Yang Spiritual itu Sesungguhnya Hanya Propaganda

Setelah sempat mendengar beberapa kabar yang membuat saya lelah dan lemah, akhirnya saya mau juga menulis untuk blog mainan saya yang satu ini. Saya gak tahu harus menulis tentang apa sekarang ini, apakah saya akan menulis tentang dunia yahoo, yang pasti menarik bagi para pembaca saya, ataukah menulis tentang hal hal yang lain. Dunia yahoo messenger, yang kebetulan saya ketahui, tanpa disadari telah membuat saya terkejut mengingat betapa banyaknya orang yang menyukai alat komunikasi maya ini. Sedangkan jarang sekali orang yang mampir atau membaca artikel maupun tulisan saya yang berbau filsafat atau sejenisnya. Dunia yahoo messenger memang dunia permainan dan ekstasi, saya pun pernah dan sering mengalami ekstasi ini. Walau sekarang saya sudah mengalami kejenuhan.

Dulu pada awal saya mengenal dunia yahoo messenger, dunia ini memang sepertinya memberikan suatu kelimpahan ektase dalam diri saya. Seolah olah ketika kita membuka pembicaraan baik itu di chat room maupun di instant message, ada gelora tak sadar yang lepas, bebas dan mengasikkan. Seburuk apapun diri kita, sejelek apapun muka kita, atau hal hal lain, kita bisa menanggalkannya. Seorang yang memakai baju ustad, kyai, ulama, direktur, pelacur, pegawai rendahan kantor, tukang masak, dan apapun profesi anda, semua bisa anda tanggalkan. Di internet tidak akan ada yang tahu jika misalnya anda adalah seekor cacing atau anjing.

Lupakan tentang hal tersebut. Kita bahas yang jauh dari hal itu. Mari kita membahas mengenai Spiritualitas.

Spritual memang bukan merupakan istilah yang “membumi” di diri saya. Maksudnya adalah istilah spiritual dan turunannya, tidak menjadi bagian dari kehidupan saya yang benar-benar saya alami. Entah saya pernah mengalami atau belum saya tidak mengerti apa yang dimaksud dengan spiritual. Yang pasti istilah spiritual menggengam arti yang positif dikalangan masyarakat kita (mungkin juga dunia). Seseorang yang “dikatakan” memiliki jiwa spritual seolah olah ia menjadi “lebih” dari orang – orang kebanyakan. Seorang yang mengatakan dia mengalami kejadian tertentu yang kemudian dia sebut sebagai kejadian “spritual” mengandung arti ia telah mengalami sesuatu yang “lebih dan terkadang luar biasa” dari sudut pandang dirinya maupun orang yang diceritainya.

Spritual menjadi seragam atau baju istilah yang akan membuat orang lain terkagum-kagum, terpesona, dan kemudian menganggap orang yang dikatakan mengalami atau memiliki baju spritual dianggap lebih dari orang lain. Istilah spritual menjadi alat mercusuar atau mungkin alat untuk membuat orang lain kagum dan terpesona. Tidak beda dengan iklan ditelevisi atau hal sejenisnya.

Mengalami kejadian yang dianggap berjenis spiritual, hanyalah suatu anggapan subjektif. Spritual itu sesungguhnya istilah ciptaan manusia untuk menyebut sesuatu yang tidak terpahami dan terjelaskan oleh dirinya atau sesuatu yang menimbulkan keterkaguman (emosi dan atau logika). Maksudnya adalah ketika seseorang mengalami kejadian yang menakjubkan, tidak masuk akal (setidaknya bagi dirinya atau sebagian orang) dan aneh (serangan logika pikiran) serta kadang mengakibatkan perasaan  tertentu yang “mengagumkan atau luar biasa” (serangan pada emosi) maka hal tersebut kemudian disebut sebagai hal yang spiritual. Istilah spiritual akhirnya secara lambat laun menebarkan suatu jiwa psikologis ke dalam benak dan jiwa manusia. Ketika kita mendengar kata spritual maka secara tak sadar dan serta-merta, rasa atau emosi dan pikir kita akan dimunculkan pada hal-hal yang WAH dan HEBAT atau mungkin LUAR BIASA. Spiritual seolah-oleh memiliki embel embel sebagai sesuatu yang BAIK, BIJAK, BENAR, dan MENAKJUBKAN.

Dengan demikian amat beruntunglah orang-orang yang telah dicap oleh orang lain sebagai seseorang yang pernah mengalami peristiwa spritual atau sejenisnya. Banggalah orang-orang yang dicap sebagai orang Spritual. Ia telah menggenggam predikat yang mewah. Ia telah mencapai derajat kemewahan. Ia telah memiliki posisi di masyarakat yang megah. Ia pasti bangga dengan dirinya sendiri. Bangga menyebut dirinya seorang yang spritual. Bangga banyak orang mengatakan dirinya sebagai pemilik nama spiritual. Walau kadang itu tidak disadari. Ya, semuanya hanya emosi dan hasrat diri.

Pada awalnya hanyalah fenomena. Pada mulanya hanyalah kejadian. Pada dasarnya semuanya hanyalah bermula dari pengalaman. Entah itu rasa, emosi, atau dari sensasi indera kita yang lain. Spiritualitas juga demikian. Ia bermula dari adanya kejadian dan atau pengalaman. Ia hanyalah nama atau istilah. Spiritual hanyalah alat kata-kata manusia. Yang SPIRITUAL ITU SESUNGGUHNYA TIDAK ADA. Spiritual, spiritualitas, dan istilah-istilah sejenisnya hanyalah ALAT ISTILAH PROPAGANDA (setidaknya dalam banyak kesempatan). Yang ada hanya Pengalaman-Pengalaman. Yang ada hanya Kejadian-Kejadian. Ini semua menurut pemahaman dan penelusuran saya.

Hati hati dengan istilah Spiritual. Mungkin itu hanyalah omong kosong sebagian orang.

Salam Penuh Kehati-hatian

Haqiqie Suluh

Iklan

20 Responses to “Yang Spiritual itu Sesungguhnya Hanya Propaganda”


  1. 1 Muh. Ulinnuha Selasa, 15 Januari 2008 pukul 9:20 am

    Wah inipun juga propaganda :)
    hati-hati juga :)

  2. 3 catatanqs Selasa, 15 Januari 2008 pukul 7:59 pm

    yap yap bener jg mas… terkadang saya selalu mengagumi orang yg KATANYA pernah spritual, weleh weleh… salah pengertian aku mas…

  3. 4 Hamuro Rabu, 16 Januari 2008 pukul 5:28 pm

    Semua statement tentang spiritual adalah semua pernyataan yang hanya bisa dipahami kebenarannya dengan mengasumsikan bahwa yang membuat pernyataan tersebut adalah entitas yang mempunyai spirit. Tulisan anda sbenarnya adalah propaganda untuk menyebar luaskan bahwa spirit itu sebenarnya tidak ada, dan saya TIDAK SETUJU!!!

  4. 5 joyo Rabu, 16 Januari 2008 pukul 9:13 pm

    spiritualitas sebenarnya hal yg sederhana, sesederhana cinta, hanya saja mereka yg mengungkapkan lebih banyak dari kalangan ‘langitan’, kenapa? karena spiritualitas sangat sulit diungkapkan dengan kata2, nabi Muhammad misalnya sampai menggigil dan tak punya kata2 u/ mengungkapkan pengalamannya.
    betul yg ada adalah pengalaman, tapi pengalaman spt apa? biasanya pengalaman terhadap keagungan alam atau tuhan
    IMO

  5. 6 Suluh Kamis, 17 Januari 2008 pukul 8:36 am

    @hamuro:

    terimakasih untuk Ketidaksetujuannya.. Ya tulisan ini merupakan propaganda… he he he…. anda pun dengan berkomentar disini juga suda h berpropaganda.. diskusi juga ajang propaganda… demikian komentar dan posting di blog… cuma spiritual tuh propaganda dengan tujuan yang mewah dan wah serta penuh ambisi

    @joyo:

    pengalaman seperti apa? keagungan alam atau tuhan? menerjemahkan itu sebagai keaguangan alam atau tuhan juga merupakan persepsi yang subjektif… hampir sama dengan mengatakan saya mengalami spiritualitas… “agung” “keagungan” juga memiliki kemewahan bagi yang dinisbahinya bukan… sama saja kalau begitu…

  6. 7 joyo Jumat, 18 Januari 2008 pukul 6:01 pm

    lha ya pasti subjektif, kan pengalaman pribadi, dan pengalaman jenis tsb dinamai spiritualitas, itu saja, tidak perlu dibuktikan macem2.
    dan kenyataan ada banyak orang menuliskan apa yg dialaminya, dan ternyata ada kemiripan dengan banyak orang yg lain sudah cukup menjadi dasar bahwa ada pengalaman sejenis pengalaman tsb.

  7. 9 Kendurian Senin, 3 Maret 2008 pukul 1:00 am

    Mana pernah pengalaman spiritual ditulis dalam sebuah buku? kalaupun ditulis akan tidak menarik pastinya…
    Karena pengalaman sprititual hanya menarik ketika dirasakan saat itu dan dikenag dihati…
    So beralihlah ke dunia spiritual sendiri yang dirasakan sendiri jangan bermodal opini dan baca buku….jauuuuhh….sekali perbedaannya…..

  8. 10 Suluh Senin, 3 Maret 2008 pukul 8:31 am

    @kendurian: lah bukannya anda baru saja menuliskannya? :lol:

  9. 11 mursi Rabu, 26 Maret 2008 pukul 12:25 pm

    weleh..weleh kok jadi debat kusir tho mas. kata orang tuh kalau mau diskusi harus ada dasar yang benar. kalau opini sih tiap orang punya opini, tapi ingat opini tidak bisa dijadikan sebagai acuan, kecuali kalau opininya punya dasar yang jelas. he..he..maklum saya terbiasa dengan doktrin evidence based.
    menurut saya yang mengistilahkan sesuatu dengan spiritual kan ya manusia. Kalau dalam keperawatan saya mengenal spiritual care, yang biasanya mengacu pada bagaimana perhatian perawat terhadap aspek spiritual klien. dalam teori -teori disebutkan bahwa spiritual yang bagus akan membantu meningkatkan status kesehatan baik fisik maupun psikis. dan spiritual disini adalah keyakinan yang berkaitan dengan makna hidup dan Tuhan. jadi ya tidak jauh-jauh dari agama dan ibadah lah..
    tapi kalau ada yang bercerita punya pengalaman spiritual kemudian merasa dirinya nabi di jaman ini, berarti dia mengalami waham tuh…Kan dalam Qur’an jelas tuh tidak ada nabi lagi setelah Muhammad SAW.Wallohua’lam…
    Kunjungi blogq ya… thanks.

  10. 12 regi Jumat, 18 Juli 2008 pukul 6:44 pm

    Setahuku ada berapa jenis dan macam spirituality(kerohanian).Baik itu untuk individual maupun umum.Saya kira spiritualitas tidak selalu harus untuk penonjolan diri:)

  11. 13 Suluh Jumat, 18 Juli 2008 pukul 8:13 pm

    @regi: kalau begitu gak usah dikasih nama aja mas. Itu pengalaman pribadi toh. Gak perlu diobral kalau gitu :lol: Spiritual buat dirinya sendiri yang mengklaim atau merasa spiritual buat dirinya sendiri. Setidaknya jika ini bukan untuk penonjolan diri lho. :lol: Just like what I said in my post. Ini hanya pengalaman.

  12. 14 regi Jumat, 18 Juli 2008 pukul 10:52 pm

    Jadi menurut anda yang spiritualitas yang haqiqinya itu yang bagaimana?

  13. 15 regi Jumat, 18 Juli 2008 pukul 11:02 pm

    @ Suluh
    Saya tidak pernah mengklaim bahwa diri saya adalah spiritualitas. Tetapi saya pernah melakukan apa itu spiritualitas, yaitu berdo’a.Dan do’a ini termasuk dalam spiritualitas.

  14. 16 regi Jumat, 18 Juli 2008 pukul 11:38 pm

    @ Suluh

    Setidaknya kalau ini bukan untuk penonjolkan diri<<<ini kesalah pahaman.

    Aku pikir justru sangat bagus sekali kalau bisa saling berbagi pengalaman antar sesama.it’s very interesting :)

  15. 17 Suluh Sabtu, 19 Juli 2008 pukul 6:18 am

    @regi: menurut sya ya gak ada. Itu cuma penamaan aja. Doa ya doa. Yang perlu saya tekankan disini dan yang saya kritik tentang spiritualitas disini adalah penamaannya “spiritual” itu yang cenderuh mewah, megah dan seakan akan bersifat bijak, baik dan mengagumkan. Share itu termasuk penonjolan diri lho (cuma kadang gak disadari atau disadari tapi pura pura gak tahu) :lol:

  16. 18 regi Sabtu, 19 Juli 2008 pukul 6:57 am

    @ Suluh

    Ya udah deh itu terserah anda .But argumen anda tidak ada keadilannya sama sekali.Semua muanya anda ekskusi , mati semua donk ! he he heh

    Sebenarnya share itu kan sudah syarat comunikasi di cyber .Aku pikir tergantung kesadaran seseorang ini aja :)

  17. 19 Suluh Sabtu, 19 Juli 2008 pukul 8:13 am

    @regi: ah masnya ini terlalu berlebihan… mosok dieksekusi semuanya? semauanya tuh apa aja? wah wah wah…

  18. 20 sulaiman Kamis, 23 Oktober 2008 pukul 10:11 am

    Analoginya barangkali begini : (1) orang yang sedang jatuh cinta dan sangat rindu tiba-tiba menangis, orang yang tidak jatuh cinta bingung, lalu bertanya : kenapa nangis mendadak? menang ada apa? kenapa sedih? (2) orang yang beribadah ingat akan dosa-dosanya lalu menangis, tapi orang yang tidak beribadah dan lupa akan dosa-dosanya bingung,lalu bertanya : kok ibadah sampai nangis segala? ada apa sih dengan ibadah? (3) kalau filsafat tidak dapat menjawab masalah kematian, mengapa manusia ada alam jasmani dan rohani? mengapa ketika sedih harus keluar air mata? mengapa jasmani tidak dapat dipisahkan dari rohani? bagaimana alam rohani setelah saat kematian? apakah kita harus mengabaikan masalah kematian karena filsafat dan pikiran kita tidak dapat menemukan jawabannya? apakah karena kepicikan pikiran kita, kita menganggap bahwa masalah kematian bukan salah satu masalah spiritual, padahal kita semua pasti mati?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: