Emotional Attack: Menggugat Motivatoris Positif Thinking (Khusnudzon)

Seorang pekerja MLM (Multi Level Marketing) yang masih berada di level paling bawah atau mungkin hanya memiliki puluhan atau bahkan bisa dihitung dengan jari downline dibawahnya, yang berarti dia belum menuai sukses bahkan kemungkinan merugi terus (dana operasional terlalu besar pasak dari pada tiang alias lebih besar dari pendapatan yang diperolehnya), seringkali akan mengalami kemunduran emosional. Pesimistis akan menjadi emosi negatif yang dia rasakan. Kebanyakan orang mungkin akan mundur dan alih alih melanjutkan perjuangan kerasnya untuk merekrut downline lebih banyak lagi, ia malah mundur teratur dari bisnis yang memerlukan cuap-cuap dan tetesan keringat serta harta yang tidak sedikit ini. Apalagi jika tipe MLMnya berupa sistem piramida.

Nah karena upline mengetahui gejala yang tidak beres pada dirinya, maka suntikan motivator segar agar dia tidak mundur teratur perlu dilakukan pada downline seperti ini. Karena kalau tidak dilakukan suntikan emosi positif, pedapatannya dari downline ini akan hilang, dan jika lama-lama downlinenya juga banyak yang mundur teratur mengikuti jejak-jejak yang negatif seperti ini, bisa bisa, kenyamanan finansial yang didapatkan dari banyaknya downline menjadi musnah hilang dan membuat dia ikutan stress memikirkannya.

Kata-kata “Semua usaha perlu keringat dan kerja keras, lihatlah upline kamu yang sudah berhasil, lihatlah saya, sekarang saya bisa menikmati hidup dengan kebebasan finansial, apakah kamu tidak ingin seperti mereka? Ayolah ini hanya masalah waktu, kalau kamu kerja lebih semangat maka impianmu mencapai posisi seperti mereka bakal tercapai. Berfikirlah positif, lihat apa yang kamu dapatkan sekarang. Kamu punya banyak teman, punya persahabatan dengan banyak orang, kamu sekarang jadi pandai bicara, kamu menjadi lebih mudah bersosialisasi. Hanya sedikit lagi kawan. Kamu akan bebaskan hidupmu dengan segala kemewahan. Berpergian ke luar negeri tiap bulan pun bukan lah hal yang mustahil. Semua hanya perlu kerja keras dan waktu. Jika kamu belum berhasil maka usaha kamu kurang keras.”

Saya disini tidak akan menggugat sistem MLM dan sejenisnya, saya disini juga tidak akan menilai baik buruk sistem penjualan MLM (yang katanya direct selling, dan terus terang saya tidak begitu berminat dengan sistem ini), saya disini hanya akan menyoroti masalah pikiran positif dan berusaha menelisik serta memahami konsekuensi dari sifat psikologis ini.

Be Positif

Berfikir positif atau sering kali dalam salah satu agama di indonesia disebut dengan khusnudzon merupakan sebuah pengembangan pola pikir untuk memikirkan segala sesuatu (atau sebagian besar dari sesuatu hal) ke arah yang menguntungkan atau membangun. Jika ada orang ditepi jalan dengan darah mengucur sedang meminta-minta maka, seorang yang berfikiran positif, seharusnya memandang bahwa darah itu bukanlah sebuah usaha untuk mengelabui para pengguna jalan agar dia diberikan recehan. Jika dia membeli sebuah produk yang ternyata dipasaran “kemahalan” maka dia harus berfikir bahwa dia tidak sedang tertipu oleh rayuan gombal para sales, tetapi berusaha dialihkan ke arah yang membangun dirinya seperti misalnya selisih harga dari “kemahalan itu” adalah sebagai sodakoh atau sedekah atau mungkin bahkan infak. Dan masih banyak lagi suntikan pikiran positif ini.

Bermanfaatkah apabila kita mengembangkan pikiran positif ini? Dalam banyak referensi buku motivational berfikir positif adalah keharusan atau sangat amat dianjurkan! Dalam agama tertentupun khusnudzon merupakan sifat yang baik dan dianjurkan. Tetapi dalam pemikiran dan pemahaman saya, berfikir positif bukan merupakan suatu kebaikan atau kebajikan mutlak. Artinya berfikir positif hanyalah sebuah alat, dia bisa menjerumuskan, dia juga bisa membangun atau mengembangkan.

Motivational Attack

Pada dasarnya, dalam pemahaman saya, berfikir positif merupakan sebuah upaya secara kognitif untuk membuat diri kita secara psikologis (emosi atau hati atau perasaan kita) secara positif (senang, gembira, tersenyum, dll). Artinya berfikir positif adalah alat untuk membuat kita bahagia ketika menghadapi, mengalami atau menyaksikan sebuah peristiwa atau kejadian yang mempengaruhi diri kita. Berfikir positif adalah sebuah Motivational Attack atau suatu serangan motivasi. Motivasional disini bisa diartikan sebagai emosi-positif seperti gembira senang, dan sejenisnya.

Nah saya merasa ada suatu bahaya yang mengancam diri kita jika kita secara konsisten dan terus-menerus mengembangkan pola pikir seperti ini (be positif terus menerus). Dengan secara konsisten dan terus menerus, lama kelamaan, secara habitual atau behavioristik, pikiran positif akan menguasai atau mendominasi setiap masukan atau input dari indera kita. Maksud dari pernyataan tersebut adalah ketika ada masukan dari indera atas sebuah kejadian, pengolahan peristiwa akan diterjemahkan (walaupun tidak secara reflek atau otomatis) ke arah alasan-alasan yang positif dan mengeliminir terjemahan yang negatif atau ancaman. Contohnya, jika ada seorang laki-laki datang kerumah anda dan mengambil beberapa buah kursi dengan mengatasnamakan bapak anda atau suami anda atau kakek anda, sedang anda belum mengenalnya, anda secara positif mengambil kesimpulan bahwa memang demikianlah keadaannya, padahal ternyata sang lelaki itu adalah pencuri atau maling.

Jika mau contoh ekstrim, seorang dibujuk atau dimotivasi bahwa ia bisa terbang sehingga ia menjadi percaya bahwa memang ia bisa terbang, lalu ia meloncat dari atap gedung bertingkat 9. Hasilnya kematian, atau mungkin kalau lebih beruntung cacat seumur hidup.

Demikian pula misalnya ketika seorang teman anda mengajak bisnis tertentu dan kemudian karena sedemikian positifnya anda berfikir, anda menyerahkan uang anda kepadanya tanpa menyelidiki kebenaran atau cashflow dari usaha yang dijalankan teman anda. Teman anda hanya menunjukkan foto-foto lokasi bisnisnya. Lalu dikemudian hari teman anda mengatakan kalau bisnisnya bangkrut dan uang anda musnah. Apa lacur, ternyata teman ada hanya berfoya-foya dan tidak ada bisnis yang nyata.

Contoh lagi, sebuah usaha yang sifatnya negative sum game, atau mungkin zero sum game, dan anda menurut kepercayaan moralitas(contoh: bermain saham atau forex dalam jangka pendek yang oleh MUI dikatakan haram, MLM dengan sistem menjual lebih banyak  ke para distributor / downlinenya, tanpa atau lebih sedikit ke non distributor juga bisa dikatakan zero sum game (atau mungkin lebih tepat seperti klub belanja), menurut saya pribadi tentunya)  anda bisnis seperti itu adalah tidak diperbolehkan. Tetapi karena anda terus mengembangkan pikiran positif, dengan balutan bahwa itu bisa jadi yang salah pemahamannya, maka anda terus diliputi terjerumus ke lembah itu.

Dessert

Disini saya tidak lalu bermaksud menganjurkan anda untuk berlaku berkebalikan alias mengembangkan pikiran negatif secara konsisten. Saya hanya ingin memberikan suatu pemahaman bahwa berfikir positif (demikian pula berfikir negatif) hanyalah sebuah alat untuk mengembangkan suatu perasaan tertentu dalam emosi atau perasaan kita. Ia bisa jadi berguna jika digunakan untuk suatu alasan atau proses atau perilaku, yang secara logika (alam dan matematis mungkin) mengarah keperbaikan. Namun jika secara logika, suatu sebuah proses itu mengarah ke kemuduran atau kejelekan, seberapapun anda berfikiran positif maka hasilnya akan jelek (seperti terbang dari atas gedung bertingkat 9 tadi).

Hati-hatilah dalam mengambil keputusan berdasarkan emosi-emosi. Waspadailah buku-buku atau orang-orang yang terlalu bersifat motivatoris tanpa ada kejelasan logika yang “dapat dipertanggungjawabkan” di dalamnya. Kalau seorang menawari bisnis dengan janji keuntungan yang menggiurkan atau sejenisnya, tanyakan pola bisnisnya, tanyakan cashflownya, dan dari mana uang keuntungan yang dia dapatkan. Jika anda merasa bahwa itu sesuatu yang “to good to be true”, curigailah dan berfikirlah negatif. Itu saya kira lebih menguntungkan di masa depan untuk diri anda dan keluarga anda.

Salam Penuh Kehati-hatian

Haqiqie Suluh

15 Responses to “Emotional Attack: Menggugat Motivatoris Positif Thinking (Khusnudzon)”


  1. 1 dede imyut ^_^ Kamis, 28 Februari 2008 pukul 3:53 pm

    weh,ini lumayan rasional.tumben banget sepakat sama MUI???? tapi baguslah,ternyata ilmiah juga….
    tapi kenapa ya,bung suluh tuh ga pernah mau jujur,semuanya serba agnostik.serba maunya di tengah.gak mau jelekin si anu lah,si itu lah,nyatanya tulisannya agak “ke sana”>>>ini menurutku.agak kurang sreg saja kalau “begini terus”.

  2. 2 Suluh Jumat, 29 Februari 2008 pukul 8:47 am

    @gak pernah jujur gimana? ada yang tidak jujur? dimanakah letaknya? ke sana kemana tuh?

  3. 3 watonist Rabu, 5 Maret 2008 pukul 10:35 am

    sangat mencerahkan … saya mengumpulkan begitu banyak pertanyaan/perbandingan baru (untuk diri saya sendiri) dari tulisan ini :)

    btw, kalau dalam keyakinan (maaf, bukan agama) saya, yang ndak boleh itu bukan su’udzon atau khusnudzon, tapi dzon nya itu sendiri, prasangka-prasangka … artinya kurang lebih “jika dapat masukan, buktikan … jangan menyandarkan pada sesuatu yang tak jelas”. :)

    seketika timbul pertanyaan di kepala saya, “bagaimana dengan Tuhan ??”, “yeps … sama, jika ndak jelas silakan di buang, sederhana kan ?!”.

  4. 4 Suluh Kamis, 6 Maret 2008 pukul 8:28 am

    @watonist: saya tidak bermaksud membahas sampai masalah “Tuhan lho”, itu sepenuhnya dari pemahaman atau pemikiran anda, saya lepas tangan soal ini. Cuma mo ngomong gitu aja :mrgreen:

  5. 5 watonist Kamis, 6 Maret 2008 pukul 9:00 am

    ya … mohon dipersori deh … saya emang ada sedikit kebiasaan jelek (atau jangan-jangan banyak ??) … suka ndak fokus dan ngeloyor ke mana-mana … hahahah … :D

    masalah tanggung jawab tulisan, santai aja … itu hak/kewajiban masing-masing penulisanya, atau terlebih lagi … tanggung jawab masing-msing “pembacanya”, toh saya bisa mengartikan/menafsirkan tulisan sampeyan menurut cara saya kan ?! :D

  6. 6 Suluh Kamis, 6 Maret 2008 pukul 9:17 am

    @watonist: manggut manggut tanda setuju :lol:

  7. 7 Jems Senin, 7 April 2008 pukul 7:12 pm

    Slm knal mas Suluh..
    Saya termasuk org yg selalu berusaha positif thinking.
    Segala sesuatu selalu saya coba liat dari sisi positifnya.
    Memang benar kalau terlalu positif, kita cenderng mudah untuk dijerumuskan. Tapi menurut pengalaman saya, sepositif-positifnya orang, dia itu punya “suara hati”. Yang saya maksud disini, suara hati itu adalah semacam “alarm” yg menunjukkan pada qt ada suatu ketidakwajaran. Nah, saat itulah kita harus mempertimbangkan “suara hati” itu.
    Be positif n trust ur heart!
    :D

  8. 8 Suluh Selasa, 8 April 2008 pukul 7:42 am

    @Jems: silahkan dengan usaha anda berpositif thinking… sepenuhnya merupakan hak anda…. untuk suara hati? no comment buat anda…

  9. 9 Asep Senin, 2 Juni 2008 pukul 4:29 am

    Salam kenal Pak Suluh, menurut pemahaman saya khusnudzon dan berfikir positif itu tetap baik.Karena Positif itu akan tetap Positif dan Baik itu akan tetap Baik.Jika si Baik atau si Positif ini hasilnya atau efek yang ditimbulkannya negatif, berarti dia bukan si Baik atau si Positif.
    Jadi menurut hemat saya, ini masalah pemahaman dan pengamalan tentang khusnudzon dan berfikir positif.
    Contoh: Pak suluh tadi mencontohkan bahwa jika seseorang diyakinkan bisa terbang dan dia loncat dari lantai 9 maka hasilnya akan fatal.menurut saya orang yang loncat tersebut tidak mempunyai dzon/prasangka dan tidak memfungsikan pikirannya.sedangkan berfikir adalah suatu proses memikirkan sesuatu.positif dan negatif adalah pilihannya.artinya berhusnudzon dan berfikir positif adalah proses memahami sesuatu yang didasari oleh akal dan tuntunan Ilahi (wahyu)sebagai validator atau alat ukurnya kebenarannya.berhusnudzon atau berfikir positif adalah pilihan sikap yang diambil.
    Mohon maaf, jika salah tolong luruskan.Terima Kasih Pak Suluh sharenya.

  10. 10 Suluh Senin, 2 Juni 2008 pukul 5:40 am

    @asep: kalau dikaitkan masalah bahasa sih positif tetap positif baik tetap baik.. tetapi ini dikaitkan masalah realita.. btw , akah bukan sebuah validator yang kuat lho.. kadang akal juga salah memproses jika asumsi atau sensasi awal juga salah.. karena sudah terdogma misalnya..

  11. 11 Asep Selasa, 3 Juni 2008 pukul 5:04 am

    Disini mungkin saya membedakan antara akal dan pikir Pak Suluh. Yang bisa tertipu itu adalah pikiran. Karena pikiran bisa dijalur kebaikan atau keburukan sehingga sifat dari Pikiran adalah relatif dan tidak bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan. Sedangkan AKAL adalah alat ukur pikiran yang selalu menuju pada kebenaran.dan WAHYU adalah alat ukur yang digunakan akal untuk mencapai kebenaran.Di ISLAM dikenal dengan dalil AQLI dan NAQLI.Apabila ada orang terdogma itu karena dia tidak memakai akal sebagai validator dan wahyu sebagai alat pencapaian kebenaran yang diyakininya, namun hanya menggunakan pikirannya saja yg dibatasi oleh ilmu dan pengalamannya sehingga ia mempunyai keyakinan yang keliru.contoh orang atheis yg meyakini Tuhan itu tidak ada atau orang Pagan yang meyakini Tuhannya banyak.Ini berarti keyakinan tsb dihasilkan hanya sampai pada tingkat berfikir tidak melibatkan akal dan wahyu.Terima Kasih.Salam.

  12. 12 Suluh Selasa, 3 Juni 2008 pukul 5:20 am

    @asep: wah kalau akal alat ukur untuk mencapai kebenaran itu udah domainnya keimanan mas.. apalagi dikaitkan dengan wahyu.. no comment aja… pemahaman saya berbeda dengan mas… saya hargai kepercayaan mas…. salam kenal… terima kasih komentarnya..

  13. 13 Asep Rabu, 4 Juni 2008 pukul 4:41 am

    Sama – sama, Terima Kasih sharenya. Salam kenal juga Pak Suluh.

  14. 14 eagle31 Jumat, 20 Juni 2008 pukul 4:47 pm

    ika mau contoh ekstrim, seorang dibujuk atau dimotivasi bahwa ia bisa terbang sehingga ia menjadi percaya bahwa memang ia bisa terbang, lalu ia meloncat dari atap gedung bertingkat 9. Hasilnya kematian, atau mungkin kalau lebih beruntung cacat seumur hidup

    namanya berpikiran positif justru akan membawa akal kita mencari celah ato jalan bagaimana kita bisa terbang dari atap gedung bertingkat 9,dengan kepercayaan itulah kita berpikir pasti kita bisa terbang dr lantai 9,maka akalah yg akan mulai berfikir cara2 untuk mewujudkannya itu,dan terciptalah alat agar kita bener2 bisa terbang,dengan catatan bahwa keinginan terbang itu memang benar2 hal yang harus ia wujudkan ,,jd dgn sekuat tenaga ia berusaha terus sampai ia benar benar menemukan alat untuk bisa mewujudkan keinginan terbangnya
    ,,jd kalau ia meloncat begitu saja namanya bukan positif thinking tp suatu kecerobohan
    hehehe,,mas suluh itu koment ku hikz,,jd so big positif thinking akan membawa kita keluar dr hal2 yg sembrono seperti itu,,hikz,,,

  15. 15 Kang_erry Minggu, 26 Oktober 2008 pukul 12:39 am

    saya setuju dan dukung pendapat Kang Asep. Berfikir Negatif itu sangat berbeda dengan hati-hati. Sifat hati hati adalah sebuah keharusa. Tidak bisa berfikir negatif diterjemahkan secara harpiah karena aplikasinya adalah kehidupan yang sudah jelas merupakan hasil berproses berfikir dan beranalisa. Berfikir negatif harus di terjemahkan secara istilah, karena penjelasan harfiah tidak akan memenuhi pengertian yang sesungguhnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: