Di Belgia Akan di Bangun Tiruan Mahakarya Borobudur

Suatu kali saya bertandang ke rumah tetangga sehabis melepas shalat maghrib di mesjid kampung saya. Iseng-iseng pula saya, seperti biasanya kalau berada di kalangan perokok, ikut merokok dari hasil pemberian mereka. Ngobrol kesana-kemari memperbincangkan aktivitas dusun dan harian mereka.

Ditengah obrolan saya dikejutkan oleh suatu berita dikalangan para pemahat batu—temanku yang kukunjungi tersebut seorang pemahat batu, dan hampir 70 persen (perkiraan kasar) orang dusunku adalah seorang pemahat batu yang menggantungkan hidup dari karya seni batuan beku dari lereng merapai—bahwa ada proyek besar yang bernilai milyaran yang sedang dikerjakan oleh pengusaha batu (yang menurut tetanggaku tersebut merupakan pengusaha paling kaya dan berhasil, panggilannya Pak Nyoman, walaupun bukan orang asli bali kata mereka) di daerah prumpung, muntilan (pusat karya seni pahat dari batu). Dan oleh karena ada proyek besar inilah banyak para pengrajin batu terpercik order membuatnya.

Karya besar itu merupakan sebuah borongan untuk membuat candi sebesar candi borobudur di negara belgia. Demikianlah apa yang saya dengar dari mulut dua orang tetangga yang berprofesi sebagai pemahat batu. Saya cukup kaget dan terkejut. Saya kemudian bertanya, apakah mungkin candi sebesar candi borobudur bisa didirikan. Itupun bukan di daerah kita tetapi malah di luar negeri. Berapa banyak batu yang dibutuhkan? Apa cukup batuan merapi untuk membangun borobudur di negeri orang?

Ternyata pertanyaan saya dijawab dengan kepercayaan tinggi oleh para pemahat batu tetanggaku. Jawab mereka: sangat mungkin. Batu tersedia banyak sekali. Mereka mengandaikan bahwa jika seluruh batu yang tersedia di pengrajin dari prumpung dan daerah-daerah yang memiliki pengrajin batu, itu sudah lumayan cukup memenuhi kebutuhan membangun borobudur. Apalagi batu-batu besar yang didatangkan sang pengusaha untuk diolah oleh para pengrajin terus saja mengalir tanpa henti. Selain itu sudah berpuluh-puluh kontainer di kirim ke negeri Belgia setiap bulannya. Demikian kata mereka.

Apakah ini hanya berita palsu atau hoax? Saya tidak tahu. Yang pasti saya mendengar langsung dari mulut para pengrajin batu. Jika anda tidak begitu percaya, silahkan datang ke daerah muntilan khusunya prumpung dan tanyakan apakah berita ini benar.

Iklan

14 Responses to “Di Belgia Akan di Bangun Tiruan Mahakarya Borobudur”


  1. 1 qzink666 Selasa, 23 Oktober 2007 pukul 10:00 am

    Pembajakan kah itu?
    Tapi kalo emang beneran, kita bakal menyaingi malingsia dong? Sementara malingsia bangga karena punya menara kembar, sebentar lagi kita bakal punya candi kembar.. Meskipun kembarannya jauh di Belgia sana.. :P
    *bingung mau seneng apa sedih*

  2. 2 dewo Selasa, 23 Oktober 2007 pukul 9:53 pm

    Wah-wah-wah… batu-batuan kita diexpor ke Belgia? Padahal tanah pun sudah kita expor ke Singapura.

    (** ikutan bingung mau seneng atau sedih… **)

  3. 3 penny Kamis, 25 Oktober 2007 pukul 6:23 am

    masa?! nggak terima kalo bener..!! padahl kn sy blum ngunjungi candi borobudur..kok sudah ada tiruannya?!?! masa sy hrs ke belgia ?!?!
    (sedih krn dulu nggak jadi ke borobudur :-( )

  4. 4 Ahsan Kamis, 25 Oktober 2007 pukul 3:32 pm

    Oh iya seharusnya sebelum “Borobudur” diekspor daftarkan dulu ke direktorat HAKI, nanti jangan-jangan hak cipta Borobudur juga ikut terekspor :lol:

  5. 5 perempuanNya Minggu, 28 Oktober 2007 pukul 5:49 am

    Meniru yang bukan lagi keajaiban dunia? gak salah tuh Belgia
    yang aneh yang tidak mengkategorikan Borobudur, apa Belgianya ya?

  6. 6 nuragus Minggu, 4 November 2007 pukul 1:38 am

    Nganu… baiknya jangan sedih, marah atau apapun.

    Kalo ditanya, senyum aja, “Sorry mas, ini ori, yang disana itu KW1”

    Mungkin gitu lebih baik.

  7. 7 yodi Kamis, 8 November 2007 pukul 3:49 pm

    wah..wah…
    sayang sekali kalo pemerintah tidak menanggapi kabar seperti ini…

    Ingatkah lagu rasa sayange yang direbut negara jiran???

    Tentu jadi warning yang harus diperhatikan neh!

  8. 8 mrtajib Selasa, 13 November 2007 pukul 2:03 pm

    Jik ternyata benar, wah….tinggal apa lagi yang akan tersisa di negeri ini?

  9. 9 andre gunawan Minggu, 25 November 2007 pukul 7:10 pm

    sedihnya : ini merupakan bukti betapa minimnya rasa memiliki budaya dalam diri setiap masyarakat indonesia. Faktor finansial benar-benar menjadikannya sibuk dalam mengejar hal-hal yang mustahil (membangun gedung pencakar langit)….dan melupakan bebarapa bangunan yang memiliki nilai historis yang mesti didahulukan dalam hal maintenence. Dunia barat benar-benar sukses menjadikan orang-orang indonesia sebagai inpire society. Mengejar kekayaan tanpa memperhatikan dampak akhirnya bagi kita dan negara.

    Senangnya : Akhirnya dunia benar-benar mengakui keagungan bangunan mahakarya hasil kretivitas anak negeri.Gue juga bangga ama dunia marketing kita, ternyata Indonesia tidak hanya mengekspor barang2 non migas, batu dan wilayah pun sanggup digadaikan. bener2 Enterpreneur sejati!!!. Saatnya tanah dan bebatuan kita GO INTERNASIONAL…….

  10. 10 april198 Minggu, 10 Februari 2008 pukul 1:02 am

    hmm baiknya di cek di web hoax deh biar kita tau kebenarannya

  11. 11 memy Rabu, 21 Mei 2008 pukul 11:18 am

    sebenarnya kita harus bangga karena sebuah mahakarya yang begitu indah yang telah didirikan di Indonesia,akan ada di negeri orang,bayangkan betapa tak terbendung takjubnya candi borobudur sampai2 mau dibuatkan replikanya,truz yg kita musti bangga lagi yaitu hanya replika saja sampai harus mendatangkan batu serta pengrajin dari asal borobudur itu sendiri.bayangkan saja dengan patung liberty,setau saya blom ada yang mau atau terpikirkan untuk membuat replikanya,jadi sama saja dia membantu untuk memperkenalkan salahsatu mahakarya indonesia,aku sebenarnya malu karena aku yang asli anak indonesia asli belom ada tindakan apapun untuk melindungi mahakaryaku itu :(

  12. 12 hery Sabtu, 15 November 2008 pukul 11:24 pm

    yang bikin proyek itu bos saya.intinya memperkenalkan budaya indonesia…

  13. 13 adek Minggu, 25 Oktober 2009 pukul 8:34 pm

    China pun sudah mempunyai tempat wisata “Windows of The World”, di sana pun sudah ada replika Borobudur yang disebutkan ada di Indonesia. Itu merupakan pengakuan dari dunia International tentang situs kebudayaan Indonesia yang tak ternilai tersebut

  14. 14 el Senin, 21 Mei 2012 pukul 12:56 am

    emang bener kok gan,, bukan hoax


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: