Rembulan, Aku, Dan Dinginnya Yogya Bulan Juli

Saya tahu bahwa mencitai dan dicintai (kasmaran atau emosi cinta) sering kali membuahkan sesuatu yang tidak biasa. Demikian pula diri saya sendiri yang sedang mencintai. Kadang kala apa yang saya lakukan atau apa yang rembulan saya lakukan benar-benar membuat diri saya kagum atas kemampuan atau manifestasi dari emosionalitas cinta. Kadang sesuatu yang telah membikin atau membuat tubuh berada di ambang batas kelelahan baik itu jiwa dan raga, masih mampu juga bertahan. Saya menyukai perasaan saya ini. Saya mencintai rembulanku. Tulisan ini saya dedikasikan untuk rembulanku yang kemungkinan tidak akan lagi bertatap muka lagi dalam setengah tahun lebih ke depan.

Saya tahu bahwa diri saya tidak bisa mendua atau berselingkuh. Ini saya katakan dalam aspek nurani atau hati nurani saya. Ketika saya mencoba atau berniatan untuk mencintai seseorang yang lain yang bukan rembulanku, sebuah perasaan gundah penuh rasa bersalah atau lebih tepatnya “rasa bahwa yang saya lakukan ini salah” terus menggelayuti diri saya. Moral saya mengatakan bahwa berpoligami atau berselingkuh merupakan sesuatu yang akan menghancurkan pribadi saya. Saya akan kalah dengan diri saya dan akan memandang diri saya sendiri sebagai seseorang yang tidak mempunyai etika atau amoral (ini saya “rasakan” bukan saya “pikirkan”) ketika ada niatan atau sebuah pikiran atau sebuah andai-andai saya mempunyai sosok perempuan yang lain. Saya bersyukur dengan kenyataan rasa dalam diri saya ini. Saya ingin menjadi merpati, dan terpujilah karena karakter saya memiliki ciri seperti merpati. (Lihat tulisan saya mengenai monogami sebagai sebuah kesetiaan: Takdir Genetis Anti Poligami)

Saya lumayan banyak mengenal perempuan-perempuan. Mulai dari yang baik, cantik, dan kelebihan-kelebihan yang lain. Akan tetapi saya telah menjatuhkan pilihan kepada rembulanku, dan saya entah kenapa sulit berpaling. Pengalaman-pengalaman rasa, pengalaman-pengalaman logika, dan pengalaman-pengalaman nyata bersama rembulan adalah sesuatu yang sungguh benar-benar saya hargai dan saya sanjung dengan penuh kedalaman rasa di dalam hati. Dalam banyak hal saya mencintai cara dia bertindak atau berkelakuan yang sangat mirip dengan diri saya. Tidak begitu memperdulikan penampilan dan tidak gengsian. Dia jarang sisiran, saya pun demikian. Dia tidak ragu dan tidak gengsi untuk tidur karena kelelahan di pinggir hutan atau bangunan atau terminal seperti gelandangan bersama saya. Dia cuek melebihi diri saya. Dan itu saya suka walaupun terkadang juga membuat diri saya kecewa.

Saya tahu pengalamannya tentang benua lebih banyak dari saya. Saya selalu terkurung di belantara jawa tengah dan yogyakarta, sedang dirinya mampu dan telah berkelana kemana-mana. Dia mampu menapakkan kaki dia atas ragam budaya yang berbeda sedang saya hanya mampu melihat ragam budaya dari layar kaca atau peta.

Ah, cinta itu memang menggelikan, dan terkadang juga teramat menyedihkan.

Dalam kenangan akan redup rembulan tiga malam dan dinginnya yogya bulan Juli
Untuk Rembulanku

Haqiqie Suluh

Iklan

19 Responses to “Rembulan, Aku, Dan Dinginnya Yogya Bulan Juli”


  1. 1 Luna Moonfang Jumat, 27 Juli 2007 pukul 10:34 am

    “Love is like a butterfly. It goes where it pleases and it pleases where it goes.”
    – Unknown

  2. 2 Rein Jumat, 27 Juli 2007 pukul 10:59 am

    salam,
    turunan psikoanalis eric fromm ya mass :-)

  3. 4 yuli Jumat, 27 Juli 2007 pukul 12:26 pm

    hiks… hiksss…
    saya terharu dengan kesetiaan anda kepada rembulan.
    duluuuuu… pernah saya memiliki perasaan yang begitu indah seperti yang anda alami saat ini.
    tetapi, kenyataan berbeda dengan impian.
    kami hanya sanggup bertemu di dalam angan.
    selamat memperjuangkan kesetiaan anda…
    m e r d e k a !!!!!
    salam.. yuli

  4. 5 Mrs. Neo Forty-Nine Jumat, 27 Juli 2007 pukul 1:08 pm

    Saya lumayan banyak mengenal perempuan-perempuan. Mulai dari yang baik, cantik, dan kelebihan-kelebihan yang lain.

    apakah saya salah satu dari mereka?
    :-D

  5. 6 et-qua Jumat, 27 Juli 2007 pukul 2:57 pm

    I just wanna say that u already have ur moon..
    ..even for instance she’s very far away from u,
    But truly, she’s very close to u, (that’s the most important thing)
    So…, u’ve already done the right thing.
    Just keep an eye on her, keep her soul in ur heart….
    Ur luv n her luv will always keep u both alive…

  6. 7 k'tutur Jumat, 27 Juli 2007 pukul 3:54 pm

    Cinta kadang emang sulit untuk dituturkan – Enaknya emang cukup dirasakan ; apakah sedang indah apakah sendang resah!
    Selamat SETIA OM…!
    $latec \bigstar \bigstar \bigstar$

    • 9 Trish Selasa, 9 Mei 2017 pukul 6:27 am

      I think there are lots of photos of Margaret Drive. I saw a documentary on photograpy recently. Can't remember the title. Anyway they select 2 amateur phtorgrapheos to under the guidance of a pro will go to different places in Spore to shoots photos. There was 1 episode on Margaret Drive.Anyway just drove by last week. Most of the building closed or demolished. But the library is running.

  7. 10 Herianto Jumat, 27 Juli 2007 pukul 7:20 pm

    Ktika “bencana” cinta mlanda kadang logika akal jadi tak bekerja…
    Eh apa iya ya ?
    Mas Suluh kata2 nya romantis nih, karena memang bakat atau karena lagi “fall in love” aja …

    Semoga tetap berlogika… :-D

    weleh… dari dulu juga kata2 saya romantis mas…. ha ha ha… narsis mode : on … cinta tuh bencana ya? ah itu anugrah kalau buat saya… he he he

  8. 12 dwihandyn Sabtu, 28 Juli 2007 pukul 3:30 pm

    Rembulan kamu sangat baruntung.
    Aku sangat kagum atas kesetiaan kamu pada rembulan.
    Selamat yach…
    Yang sabar aja menanti datangnya sang Rembulan.

  9. 13 k'baca Sabtu, 28 Juli 2007 pukul 4:52 pm

    Rugi, rasanya belum pernah ke Jogya! Aku belum pernah euy!

  10. 14 mathematicse Sabtu, 28 Juli 2007 pukul 6:54 pm

    Hati-hati mas… janganlah terlalu mencintai seseorang, khawatir nanti kecewa, karena bisa jadi yang engkau cintai tidaklah baik bagimu.

    Mencintai seseorang (apalagi cuma kekasih) cukup sekedarnya saja, janganlah berlebih-lebihan.

  11. 15 raihanaazzahra Minggu, 29 Juli 2007 pukul 2:10 pm

    Selamat buat Rembulan…………..

  12. 16 Bentoro Sabtu, 4 Agustus 2007 pukul 7:38 pm

    Eh balik lagi neh mz, kasih comment ah, jangan di delled ya mz, hehehe

    Setuju, sepakat tr dukung, “setia”, bukan saja mahal, tapi gini hari si setia sudah masuk museum, karena keantikan dan kelangkaannya.

    Yakin Mz, kalo jodo ga kemana, tapi kalau bukan ya apa boleh baut. Kalau cuma 6 bulan-2,5 tahun untuk dambaan hati mah sebentar itu, belum 7 tahun, hehehe. Tr kasih semangat ni buat Mz, Mz kan sudah pernah punya kebersamaan fisik dengan dirinya. Kalau tr jadi mz, tr tahan merindu. Hmm tidak ada kontak fisik dan untuk hal yang tidak memberikan sebuah kejelasan saja tr berani menunggu. Masa mz ga berani, berani kan?.

    Kita beda juga sama.

    Bedanya, kalau mz menunggu dalam rindu. Untuk tr menunggu dalam panas (sering rindu juga sih, hehe), karena harus memasang telinga untuk temen yang menasehati penuh satir. Biarkan saja, anjing menggonggong, yang merasa kafilah tetap berlalulah. Lagi pengen keras kepala dikit, lagi ga mau dengerin masukan temen, tr sekarang jadi kafilah nech.

    Samanya dengan mz, tr juga susah menggantikan posisi –sies- (yang ga cinta ma tr, jangan bilang kasihan, udah basi) untuk diisi orang lain, kalau satu ya satu, tidak akan pernah dua.

    Keep menunggu! Ayo mz kita sama-sama menunggu! Sama-sama setia pada kata hati! Setia pada yang kita sayangi sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.

    Hidup kata hati dan menunggu!

  13. 17 weni Kamis, 9 Agustus 2007 pukul 7:34 pm

    damailah hati para pujangga yang telah menemukan rembulannya,
    berbahagialah ketika kesamaan menjadi keindahan dalam pandangan,
    hingga perbedaan tak akn pernah berani menyela.

    semoga damai itu terus menapaki hatimu dalam rengkuhan rembulanmu,
    meski ia jauh.

  14. 18 manusia Senin, 13 Agustus 2007 pukul 8:49 am

    Salam kenal ya mas,

    Cinta itu memang unik ya, membuat dua pribadi serasa terikat meski dipisahkan jarak. Saya pacaran udah 5 tahun sejak kami ketemu waktu KKN dan semakin hari ikatan itu rasanya semakin kuat saja.

  15. 19 Imam Zainal Mustakim Jumat, 31 Agustus 2007 pukul 10:27 am

    indah sekali…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: