Teori Chaos, Bifurkasi, Fractal, Strange Attractor dan Pemahaman Kita

Apa yang menjadikan saya berusaha untuk membuat atau mencoretkan tulisan mengenai teori chaos ini sebenarnya lebih di dasarkan kepada sebuah situasi populer atau tren mengenai teori ini. Artinya saya menuliskannya karena dalam beberapa kesempatan teori chaos diambil atau dijadikan menjadi komunitas argumen atau jalinan upaya melengkapi pendapat seseorang. Teori chaos berserta istilah-istilahnya yang menjadi nge –pop seolah-olah menjadi pemanis argumen-argumen seseorang. Bahkan sebuah novel pun terang-terangan mengadopsi secara sembarangan teori chaos ini. Saya ingin anda mengabaikan istilah-istilah yang akrap ditelinga anda seputar teori chaos ini: bifurkasi, strange attractor, fractal, dan sebagainya, sebelum anda melanjutkan pembacaan artikel singkat saya ini.Pendekatan upaya memahami sesuatu dengan cara menarik perhatian melalui istilah-istilah yang keliatannya sangat unik saya kira bukanlah merupakan cara yang baik. Banyak orang kemudian tertarik mempelajari atau lebih tepatnya menghapalkan kata kata atau istilah-istilah tersebut terlebih dahulu baru kemudian mencari definisinya atau maksud dari istilah-istilah itu. Ini berarti seseorang tersebut menaruh keyakinan bahwa istilah-istilah itu benar atau sebagai sebuah kebenaran baru kemudian mencari tahu maksud sebenarnya. Sudah cukup sering saya mendengar istilah-istilah yang berhubungan dengan teori chaos ini menjadi pemanis argumen-argumen mereka, walaupun sebenarnya tanpa menggunakan istilah-istilah tersebutpun kita masih bisa memperkuat argumen kita. Membuat argumen kita menjadi sulit dimengerti oleh orang awam sehingga dengan demikian membuat mereka merasa tidak tahu atau bertanya-tanya (apa maksud istilah itu?) bukanlah sebuah cara argumentasi yang baik. Yang kita hasilkan adalah kekaguman mereka pada argumen istilah kita, bukan pada inti pemahaman dari argumen-argumen kita atau apa yang sebenarnya ingin kita katakan. Saya kok jadi merasa terusik dengan kejadian seperti ini.

Sejauh pemahaman saya teori chaos membicarakan sebuah ketakteraturan dalam keteraturan, atau sebaliknya. Teori chaos sejauh pengamatan saya masih mendeklarasikan bahwa teori ini mengikuti aturan deterministik. Dengan demikian chaos masih memiliki prosedur-prosedur yang tidak mungkin dapat dihindari. Adalah kurang lengkap jika mengatakan chaos itu sebuah kekacauan. Chaos adalah fenomena dalam keteraturan. Chaos hanyalah sebuah upaya memahami sesuatu yang memiliki ciri ketakteraturan dalam sebuah sistem.

Chaos adalah kewajaran. Chaos adalah proses biasa. Chaos itu alamiah. Dan chaos juga hanya salah satu bagian dari cara pandang kita dalam memandang atau memahami dunia dan diri kita sendiri. Chaos saya pikir juga merupakan pengakuan bahwa dalam sistem yang dipercaya deterministik pun ketakmengertian akan sebuah kejadian akan selalu ada.
Bifurkasi, strange attractor, fractal, self organism, feedback loop dan lain sebagainya, hanyalah upaya untuk memberikan contoh contoh apa itu sebenarnya chaos dan menunjukkan bahwa chaos memang ada.

Yang paling berbahaya dalam mengadaptasi sebuah tren atau mode cara pandang chaos ini adalah jika terus menyatakan bahwa teori chaos merupakan atau menuju penggapaian atas teori segala sesuatu. Ini merupakan hal yang salah kaprah. Dan juga mengatakan pemahaman bahwa chaos itu selalu menghasilkan sesuatu yang buruk. Pemahaman ini juga salah kaprah.

Sebagian orang atau malah banyak orang mengatakan bahwa teori chaos ini merupakan teori saintifik, akan tetapi saya memiliki pandangan yang lain soal ini yang sedikit agak berbeda. Bagaimana dengan anda?

Salam Chaos dalam Keteraturan

Haqiqie Suluh

Iklan

16 Responses to “Teori Chaos, Bifurkasi, Fractal, Strange Attractor dan Pemahaman Kita”


  1. 1 etikesen Sabtu, 21 Juli 2007 pukul 10:59 am

    saya nggak mengerti teori chaos, saya hanya pernah membacanya di novelnya dewi lestari, novelnya memang keren banget, tapi saya jadi ga bisa menangkap pesan yang ingin dia sampaikan, karena istilah2nya begitu melangit

  2. 2 mathematicse Minggu, 22 Juli 2007 pukul 3:17 am

    Chaos: dalam ketidakteraturan ada keteraturan. Bener ga sih?

  3. 3 eucalyptica (ga login) Minggu, 22 Juli 2007 pukul 6:18 pm

    Hmmm…*pikir-pikir*

    Saya save dulu aja deh, berat soale hehehe :P

    ‘Lam kenal

  4. 4 Rein Minggu, 29 Juli 2007 pukul 12:35 am

    Mas, saya kopi aja dulu beberapa artikel dari sini ya. Maklum koneksi saya dial up. Mahal. He3x. Kapan-kapan balik lagi. CU

  5. 5 wiwit r. fatkhurrahman Kamis, 27 Maret 2008 pukul 11:17 pm

    salam kenal. tulisannya lumayan. semoga bisa mencerahkan banyak orang.

  6. 6 lea Rabu, 30 Juli 2008 pukul 7:40 am

    salam kenal jg nih..
    sy sbnrnya blm ngerti ap itu chaos, tp untuk saat ini smpai setahun kedepan, insyaallah sy hrs meneliti ttg bifurkasi….
    hm…beri tunjuk ajar dnk..

  7. 7 Brian Rabu, 7 Januari 2009 pukul 3:09 pm

    thanks buat pencerahannya..

  8. 8 Satpam Kamis, 8 Januari 2009 pukul 10:29 am

    Wuih, mustinya nulis surat langsung ke hawking, teorinya dibilang salah kaprah gitu…mantabh…

  9. 9 izal Sabtu, 7 Februari 2009 pukul 9:21 am

    apa tidak kontradiksi pernyataan :
    “ketakteraturan dalam keteraturan, atau sebaliknya” ??????
    tolong dijelaaskan lebih mendetail…………..
    :-)

  10. 10 maskaes Minggu, 21 Februari 2010 pukul 12:55 am

    chaos –> mungkin maksudnya gini ya???
    jadi dalam ketidakteraturan itu memiliki suatu keteraturan,, jadi ada keteraturan dalam ketidakteraturan hehe….. pusing juga yah,,,,

  11. 11 utarie Sabtu, 6 November 2010 pukul 10:20 am

    chaos: keteraturan dalam ketidakteraturan, atau keadaan acak yang teratur, meskipun tampak acak tetapi jika diamati pada waktu yang lama akan terlihat pola dalam keacakan tersebut.

    Chaos memang sesuatu yang alami, karena semua gejala alam pada dasarnya adalah tak linier.

  12. 12 Prayitno Ciptoadi Sabtu, 15 Januari 2011 pukul 6:09 pm

    Saya seendapat dengan pendapat anda: “Chaos adalah kewajaran. Chaos adalah proses biasa. Chaos itu alamiah. Dan chaos juga hanya salah satu bagian dari cara pandang kita dalam memandang atau memahami dunia dan diri kita sendiri. Chaos saya pikir juga merupakan pengakuan bahwa dalam sistem yang dipercaya deterministik pun ketakmengertian akan sebuah kejadian akan selalu ada”.

    Pendapat saya: Teori Chaos merupakan salah satu bukti ketidakmampuan manusia untuk memahami alam semesta dan dirinya sendiri secara utuh.

  13. 13 diah_intan165 Minggu, 24 April 2011 pukul 8:44 pm

    ada rumus2 penting utk chaos gk?

  14. 14 nurul Minggu, 8 Mei 2011 pukul 1:31 pm

    saya juga pernah baca di nvl dewi lestari,, katanya chaos itu adalah kekelan,,, gmn sich????
    apa itu bner?????


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: