Tangisku, Hidupku, dan Kedewasaanku

Sebagai seorang laki laki, saya dahulu begitu terluka jika mengetahui bahwa diri saya mengeluarkan air mata. Saya pun sudah berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengeluarkan air mata jika terjadi sesuatu yang membuat saya sedih atau terluka. Namun ternyata, setelah berjuang bertahun-tahun secara sadar dengan hal ini, hasil yang saya peroleh malah semakin tidak menyenangkan diri saya. Saya masih sering menangis karena hal-hal sepele. Saya pada dasarnya adalah seorang yang sangat cengeng. Ingatan-ingatan saya ketika saya menangispun masih selalu tersimpan rapi di memori saya.

Kemudian lambat laun saya mulai bisa mengatasi hal ini. Ini setidaknya dalam dua tahun terakhir ini. Saya mengatakan bahwa saya bisa mengatasi bukanlah berarti bahwa saya mampu untuk tidak mengeluarkan air mata jika terjadi sesuatu. Bahkan yang terjadi adalah kebalikannya. Dalam satu tahun terakhir ini malahan saya begitu sering berurai air mata. Terutama jika dalam ketermenungan di tengah kesendirian yang diiringi redupnya sinar bulan di malam hari. Sebagai seroang laki-laki saya lebih sering menangis karena hal-hal yang menurut orang mungkin sepele.

Yang saya maksud bisa mengatasi diatas adalah bahwa saya sekarang tidak lagi terluka ketika saya menangis. Saya anggap itu merupakan sesuatu yang wajar dan saya sudah bisa memahami dan berkawan dengan tangisan-tangisan saya. Ketika saya menangis saya tidak lagi berusaha untuk menahan-nahannya atau berusaha agar airmata saya tidak keluar. Saya sekarang membiarkannya mengalir. Biarlah airmata saya mengalir seiring dengan gejolak perasaan yang ada di diri saya. Saya paham bahwa saya diri saya berhak untuk menangis. Saya ngerti bahwa saya perlu menangis.Saya mengerti bahwa saya butuh untuk menangis. Menangis bukanlah hal yang tabu bagi diri saya.

Dengan kesadaran akan pemahaman bahwa menangis adalah hak diri saya, maka sekarang ini, saya tidak lagi menanggung sejenis perasaan bersalah atau lemah atau cengeng ketika saya menangis. Menangis bukanlah bukti seseorang itu cengeng atau lemah. Bukti seseoarang itu cengeng atau lemah adalah ketika seseorang tidak mampu menyelesaikan masalah atau tenggelam dalam permasalahan. Bukti seseorang cengeng menurut saya adalah menyerah tanpa ada kata lawan dari dalam dirinya ketika ia didera suatu problem hidup. Menangis hanyalah persoalan emosionalitas kita. Tetapi cengeng atau lemah adalah persoalan tindakan. Orang bisa saja tidak menangis seumur hidupnya tetapi ia merupakan seseorang yang cengeng karena ia tidak pernah melakukan tindakan atau berusaha menangani permasalahanya. Kita bisa menangis karena sedih, gembira, tertawa, kelilipan, bahkan kita sering menangis hanya karena kita menguap karena kantuk. Oh, tangisku, Oh hidupku.

Tangisku
Engkau sering menyelamatkanku
Tangisku
Engkau adalah kedewasaanku

Dalam kenangan akan airmata-airmataku

Haqiqie Suluh

Iklan

13 Responses to “Tangisku, Hidupku, dan Kedewasaanku”


  1. 1 etikesen Senin, 16 Juli 2007 pukul 9:57 am

    alangkah indahnya hidup penuh tangisan. indah, indah, tangisan itu terlihat sangat indah pada diri abu bakar, tangisannya adalah tangisan lelaki yang tertunduk lemas dihadapan tuhannya. bahkan Rasulullah pun sering mengangis bersama2 sahabatnya. bisa dibayangkan sekumpulan lelaki yang dalam pandangan umumnya dianggap perkasa karena kepemimpinannya, ditemukan menangis bersama2 ketika merenungi dirinya, hidupnya, umatnya, tuhannya dan keterkaitan antara semua itu. tangisan model ini bagi saya adalah tangisan kesempurnaan dalam usaha menghayati kehidupan. alangkah irinya saya terhadap orang2 ini. tangisan bisa berbeda maknanya ketika tangisan itu adalah tangisan keputusasaan.
    saya sebagai seorang perempuan bahkan tidak bisa menangisi apa yang seharusnya saya tangisi, saya tidak menangis karena saya semestinya memang harus menangis karena saya tidak bisa menangis, bagaimana ini bisa terjadi?
    salam hormat dengan penuh keirihatian buat mas suluh

    makasih….

  2. 2 uyuy Senin, 16 Juli 2007 pukul 1:21 pm

    nangis….?
    wah itu seh dah jadi sahabatku. tapi aku g pernah malu buat nangis, toh manusiawi. Tuhan ciptakan tetes demi tetes airmata bukan tanpa guna loh. coba fikirin deh…?
    emang seh klo nangis itu blom tentu selesein masalah tapi setidaknya kita bisa merasakan sedikit kelegaan, ibarat iklan neh “Plong”, biar g pake permen bolong.
    airmata bukan cuma milik anak2 kecil ataupun dominasi perempuan. toh Tuhan beri airmata di tiap pelupuk hambanya. Coba deh fikir klo kita g punya airmata gimana? trus berapa biaya yang mesti dibayar cuma biar mata kita kemabli keluarin airmata?
    biarkan airmata itu mengalir, akan tercipta kesejukan laksana hujan di musime kemarau. ups….

    senasib ya dengan saya… syukurlah saya punya temen…

  3. 3 aRuL Selasa, 17 Juli 2007 pukul 3:25 am

    nangis hal wajar….. sebagai ungkapan hati yang benar2 tersentuh… :)

    hmmm :smile:

  4. 4 catatanqs Selasa, 17 Juli 2007 pukul 12:25 pm

    saya pernah dengar klo menangis itu hal yang memalukan untuk seorang laki2, tapi menurut saya itu salah…
    Menangis adalah Hak buat setiap manusia.. karna lewat tangisan kita bisa jujur terhadap diri kita, tentang perasaan yang tengah kita rasakan..
    Ketika pelupuk mata basah oleh airmata.. maka seketika semua sesak akan turut mengalir melapangkan dada…
    Alam saja bisa menangis oleh sirama air hujan…
    kenapa kita tidak?? :P

  5. 5 eka Rabu, 18 Juli 2007 pukul 7:24 pm

    just face it… I know you can bro’…

  6. 6 andr10 Jumat, 20 Juli 2007 pukul 11:05 am

    menangis tu hal biasa tapi kalo orang dewasa nangis itu baru luar biasa ………

  7. 7 nuragus Jumat, 20 Juli 2007 pukul 7:21 pm

    menangis merupakan bukti masih adanya nurani. nurani yang semakin mahal saja harganya. menangis memang tidak langsung serta merta menyelesaikan masalah. tetapi itu merupakan satu gate way awal untuk menghadapi masalah.

  8. 8 d_sall Jumat, 20 Juli 2007 pukul 7:22 pm

    nangis?!so what gitu lhoch…
    wajar kang…wajar…
    okeh?okeh?

  9. 9 neverty agisti Kamis, 26 Juli 2007 pukul 9:55 am

    selama ini saya selalu memendam kesedihan hati saya. Sekarang saya akan selalu menangis. Karena menangis membersihkan luka hati kita. Tak akan berkurang sedikitpun kedewasaan kita. Malah kita merasa lega.
    Thanx AA Suluh.

    sama sama …

  10. 10 suprie Sabtu, 28 Juli 2007 pukul 11:53 am

    Wajar kang nagis,Kang suluh basa jawa yah

  11. 11 ningroem Senin, 20 Agustus 2007 pukul 2:26 pm

    Aku juga belajar dari sampean om

    Ternyata nagis kuwi “indah”, awa’e dewe jadi menungso lho

  12. 12 Abdurahman Sabtu, 3 Mei 2008 pukul 4:17 am

    Jujur saya kok engga bisa nangis yah.. padahal ada saat2x tertentu yang harusnya saya bisa terharu dan menangis. jadi salah tingkah rasanya..

    pernah dulu waktu di RSUD Dr. Soetomo, ada anak kecil masih balita sakit, entah sakit apa, ditangani 10 orang dokter sekaligus sangking parahnya. dalam hati saya yang ada malah rasa penasaran si anak tersebut sakit apa? tanpa ada rasa iba sedikitpun. sampe anak tersebut meninggal di depan mata saya juga saya tidak terharu.

    sampe temen saya heran liat saya, melihat si ibu anak tersebut menangis didepan jenazah anaknya saya cuman bisa melihat tanpa berkedip-tanpa rasa iba sedikitpun-.

    mungkin otak saya sudah jadi mesin yah… :)

  13. 13 simanjuntak Senin, 9 Agustus 2010 pukul 10:17 pm

    menangis tu baik bt mata…….
    ktany sih……..
    menangis bt sesuatu hal….????
    emmmm sring n sll….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: