Antara Plato, Kant dan Schopenhauer: IDEA, NOUMENA, WILL

Sudah cukup lama saya tidak menulis mengenai pemikiran filsafat. Sudah cukup lama pula pertanyaan-pertanyaan khas filsafat mengendap jauh dan tak menyentuh emosi diriku. Hal ini mengakibatkan pemahaman maupun pengetahuan akan hal hal yang bersifat mendasar khas filsafat teronggok jauh dalam diri saya. Kadang bahkan saya tidak lagi memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang terus menggelayuti meminta jawaban ataupun pemahaman. Alasannya tidak lain karena kebutuhan dasar atau mendasar saya memerlukan perhatian secara alamiah atau tak sadar lebih besar dibandingkan hasrat untuk menelusuri ide atau pemikiran filsafat.

Disini saya tidak akan menuliskan sesuatu yang baru seputar filsafat. Disini saya hanya ingin memahami kembali atau memunculkan kembali pertanyaan-pertanyaan yang sempat hilang dari khasanah diri saya beberapa lama.

IDEA

Saya walaupun tidak mengenal secara dekat dengan Plato, tidak banyak tulisan Plato yang saya baca, akan tetapi menaruh hormat atas pemikiran yang disampaikannya sampai ke generasi saya sekarang ini, juga generasi yang akan datang. Sungguh ironis bagi diri say mengingat ketika saya hendak memahami Plato, saya secara emosional, terhenti karena narasi cerita yang berbentuk dialog-dialog (walaupun tidak semuanya seperti ini). Saya kemudian hanya mampu mengambil pemahaman dari pemikirannya melalui tangan kedua, bahkan mungkin ketiga atau mungkin lagi tak terhitung. Hal mendasar yang mengguncang pemikiran saya seputar pemikiran Plato adalah idenya mengenai entitas yang ia sebut sebagai IDEA. Entitas yang ASLI bukan jiplakan. Menurut saya pemikiran ini pertamanya saya lihat biasa-biasa saja. Tidak ada hal yang mengejutkan di dalam pemikiran ini. Akan tetapi ketika saya kemudian membaca Kant melalui Schopenhaur, saya mengalami sebuah ketergunjangan idealist materialistik.

Pemikiran Plato mengenai IDEA ternyata bukanlah sebuah upaya idealistik khas descartes atau filosof sejenisnya. Pemikiran Plato mengenai IDEA lebih merupakan konsekuensi dari pengalaman-pengalaman keseharian kita. IDEA muncul sebagai sebuah pemikiran berawal dari pemahaman akan pengetahuan yang kita peroleh pertama kali melalui idera kita. Dalam ilustrasi Plato, IDEA adalah hal yang sesungguhnya alias ASLI yang berada di luar goa yang sedang menjalankan perannya, sedangkan yang kita dapatkan dari indera kita hanyalah banyangan-bayangan dari IDEA diluar goa itu yang terkena cahaya. Kita adalah orang yang terantai di dalam goa yang tak pernah bisa melihat entitas IDEA yang asli dan sebenarnya.

NOUMENA
Dari sinilah kemudian Kant merumuskan lebih lanjut mengenai apa yang disebut sebagai NOUMENA. Noumena adalah sesuatu dalam dirinya sendiri.  Sedangkan apa yang menjadi citra atau bayangan dari noumena atau IDEA (dalam bahasa plato) oleh kant disebut sebagai fenoumena. Pengetahuan empiris lewat penelitian-penelitian sains merupakan pengetahuan dari fenoumena. Segala sesuatu yang kita tangkap melalui indera kita baik itu perasaan, emosi, gambaran lewat mata, suara dari telinga, rasa dari sentuhan lidah atau kulit, dan segala sesuatunya hanyalah merupakan entitas fenoumena. Waktu, jarak, ruang, benda dan segala sesuatu yang kita cerna hanyalah entitas fenoumena. Yang noumena tak akan pernah dapat kita ketahui. Menurut kant noumena merupakan entitas entitas (jamak) yang menyebabkan adanya fenoumena- fenoumena.

WILL

Sedangkan schoupenhauer mengembangkan lebih lanjut apa yang disebut noumena oleh kant dengan perbaikan perbaikan tertentu. Kalau Kant mengatakan noumena itu banyak, maka Schoupenhauer mengatakan bahwa noumena itu tunggal (dalam arti tidak memiliki tandingan dengan jamak). Alasannya, kejamakan merupakan sebuah entitas dalam waktu, identitas sesuatu, sebab-akibat, dan jarak atau ruang. Perbedaan selalu membutuhkan adanya waktu, ruang atau pun suksesi. Nah padahal sesungguhnya waktu, benda, ruang atau jarak merupakan bagian dari fenoumena. Maka dari itu noumena tidaklah mengenal adanya waktu, ruang dan sejenisnya, yang berarti noumena itu pada dasarnya SATU atau TUNGGAL.

Lebih lanjut Schopenhauer mengatakan Noumena itu merupakan sesuatu yang “mengejawantah” secara tak sadar atau tak menyadari dirinya sendiri ke dalam fenoumena-fenoumena. Dengan demikian Apa yang dinyatakan Kant bahwa noumena menyebabkan fenoumena tidaklah benar, karena sebab-akibat itu sendiri bagian dari fenouema. Fenoumena merupakan “pengejawantahan” dari noumena bukan sebagai sebab atau causalitas. Schopenhauer karena mengungkapkan bahwa noumena merupakan entitas tak sadar yang mengejawantahkan  ke dalam fenoumena-fenoumena maka ia menyebutnya sebagai WILL (berkehendak). Namun WILL dalam kerangka Schopenhauer memiliki penjelasan-penjelasan tertentu yang berbeda dengan will pada bahasa normalnya. WILL adalah sesuatu yang tak terpahami, tak terketahui, tak kan mampu dimengerti. WILL mengejawantahkan ke dalam dunia dan diri kita. Diri kita adalah bagian dari pengejawantahan WILL. Anda, saya, mereka dan seluruh semesta fenoumena adalah pengejawantahan WILL. Kita adalah ejawantah dari yang SATU. Fenoumena ini sering disebut oleh Schopenhauer sebagai World of Representatif.

Sekian dulu

Salam Filsafat

Haqiqie Suluh

5 Responses to “Antara Plato, Kant dan Schopenhauer: IDEA, NOUMENA, WILL”


  1. 1 joyo Kamis, 28 Februari 2008 pukul 8:26 am

    IDEA, NOUMENA, WILL, ah enthlah… :(

  2. 2 dede imyut ^_^ Kamis, 28 Februari 2008 pukul 3:46 pm

    schopenhauer????
    jadi ingat buku itu….yang jungkri balikin kita di perempatan…
    kenapa nulis ini???? :((

  3. 3 Suluh Jumat, 29 Februari 2008 pukul 8:51 am

    @joyo: entahlah juga :D
    @dede: lah itu memang buku yang ku idam2kan yang lum ku dapat sampai sekarang… :(

  4. 4 sikin Senin, 11 Januari 2010 pukul 7:31 pm

    semua yang ada dari yang maha ADA, dan yang ada berawal dari ketiadaan…..ide, nomena merupakan cerminan keberadaan ADA yang SATU…..

  5. 5 yuna arilla Selasa, 17 September 2013 pukul 11:12 am

    Thanks, tuk bahan masukan bikin makalah tentang Estetika


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: