyulut rokok tanpa memikirkan org lain.

        Maaf kalau menyinggung, bukan masalah kita sehat atau sukses, tapi kami sangat muak dengan kelakuan kalian yang merugikan. Teruslah membel diri dengan apapun. Tapi tetap kalian lah yang membuat gerakan anti rokok muncul.

        Salam hormat.

  21. 25 Dr_Baru Kamis, 1 Oktober 2009 pukul 7:00 pm

    Daripada buat beli Rokok lebih baik uangnya buat bantu korban bencana alam

  22. 28 Social smoker juga Senin, 9 November 2009 pukul 6:55 pm

    Knapa ya hmpir stiap even olahraga besar di negeri kita justru disponsori oleh perusahaan rokok..?
    Liga Indonesia misalnya, sampai saat ini cuma 1 sponsor dari perbankan yang bisa mewakili perusahaan non-rokok, itupun dengan beragam syarat yg lebih rumit dibanding sponsor2 dr perusahaan rokok..
    Kemudian kejuaraan bulutangkis Indonesia Open juga seringkali disponsori oleh perusahaan rokok..
    Kira2 dunia olahraga di negeri kita ini bisa maju gak ya jika tidak ada perusahaan rokok..?
    Apakah para penghujat rokok itu bersedia menyisihkan sebagian penghasilan mereka tanpa imbalan apapun hingga semua event itu dapat terlaksana..?
    itu baru sebagian kecil saja peranan dari adanya perusahaan rokok yang seringkali tidak kita sadari..

    Saya tidak bermaksud menganjurkan siapapun yang tidak merokok untuk mulai merokok.. saya hanya ingin mengingatkan untuk tidak melihat masalah hanya dari satu sisi.. karena setiap hal memiliki nilai positif dan negatif.. tergantung dari sisi mana kita melihatnya..

  23. 29 syahrial koto Selasa, 30 Maret 2010 pukul 5:22 pm

    Saya Perokok, malahan perokok berat kali ya. Secara pshicologis kayaknya, rokok bagi saya sangat membantu dalam hal berkonsentrasi, bahkan tanpa rokok saya seperti tidak dapat menemukan konsentrasi yang baik dalam mengerjakan banyak hal. Merokok merusak kesehatan, sepertinya bagi yang tidak terbiasa merokok jelas, Namun bagi perokok sepertinya perlu di teliti dengan lebih dalam lagi. Bagi yang tela imun dengan Nikotin, akan berbeda dengan yang rentan atau sensitif nikotin.
    Hal sama sepertinya dengan orang yang terbiasa makan dengan samal pedas dengan yang tidak. juga akan sama efeknya dengan ini. Orang yang terbiasa dengan sambal pedas tidak akan mencret atau sakit perut jika kebanyakan makan sambal. dan sebaliknya kalau orang yang tidak kuat dengan sambal, akan kelabakan bahkan akan merasakan akibatnya jika memaksakan diri memakan sambal berlebihan atau sama dengan orang yang suka sambal.
    Hanya saja bagi kita perokok tehtu saja seebaiknya kita menghargai orang yang tidak merokok. Dan Perokok tentu juga memiliki hak untuk di hargai bukan di caci, dimaki apa lagi di lihat lebih buruk dari penjahat BESAR DAN BERBAHAYA NYATA SEBAGAI PEMBUNUH MANUSIA DI ATAS BUMI INI, saya tak akan menyebutkan satu persatu.
    Yang jelas Saya sampai saat ini belum berhenti merokok.dan kalau di bikin panik, justru Akan meningkatkan keinginan saya untuk lebih banyak mengisap rokok.
    MEROKOK DAN SALING MENGHARGAI saya SETUJU!!!!!!

  24. 30 lia salonga Kamis, 8 April 2010 pukul 7:27 pm

    keyen bgt…
    q salut ma komenmu tuch..
    moga bia kasih yang lebih lagi dari nie…
    thank’s…

  25. 31 Smoker Too Selasa, 20 April 2010 pukul 1:11 pm

    Hmmm…iseng-iseng sy cari artikel yang membahas ttg sisi baik rokok, ternayta artikel ini yang memberikan penjelasan yang bagi sy sangat FAIR. Jelas bagi saya,.orang2 yang memberikan komennya apakah dia perokok atau yang bukan perokok (namun tidak antipati) thp rokok), adalah orang-orang yang sangat terbuka,.melihat suatu masalah tidak secara sempit,.sebab memang di dunia ini hanya ada DUA SISI,.segala sesuatu itu RELATIF ADANYA…thanks buat penulis..GOD BLESS U…

  26. 32 ali Rabu, 22 Desember 2010 pukul 3:25 pm

    dulu aku sebelum merokok sering sakit2an . penyakit asmaku sering kambuh . tapi setelah merokok penyakit asmaku tidak kambuh lagi .
    paling cuma sakit pilek, batuk, pusing saja yang datang .
    dan satu lagi, merokok merupakan inspirasi ku dalam membuat lagu2, menemaniku di saat sendiri .(itu menurutku loh)

  27. 33 fini Selasa, 10 Mei 2011 pukul 5:59 pm

    saya gak larang mereka merokok, paling tidak yang merokok hargai yang tidak merokok. karena kami yang tidak merokok sering terganggu dengan asap yang dikeluarkan. maka itu marilah kita saling menghargai dan tidak saling mencaci.

    makasih banget artikelnya.. sangat membantu buat tugas saya sebagai pelajar. :)

  28. 34 Priyo no Jumat, 13 Mei 2011 pukul 1:07 am

    Merokok kok dilarang apakah pemerintah siap untuk menanggung kerugiaannya?….
    Bisa kita lihat di pita cukai rokok, bagi yang tidak merokok anda bisa beli untuk cek kebenarannya, bahwa setiap perokok membayar sejumlah uang untuk setiap batang rokok yang dihisapnya ke pemerintah. sementara keuntungan untuk para pekerjanya/pabrik rokok hanya sedikit sekali (apabila dipotong harga produksi)
    Menurut saya orang yang tidak merokok harus berterima kasih kepada para perokok karena pembangunan bangsa ini banyak dibiayai oleh perokok aktif. dalam perhitungan apabila 1 orang menghabiskan 12 bt rokok maka dia sudah menyumbang negara lewat pajak sebesar 2520 rupiah. coba kita kalikan jumlah perokok aktif, misal perokok ada 10.000.000 orang x 2520 = 25.200.000.000 rupiah per hari x 30 hari = 756.000.000.000. itu uang yang sangat banyak diperoleh pemerintah lewat cukai rokok. (di cukai rokok tertulis 210rp/btg).
    Jadi sadarlah saudara yang tidak merokok anda menikmati pula kebiasaan kami merokok dengan hasil pembangunan.
    Apapun komentar anda belum bisa menghambat kami untuk membantu pemerintah.
    Untuk anda ketahui pula kami belajar merokok sampai batuk dan sakit begitu kami bisa merokok malahan disuruh berhenti, “Anda ini bagaimana atau kami harus bagaimana” (kata Gus Mus)
    Mari kita saling menghargai, apabila anda berpikir positif maka anda akan tahu kontribusi kami pada negara ini.

    • 35 benci perokok Rabu, 12 Oktober 2011 pukul 9:59 am

      Tolong jangan bicara tentang menghormati orang lain, apalagi bersyukur karena pajak kalian membangun negara. Saya berbicara mengenai fakta dari para perokok secara umum. Jika anda bukan salah satunya tidak perlu tersinggung.
      Saya tidak masalah dengan orang merokok. Itu hidup dan pilihan pribadi. Apa yang buat kalian senang selama hidup lakukanlah, TETAPI tolong jangan merugikan orang lain dengan melakukan apa yang membuat kalian senang, puas, tenang, nikmat, dll.

      Sekarang bagaimana kami yang tidak merokok bisa senang jika kalian merokok dimanapun. Di tempat umum, sembarang tempat. Coba tolong dong hargai kami. Baunya sangat tidak enak, membuat pusing. Bagi yang menderita asthma justru merasa sesak napas.

      Di WC gedung perkantoran, kalian duduk asik sambil merokok. Bagaimana dengan orang sekitarnya yang tidak merokok. Baunya dan pusingnya. Itukah yang dinamankan menghargai? Kalian dengan kerennya menyulut rokok tanpa memikirkan org lain.

      Maaf kalau menyinggung, bukan masalah kita sehat atau sukses, tapi kami sangat muak dengan kelakuan kalian yang merugikan. Teruslah membel diri dengan apapun. Tapi tetap kalian lah yang membuat gerakan anti rokok muncul.

      Salam hormat.

  29. 36 benci perokok Rabu, 12 Oktober 2011 pukul 10:12 am

    Tolong pemerintah jangan melarang para perokok untuk merokok. Itu kebebasan mereka merokok. Jika ingin demokrasi dan adil justru bantu yang tidak merokok dengan memfasilitasi prasarana bagi perokok. Sediakan ruangan khusus untuk perokok, restoran khusus boleh merokok. Jadi yang merokok bisa bebas dan yang tidak merokok tidak dirugikan.

    Ketatkan aturan dilarang merokok di tempat umum, bukan melarang atau menutup pabriknya! Mereka menyumbang untuk negara dalam 2 hal. Membayar bea untuk pembangunan dan membantu MENGURANGI jumlah penduduk dunia. Itu sangatlah penting.

    Jadi buat aturan dilarang merokok di seluruh gedung dan tempat umu tanpa ada ruangan khusus. Kecuali taman2 kota. Nah ruangan itulah yang bisa membuat para perokok memuaskan dirinya dan menyicil nyawa menuju kematian sekaligus menyumbangkan sebagian dari gajinya untuk negara.

    Dengan begitu yang tidak merokok merasa senang jauh dari asap dan bau dan lain2 yang negatif, perokok pun senang bisa bebas merokok di ruangan itu, dan pemerintah tetap menjaga lapangan pekerjaan, mendapat pajak dari perokok, dan bagi dunia berkurangnya orang2 akibat kematian. Itu dinamakan toleransi.

    Jika perokok merokok sembarangan haruslah ditindak keras dan jelas untuk menjaga hubungan sesama antara perokok dan non-perokok menjadi harmonis!!!

    Terima kasih.

  30. 38 Ahmad Kamis, 10 November 2011 pukul 4:31 pm

    Rokok teman saya selama ini,tolonglah,larangan merokok ditempat umum dikaji lagi.Terutama di halte bus.Kalian yg sok najis pd asap rokok,berpikir dong! Asap rokok paling juga segitu.Bandingkan dgn asap metro mini / kopaja / bemo,meskipun berasap ttp aja kalian mendambakannya.Ya to !!?

  31. 39 Tukang Ejek Minggu, 14 April 2013 pukul 2:52 pm

    Anjingg Bangsatt


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 286 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: