Konsentrasi: Kegelisahanku dan Perjuanganku

Hari ini aku menyadari satu hal yang penting dalam diriku. Ternyata, setelah merenung dan membaca diriku sendiri aku berkesimpulan bahwa aku mengalami sejenis dis-ability konsentrasi. Jika aku sudah mengetahui penyakit atau kekuranganku tersebut, timbul satu pertanyaan. Apa yang sebaiknya atau seharusnya aku lakukan? Teknik atau latihan apa yang bisa aku tempuh untuk mengurangi ketidak konsentrasinya diriku. Atau lebih jelas lagi agar daya konsentrasiku bertambah lama atau panjang.

Akhirnya, setelah mengingat sebuah teknik yang sempat aku baca dalam sebuah buku yang dikarang oleh Erich Fromm, yang mengatakan bahwa untuk meningkatkan konsentrasi kita bisa melakukandengan sebuah cara yaitu berusaha untuk menenangakan diri dari hiruk pikuk dunia dan menyendiri tanpa atau minim gangguan. Langkah selanjutnya yaitu mengambil sikap santai sembari berkonsentrasi pada aliran nafas kita saja. Menurutnya, latihan ini apabila dikerjakan selama minimal 20 menit setiap hari terutama pagi dan menjelang tidur dapat meningkatkan daya konsentrasi kita.

Yang timbul sekarang adalah usaha saya untuk melaksanakan hal tersebut. Akankah latihan ini mampu mengubah karakter saya? Akankah saya mampu meningkatkan daya konsentrasi saya yang lemah? Parameter apa agar aku bisa mengukur kemajuan dari latihan ini? Jawabnya saya masih belum tahu. Saya hanya bisa mencoba dan berharap…

Dari Catatan Lampauku
Tertanggal 12 Desember 2004

Haqiqie Suluh

Iklan

5 Responses to “Konsentrasi: Kegelisahanku dan Perjuanganku”


  1. 1 joyo Senin, 13 Agustus 2007 pukul 10:21 pm

    memperhatikan napas?, wah kayak latihan Vipassana tu Qie, bulan December nanti aku pengen latihan Vipassana tersebut di Klaten, melu piye? gratis, 10 hari, kita di ‘isolasi’. Harapane sih kita bisa tau reaksi tubuh terhadap pikiran, pikiran terhadap tubuh, dan reaksi tubuh-pikiran terhadap rangsangan dari luar (lingkungan). nek tertarik hubungi aku yo…hehehe

  2. 2 etikesen Minggu, 19 Agustus 2007 pukul 8:47 am

    imam syafii pernah mengeluh kepada gurunya, “wahai guru, kenapa daya ingatku begitu lemah?” maka gurunya pun memintanya untuk meninggalkan kemaksiyatan. konon, suatu ketika secara tidak disengaja imam syafii melihat betis perempuan, tiba2 hilanglah separuh hafalannya, padahal imam syafii hafal ribun hadist. ini mungkin sejalan dengan yang dikatakan erich fromm, bahwa konsentrasi bisa diasah dengan meninggalkan hiruk pikuk dunia yang artinya mengurangi kemaksiyatan, dengan konteks kekinian inipun sangat relevan karena setiap kali kita keluar dari rumah kita, kita menemukan banyak sekali kemaksiyatan, dari udel2 perempuan, kecuekan sosial, kemalasan sosial dll. kalau ternyata kemaksiyatan pun masuk kerumah2 kita, maka tempat manalagi yang tepat untuk mengkonsentrasikan diri?

  3. 3 ningroem Selasa, 28 Agustus 2007 pukul 5:14 pm

    Tanya om, boleh kan….

    Eh ini kan dari catatan tertanggal 12 desember 2004 tu,
    Hasilnya sekarang gimana om setelah kurang lebih 3tahun dipraktekkan? boleh dung bagi-bagi ;-)

  4. 4 yusron Selasa, 3 September 2013 pukul 12:47 pm

    ne lagi galao baca aja buku la tahzan.insya allah kita thu apa arti hidup sebenernya..aku dah baca ko gan bagus banget

  5. 5 yusron Selasa, 3 September 2013 pukul 12:56 pm

    ne lagi galao baca aja buku la tahzan ,bagus banget gan isinya..uga kta lbh tahu apa arti hidup..insya allah ..ati kita


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: