Curhat tentang Rumput, Kambing dan Kehidupan

Mungkin banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa nasi yang kita makan sehari-hari merupakan butir-butir tanaman rerumputan yang dinamakan: Padi. Ya padi itu adalah rumput, tidak berbeda jauh dengan rumput alang-alang. Kehidupan kita bergantung pada rumput, pada pohon, pada bunga, dan pada alam semesta.

Suatu ketika saya mendapat tugas menggantikan bapak saya yang lagi luka mata kirinya sehingga beliau tidak dapat beraktifitas secara normal, untuk mencarikan rerumputan buat makanan dua kambing yang keluarga saya pelihara. Kata bapak saya, memelihara kambing lebih “santun” dibandingkan memelihara “sapi atau kerbau”. Kenapa demikian? Alasannya adalah kotoran kambing serupa dengan “butir-butir kelereng atau gundu” sedang kotoran sapi atau kerbau serupa dengan “bubur ayam yang lembek”. Kambing memiliki kotoran yang tidak akan menyebarkan bau kemana-mana karena berbentuk bulatan-bulatan kecil yang padat (dalam bahasa jawa disebut: intil atau ngintil). Sedangkan sapi atau kerbau karena berbentuk bubur baunya akan menyebar kemana-mana karena mudah tercecer-cecer, apalagi kalau musim hujan, kotoran yang terkena air akan semakin mewabah dan menyebar kemana air membawanya.

Bau yang sedemikian mewabah akan membuat “ketidaknyamanan bagi tetangga-tetangga sekitar”. Inilah alasan kenapa bapak saya lebih memilih kambing dibandingkan sapi. Kambing berkotoran lebih bermoral dari pada Sapi.

Kembali ke tugas saya mencari rerumputan buat si Kambing. Saya akui bahwa saya tidak pandai dalam menyabit rumput, tetapi saya cukup tahu kemana saya harus mencari rumput yang sedang menghijau karena musim penghujan telah datang. Saya telah cukup sering menggantikan tugas bapak ini, sehingga saya cukup berpengetahuan mengenai sabit-menyabit rumput. Walaupun kalau dibandingkan dengan para pencari rumput sehari-hari pasti saya kalah jauh.

Mencari rumput untuk si Kambing, apabila akan dipergunakan untuk persediaan selama lebih dari 1 hari sebaiknya dilakukan di sore hari. Kenapa demikian? Sore hari tanaman tidak banyak terkena air, sehingga kesegarannya bisa terjamin, tidak mudah busuk dan sebagainya. Kambingpun lebih suka tanaman rerumputan yang tidak banyak terkena air. Kalau pagi embun kan banyak yang nempel di dedaunan? Iya kan?

Dulu, saya tidak mengetahui bahwa makanan antara Sapi dan Kambing itu berbeda. Apa yang disuka oleh si Sapi, belum tentu menjadi kesukaan si Kambing. Saya juga dulu tidak mengetahui, bahwa tidak semua rerumputan yang bisa dan mau dimakan oleh si Kambing. Daun-daun pepohonan pun sering kali hanya sebagian yang mau dimakan oleh si kambing. Berbeda jauh dengan si Sapi yang batang padi tua (jawa:damen) pun ia mau memakannya. Rumput alang-alang mau dimakan oleh si Sapi tetapi tidak oleh si Kambing.

Dusun saya sebenarnya sudah cukup padat sebagai sebuah kampung, hanya tersisa sebagian kecil lahan di kampung yang tidak tertanami oleh Rumah. Akan tetapi sawah yang membentang di belakang dusun saya pun berpuluh-puluh kali luasnya dibandingkan kampung saya. Di belakang kampung, sepanjang mata memandang akan diwarnai oleh sawah, sawah dan sawah. Satu gunung di sisi kiri, Satu gunung di sisi kanan. Merbabu di sisi kiri, Merapi di sisi Kanan. Ya, saya memang benar-benar tinggal di desa. Untuk urusan masak-memasak pun keluarga saya masih menggunakan kayu bakar walau kompor sebenarnya juga ada. Desa yang benar-benar menyejukkan, tetapi terkadang juga menyesakkan.

Lho saya ini sebenarnya sedang ngomongin apa sih? Ah saya juga tidak tahu. Saya cuma lagi pengen nulis. Ya menulis.

Salam Lestari di Bumi.

Haqiqie Suluh

PS: Kalau ada yang bertanya saya terhubung ke dunia maya lewat mana, saya jawab, biasanya pagi-pagi jam 8 kurang saya naik sepeda ontel ke kota “kecil” muntilan yang jaraknya sekitar 2-3 kilo, nah di situ saya akan menemukan beberapa warung internet (kalau pulang jalan menanjak, maklum daerah di kaki gunung merapi dan merbabu, jadi sampai di rumah, keringat pasti bercucuran). Berapa waktu yang saya habiskan di internet: Terkadang cuma 10-30 menit, walau kalau lagi kumat bisa juga nyampe 2 jam. Makanya saya jarang blog walking mengingat waktu yang terbatas.

Iklan

12 Responses to “Curhat tentang Rumput, Kambing dan Kehidupan”


  1. 1 eka Kamis, 13 Desember 2007 pukul 8:53 pm

    reading your writing reminds me of your kindness and intelligence..
    that story is very interesting…even it is the simple one,
    you can tell the world what the words mean…
    keep writing

  2. 2 ano Kamis, 13 Desember 2007 pukul 10:48 pm

    wah tukang boong nih si om..d rmh udh pk yg wifi ngomong ny pk sepeda ontel, boong ah…

  3. 3 ano Kamis, 13 Desember 2007 pukul 10:50 pm

    tp om ok jg kok, gw yg lg mabok aj ketawa-ketiwi bacany..ehh kambing ny kpn d potong..ntar undang gw yak, kita bikin kambing guling-wuiiiihhh-

  4. 4 Suluh Jumat, 14 Desember 2007 pukul 8:49 am

    @eka: thank you for your compliment.. :)

    @ano: kalau mas ano gak percaya datang aja ketempat saya mas… temui saya di warnet muntilan tiap jam 8 an… saya ada kok… entar saya suguhin ketela goreng atau ketela rebus… :)

  5. 5 joyo Senin, 17 Desember 2007 pukul 9:36 pm

    haqiqie suluh memang seperti itu, sederhana dan bersahaja, dan klo naik speda ontel pasti pas lha wong tingginya 180an
    baca tulisan ini saya jadi ingat jaman SD dulu, main disawah, sungai, ngarit, ah…

  6. 6 Hamuro Kamis, 20 Desember 2007 pukul 7:16 pm

    Mosok Haqiqi ngarit to…. gak percaya ah…. Eh aku dulu punya 6 ekor kambing loh… kalo aku pergi merumput selalu pake celana jeans n kaos singlet, tidak lupa pake minyak rambut merek Brisk soalnya biar rambut gak rusak kepanasan… maklum gak suka pake topi soalnya hadi gak kelihatan keren-nya, lagian biar warna kulitku lebih gelap dikit…. tapi ya tetep saja kulitku putih…wong berangkat ngerumputnya setelah jam 4 sore… hehe….

  7. 7 memy Rabu, 14 Mei 2008 pukul 1:36 pm

    ngomongin soal hewan ternak,ya kalo ngasih makan si pernah waktu tu aku berumur sekitar 10thn.Tapi masalah nyariin makanan buat si hewan ga pernah,jadi dulu aku suka banget sama anak sapi lagi asik2 ngasih makan tu anak sapi eh tiba2 tu anak sapi jadi lincahnya bukan main,alhasih aku jadi tempat injak menginjak si anak sapi,sumpah sampe sekarang dendam kesumatku sama semua anak sapi masih belum terbalaskan ;),btw didaerah rumahku ada tempat pemotongan sapi,dulu waktu masih sekolah dulu tiap pagi kalo mau brangkat ke sekolah ku paling sebel lewat situ,wuuuuihh!!!buaunya tapi yang aku heran kenapa baunya seperti jengky alias jengkol ya??trus bedanya sapi sama kerbau apa???

  8. 8 Suluh Rabu, 14 Mei 2008 pukul 7:56 pm

    @memy: mau tahu perbedaan sapi ma kerbau? ketempat saya aja mbak memy. entar saya tunjukin mana sapi mana kerbau. Kapan ke jawa? kalau ke borobudur mampir ya tempatku. Deket kok.. keliatannya pengen liat candi yang di fotoku tuh kan?

  9. 9 memy Sabtu, 17 Mei 2008 pukul 3:22 pm

    oke deh ntar ku ke tempatnya mas suluh,sekarang ni lagi nunggu tumpangan dari gatot kaca,,,masalah lainya yaitu kalo dijawa ga ada sodara ntar nginep dimana?masa disuruh nginep di candi borobudur??ntar dimarahin sama penunggunya lagi,nambah2 penghuni baru,kalo ditempat mas suluh pasti kandang kambingnya udah penuh?? :)

  10. 10 Suluh Sabtu, 17 Mei 2008 pukul 3:37 pm

    @memy: ya nginap tempatku aja mbak memy… entar tidur ma adik cewekku.. tempat tidurnya muat kok… buat 3 orang… sayang kalau gak dimanfaatkan tuh…

    soal kambing sih sekrang kambingnya udah beranak 2… jadi tambah penuh :D

  11. 11 memy Selasa, 20 Mei 2008 pukul 7:18 pm

    okey deh ntar diusahain untuk ke jawa ni cz sekarang di sekolahku belum pengumuman lulusan jadi asih bingung buat hangout2 keluar kota,sekalian juga mau cari tempat kuliahan,btwmanknya mas suluh belum pernah ke kalimantan?khususnya kebalikpapan?ni juga disebut kota minyak lho…. :)

  12. 12 Suluh Rabu, 21 Mei 2008 pukul 3:45 am

    @memy: jauh banget n gak ada ongkos buat kesitu, padahal kupunya paman di tenggarong (jauh ya ma balik papan, tapi kalau mau ke situ musti lewat balik papan deh keknya)…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: